MEMILIH TEMAN

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, bagaimana cara kita memilih teman? Teman-teman sy senangnya jalan-jalan, pacaran, belanja, pokoknya semang-senang aja.. (Dina, bumi Allah)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Dina yang baik,

drise-online.com – Setiap orang memiliki fitrah untuk bergaul dengan sesamanya. Memiliki teman, dan sahabat akan menjadikan hidup penuh keceriaan dan kegembiraan. Segala sesuatu bisa menyenangkan jika kita lakukan bersama teman dan sahabat. Tidak ada salahnya jika kita mempunyai teman dan sahabat, akan tetapi kita harus ingat bahwa keberadaan teman atau sahabat akan mempengaruhi cara berpikir, perilaku dan kebiasaan kita. “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad).

Dik Dina yang baik,

Dalam memilih teman atau sahabat gunakan kriteria yang akan membuat kita menjadi anak yang baik. Rasulullah berpesan untuk memperhatikan siapa teman bergaul kita “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi). Seseorang yang tepat dijadikan teman dan sahabat adalah teman-teman yang shaleh/shalehah yang bisa memberikan pengaruh positif bagi kita di dunia dan akhirat. Sahabat Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”

Dik Dina yang baik,

Teman dan sahabat yang shaleh/shalehah adalah seseorang yang berakhlak baik, rajin beribadah, rajin mengkaji Islam, berdakwah, belajar, dan selalu melakukan kebaikan lainnya. Ia  akan menularkan pengaruh positif bagi kita, dan sebaliknya teman yang buruk akan membawa pengaruh negatif bagi kita. “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak” (HR. Bukhari).

 

Dik Dina yang baik,

Sebegitu besar pengaruh teman, oleh karena itu pilihlah teman dan sahabat yang shaleh/shalehah yang akan senantiasa menjadikan kita selalu mengingat Allah dimana pun dan kapan pun. Ia akan mengingatkan dan mendorong kita berlomba-lomba melakukan kebaikan. Dengan teman dan sahabat seperti ini kita akan merasakan keindahan persahabatan dengan ikatan keimanan dan ketakwaan. Jika di sekolah ada komunitas rohis inilah kumpulan anak-anak sholeh/shalehah yang tepat menjadi teman bergaul kita. Banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa tertular pada kita.

Semoga dik Dina mendapatkan teman dan sahabat yang sholeh/shalehah…[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37

Mengatasi “SHOPAHOLIC”

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, saya orang yang SHOPAHOLIC atau gampang berbelanja dan mudah “luluh” oleh godaan diskon. Gimana cara menghilangkan kebiasaan ini? (Vina, Medan)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Vina yang baik,

drise-online.com – Aktivitas belanja terkadang memang menjadi aktivitas menarik bagi para remaja. Terutama remaja putri. tapi kalau SHOPAHOLIC nanti dulu. Akan tetapi ada satu hal terkait aktivitas belanja yang perlu Adik waspadai. Yakni, ketika hati terlalu senang mendatangi berbagai pusat perbelanjaan, sampai taraf yang berlebihan. Menjadikan belanja sebagai hobi, hingga Adik keranjingan sekali untuk menjejakkan kaki di pasar, mall-mall, supermarket dan berbagai pusat perbelanjaan. Bisa jadi, walau masih dalam taraf rendah sekalipun, Adik sedang terjangkiti penyakit ‘kecanduan belanja’ (shopaholic). Sehingga, dorongan untuk membeli barang-barang yang memikat hati tak lagi mampu dibendung, apalagi ada bonus Hingga uangpun akhirnya tidak mampu diatur. Na’udzubillah.

Dik Vina yang baik,

Seorang pecandu belanja atau SHOPAHOLIC jelas sekali ia terjebak ke dalam sikap boros yang dilarang oleh agama. Allah Ta’ala berfirman “…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (Al-Isra’ [17] : 26-27). Rasulullah mengingatkan “Bagian wilayah negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian wilayah negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim).

