#DayofTheGirl ! (Dibalik kampanye Kesetaraan Gender)

Drise-online.com – Awal bulan Oktober kemaren, jagat pendidikan nasional dihebohkan oleh video kekerasan yang dilakukan siswa SD terhadap teman sekelasnya yang perempuan di Bukittinggi. Video berdurasi 1 menit 52 detik ini menayangkan seorang siswi yang tengah dipukuli rekan-rekannya, lelaki dan perempuan. Tanpa perlawanan, korban hanya bisa menangis dan mencoba menangkis pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi dari teman lelakinya. Sementara teman yang lainnya hanya diam. Miris!

Anak perempuan yang dianggap lemah emang paling rentan mengalami diskriminasi di lingkungan sekolah atau rumah. Barangkali potret inilah yang ingin diperjuangkan dalam peringatan Hari Anak Perempuan Internasional di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Peringatan setiap tanggal 11 Oktober ini ditetapkan oleh PBB dalam rangka mempromosikan hak-hak anak perempuan yang kabarnya sering mengalami diskriminasi akibat ketidaksetaraan gender dengan anak laki-laki. Masa sih?!

 

Dibalik kampanye Kesetaraan Gender

Sebelum ngomongin perjuangan hak wanita, bagusnya kita liat dulu masalahnya dengan jeli. Biar nggak asal nyari solusi. Entar malah makan ati lagi. Persoalan yang menimpa perempuan, baik anak-anak atau dewasa itu bukan semata-mata karena dominasi laki-laki. Tapi lantaran pola hidup dan cara berpikir masyarakat yang sekuler. Selama ini, masyarakat disodorkan potret lemahnya perempuan dalam tayangan sinetron. Kalo nggak berani tampil seksi atau punya prestasi, selalunya jadi korban tindakan kekerasan dan pelecehan. Walhasil, masyarakat menganggap pelecehan terhadap perempuan dianggap wajar atau sekedar permainan.

Sehingga cara paling pas untuk memperjuangkan hak wanita adalah dengan mengubur gaya hidup sekulerisme dan menyuarakan kebenaran Islam. Kenapa mesti Islam? Lantaran hanya aturan Islam yang menghargai, menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita. Meski wanita banyak berkutat di dalam rumah, nggak berarti kedudukan mereka lebih rendah dibanding laki-laki yang beraktivitas di luar rumah. Karena di hadapan Allah swt, bukan prestasi atau jumlah materi yang dinilai. Tapi ketaatannya terhadap perintah dan larangan Allah swt. Makanya nggak pantes deh laki-perempuan saling iri hati. Catet tuh!

Sobat muslimah,,,, pliss deh! Cewe dan cowo bukan untuk dicari-cari kelemahan dan kelebihan. Cewe dan cowo hadir untuk bersinergi, bukan bersaing. Bapak di kantor, tidak lebih hebat dari ibu di dapur. Atau ibu di dapur, tidak lebih rendah dari ibu di kantor. Yang penting, bagaimana kita hidup seimbang dan tidak menyalahi aturan Allah SWT. Coba bayangiiiin, kalau semua orang isi pikirannya cari duiiiit melulu. Siapa yang memasak dengan cinta, yang menjaga anak dengan sayang, yang mendidik dengan cermat. Tentu butuh figur yang pas dan memuaskan lahir batin. Siapa itu? Tentu saja wanita. Maka, pemahaman kaum feminis yang ngaku-ngaku membela perempuan yang terbelenggu dengan aturan agama dan etika, itu SALAH BESAR!

Nah, kita tidak butuh ide feminisme itu menaikkan derajat perempuan! Islam mewajibkan setiap insan untuk menuntut ilmu. Jadi jangan bayangkan para muslimah itu kuper dan terbelakang. Wajib, muslimah jadi yang terdepan untuk kemuliaan islam. Bukan untuk pamer dan eksistensi doang. So, jangan sampai kita terjebak dengan isu dan even #DayOfTheGirl yang seolah-olah membela, padahal salah sangka dan menjauhkan kita dari realita yang sebenarnya. Fakta berbicara, laki-laki maupun wanita adalah sama. Cuma amal sholeh yang membedakan keduanya.

Cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diubah. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga emang kudu dilawan. Sikap diskriminasi yang dialami wanita di luar rumah juga wajib dihilangkan. Tapi apa semuanya mesti ditempuh dengan kampanye kesetaraan gender? Hmm.. kayanya nggak deh. Bukan apa-apa, kenyataannya, ide feminisme ini malah bikin persoalan wanita tambah runyam. Yang bener, perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Dijamin! [Alga Biru]

 

BOX

Islam Memuliakan Wanita

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)

Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—Eastern Mail. ia menyebutkan “Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehor­matannya.” []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #41

Cowok Bigos!

Cowok Bigos!

drise-online.com Biasanya, yang jadi bigos alias “biang gosip” itu cewek. Bisanya kalo para cewek udah pada ngumpul, masing-masing langsung bongkar belanjaan gosipnya. Tapi di jaman sekarang-mungkin karena pengaruh emansipasi- cowok juga pada hobi ngerumpi.Ya ngobrol ngalor ngidul wetan gitu deh. Ngaku aja!

Secara bahasa, gosip bisadiartikan sebagai sebuah perbuatan membicarakan orang lain ketika orang yang dibicarakan itu tidak hadir di tengah-tengah pembicaraan. Hal-hal yang dibicarakan biasanya adalah hal buruk tentang orang itu.Karena cuman keburukan yang makin di gosik makin sip. Makanya dinamakan gosip. Untuk urusan yang satu ini, kaum hawa emang jagonya.

Hal ini diungkapkan oleh Eko A. Meinarno, S.Psi., MSi., dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dalam penelitiannya tentang gosip. Pada tahun 2010, Eko meneliti sebanyak 250 remaja tentang gosip. Para pesertanya adalah mahasiswa universitas negeri maupun swasta dari berbagai kota di Indonesia, dengan komposisi 125 orang perempuan dan 125 orang laki-laki. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan memang lebih suka bergosip daripada laki-laki.

Tapi tetaplah walaupun secara statistik cewek lebih unggul, karena sekarang ini gosip sudah jadi gaya hidup, pasti akan banyak kita temukan cowok yang doyan gosip. Laurent Begue, psikolog asal Prancis, mengatakan bahwa bergosip adalah ‘guilty pleasure’. Banyak orang yang tahu bahwa ngegosip itu nggak semestinya dilakukan, tapi justru banyak orang yang melakukannya, termasuk para cowok.

Ngegosip juga ternyata bisa bikin orang kecanduan lho! Seperti yang diungkapkan oleh jurnalis dan kritikus senior Inggris, Nicholas Lezard. Dia mengatakan bahwa bergosip itu menghadirkan hasrat berperilaku yang tidak akan dapat memuaskan. Itulah sebabnya orang akan terus bergosip karena mereka tidak akan puas jika hanya bergosip sekali. Nah lho!

Lebih lanjut lagi, Laurent Begue menjelaskan bahwa bergosip itu memang sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. “Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hal itu (bergosip) bisa berisiko menciptakan rasa ketidakpercayaan,” ujar Begue seperti dikutip dari detikhealth.

Sayangnya, kalau dulu orang bakal malu banget kalau mendapat gelar “bigos”, tapi sekarang ngegosip udah jadi bagian dari gaya hidup. Berbagai infotainment yang ditayangkan di tivi telah membuat pergeseran nilai. Sekarang orang malah berlomba-lomba bergosip, bahkan para cowok. Memalukan!!

Apa yang disampaikan oleh Allah di dalam Alquran jelas banget melarang kita untuk bergosipa alias ngomongin kejelekan orang lain. Di dalam surat Alhujurat bahkan disebutkan orang yang membicarakan aib saudaranya itu sama saja sedang memakan bangkai saudaranya. Jijay bajay. Allah swt berfirman,

““Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah imandan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Hujurat ayat 11).

Cowok Bigos! drise-online.com

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujurat ayat 12).

Driser, masih banyak aktifitas lain yang lebih bermanfaat daripada ngomongin orang lain. Apalagi buat cowok, nggak banget deh. Mending waktu dan energinya dipake buat mengasah potensi diri. Biar bisa banyak memberikan manfaat untuk orang lain dan berkontribusi untuk kebangkitan Islam dan kaum Muslimin. Yuk! [@SayfMuhammadIsa]

di muat di MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI #40

Naksir Senior Nih Yeee!!!

drise-online.com – “Eh lihat deh Din yang lagi main basket itu! Cowok yang anak kelas XI. Namanya mas Baim. Nama aslinya Ibrahim. Dia kakak kelas yang jadi idola cewek satu sekolahan lho!” ujar Dini berapi-api pada sohibnya Dina.

Dari obrolannya aja udah ketauan. Ceritanya, Dini naksir kakak kelasnya. Ganteng, berwibawa, idola, hidup lagi. Label ‘kakak kelas’ di kalangan siswi emang punya nilai tersendiri. Cowok yang sebenarnya hanya terpaut satu tahun atau dua tahun berasa dewasa banget di mata adik kelas.

Kisah cinta pelajar SMP-SMA memang identik dengan jalinan kasih senior-junior. Ketemu tiap hari dan beraktifitas di tempat yang sama, bikin yang biasa terasa luar biasa. Padahal bisa jadi, masih banyak yang lebih keren, tapi berhubung dia idola anak satu sekolahan, akhirnya keliatan wah di mata si adik kelas. Ini kakak kelas lho, kakak yang mengayomi dan ada pelindung di sekolahan.

Huffft, masalah hati banyak banget godaannya. Masalah cinta, bikin kisah unik dan lucu. Misalnya, sengaja lewat berkali-kali demi lihat kakak kelas lagi nongkrong. Atau bela-belain masuk ekskul yang sama supaya ketemu kakak kelas yang diincer. Atau ngedoain kakak kelasnya nggak naik jadi bisa satu kelas. Sadiz!

 

Ta’aruf Itu Bukan PDKT

Kalau sekadar kisah lucu dalam urusan ekspresi cinta sih mendingan. Kadang-kadang jatuh pada kisah yang malu-maluin sampai menyeramkan. Contohnya, kakak kelasnya anak Rohis terus malah nge-sms yang isinya, “Kak kita kenalan yuk. Kan menjalin silaturahmi. Tak kenal maka ta’aruf”. Huuu ta’aruf gundulmu, modus tuh!

Ta’aruf itu ada yang tepat, ada yang nggak tepat. Ta’aruf artinya berkenalan lebih jauh, yang tujuannya untuk mencari sang belahan jiwa, bukan sekadar iseng belaka. Apalagi PDKT yang berujung pada pacaran. Jelas nggak sama dong. Ta’aruf juga bukan ajang bebas berdua-duaan. Lagi-lagi itu cuma modus.

Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena yang ketiga diantara keduanya adalah setan”(HR. Abu Dawud, Ahmad).

Ta’aruf itu mengenal siapa aku, siapa kamu. Ini keluargaku, ini keluargamu, yang jika cocok dan sepaham berlabuh dalam mahligai pernikahan. Begitulah indahnya Islam, hubungan cewek-cowok bukan ikatan tanpa tanggung jawab. Hubungan keduanya mendewasakan lahir-batin, melaraskan jenis dan keturunan. Supaya tahu tatanan Islam yang indah ini, ngaji yuk. (Alga Biru).

“Jangan sampai hati yang jumlahnya hanya satu ini, tercuri perhatian pada seseorang yang bukan dan belum halal bagi kita. Hati ini seperti nyawa kita, dia hanya pinjaman dari Allah dan Allah ridho jika hati ini tertumpah pada yang halal.”

 

Box

Tips and Trik With Senior

Adakalanya bukan kamu yang naksir kakak kelas. Malah sebaliknya, kakak kelas yang ngejar-ngejar kamu. Makanya kalo punya utang segera dibayar.. ups! Padahal kamu tahu, rasa ini belum saatnya berlabuh. Berikut tips biar nggak gede rasa dilihatin kakak kelas. Simak ya!

  1. Tundukkan pandangan.

Dari mata turun ke hati, dari hati menebar janji. So, daripada kena janji-janji palsu dari senior, lebih baik tutup pintu hawa nafsu melalui pandangan yang tunduk. Jika dipandangi alihkan saja. Matamu adalah hakmu, jagalah itu ya.

  1. Nggak usah ngerasa wah

Ditaksir kakak kelas nggak usah ngerasa hebat. Kali aja seniornya lagi iseng dan nyari mangsa gadis yang bisa dikecengin. Yang begini kalau udah bosan bakal say goodbye. Nyesek!

  1. Kakak kelas sejenis aja

Kutub positif dan negatif akan tarik-menarik, so cara aman untuk menghindari dari inceran kakak kelas yang cowok adalah berteman dengan kakak kelas yang cewek. Dijamin aman, bahkan bisa menambah wawasan dengan sang kakak.

