Cara Menolak Pacaran?

Assalamu ‘alaikum

Mbak, gimana caranya ngejelasin ke temen lelaki yang menyatakan cinta dan mengajak pacaran. Sementara saya tidak mau menyakiti hatinya dengan menyatakan sikap kalo saya nggak mau pacaran. Makasih mbak sebelumnya. Akhwat di bumi Allah.

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Adik yang dimulyakan Allah

          drise-online.com – Alhamdulillah, diantara banyaknya generasi muda Islam adik merupakan salah satu yang diberikan Allah cermin hati yang masih bersih hingga mampu digunakan bercermin dan berpegang pada kebenaran dengan menjauhi aktivitas pacaran yang diharamkan Allah SWT. Cinta adalah fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia, namun jika tidak berhati-hati cinta akan memperdaya yang tampaknya indah padahal bisa menjerumuskan, kecuali cinta di jalan Allah. Islam agama yang sempurna, sangat memahami adanya rasa cinta, suka pada diri sesorang. Untuk itu Islam memberikan tata aturan agar rasa tersebut terjaga dalam ketaatan kepada Allah, dengan menikah bagi yang sudah siap.

Seorang teman yang baik akan mengajak berbuat taat dan melarang berbuat maksiat. Aktivitas mengingatkan adalah wujud kasih sayang sesama muslim sebagai seorang saudara seiman. Kita tidak rela teman kita masuk dalam lubang maksiat pacaran dan mendapatkan balasan siksa Allah. Saat menyampaikan kebenaran, terkadang seseorang berat untuk menerimanya, akan tetapi kebenaran memang harus disampaikan meskipun pahit bagi yang diingatkan, serta terkadang kita yang mengingatkanpun merasa segan. Hapuslah rasa segan, tidak enak mengingatkan, khawatir menyakiti hati. Itu hanyalah perasaan kita saja. Niatkanlah karena Allah saat mengingatkan teman karena kita mengharapkan kebaikan baginya “Siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru ke jalan Allah” (FQS. Fushilat (41) :33).

Adik, bisa menjelaskan kepada teman yang mengajak pacaran tersebut dengan bertemu langsung (tentunya tidak hanya berduan, tapi mengajak juga teman lain) atau  via SMS/telp/menulis surat. Awalilah dengan mengucapkan terima kasih atas perasaannya kepada adik, dan sampaikan maaf karena adik tidak bisa menerimanya karena Allah melarang aktivitas pacaran. Sampaikan kebenaran dengan hikmah dan nasehat yang baik. Melalui hikmah yaitu dengan menyampaikan dalil (landasan) yang jelas tentang hukum pacaran, sehingga menampakkan kebenaran dan menghilangkan kesamarannya. Pacaran adalah aktivitas mendekati zina, dan Allah melarangnya ”Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (Al Israa:17). Sampaikan dengan nasehat yang mampu menyentuh akal dan hati (perasaan). Ajak berpikir, bahwa aktivitas pacaran menyebabkan banyak kerugian di dunia maupun di akhirat. Selain diajak berpikir, sentuhlah perasaanya misalnya dengan memberi dorongan berupa balasan pahala atas kebaikan yang dilakukan dan memberi peringatan celaka ketika melakukan kemaksiatan. Adik bisa juga  memberikan buku atau majalah yang membahas pergaulan dalam Islam. Selamat mengajak teman pada kebaikan, semoga Allah senantiasa mengistiqomahkan.

Di muat majalah remaja islam Drise Edisi #10

Menghilangkan Malas

Assalamu ‘alaikum

Mbak, bagaimana cara menghilangkan rasa malas, seperti malas belajar, dan malas mengerjakan tugas.

( Dn, Lampung)

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Dik Dn yang baik,

DRISE-ONLINE.COM – Penyakit malas merupakan virus yang sering menyerang kita. Malas berupa kondisi keengganan seseorang melakukan kegiatan yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Orang yang malas adalah orang yang tidak memiliki semangat. Padahal semangat adalah energi yang menggerakkan seseorang untuk menyelesaikan tugasnya. Perilaku malas merupakan hasil suatu bentukan, artinya perilaku itu bisa dirubah menjadi perilaku yang tidak malas lagi (bersemangat). Pada dasarnya perilaku kita terbentuk karena faktor kebiasaan. Kalau seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat, maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu pula sebaliknya. Jadi kalau adik merasa sering terjangkit rasa malas, maka jalan untuk mengubahnya adalah dengan membiasakan diri melawan sikap malas tersebut. Cara melawan sikap malas yaitu dengan memaksa diri kita untuk melakukannya tanpa menunda. Sadarilah bahwa kemalasan dengan menunda belajar atau mengerjakan tugas akan menimbulkan kesulitan baru, karena beban kita semakin banyak “Barang siapa menunda pekerjaan, maka ia menumpuk kesulitan”. Seseorang yang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika sering didera kemalasan, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap menjadi impian saja. Oleh karena itu, semaksimal mungkin orang harus mencegah munculnya rasa malas agar memperoleh keberhasilan.

Dik Dn yang baik,

Perilaku malas biasanya disebabkan karena tidak adanya motivasi kuat untuk mengerjakan sesuatu. Seseorang malas akibat belum memiliki tujuan atau cita-cita. Disinilah inti persoalannya, tanpa tujuan dan komitmen kuat untuk mencapainya, maka seseorang beraktivitas ibarat air mengalir yang terombang-ambing tergerus arus yang membawanya. Supaya motivasi itu muncul, adik harus mulai menentukan cita-cita atau tujuan hidup. Setelah tujuan hidup ditentukan, adik perlu membuat langkah-langkah yang akan membawanya pada pencapaian target tujuan, misalnya adik menargetkan lulus UAN tahun ini, maka langkah-langkah untuk mewujudkannya adalah dengan membuat jadwal belajar secara rutin, ikut les, dsb, serta senantiasa semangat menjalaninya. Jika rasa malas menyerang, kembali jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Segera bangkit berdiri dan bergabunglah bersama teman-teman yang tekun dan bersemangat dalam belajar, karena lingkungan mempengaruhi kita.

Itulah panduan agar kita tidak terjangkit penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut “Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhi. Wa a’udzu bika min’adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-mu dari siksa kubur, serta bencana kehidupan dan kematian)”. Wallohu A’lam bishowab.

 

Di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#9