Dik Vina yang baik,

Hal pertama yang harus ada pada diri Adik untuk meninggalkan kebiasaan belanja atau SHOPAHOLIC adalah milikilah niat kuat untuk menghilangkannya. Selanjutnya lakukan hal-hal berikut; (1) Hindari sering belanja beramai-ramai. Carilah teman belanja yang hemat, bukan yang hobi “mengompori” atau belanja saja sendiri; (2) Jangan menjadikan pergi ke mal sebagai cara refreshing. Cari cara refreshing lain, misalnya ke museum, perpustakaan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga dengan berkebun, memasak bersama atau menikmati hidangan kue dan minum teh hangat di depan TV; (3) Berbelanjalah saat Adik memang butuh untuk membelinya, sesuaikan dengan kemampuan juga. Sebelum membeli, periksa apakah Adik memang perlu untuk beli atau tidak. Buat dan bawa catatan yang berisi barang-barang yang akan dibeli ; (4) Bawa uang tunai seperlunya saat ke mal. Jika punya kartu debet, simpan di rumah: (5) Berdisiplinlah dengan hanya membeli barang yang tertera dalam daftar agar berbelanja jadi terfokus, serta tidak perlu cemas bila Adik tidak membeli barang yang disukai, yang kebetulan ada diskon.

Ini Dik Vina, beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari hobi belanja berlebihan. Semoga berhasil…[]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36

Mengatasi Cepat Paham dan Cepat Lupa

Assalamu’alaikum

Teh, boleh brtanya?Klw d izinkan, ingin brtanya, apa sja yg bisa membuat pikiran Qta itu menjadi lbih cpat dalam menangkap yg d sampaikan oleh guru maupun orang lain, dan apa yg bisa mmbuat ilmu Qta itu, menjadi lupa bgitu sja? (San_ Purwakarta)”

 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik San yang cerdas

drise-online.com – Kemampuan seseorang menangkap dan memahami sesuatu berbeda-beda, ada yang cepat dan sebaliknya. Sesuatu yang disampaikan guru atau orang lain baik materi pelajaran atau informasi lebih cepat ditangkap jika kita sungguh-sungguh memperhatikannya (berkonsentrasi). Rasulullah mencontohkan cara memberikan perhatian. Saat berbicara dengan seseorang, Rasulullah menghadap ke arah orang tersebut sebagai kesungguhan beliau memperhatikannya. Kesungguhan memperhatikan terwujud jika kita menyadari apa yang disampaikan adalah hal penting untuk dipahami. Disinilah perlunya pencermatan yaitu tidak hanya mendengarkan, akan tetapi berusaha memahami makna di balik apa yang disampaikan. Ini bisa terjadi jika kita mempunyai informasi awal, tentunya diperoleh dengan banyak membaca, misalkan di rumah mempelajari materi pelajaran sebagai persiapan sebelum esoknya diterangkan guru. Suasana hati (mood) juga berpengaruh dalam menerima pelajaran. Jagalah suasana hati dengan menganggap belajar sebagai kegiatan menyenangkan, karena dengan belajar akan memiliki banyak pengetahuan, dan masa depan lebih cerah.

Dik San yang cerdas

Ilmu merupakan harta berharga yang dengannya Allah meninggikan derajat seseorang (QS 58:11), akan tetapi sering seseorang lupa dengan ilmunya. Selepas ujian (UTS/UAS) dan mendapat nilai lepas juga ilmu yang dipelajari selama ini. Ini terjadi karena proses belajar di sekolah selama ini bersifat teoritis. Guru menerangkan teori tanpa mengkaitkan dengan fakta sehari-hari, sehingga kita hanya mengetahui teori, hafal materi pelajaran, akan tetapi tidak memahaminya, apalagi mengamalkan. Dalam proses belajar seharusnya ilmu lil amal yaitu ilmu untuk diamalkan, contohnya saat pelajaran agama guru menjelaskan bahwa kita harus berbakti kepada ortu, maka harus dipraktekkan dalam keseharian dengan mentaatinya selama tidak menyuruh berbuat dosa. Begitu pula dengan ilmu lain, misalkan dalam pelajaran kimia kita mengetahui makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya bagi tubuh, maka kita harus berhati-hati dengan menjauhi makanan berpengawet. Dengan menggunakan ilmu dalam keseharian akan menjadikan ilmu kita hidup, tidak hanya sebatas teori yang tersimpan di memori otak yang mudah dilupakan. Begitu dik San, semoga bermanfaat.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #12