  1. Ngaji itu benteng diri

Hal paling keras untuk menjaga hati dan pikiran ialah mendekatkan diri kepada Allah. Cara praktisnya ya dengan ngaji. Sekalipun dibully sama senior, dibilang sok suci dan sejenisnya, yakinlah semua bakal berlalu dan kamu bakal jadi yang terbaik. Anjing menggonggong kafilah pasti berlalu. Ngaji yuk! (Alga Biru)

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #40

Jatuh Cinta Sejuta Rasanya

Embun pagi menembus pori

Seperti pancaran cintamu memasuki relung hati

Sore ini terwarna jingga

Begitu pula hatiku yang jatuh cinta menyala

Gara-gara jatuh cinta, seseorang yang sebenarnya nggak pinter-pinter amat nulis puisi, mendadak jadi melankolis. Muslimah yang tadinya agak tomboi dan cuek dalam berpenampilan, berubah menjadi pesolek demi meraih keanggunan di depan cowok taksiran. Satu sisi ada debar rasa, sisi lain tergelitik malu sebagai muslimah.

Salah nggak sih perasaan jatuh sakit, eh jatuh cinta? Sejuta rasanya. Nggak diundang dia datang, nggak jumpa kangen. Cinta bersifat universal, tidak hanya ditujukan pada lawan jenis, ke orang tua, ke adik, juga bagian dari cinta. Cinta merupakan penampakan dari naluri melestarikan jenis (gharizatun nau’). Tidak akan mengakibatkan kematian jika tidak dipenuhi. Nggak mati kok orang yang nge-jomblo. Nggak mati kok walau nggak pacaran. Yang ada, pacaran yang bisa membawa kematian. Karena dibakar cemburu, pacar bisa gelap mata bin hilang akal dengan melakukan tindakan kekerasan yang berujung hilangnya nyawa. Ngeri!

Walaupun saat cinta tak terpenuhi nggak bikin mati, tapi kan nggak enak, keingetan si dia terus. Gimana dong? Yup, kegelisahan ini memang harus cepat tanggap,sist. Dimaklumi kok, namanya juga manusia, pasti bisa naksir juga jatuh hati. Tapi bukan artinya bebas main hati, tetep harus hati-hati dan jaga jarak.

Bangun Cinta, Bukan Jatuh Cinta

Ibarat membangun sebuah rumah, begitu pula tentang cinta. Yang benar ialah bangun cinta, bukan jatuh karena cinta. Orang yang jatuh, akan merasa sakit dan terluka. Sedangkan orang yang membangun cinta berarti terus maju dan tumbuh menjulang dan menghasilkan sesuatu yang nyata menuju kesuksesan.

Membangun cinta memiliki syarat, yaitu kesiapan. Baik mental, spiritual, maupun materi. Bukan berarti, sang cowok bela-belain beli boneka, artinya dia siap secara mental. Tetapi siap menanggung konsekuensi cintanya. Cowok baik-baik tak cuma beri janji, tapi datangi wali, alias orang tua. Cewek baik-baik nggak mau sekadar jatuh cinta, dia membangun cintanya dengan memantaskan dirinya agar kelak cinta itu tumbuh tepat pada waktunya. Cewek sholihah membangun cinta untuk dunia dan akhirat. Tak hanya menanti sang pujaan hati, tapi juga tetap berburu ridho illahi. (@Alga_Biru_)

Box

Friend Zone

Bergaul kepada non-mahrom, memang harus jaga jarak. Kalo terhanyut kondisi khalwat (berdua-duaan) maka syetan yang ketiga di antaranya. Bakal ngomporin pasangan untuk melakukan kemaksiatan. Banyak yang secara sah nggak pacaran, tapi gesture alias gelagat bahasa tubuhnya menuju ke arah situ. Ciri-cirinya, pertama sering telponan. Tujuannya macam-macam, mulai dari yang penting sampai yang dibuat seolah-olah penting. Modus sis! Kedua, active in socmed. Ngebangunin tahajud pake sms motivasi dan segala pernak-perniknya. Hal-hal seperti ini nggak harus lintas jender alias tebar menebar pesona kepada non-mahrom. Seandainya kita sering dikirimin yang seperti ini oleh ikhwan yang keganjenan, yaudah cuekin aja. Nggak usah dilarang, nggak usah digubris, entar juga bosen sendiri. Friend zone ialah kita berteman pada sesama muslimah, berteman kepada lelaki memang murni sebatas teman, bukan main ser-seran, yang bisa-bisa malah bikin ge-er sendiri.Yuk muliakan diri kita dengan jaga pergaulan. Oce?![]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #39