CEWEK GLAMOR

Majalahdrise.com – Menjadi seleb di Tanah Air selalu menjadi mimpi sebagian masyarakat. Terutama kalo ngelihat gaya hidup mewah kaum sosialita yang banyak diwakili oleh kalangan seleb. Masyarakat menganggap bahwa menjadi seleb itu profesi yang menjanjikan dan pasti menghasilkan banyak uang. Makanya ajang pemilihan bakat ramai terus?

Antrian pendaftar audisinya kerap mengular ngalahin barisan penerima zakat. Wajah-wajah mupeng remaji yang pengen jadi selebriti terlihat saat mata mereka tak lepas dari gencarnya pemberitaan seputar gaya hidup seleb yang serba glamour. Apalagi para seleb perempuan di tanah air kita ini. Berasa gak afdhol kalau dunia nggak tahu kesehariannya. Mulai jalan ke seantero negara dengan jet pribadi, sampai pamerin ternak mobil mewahnya yang limited edition. Belanja juga gak tanggungtanggung, kudu barang branded termahal. Seorang selebriti malah dengan bangga pernah memamerkan barang belanjaannya dari Hongkong yang jumlahnya sampai 9 koper.

Katanya sih duit yang abis sampai 9 M. Gak mau kalah, artis lainnya bahkan ngaku, saat berada di salah satu pusat belanja kelas dunia, Ia sampai merogoh Rp 1 miliar untuk memborong kebutuhan manggungnya. Gila…sementara rumah mewah? Berasa gak cukup kalau hanya satu. Ampun deh. Seorang artis bisa merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa tampil sempurna di depan penggemar. Mulai dari suntik botoks sampai sedot lemak, yang bisa ngabisin duit jutaan rupiah. Itu belum seberapa. Keglamoran dan sikap hedonis mereka juga sangat jelas ketika mereka memberi hadiah atau kado untuk menyenangkan orangorang tercintanya, kado mewah yang bisa membuat masyarakat berdecak, antara kagum dan gemas menahan iri.

Gimana dengan artis muda yang bersileweran di layar kaca? Sama aja. Di setiap kesempatan, ada aja media hiburan yang ngulik kehidupannya. Mulai dari urusan asmara, sampai urusan hoby makan biaya. Dari urusan koleksi barang mewah, sampai pola hidup yang serba wah. Ngiri? Sebagian remaja malah ngiler! Nah, Apa yang mencolok dari hal ini? Yap,Yang paling mencolok sudah pasti gaya hidup para seleb yang selalu tampil glamour. Gaya hedonis mereka terlihat jelas lewat bagaimana mereka membelanjakan uang untuk kemewahan, kecantikan, kenyamanan, kenikmatan atau memanjakan diri sendiri, bahkan orang yang mereka cintai. Lantas para penonton ngapain? Penonton Cuma bisa berdecak kagum dan mulai menggantung mimpi setinggi langit, sambil mikir gimana caranya bisa nyicip kehidupan glamour ala selebriti.

Hati-hati dengan Gaya hidup

 Sebagai public figure, para seleb perempuan kita ini gak hanya jadi tontonan, tapi juga udah jadi tuntunan. Gaya hidup yang kerap diberitakan, justru menyedot perhatian sebagian perempuan untuk mati-matian berusaha gimana caranya merasakan kehidupan yang serba mewah. Tak terkecuali anak cewek seusia kamu-kamu, Non. Ada lho yang malah bikin komunitas di sekolahan berdasarkan mewahnya barang yang dipakai, atau sekedar dipamerin di sekolahan.

Bikin geng juga berdasarkan status sosial. Tuntutan untuk hidup mewah, membuat sebagian anak cewek terjebak dalam pola hidup konsumtif. Brand fashion mulai meneror kantong seragam. Label limited edition jadi mantra sakti yang menyihir naluri belanja remaja. Produk kecantikan dengan harga fantastis, menjadikan anak cewek merasa gelisah kalo nggak punya. Sementara, duit dari bonyok masih terbatas.Ya, Biar kata gak ada duit juga, yang penting gaya, bisa nongkrong di tempat-tempat berkelas. Kalau perilaku kamu udah rada-rada kayak gini, hati-hati. Apalagi kalau udah mulai belajar bo’ong ke bonyok. Minta duit katanya buat kebutuhan sekolah, faktanya dipakai buat beli kebutuhan lain. Kalau gak, dipakai jalan, bareng teman se-geng, hayoo…

Sebagai cewek, kamu kudu hati-hati sama naluri konsumtif. Keinginan untuk memiliki barang mewah, kadang menjadikan sebagian teman seusia kamu rela mengorbankan apapun untuk itu. Harga diri bisa dipertaruhkan, semata untuk memperoleh materi. Bahkan nih, Kehormatan seolah gak ada lagi harganya, ketika kesenangan dunia telah menjadi tujuan. Ada yang sampai klepto bahkan menggadaikan kesucian diri, hadeuhhh. Miris deh. Masih imut gini lageh!

Kudu gimana?

Non, Kamukamu kudu ngeh, bahwa kebahagiaan dunia ini semu bahkan bisa membutakan hati dan pikiran. Kalian juga kudu faham, kalau system saat ini menganggap bahwa seluruh keinginan adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi. Gak dipilah, yang mana keinginan, dan yang mana kebutuhan. Kacau gak tuh? Kacau banget. Hasilnya? Manusia bisa sampai keliru menempatkan kebutuhan.

Coba, ada lho anak cewek yang sampai kabur dari rumah Cuma karena gak dibeliin ponsel mewah. Padahal, itu kan cuman keinginan doang, bukan kebutuhan. Gini nih kalau kalau udah terjebak pola hidup konsumtif. Kudu jadi bahan perhatian nih, Ada lho yang lebih mulia dari pada kemewahan dan harta dunia. Apa itu? Ilmu. Yup, ilmu. Kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bisa memelihara empunya.

Sedangkan harta, empunya yang harus menjaga. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bila disebarkan akan bertambah, Sedangkan harta jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang. Nah, lho. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat dicuri. Sedangkan harta dapat dicuri dan dapat hilang. Benar kan? So, nona-nona, gak usah terpengaruh lalu ikut-ikutan kebanyakan orang yang sudah gila harta dan lupa iman. Gak usah nyibukin diri mikir, gimana caranya bisa ngedapatin duit sebanyakbanyaknya agar bisa menikmati kehidupan yang serba mewah. Fokus, banyak-banyak nimba ilmu, karena ilmu, lebih berharga dari dunia dan seisinya. Yuuhuu! [Juanmartin]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 54

BENERIN HIJABMU, YUK!

Majalahdrise.com – Driser, Fenomena hijab saat ini memang bak jamur dimusim hujan. Komunitas hijabers bermunculan dimana-mana. Hijabers ada juga yang kerap menyebutnya dengan jilbabers atau kerudungers. Jika mau bertanya ke paman Google, mungkin akan dengan mudah kita mendapatkan informasi ketika menulis keyword”hijab”. Jika dulu hijab hanya dipakai oleh anak pesantren, kini di setiap lapisan masyarakat dengan jenjang pendidikan berbeda, karier yang berbeda, kesemuanya menyemut pada satu komunitas”hijabers”.

Fenomena ini bukan tanpa sebab. Fashion adalah kata kuncinya. Hijab jadi fashion. Bisnis busana muslimpun menjadi lahan baru bagi industri fashion. Indonesia sendiri ditunjuk sebagai role model negeri Muslim yang mengusung mode dengan tema Islami. Saking seriusnnya nih, Perancis yang dikenal sebagai kiblat fashion dunia, beberapa waktu yang lalu merasa perlu membuat satu pegelaran fashion muslim dengan mengundang perancang ternama dunia untuk turut terlibat. Di Indonesia sendiri tahun lalu di adakan pameran Hijab fest di kota Bandung. Temanyapun berbeda dengan tema sebelumnya.

Tahun lalu Indonesia mengangkat tema Hijab bridal. Dan seperti acara-acara fashion pada umumnya, acara tersebut menampilkan sekitar 100 brand berbagai produk fashion hijab yang mengisi 86 stan pameran hijab Fest Indonesia. Brand-brand hijab ternama tanah air ada dalam pameran tersebut. Dan untuk melengkapi dunia fashion Muslim ini, program pemilihan semisal putri muslimahpun akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk menjaga agar brand hijab yang ada itu tetap everlasting. Dalam skala internasional, miss world Muslimah pun gak mau ketinggalan. Seolah ingin menyaingi acara miss world. Bedanya ada embel-embel muslimah.

Hijab itu wajib!

Perkembangan fashion semakin hari semakin berkembang pesat dengan beragam jenis dan model, tak terkecuali hijab. Dengan mudah akan kita jumpai berbagai macam model hijab. Kerudung aja macem-macem. Dari yang panjangnya selutut, sedada, bahkan cuma sampai leher dengan berbagai macam warna, motif, dan model yang bervariasi. Dari hijab trendy, sampai hijab syar’i. Driser, fenomena hijab ini tentu patut kita apresiasi. Namun kudu difahami juga nih bahwa hijab itu bukan fashion. Maka jadi aneh kalau buku masalah hijab, ditempatkan di rak fashion. Hijab itu hukum syara, Dear. So, memakainya pun gak boleh atas landasan fashion, tapi didasarkan bahwa itu adalah perintah Allah. Tanpa ada pemilihan putri Muslimahpun, hijab emang kudu. Tanpa ada pameran hijabpun, hijab emang wajib. Lantas, gimana hijab syar’I itu?

Syar’I itu simpel

Syar’i-nya Pakaian Muslimah di dalam Islam itu sebenarnya gak pakai ribet. Maka kudu kalian perhatikan juga nih gimana hijab yang syar’I itu. Kita ingetin lagi ya. Penutup aurat (hijab) perempuan itu terdiri dari :

pertama, jilbab. Apa itu jilbab? Dalam kitab kamus Al Mu’jamul Wasith, disebutkan jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh. Jilbab juga diartikan apa-apa yang dipakai wanita di atas baju-bajunya seperti milhafah (mantel/baju kurung). Senada dengan itu, menurut Syekh Rawwas Qal’ah Jie, jilbab adalah suatu baju yang longgar yang dipakai wanita di atas baju-bajunya (baju kerja/rumah.

Kedua, Kerudung, dalam Al Qur`an disebut dengan istilah “khumur” (plural dari khimaar) bukan dengan istilah ”jilbab” lho yaa. Kata “khumur” terdapat dalam firman Allah SWT (artinya),”Dan hendaklah mereka (para wanita) menutupkan kain kerudung ke dada mereka” (QS An Nuur [24] : 31). Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “khimaar” adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (Tafsir Ibnu Katsir, 4/227).

Ketiga, untuk menyempurnakan hijab syar’i-mu, kamu kudu memperhatikan beberapa hal yang bisa jadi luput dari perhatian. Inget ya, jilbab adalah pakaian yang dipakai di atas pakaian keseharian kita. Jadi, ketika keluar rumah nih, jilbab yang kita pakai berfungsi menutupi pakaian keseharian kita. Udah gitu, demi keamanan, kamu kudu juga nih nambahin aksesoris lain agar lebih terlindungi, Misalnya, ujung lengan jilbab kamu yang bisa aja melorot dan menampakkan aurat yang lebih dari pergelangan tangan. Siasati dengan lengan jilbab yang lebih aman, atau pakai asesoris tambahan seperti manset. Selain itu, kaos kaki adalah pelengkap hijab syar’i-mu. Kaki adalah aurat, jangan sepelekan. Lengkapi dengan kaos kaki ya. Kerudungan juga kudu rapih, jangan sampai jambulnya masih nongol. Hati-hati.

Ke-empat, perhatikan aspek tabarruj. Tabarruj itu didefinisikan oleh para ulama’ dengan berhias sehingga mengalihkan perhatian khalayak. Misal pakai kerudung, tapi wajah penuh polesan, memakai wewangian, sampai asesoris yang serba mencolok. Kudu hati-hati, jangan sampai jatuhnya ke tabarruj.

Kelima, perhatikan syarat dari kain yang kita pakai untuk menutup aurat. Jilbab dan kerudung kudu tebal dan gak transparan. Gak boleh menampakkan warna kulit. Selain itu, kudu longgar, gak ketat. Gak boleh menampakkan lekukan tubuh. Nah, gimana simple banget kan? Gak pake ribet. Syar’I itu simple. Buat Yang belum berhijab, yuks bersegera. Jangan tunggu nanti, karena mati gak menunggu nanti. [Juanmartin]

Sis, NGAJI YUK,,

Majalahdrise.com – Sis, coba sejenak buka mata dan  pikiranmu. Lihat berita baca koran.  Perhatikan dengan jeli gimana kondisi  kaum muslimin saat ini? Kemiskinan  meningkat, Kriminalitas kian parah,  komunias lesbi, homo, gay plus transgender  kian beringas nunjukin eksistensinya. Kaum  perempuan ogah-ogahan menjaga  kehormatan mereka. Anak kecil kian banyak  jadi korban kekerasan dan pelecehan  seksual. Angka perceraian kian meningkat.  Masalah pendidikan gak pernah berakhir.

Negeri muslim terus menerus manut sama  Negara kafir, dan sederet permasalahan  kaum muslim lainnya yang jika saya tuliskan  disini, selain bikin tangan saya pegel, juga  gak bakal ketampung saking banyaknya.  Sekilas kalian mungkin mengatakan,  “itu udah biasa kali. Gak usah mikir kemana-mana. Urus diri sendiri aja dulu. Masa bodo.  Boro-boro Nyibukin mikir orang lain. Gue  aja banyak masalah gini”. Hmmm, kalau ada  yang jawabnya gitu, kasian banget. Cuman  mikirin diri sendiri. Belon aja kalo mati  nggak ada yang mandiin, nyolatin, atau  nguburin. Mau? Masalah yang dihadapi umat itu  tanggung jawab kita. Lantaran kita bagian  dari umat sedunia. Itu artinya, kita bakal  terkena getahnya meski berdiami diri.

Sekarang, coba kita berpikir lebih kritis.  Harusnya kan gak ada kemiskinan, karena  negeri kita kaya sumber daya alamnya.  Kriminalitas bisa diminimalisir, karena  hukum dalam Islam tegas. Harusnya gak  ada lesbi, gay, transgender, karena fitrah  manusia suka ama lawan jenis. Ayam jantan  aja doyannya betina, bukan jantan,betul? Harusnya perempuan dan anak-anak  nggak mengalami berbagai pelecehan dan  kekerasan, karena dalam Islam mereka  dilindungi oleh pihak laki-laki dan negara.  Harusnya pendidikan menjadi sarana untuk  mencetak generasi cemerlang, bukan  generasi yang doyan narkoba, tawuran, free  seks, apalagi keranjingan nonton konser  musik.  Masih banyak harusnya-harusnya lain  yang mesti kita pertanyakan. Kenapa  kondisi umat jadi terpuruk kaya gini  padahal kita sebaik-baik ummat, dan  agama kita adalah sebaik-baik agama??

Ketika Ajaran Islam Dicuekin Sis, kondisi di atas kejadian lantaran  ajaran Islam dicuekin. Yang namanya  seperangkat aturan, emang nggak akan diketahui kalau dicuekin. Apalagi jika  kita meyakini sesuatu itu sebagai  aturan hidup. Mempelajarinya  emang kudu. Nah, Islam sebagai  aturan hidup, hanya akan jadi  seonggok kitab jika nggak dipelajari  untuk kemudian diterapkan. Islam  itu sistem hidup lho. Bukan sekedar  agama seperti ajaran agama yang  lain. Islam beda. Islam adalah  agama sekaligus pandangan hidup  ummat manusia. Jadi, First of all,  kalian kudu membenahi diri. Mulai  detik ini, kuatkan tekad untuk  menjadi seseorang  yang lebih baik. Nah,  untuk tahu gimana caranya jadi orang baik,  maka kalian kudu ngaji. Nggak bisa nggak.  Harga pas. Nggak bisa ditawar lagi.  Ngaji di sini bukan ngaji sekadar baca  al-Quran tanpa paham maknanya. Tapi  mengenal Islam yang mendalam hingga  kalian dapetin ilmunya dan paham untuk  diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Faham Islam adalah satu-satunya cara  agar hidup kalian ke depan jelas arahnya.  Gimanapun, kelak kalian bakal jadi Ibu lho.  Menjadi seorang Ibu, tentu membutuhkan  ilmu, apalagi kalau udah punya anak. Eits, ini  kok udah ngomong jadi ibu-ibu ajah sih? Kita  kan masih punya cita-cita laen. Ya gak papa  dong. Ngaji, mendalami islam untuk mempersiapkan ilmu dalam rangka  mendidik anak kelak agar terwujud  generasi cemerlang. Ini bukan perkara  gampang dan butuh waktu yang gak  sebentar lho. Apalagi berharap anak cerdas  dan faham agama. Itu semua Gak akan  terlahir dari didikan seorang Ibu yang gak  faham ilmu agama.

Ini butuh perhatian  serius, Sis. Ditangan kalianlah, peradaban  Islam sedang di persiapkan, sehingga  generasi mendatang betul-betul  mendapatkan ilmu mumpuni yang  siap  menorehkan tinta emas peradaban Islam  untuk kedua kalinya.  Dua hal yang perlu kalian sadari.  Kalian punya dua peran penting bin genting  untuk saat ini. Apa peran itu? Kalian adalah  generasi muda, arsitek peradaban untuk  kejayaan Islam dimasa depan. Selain  itu, kalian adalah calon Ibu pendidik  generasi cemerlang. Bercita-citalah  untuk menjadi Ibu yang memiliki anak  pemberani penakluk konstantinopel,  Muhammad Al-Fatih. Bayangkanlah  bagaimana bahagianya menjadi Ibu  seperti Ummu Imaarah yang merelakan   anak-anaknya menjadi syuhada.

Bercita-citalah, menjadi Ibu yang memiliki  anak cerdas seperti Ibu Imam As-Syafi’i.  Itulah sebaik-baik cita-cita. Dan itulah  sebaik-baik prestasi.   Masa iya sih pengen jadi Ibu dan  berharap punya anak seperti Imam Asy-Syafi’I, tapi kerjaannya hang out, demen  konser plus doyan jogetan? Itu mah mimpi  kali yee… so, biar cita-cita plus tujuan kamu  jelas, Ngaji yuks! [Juanmartin]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52

Flirting style ? Amit-amit !

Majalahdrise.com – Kata orang, bingung juga kalau lagi  ngincar gebetan. Kayaknya semua  usaha sudah dilakukan, Tapi kok,  doski masih kalem melempem, muka datar  gitu ya kalau berpapasan. Kalau kamu  ketemu sama konselor cinta gadungan,  pengikut aliran sesat –dan menyesatkan-bernama pacaran, kamu pasti akan  mendapatkan petuah cinta sambil  mengatakan  bahwa kamu enggak punya  jiwa seni, gals. Jiwa seni buat flirting, sambil  dianya nyambung

“let’s rock your flirting  style, Noonah…!”. Hah? Flirting style? Apaan  tuh?

Aih-aih… pura-pura gak tahu. Itu lho,  gaya para cewek yang kudu bin wajib  mengeluarkan senjatanya buat dapetin  gebetannya. Jangan bayangin senjatanya  pisau dapur ya? Maksudnya yang Nunjukin  wajah ama body language yang digenit-genitin gitu lho say. Style ngomong yang  digenit-genitin. Pura-pura jatuhin buku di  koridor perpus padahal si dia cuek aja  ngeliat buku kamu jatuh. Kamu acting lari  kayak dipilem-pilem, niatnya nubruk  gebetan sambil slow motion dan tiba-tiba  aja entah darimana datangnya bunga-bunga  berjatuhan.

Romantis pisaan. Yang  sebelumnya aktif nyolek, komen plus  stalking di medsos, lebih dinaikin tingkat  keaktifannya menjadi hiperaktif. Yang  tadinya mandi cuman senin kamis jadi  pengen mandi tiap jam biar selalu fresh.  Jerawat yang nongol dikiiit aja ampuh  ngebuat sutress sampai ngumpet kalau ketemu gebetan.

Pokoknya kudu kelihatan  perfect!. Itu semua buat apa? Buat narik  perhatian sang gebetan. Nah kira-kira  seperti itulah gambaran flirting style itu.

Flirting, penting gak sih?

Gak ada penting-pentingnya  pemirsah! Beneran. Kalau ngulik dunia  remaja, ternyata flirting ini menduduki  salah satu peringkat teratas di dunia  pergebetan cewek.  Parahnya, dari sekian  banyak jurus flirting itu, gak ada satupun  yang gak malu-maluin. Semua jurusnya  malu-maluin. Kalau mau ngulik lebih dalam  jurus-jurus flirting itu, sebagai muslimah  lumayan nurunin iffah (kehormatan)  seorang cewek lho. Gak percaya??? Menurut sebuah penelitian, kita  dapat menarik perhatian cowok dengan  menatap matanya selama lima detik  tanpa berkedip. Mata juga gak hanya  sekedar memandang, tapi kudu dengan  tatapan penuh perangkap. Deuh kebayang  deh  betapa memalukannya adegan  tersebut.

Uniknya, ini dikatakan sebagai  prestasi tersendiri jika kamu mampu  melakukannya. Udah gituh, buat narik  perhatian gebetan, kamu kudu rajin  merhatiin dia sambil kamunya rajin juga  nyari perhatiannya, pura-pura minta  bantuan padahal kamu sendiri bisa  mengerjakan sesuatu itu, sampai jurus  jinak-jinak merpati yang sok jual mahal.

Yang ada, kamu justru disibukkan  dengan hal-hal yang gak penting kayak gini  dan bisa-bisa membuat nilai semua mata pelajaran kamu anjlok kayak rupiah di  hantam dolar. Ups  …!. Habis, sebagian  waktu dan pikiran kamu bakal tersita cuman  sekedar mikirin strategi apa lagi buat  ngedapetin gebetan.  Belum lagi, apa yang  kamu lakukan itu semua palsu. Perhatiannya  palsu, sok minta bantuan pake acara bo’ong  segala, pengen keliatan fresh padahal  aslinya gak se-fresh yang terlihat. Pokoknya  palsu 24 karat!

Jadi, kudu gimana dong?

Gals, Cinta itu  sebentuk rasa yang  senantiasa menuntut dua hal : binar dan  nyeri. Ketika menohok tepat jantung,  seseorang gak akan melihat dua sisinya  dengan jelas. Ketika indahnya datang, sisi  gelapnya membutakan. Ketika sakitnya  datang, sisi indahnya bikin meriang. Kalau  lagi berbunga-bunga, energi kita bisa  melesak ribuan watt. Tapi kalau dicuekin  gebetan, dunia serasa runtuh!

Nah, untuk hal ini,Islam udah punya  Rambu-rambu yang kudu bin wajib  diperhatikan oleh pria dan wanita dalam  berinteraksi. Tanpa kamu harus  bermanuver dengan flirting style yang bikin  mual. Apa aja tuh rambu-rambu yang ada  dalam Islam?? Kamu kudu pantengin nih  point-point berikut ini :

1 Islam telah memerintahkan pria dan  wanita agar menundukkan  pandangannya serta memelihara  kemaluannya.

2 Dalam Islam, diperintahkan bagi  mereka yang karena kondisi tertentu  belum berkemungkinan untuk menikah  –termasuk kamu-kamu nih-, agar mereka  memiliki sifat ‘iffah (senantiasa menjaga  kehormatan) dan mampu mengendalikan  diri. Nah, ini dia nih… kalau emang belum  siap nikah, gak usah menempuh jalan genit  untuk menjalin hubungan ilegal bernama  pacaran. Tetep jaga kehormatan kamu.  Syara’ juga memerintahkan mereka yang  belum mampu menikah ini agar berpuasa.

3 Islam memerintahkan kepada kaum  wanita agar memiliki kesopanan dan  mengenakan pakaian yang sempurna di  kehidupan umum.  Catet nih, gak hanya  sikap kudu dijaga, pakaian juga nunjukin  keiffahan kamu lho. Berperilaku genit itu  udah jelas gak sopan.

4 Selain itu, Islam juga mengatur  beberapa hal yakni: a.  Islam melarang pria dan wanita untuk  berkhalwat (berdua-duaan) satu sama  lain. Inget, berduaan aja gak boleh yaa.  Kalau tetep gigih buat dapetin gebetan,  alamat kamu pengen ngajakin doski  berduaan. Masak pacaran  berombongan? Gak ada kan pacaran  berombongan? Emang mau pengajian?

Islam melarang kaum wanita bertabarruj (berhias dihadapan lelaki asing). Kudu  bin wajib gak tebar pesona baik dengan  tatapan genit, body language sampai  pakaian kamu.    Nah, banyak bingitz kan rambu-rambu interaksi dengan lawan jenis dalam  Islam?. Jauhhh banget dengan flirting style  tadi. Pokoknya, Gak perlu kamu kotori  dengan petuah yang bikin kamu  berperilaku jijay nan genit ke lawan jenis.  Bikin mual tau gak?. So, flirting style?  Idihhh, amit-amit!. (Juanmartin)

di muat di majalah remaja islam drise edisi 51