Cara Mengatasi Sifat Pendiam

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb

Mbak, gimana sih cara mengatasi sifat pendiam supaya kita tidak terkesan pendiam di mata orng lain ?

(Azis, Sukabumi)

Wa’alaikumussalam Wr. Wb

drise-online.com – Dik Azis yang dirahmati Allah, cara mengatasi sifat pendiam sebenarnya dalam keseharian, kita senantiasa berhubungan dengan banyak orang, baik keluarga, teman atau tetangga. Selama berinteraksi dengan mereka diharapkan ada jalinan komunikasi yang menyenangkan. Orang sering menyematkan predikat tertentu pada kita saat kita berinteraksi dengan mereka, seperti sosok pendiam atau heboh. Pandangan orang akan mempengaruhi konsep diri kita, sehingga terkadang kita bersikap seperti pandangan orang tersebut. Padahal masing-masing orang punya keunikan, ada orang pendiam (introvert) atau sebaliknya ada orang yang terbuka (ektrovert). Masing-masing ada sisi positifnya. Seorang introvert akan terlibat dalam pembicaraan jika memang ada informasi yang ingin dia sampaikan, kalau memang tidak ada informasi, maka ia diam. Sedangkan seorang ektrovert senang berkomunikasi, ngobrol dengan orang banyak meskipun tanpa ada informasi yang memang perlu untuk dikomunikasikannya.

 

cara mengatasi sifat pendiam jadi Positif

Dik Azis, cara mengatasi sifat pendiam sedndiri terkadang dalam situasi tertentu kita perlu menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna, seperti becanda, dan tertawa berlebihan (Al Mukminun : 3). Islam juga mengajurkan seorang muslim untuk berbicara baik atau diam (al hadist). Akan tetapi di saat lain, kita perlu bersikap terbuka, seperti menegur teman yang melakukan dosa dengan menyampaikan kebenaran. cara mengatasi sifat pendiam bisa bermakna positif atau sebaliknya, jika kita menjadi pendiam karena menjaga dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna maka memang seperti itu seharusnya, akan tetapi jika kita diam dalam semua kondisi padahal kita seharusnya terlibat pembicaraan dengan mengungkapkan pendapat, maka harus ada upaya untuk memperbaikinya.

cara mengatasi sifat pendiam Menyapa

Islam mengajarkan bagaimana kita membangun interaksi dalam keseharian kita. Jika kita amalkan, insyaAllah akan terjadi jalinan komunikasi yang menyenangkan dan menghilangkan kesan pendiam. Jadi cara mengatasi sifat pendiam adalah Saat berjumpa dengan orang, mulailah dengan tersenyum dan menyapanya serta ucapkan salam terlebih dahulu. Muslim terbaik adalah yang memulai memberikan salam kepada saudaranya sesama muslim saat berjumpa. Sewaktu berkumpul dengan teman-teman, terlibatlah dalam pembicaraan mereka dengan sesekali memberikan pendapat. Agar bisa terlibat dalam pembicaraan, harus didukung dengan banyak membaca buku atau melihat berita agar tidak kehilangan topik pembicaraan saat berkumpul. Coba jauhkan rasa khawatir salah bicara dari benak kita, insyaAllah pergaulan kita akan menyenangkan. Selamat mencoba.[]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi #11