SENI BERGAUL

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

 Gimana cara agar mudah diterima dlm pergaulan? (Dito, NTB)

 Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Dito yang baik,

Setiap orang butuh bergaul dengan orang lain. Sebab kita makhluk sosial, danAllah SWT menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Pergaulan akan menjadikan kita merasakan indahnya kebersamaan.Dalam pergaulan, ada pribadi yang mudah diterima, serta ada yang sebaliknya (dikucilkan/ditolak). Tapi, jangan khawatir, kemampuan bergaul adalah keterampilan yang bisa dilatih, dan ditingkatkan.

Dik Dito yang baik,

Miliki niat tulus, ikhlas karena Allah SWT dalam menjalin pergaulan. Pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, insyaAllah akan terasa sangat indah, menyenangkan, serta berpahala. Sedang pergaulan yang penuh rekayasa dan demi kepentingan tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.Selain mengawali dengan niat tulus, dalam bergaul perhatikan penampilan. Salah satu yang membuat orang senang bergaul dengan kita adalah penampilan. Gunakan pakaian rapi, bersih, harum. Jangan berbaju kucel, kotor dan BB. Berwajahlah ceria, murah senyum. Senyuman sangat menyenangkan bagi siapapun yang melihatnya. Senyum adalah sedekah, senyuman mampu menyentuh hati seseorang untuk memberikan respon yang baik.

Dik Dito yang baik,

Upayakan jadi orang yang paling dulu menyapa dan mengucapkan salam. Berjabat tanganlahpenuh persahabatan dan persaudaraan.Jika berbicara dengan orang, dengarkanlah dengan penuh perhatian. Ikut tersenyum jika ia melucu, dan ikut takjub ketika ia mengisahkan hal mempesona, sehingga ia merasa dihargai. Pilihlah kata-kata sopan, sampaikan dengan cara lembut sehingga terbangun suasana menyenangkan. Hindari kata-kata kasar, menyakitkan, merendahkan, mempermalukan. Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah SWT, sehingga yang dipuji teringat asal nikmat yang diraihnya. Ucapkan terima kasih dan do’akan atas kebaikan yang diberikannya pada kita. Mintalah maaf jika melakukan suatu kesalahan, dan jadilah pemaaf yang tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan pada kita.

Dik Dito yang baik,

Selamat mencoba tips tsb, dan jangan lupa jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain, senang membantu, berbagi pengalaman, pengetahuan, dll. Orang bermanfaat akan banyak sahabat….[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47

Mempersiapkan Masa Depan

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbak, skrg usia sy 19 thn, sy bingung ke depan sy mau menjadi apa?
Bgmn cara mempersiapkan masa depan terutama memilih pekerjaan… (Irfan, Batam)

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Irfan yang baik,

Masa remaja sebagaimana Adik saat ini, adalah masa yang penting untuk merencanakan masa depan. Apa yang Adikrencanakan dan lakukan di masa remaja akan menentukan bagaimana masa depan nantinya. Keberhasilan di masa depan merupakan hasil dari usaha yang dilakukan saat ini. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri “(QS. Ar Ra’d : 11)

Dik Irfan yang baik,

Siapa yang tidak merencanakan masa depannya, niscaya ia merencanakan kegagalannya. Janganlah Adik menatap masa depan dengan pikiran bingung, tapi rencanakanlah sebaik mungkin “planning your future”Seorang musafir yang paham arah tujuannya tentu berbeda dengan musafir yang tidak mengetahui arah yang ditujunya. Maka, rencanakanlah perjalanan hidup Adik. Kebiasaan orang sukses adalah melatih dirinya untuk hidup dengan sebuah arah yang jelas. Ia tidak akan membiarkan hidupnya mengalir menuju kegagalan.

Dik Irfan yang baik,

Salah satu tugas perkembangan remaja adalah memilih dan menyiapkan pekerjaan untuk masa depan. Termasuk berusaha memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk menjadi seorang muslim yang punya kompetensi. Coba lihat apa yang menjadi minat Adik, dan potensi yang dimiliki. Minat bisa berkaitan dengan bidang akademik atau non akademik. Adik bisa memilih dan merencanakan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang diminati, selama tidak bertentangan dengan Islam, misal jika menyukai bidang medis bisa masuk kedokteran, dsb. Yang pasti rencanakan masa depan Adik dengan baik, tetapkan target dan langkah – langkah untuk mencapainya dengan detail, serta laksanakan rencana tersebut sebaik mungkin. InsyaAllah Adik akan berhasil dengan kesungguhan usaha dan senantiasa memanjatkan do’a pada Allah SWT. Allahumma aamiin…[]

di Muat Di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 46

 

Tidak Siap Menerima Masukan

majalahdrise.com – Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Di akhir tahun, sy bertanya ke sahabat bagaimana penilaiannya tentang saya, dengan harapan bisa menjadi masukan bagi saya. Ternyata banyak sekali sisi negatif saya yang ia bilang. Sejak itu sy jadi malas bertemu dan ngobrol seperti dulu. Kenapa sy bisa begitu? (Fara, Pnorogo)

 

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Fara yang shalehah..

Sebagian besar orang senang mendengar penilaian baik dari orang lain dan sebaliknya, ia tidak suka dengan penilaian negatif dari orang lain tentang dirinya.Sebenarnya  wajar hal ini terjadi, sebab ada naluri mempertahankan diri pada masing-masing pribadi. Hanya saja, tidak ihsanjika rasa tidak suka dengan masukan menjadikan putusannya persahabatan, dan tersimpan rasa benci di hati.

Dik Fara yang shalehah,

Ketika dik Fara berani meminta masukan, maka seharusnya sudah siap-siap mendapat segala jenis masukan, baik positif atau negatif. Ketika kita tidak siap dengan umpan balik negatif, lebih baik jangan dulu meminta masukan orang lain. Akan tetapi jika ada sahabat yang memberi masukan tanpa diminta, InsyaAllah sahabat Kita bermaksud baik supaya Adik  bisa menjadi pribadi yang lebih baik.Sahabat yang baik, bukanlah sahabat yang selalu mengiyakan Kita. Sahabat yang baik adalah sahabat yang menegur, dan menasehati saat Kita melakukan kesalahan.

Dik Fara yang shalehah,

Salah satu tanda kedewasaan adalah kemampuan Kita untuk bisa menerima masukan dari orang lain, termasuk dari sahabat. Dengan kita mau menerima masukan dari orang lain, maka kita akan menjadi lebih sadar, lebih peka, dan tahu apa saja yang mesti dirubah dan diperbaiki dari diri kita. Saat seorang sahabat memberi masukan kita, dibutuhkan kelapangan dan kerendahan hati untuk menerimanya. Rendah hati (tawadhu’) merupakan akhlak mulia. Allah SWT memerintahkan Kita bersikap rendah hati, dan melarang sikap sombong.Orang rendah hati yaitu orang yang menerima kebenaran, darimanapun datangnya, serta tidak memandang rendah orang lain. Sebaliknya, sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia  (HR. Muslim).

Dik Fara yang shalehah,

Orang rendah hati akan semakin dimuliakan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda “Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu’ kepada Allah, melainkan dimuliakan (mendapat ‘izzah) oleh Allah (HR. Muslim). Dik Fara, berupayalah menjadi pribadi mulia dengan rendah hati, bersedia menerima masukan untuk menjadi pribadi luar biasa. Selamat berproses, semoga berhasil. Allahumma aamiin…. []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44

TIPS USIR GALAU

Majalahdrise.com Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbak, sy galau dengan masa depan sy. Gimana ya agar Kita optimis bisa berhasil? (Diaz, bumi Allah)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Diaz di bumi Allah,

Kegalauan dan keresahan hati bisa singgah di setiap orang. Banyak hal yang menjadikan seseorang resah, salah satunya bisa jadi karena kekhawatiran akan keberhasilan di masa depan.  Seseorang yang galau  akan menjalani hari-harinya penuh dengan kecemasan. Hingga terkadang tampak raut  wajahnya muram, tidak ceria, mengurung diri, malas beraktifitas, lebih memilih tidur, atau bermain game selama berjam-jam, menonton film, dsb. Akibatnya kewajiban dan tanggung jawabnya banyak terlalaikan.

Dik Diaz di bumi Allah,

Ketenangan hati akan diperoleh jika Kita selalu ingat pada Allah SWT. “Ketahuilah, dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang.” (QS. ar-Ra’d: 28).Mengingat Allah SWT hendaknya dalam keseluruhan gerak aktifitas Kita, tidak hanya dalam bentuk dzikir dalam  lisan, akan tetapi menjadikan seluruh perbuatan Kita sesuai dengan perintah Allah SWT . Senantiasa berpikirlah positif, Adik akan bisa berhasil di masa depan dengan pertolongan  Allah yang pasti akan  memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Dik Diaz di bumi Allah,

Seiring dengan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan keberhasilan pada Adik. Bersungguh-sungguhlah dalam berusaha mengejar cita-cita yang ingin diwujudkan. Allah SWT menyerukan “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”  (QS. Ar Ra’d  :11). Keberhasilan masa depan Dik Diaz ditentukan oleh kesungguhan dik Diaz saat ini dalam mengoptimalkan usaha untuk menggapainya, tentu dengan tetap selalu memanjatkan do’a pada Allah SWT. Jadi, hilangkan galau di hati. Isi hari-hari dengan usaha  maksimal untuk meraih masa depan gemilang. Allahumma aamiin..[]

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #43