Teror Predator, Ihh Syereeemm!

Predator itu identik dengan perilaku hewan yang saling mangsa satu sama lain. Di belantara hewan, berlaku hukum rimba. Artinya, siapa yang lemah maka ia akan kalah dan mengalah. Apa jadinya jika di dunia manusia terjadi hal yang sama? Ngeri..! Yang dimangsa tentunya yang lebih lemah, seperti kaum perempuan yang masih imut-imut alias ABG. Belakangan ini banyak pristiwa yang mencerminkan prilaku predator di sekitar kita.Ada Bapak-bapak atau om-om berkumis, ‘memangsa’ anak SMA,SMP bahkan SD untuk memuaskan nafsu birahinya.

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan predator anak Si Emon, yang melakukan tindak sodomi, dimana jumlah korbannya mencapai seratusan. Juga, mencuat peliknya kasus sejenis disekolah bertaraf  internasional, Jakarta International School (JIS). Pelaku pekerja seks komersil juga semakin belia, yaitu siswa SMA bahkan SMP. Awalnya mereka korban, tapi malah terjerumus dan ketagihan.

Sejak awal, kita memang harus jaga jarak kepada orang asing & tidak dikenal. Buat apa orang tersebut berbuat baik kalau tidak ada maunya? Misalnya, nganterin pulang atau ngajak makan siang. Emangnya dia ngga punya anak atau keponakan buat dianterin? Bukan hanya untuk diri kita, juga harus waspada ke adik kita yang masih SD atau TK. Curiga kalau adik yang periang mendadak lesu atau seolah ketakutan. Mungkin dia trauma atau takut untuk terus terang.

WASPADALAH!

Lahirnya predator seksual seperti yang banyak diperbincangkan di media massa ialah salah satu buah kebusukan ide sekularisme-liberalisme, yaitu paham kehidupan ‘bebas berekspresi’ dan menjauhkan nilai-nilai agama sebagai panduan. Sehingga lahirlah pribadi-pribadi nyeleneh’, termasuk dalam pemenuhan seksual. Secara normal, laki-laki tentunya menyukai lawan jenisnya, yaitu perempuan. Namun akibat gaya hidup liberal yang memanjakan nafsu syawhat ini, fantasi manusia sudah melampaui wilayah kewajaran. Abnormal, laki-laki malah suka ke laki-laki juga alias homoseksual. Ada juga yang demen berhubungan intim dengan anak-anak (pedofilia), bahkan gemar bercumbu dengan mayat (hiii… syerem).

Dear, sebagai muslimah, pastinya kita ngga mau jadi korban predator kotor tersebut. Bukan tidak mungkin loh, si pelaku ada di tengah-tengah kita.So, kita cegah yuk. Setidaknya ada usaha kita untuk mencegahnya walau belum seratus persen. Beberapa tips real action untuk jauhi sang predator.

Pertama, kenali lingkunganmu : Kepedulian kita sebagai muslimah berawal dari rumah. Kenali tetangga dan sifat-sifat mereka. Sebisa mungkin di sekitar rumah kita tidak terdapat tempat maksiat seperti, warung remang-remang yang biasanya tempat berjudi, berzinah, atau mabuk-mabukkan. Jika sudah terlanjur ada, jangan sekalipun kita main kesana walau sekedar melihat. Siapa tau malah kita sasaran korban berikutnya.

Kedua, jaga penampilan. Serius! Kalau ngga mau jadi korban, jauhi penampilan seronok yang memancing gairah sang predator. Mungkin si predator ‘lapar’karena melihat aurat yang bertebaran. Khimar & jilbab memang dipakai guna melindungi aurat, perlambang taat. Hikmahnya, bisa jauhkan dari pelaku maksiat.

Ketiga, jaga lisan. Berbicara secukupnya dan sesuai kepentingannya. Jangan mau diajak berlama-lama bicara pada orang asing terutama lawan jenis. Komunikasi yang berketerusan ialah cara sang predator menangkap mangsanya. Mereka tidak bekerja dalam sehari. Awalnya, tentu dia berusaha membuat mangsanya percaya, merasa aman & nyaman. Setelah percaya, baru deh rela diapa-apain, termasuk diambil keperawanannya. Hiks, ngeri.

Keempat, socmed selection. Fakta berbicara, ternyata predator juga memilih mangsanya via social media. Entah facebook, twitter, instagram atau sejenisnya.  Socmed itu layaknya taman umum, siapa pun boleh berkunjung dan duduk di sebelah kita, selama kita berada di dalamnya. Yang penting, jaga jarak & kepentingan. Pajang foto yang full selfie lebih baik jangan. Pajang foto sekedar profil diri, ya boleh aja. Pasti ‘gaya’ dan ‘modus’-nya berbeda dengan foto genit untuk ber-selfie ria. Juga yang paling utama, jangan mau diajak ketemuan oleh siapapun terutama lawan jenis kecuali sudah jelas asal-usul dan kepentingannya.Ingat, predator itu amat lihai. Bahkan bisa jadi dia bertampang ustadz, berhati iblis. Waspadalah, sist!  [@Alga_Biru_]

di muat di Majalah Drise edisi #38

CEWEK PECICILAN

Si Cewek : “Eh, minta PIN BB dong”

Si Cowok : “Untuk apa?”

Si Cewek : “Kali aja ada urusan apa gitu. Nambah teman kan boleh dong”

Si Cowok : “Oh gitu, Okey deh”

Si Cewek : “Oya, alamat kamu juga dong? Kali aja aku ngapel ke rumah kamu”

Si Cowok : (gubraks!)

 

drise-online.com – Zaman sekarang ini banyak fenomena yang nggak biasa di tengah-tengah kita kaya dialog cewek pecicilan bin genit van ganjen di atas. Dulunya, biasanya kaum adam yang lebih agresif pedekate sama gadis yang ditaksirnya. Sekarang ini, cewek-cewek seolah nggak mau kalah. Malahan, kaum hawa lebih aktif ngecengin cowok-cowok. Apalagi kalau cowoknya cakep, atletis, plus anak orang kaya. Dijamin banyak cewek yang naksir dan SKSD gitu. Naksir dengan menunjukkan sinyal-sinyal, baik yang ‘low risk’ sampai yang ekstrim. Malu nggak ya? Hemm…. yah tergantung setebal apa urat malunya. Bisa tengsin, bisa juga cuek. Terlebih lagi jika hal tersebut jadi kebiasaan umum alias lumrah. Seolah itu jadi pembenaran buat yang melakoninya. Sah-sah ajalah, teman-temanku juga kayak gitu. Malah lebih parah! Ups

 

PENGEN EKSIS NIH YE!

Yup! Cewek pecicilan itu haus pengakuan. Kenali dan koreksi diri kita dari sifat-sifat pecicilan. Kalau kita doyannya nge-gosipin cowok melulu, bisa-bisa ini jadi awal kita bersikap agresif pada lawan jenis. Awalnya sekedar ingin tau, lama-lama ingin bertemu, ujung-ujungnya rindu. Maka mulailah berusaha nelpon dia, padahal nggak penting-penting amat. Nah loh! Abis nelpon, janji ketemuan, ehh… si cowok menyambut, akhirnya terjadilah hubungan ilegal alias pacaran. Ingat, pacaran itu sudah pasti mendekati perzinahan. Hubungan anti zina ya cuma pernikahan. Seratus persen halal!

Pecicilan juga bisa terlihat dari cara berpakaian. Tampak mengumbar aurat dan dandan berlebihan, itu jadi ciri-ciri cewek pecicilan. Sebelas dua belas dengan cewek cabe-cabean. Tujuannya, tentu menarik perhatian lawan jenis. Plis, Girls! Sederhanakan diri, tutup auratmu. Buat apa eksis tapi jadi investasi dosa?!

 

PESONA MUSLIMAH

‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’”

 

Hadist ini merupakan sindiran buat manusia yang kehilangan rasa malunya demi syahwat duniawi. Banyaknya perempuan yang menggadaikan rasa malu bisa membawa kehancuran di muka bumi. Bersolek dan memakai wewangian berlebihan, seolah minta digoda dan menjual harga dirinya.

 

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33].

 

Padahal setiap inci tubuh wanita, bahkan suara pun harus dijaga. Sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. Yuk, jaga diri dengan bersikap apa adanya, tidak over-acting dan menundukkan pandangan. Kalo mau eksis, nggak perlu pecicilan atau gabung dengan komunitas cabe-cabean. Percaya deh, kamu nggak otomatis jadi hebat, tambah cute, makin cantik, atau banyak dilirik kaum adam dengan bersikap pecicilan. Bisa jadi lawan jenis malah jengah, jijik, dan kesannya lebay gitu deh. Mending ikut pengajian biar jadi wanita sholehah. Dijamin eksis dunia akhirat. Mulia di hadapan Allah pun dihadapan manusia. Ikhwan sholeh bakal ngantri siap menjadi pangeranmu. Nggak heran kalo kamu dicemburui bidadari surga. jadi Mau? [Alga Biru]

 

Box

‘NAKSIR’ ALA KHADIJAH

”Wahai anak pamanku, aku berhasrat untuk menikah denganmu atas dasar kekerabatan, kedudukannmu yang mulia, akhlakmu yang baik, integritas moralmu dan kejujuran perkataanmu.”

 

Begitulah ucapan Bunda Khadijah tatkala ‘melamar’ Rasulullah SAW. Tentu setelah sebelumnya beliau menyuruh pelayannya untuk menginvestigasi seluk beluk perangai Rasul Saw. So, nggak main sosor loh ya!

Setelah yakin dengan hasil pengamatan tersebut, maka Khadijah yang terhormat dan idola lelaki Makkah ini mantap untuk bersuamikan Muhammad yang dijuluki ‘al-Amin’ di tengah kaumnya. Bukan ajakan pacaran, atau sekedar pemberi harapan palsu. Nah, yang ini boleh dicontoh. Ini

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #37

Muslimah, puasa gadget yuk!

 Drise-online.com – Pada pagi yang cerah, saya tengah khidmat mengerjakan PR yang belum sempat dikelarin kemarin malam. Menit demi menit berlalu, namun tiba-tiba….

Beep….beep!

Beep…..beep!

Wah ada SMS masuk. Akhirnya saya meraih Smartphone dari atas meja dan membalas SMS masuk tersebut. Hemm… sekitar 5 menit saya pun kembali ke pekerjaan semula, melanjutkan PR. Eh, sampai mana tadi ya? Butuh waktu beberapa menit untuk kembali mengingat dan berkonsentrasi. Waktu pun berlalu. Lagi-lagi terdengar bunyi biiip biipp. Huff, apa lagi sih? Oh, ada twit baru. Bukan sekedar ngebuka, akhirnya saya pun tergoda buka timeline, ngoprak-ngoprek isinya. Ketawa baca twit lucu, emosi dengan info-info kriminal dan perasaan lainnya ikut terkocok. Selain twitter, saya pun ngebuka Facebook, ngecek WhatsUp, seru-seruan ngeblog. So, apa yang terjadi selanjutnya? Akhirnya PR yang tadinya mau dikerjain malah gagal selesai, total. Kebanyakan diinterupsi oleh social media. Ternyata gadget bukan Cuma menawarkan fitur-fitur keren, melainkan bisa jadi jebakan bagi yang tak tahan godaan.

PUASA GADGET YUK!

Gadget didefinisikan sebagai suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Gadget dianggap dirancang secara berbeda dan lebih canggih dibandingkan teknologi normal yang ada pada saat penciptaannya (Wilkipedia). Misalnya Handphone sekarang bukan Cuma dipakai buat SMS or nelpon doang melainkan bisa liat youtube, chat atau surfing sepuasnya. Pada dasarnya, keberadaan gadget telah membantu memudahkan kita dalam menjalani tugas. Entah itu tugas kuliah, hubungi teman, main game bahkan bayar tagihan telepon cukup dengan satu alat. Nah, karena serunya alat ini, gadget bisa bikin kita lupa diri juga loh. Misal ; tadinya asyik ngerjain tugas malah nge-gadget. Atau kita tersibukkan untuk pajang foto ‘selfie’, upload sana-sini. Lupa, bahwa kita ini muslimah yang harus dijaga kehormatannya. Pajang foto sebagai profil diri sah-sah aja, tapi kalau sampai narsis dan nagih, itu sudah lain ceritanya. Sesuatu yang berlebihan itu pasti ujung-ujungnya bawa keburukan. Iya kan, sist?

TERNYATA OH TERNYATA

Mengejutkan! Aktivitas yang terganggu oleh gadget ternyata punya dampak yang ngga maen-maen. Setiap org yang pekerjaannya sering terinterupsi, dikatakan mengalami penurunan tingkat IQ hingga 10 poin. Dan jangka panjangnya, bisa berdampak pada kesehatan yg bersumber dari stres akibat information overloaD. Puasa gadget akan membuat kita lebih fokus, menikmati pekerjaan dan tentu lebih fresh. Jangan sia-siakan waktumu gara-gara pekerjaan yang terlalaikan akibat penggunaan gadget yang kurang bijaksana. Mumpung masih sehat, masih muda dan masih punya ini-itu, maka pergunakanlah sebaik-baiknya ya. Rasulullah SAW bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits shahih). Selamat puasa gadget ya, semoga waktu hidup yang tersisa ini penuh keberkahan! [Alga Biru]

 

 

 

BOX

TIPS PUASA GADGET                          

Berikut ini beberapa jalan supaya puasa gadget terasa menyenangkan!

  1. Ketika sedang bekerja (terutama pekerjaan yang memerlukan konsentrasi), maka matikan gadget atau jauhkan dari jangkauan sehingga tidak kedengeran sama sekali
  2. Buang fitur atau aplikasi senada dari gadget. Misalnya: udah punya BBM dan WhatsUp, maka ngga perlu heboh download aplikasi sejenis semisal Line, KakaoTalk, WeChat dan lainnya
  3. Nonaktifikan sinkronasi, supaya kalau ada hal-hal baru, pekerjaan kita tidak terinterupsi. Aktifkan kembali setelah kita selesai mengerjakan tugas.
  4. Pilih teman-teman yang selalu memotivasi untuk lebih baik dan mengingatkan jika tersalah
  5. Puasa gadget bukan berarti ngga pake sama sekali loh. Melainkan mengelola dan mengatur penggunaan gadget secara bijaksana. Inga… inga… ting!! [Alga Biru]

 

Di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36