Aborsi : Buah cinta Terlarang

Miris Itu Satusatunya kata yang bisa terucap  begitu ngeliat data kasus aborsi yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Udah ratusan nyawa (Ibu dan janin), melayang akibat aborsi. Mungkin itu hanya data yang terlacak. Bisa jadi data korban aborsi lebih banyak dari yang dilaporkan. Masih untung negara sempat membongkar beberapa tempat aborsi di kota-kota besar.

Sayangnya, mereka lupa untuk serius mikirin, kenapa aborsi kian marak? Apa sebab remaja banyak melakukan aborsi? Padahal, kondisi ini nih yang menyuburkan praktik aborsi.  Aborsi yang kerap dilakukan remaja, jelas karena seks bebas yang membuahkan janin dalam rahim sang cewek. Gak mau nanggung malu, maka aborsi adalah satusatunya jalan pintas. Mulai dari nenggak obat-obatan penggugur kandungan yang dijual bebas, sampai mendatangi klinik aborsi ilegal.

Tindakan nekat ini dijabanin  Aborsi: Buah Cinta Terlarang lantaran buah cinta terlarang. Bahasa kerennya kehamilan yang tak direncanakan, duplikasi dari istilah Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD). Weksss…mau enaknya ga mau anaknya! Jadi sebenarnya nih kita harusnya gak hanya sibuk membongkar tempat praktik aborsi, tapi kudu juga menghentikan akar masalah mengapa remaja kita banyak yang ngelakuin aborsi. Apa akar masalahnya? Ya tentu saja seks bebas.

Seks bebas adalah cikal bakal aborsi. Dan aktivitas aborsi sedikit banyak berujung pada maut!. Para pakar kesehatan sendiri ngomong bahwa sebagian besar dari remaja yang melakukan aborsi, keluar dari ruang aborsi dalam keadaan gak bernyawa. Tentu saja, karena risiko tertinggi aborsi itu ya kematian, apalagi dilakukan bukan oleh tenaga medis. Yang paling ngeri, jika dilakukan sendiri oleh si cewek. Na’udzubillaah deh!.  

Parahnya, dengan banyaknya jumlah korban akibat aborsi illegal, justru membuat segelintir orang mikir untuk melegalkan aborsi. Katanya sih, agar nyawa kaum hawa bisa tertolong. Meminta pertolongan ke klinik illegal di anggap jadi biang kerok melayangnya nyawa para pasien.

Hello…! mikirnya pake akal sehat non. Kalo aborsi dilegalkan, malah akan membuat para pelaku seks bebas merasa mendapat jaminan. Bukannya menyelesaikan masalah, malah menyuburkan praktik seks bebas dan aborsi. Wadduh, kian huwancur generasi muda!  

Remaja, Butuh Edukasi Seks?

Karena salah identifikasi akar  masalah, maka pemerintah juga salah dalam menetapkan solusi. Pemerintah beranggapan bahwa, seks tak aman yang dilakukan generasi muda akibat minimnya pendidikan seks di kalangan remaja. Oleh karena itu remaja kudu mendapatkan pengetahuan seksualitas dan kesehatan reproduksi.

Mulai dari penjelasan tentang perubahan fisik dan psikis remaja; alat kelamin (organ reproduksi), baik anatomis maupun fungsi fisiologis berikut bagaimana proses reproduksi terjadi; kehamilan dan cara pencegahan KTD dan aborsi “aman”; homo dan lesbi harus diakui sebagai suatu identitas seksual; seks bebas yang “aman”; dan info tentang berbagai penyakit menular seksual serta cara pencegahannya.

Driser, Sekilas pemaparan itu terkesan ilmiah. Namun bila dicermati, isi dan ilustrasi yang diberikan gak berbeda dengan tayangan porno yang jauh dari pantas dan layak dijelaskan kepada remaja SMP-SMA dan seusianya yang belum menikah. Sebagai remaja yang normal, setelah mendapatkan penjelasan itu, akan terbentuk pada dirinya persepsi seksual, yang merupakan stimulator munculnya keinginan seksual (sexual disire).  

Apalagi, pemaparan tersebut dilandasi paham kebebasan, yaitu organ reproduksi harus dikendalikan sesuai keinginan masingmasing individu, jadi bisa saja digunakan untuk seks bebas. Apalagi dalam keseharian,  remaja kerap disodorkan berbagai fakta yang mengotori benaknya dengan persepsi seksual yang membangkitkan syahwat. Karena dalam keseharian gak sulit menemukan perempuan yang berpakaian tapi telanjang; adegan mesum di angkutan umum dan tempat-tempat umum; majalah , koran, buku-buku, video, game, handphone, acara TV, film, semua dipenuhi syahwat. Melalui internet remaja mana saja dengan mudah mengakses gambar-gambar panas. Alhasil apa yang terjadi? Seks bebas kian merajalela. Apalagi kalau udah dapet edukasinya. 

Islam, Solusi tuntas!

Nah, karena akar masalah  sebenarnya adalah seks bebas, maka harusnya fokus penyelesaiannya adalah menghapus perilaku seks bebas yang dimulai dengan mengatur pergaulan. Islam telah menetapkan sejumlah rambu-rambu interaksi pria dan wanita, antara lain: gak boleh berdua-duaan (khalwat), pacaran otomatis gak boleh, larangan campur baur cowok cewek (ikhtilat), menjaga pandangan (gadhul bashar), dan interaksi hanya dibolehkan dalam perkara medis, mu’amalat dan pendidikan.  

Selain itu Islam memerintahkan bagi yang cewek untuk nutup aurat lengkap dengan jilbab dan khimar (kerudung). Cewek juga gak boleh tabarruj yakni bersolek yang bisa menarik perhatian cowok. Udah gitu, cewek cowok wajib menjaga kemuliaan diri masing-masing. Nah, dengan system ini, jangankan aborsi, deketin yang bukan mahrom aja kagak boleh. So, Islam adalah solusi tuntas maraknya aborsi. Bukan yang lain![ Juanmartin]

cewek saatnya katakan putus

menjadi remaja muslimah yang istiqomah emang gak mudah. Apalagi hari gini banyak banget  godaan-godaan yang bersiliweran. Berat jalaninnya? Bisa jadi. Tapi sebanding kok dengan balasan yang Allah janjikan. Malah lebih.  Salah satu godaan yang amat besar pada usia remaja adalah “rasa ketertarikan terhadap lawan jenis”.

Deg!. Hehe, Emang sih, rasa tertarik terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia, baik cewek ataupun cowok. Masalah perasaan ketertarikan ini emang gampang-gampang susah menghalaunya. Ibarat virus, kita butuh imunitas tinggi buat mengatasinya.  Kata orang, yang namanya cewek tuh ya, di anugerahi Allaah sifat halus dan lemah lembut. Tapi bukan lelembut lho, apalagi makhluk halus. Hiiii… Kata orang, cewek itu dominan ngandelin perasaannya dibanding pemikiran untuk menentukan sikap.

Termasuk dalam masalah cinta, ehm. Kalau udah kepincut, biar tampang si cowok pas-pasan, tetep aja jadian. Ibaratnya, beauty and the beast. Sementara yang lain, pada mikir, kok mau-maunya nerima si dia? Padahal tampang cowoknya kagak masuk  nominasi, otak juga kagak encer, isi dompet juga mengenaskan, eh. Ya begini lah kalo perasaan jadi patokan. Makanya wajar kalo ada yang bilang, kaum hawa lebih enggan ngucapin putus cinta.  Plin-plan plus gak enakan, itulah cewek. Emang bener?

Putus Cinta, Gampanggampang Susah?

Driser, sebagian besar remaja menganggap pacaran sebagai ajang pembuktian kalau dirinya itu normal, eksis, dan laku.  Sebaliknya, yang nggak punya pacar dianggap cupu, nggak laku, dan tersisihkan dari pergaulan. Nah, remaja putri paling bete tuh kalo dicap gitu. Makanya wajar, jika kaum hawa juga gak pengen kosong dari yang namanya cowok.  Kalo kita tanya motivasi remaja sampai bela-belain nyari gebetan, tentu jawabannya bisa beragam. Ada yang emang gak betah dengan status jomblo.

Tipe kayak gini biasanya baru sehari putus udah mulai ngelirik yang laen –ya ampyuun, sakaw bo! Ada yang merasa haus akan kasih sayang, –kasihan bingitz-. Ada yang merasa aneh aja ketika harus jalan sorangan alias gak ada yang nemenin. Atau ada yang motivasinya cuman pengen have fun aja. Kalo putus, tinggal nyari yang fun lagi. Begitu terus.

Hadeuhh… sampe kapan, non? Ada baiknya kalian tahu Dampak dari pacaran, khususnya buat cewek yang ternyata bisa bikin miris. Nakut-nakutin? Sorry, gak level kita mah. Bicara fakta aja nih ya. Ternyata, punya gebetan itu bisa berdampak negatif! Khususnya untuk kaum hawa.  Tau gak sih ternyata pacaran bisa membuat seorang remaja Membangkang pada OrangTua?.

Para cewek yang sudah terlanjur mencintai pacarnya, ternyata bisa lebih memilih pacarnya daripada orangtuanya. Di nasehatin ortu, dianggapnya lagi dimarahin. Malah kadang balik ngebentak sampai pake acara mogok makan, hingga kabur dari rumah bersama  pacar.

Gak mikir apa, hidup ini butuh yang laen lebih dari seorang cowok bermodal cinta. Makan tuh cinta. Kalau hidup berdua baru kerasa susahnya. Ujung-ujungnya kembali nyusahin ortu juga. Ngenesin gak sih?!  Gak hanya itu guys, ternyata pacaran juga menjadi pemicu meningkatnya jumlah kasus bunuh diri di kalangan remaja, akibat diputusin pacar.

Kalau untuk cewek mah, bukan hanya bunuh diri, kasus dibunuh oleh pacar sendiri juga banyak. So, hati-hati deh. Kalau udah tau dampaknya negatif gini, sebenarnya gak susah kok untuk ngucapin kata : PUTUS!

Katakan : Putus!

Syerem juga ya dampak pacaran  itu? Iya dong, fakta laennya silahkan lirik kanan kiri depan belakang atas bawah. Pasti ada aja fakta mengenaskan tentang pacaran. Lantas kalau udah kayak gini, kita  Kudu gimana? Mau putusin pacar kayaknya masih sayang.

Gak diputusin juga rasanya gimanaa gitu. Galau! Mantemans karena perbuatan itu didorong oleh pemahaman, maka pemahaman kamu tentang cinta, kasih sayang, dan hubungan dengan lawan jenis kudu segera diinstall ulang. Tentu dengan pemahaman Islam. Ikut pengajian.

Baca buku Islam juga majalah remaja Islam kaya drise. Biar hati dan pikiran kita terbuka dengan peringatan dari Rasulullah SAW “barangsiapa yang beriman pada hari akhir, janganlah berdua-duaan dengan wanita yang bukan mahromnya, karena yang ketiga adalah setan”. Bangga ditemani setan? Ih amit-amit.  Aktivitas pacaran udah jelas mengkondisikan cowok cewek dua-duaan.  

Udah gitu, sebagai cewek, udah selayaknya menjaga iffah (kehormatan). Sebagai Muslim,kita di anjurkan untuk senantiasa berada di jalur taqwa, menjaga diri, menjaga pandangan, sopan dalam  berinteraksi hingga gak terjerumus dalam interaksi yang merusak kemuliaan hubungan pria dan wanita. So, Cewek shalihah yang masih pacaran, saatnya bilang : Putus! [ Juanmartin].

Muslimah politik yes sekularisme no

seng-iseng nonton siaran ulang acara bincang-bincang tokoh di sebuah stasiun tv Bintang tamunya, seorang muslimah berkostum putih-hijau, parasnya cantik nan rupawan. Namanya Angel Lelga. Selain artis, ternyata Mbak Angel ini sekarang aktif jadi caleg, menggagas perubahan yang ujungujungnya minta dicoblos pas musim pemilu nanti.

Wah, keren ya! Jaman sekarang yang aktif berpolitik bukan Cuma laki-laki, tapi juga perempuan. Jadi suara hati perempuan terwujudkan gitu lho. Mbak Angel selaku penerus suara kaum hawa sedang ditanyatanya oleh si pembawa acara mengenai  wawasan politiknya. Sayangnya, si Mbal Angel jawabnya rada gelagapan, kayak ragu  dan bingung. Wah kenapa ya?! Apa karena  gugup ngeliat kamera atau salting karena  kurang menguasai konsep?

Eits, sebenarnya  Mbak Angel nggak sendirian, masih banyak  caleg lain yang senasib dengan Mbak Angel.Banyak caleg (baik perempuan atau  laki-laki) sering terjun ke dunia politik dengan konsep yang tidak mereka pahami dan terkesan plintat-plintut. Arah  perjuangannya ke mana ya?! Muslimah, Politic Yes! Muslimah berpolitik? Kenapa nggak!

Politik dalam artian mengurusi kepentingan umat dan berbagai macam kaitannya. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang bangun di pagi hari, tidak memikirkan urusan umat, maka dia tidak termasuk  16 golonganku.” Nah, hadis ini bersifat umum (tidak dikhususkan untuk laki-laki doang melainkan perempuan juga). So memikirkan gimana nasib masyarakat ini hukumnya fardhu alias wajib. Kalau tidak dijalankan dosa lho.

Wujud muslimah berpolitik tidak harus maju menjadi caleg seperti Mbak Angel Lelga. Bisa dengan nimbrung mengkaji dan mencaro solusi atas permasalahan yang sedang dialami masyarakat. Misal, memberi masukan ke pemerintah untuk menanggulangi banjir. Itu sudah termasuk bagian dari aksi politik secara tidak langsung. Maka, cuek dengan berita-berita politik bahkan “antipolitik” justru tidak tepat.

Meski obrolan politik terkesan “berat” dan “sok tua”. Buang pikiran ginian jauh-jauh, pikiran ini cuman bikin kita kuper plus jadul. Ayo berpolitik, jangan mau dipolitikin. Islam Yes! Secularism No! Islam mengandung aturan super lengkap. Mulai dari bangun tidur sampai bangun negara. Islam mengatur politik.

Artinya barang siapa yang berpolitik hendaklah menggunakan azas Islam. contohnya, mengambil dan membuat undang-undang negara pakai Alquran dan Assunnah. Perilaku orang-orangnya juga dituntut Islami, tidak korup, antisuap, alias amanah dalam menjalankan tugas. Sayangnya, negara kita masih memakai sistem politik lain yang cenderung sekularis. Sekularisme yaitu paham yang memisahkan nilai agama dari aturan kehiduapan.

Nggak boleh bawa-bawa nilai agama dalam membuat undang-undang. Sekularisme memang tidak tercantum dalam undang-undang tetapi terbukti melahirkan aturan yang tidak islami. Politik islam pun bukan dilihat dari lambang doang. Caleg berkerudung belum tentu lho berpolitik Islam. kerudung adalah salah satu dari sekian banyak kewajiban seorang muslimah, bukan Cuma caleg parpol Islam, orang awam pun mampu berkerudung. Politik Islam terbukti aman, tenteram, dan mensejahterakan. Nggak harus nunggu semua orang Indonesia masuk Islam baru menerapkan sistem Islam.

Mustahil! Fakta berbicara, Rasulullah berpolitik Islam bukan hanya di hadapan pengikutnya, tapi juga bagi orang Nasrani, Yahudi, dan Majusi. So, jika Alquran dan fakta sudah berbicara, masihkan kita berpaling darinya? [Alga Biru]

Muslimah anti Selfish

“Pertanyaan sy yang belum kejawab sampe skarang, kenapa ya kaum alay (dan juga gak sedikit akhwat) klo foto suka narsis, pipi ditembem-tembemin, mulut di moncong-moncongin, dan fotonya dengan kamera hp kurang lebih 45 derajat di atas kepala. Kira2 kenapa ya?”

itu tadi salah satu status Mas Luky Rouf (Inspirator #NikahMulia) di akun Facebook. Hemm… sering liat yang kaya  gitu kaga? Yup, remaja alay dengan segala pernak pernik dan gaya. Pajang foto narsis dan update status yang ngga penting.

Secara langsung emang ngga bikin rugi siapa-siapa. Tapi buat kita yang udah terlanjur nge-friend sama alay mania, lama-kelamaan bisa terinfeksi gaya alay juga loh. Capek deh! Selain gaya alay, yang juga mewabah yaitu gaya hidup ‘selfish’ .

Apakah itu ? Selfish adalah perbuatan/pikiran yang mementingkan kepentingan/keinginan diri sendiri diatas kepentingan yang lain.  Aksi selfish itu kaya gimana sih? Ya, macemmacem. Mulai dari yang sederhana sampai taraf parah.

Update status yang isinya gundah gulana sampai nyerobot jalan busway dengan  alasan pengen nyampe tepat waktu. Ye,,,,  emangnya  orang lain pengen telat?! Atau pas kita nonton TV bareng di rumah, tapi channel  harus nurutin kemauan kita, padahal TV ditonton bareng-bareng. Itu namanya egois.  Sikap selfish bikin kepekaan hati hilang,  kepedulian minim. Sadar atau ngga sadar,  bisa jadi kita udah nerapin selfish.

Jangan egois dan merasa masalah hidup kita jadi yang ‘Maha Besar’ sehingga kita tanpa ragu menyerobot jalan pintas demi urusan kita sendiri.Say no to be selfish! Selflove Selflove… apa pula nih? Kalau kita search di google, singkat cerita, selflove ini definisinya hampir sama alias mirip dengan selfish, hanya saja selflove itu dalam tataran hal-hal positif dan yang alamiah tersimpan sebagai potensi manusia.

Selflove yaitu rasa ingin melindungi diri sekaligus menghormati diri sendiri. Emang benar, sebelum kita paham bagaimana menghargai orang lain, kita lebih dulu hargai diri sendiri. Kita sukses dan kita berbagi sukses tersebut kepada orang lain.

Terlepas adanya perbedaan style antara selfish dan selflove, ternyata Islam punya gagasan yang jauh lebih tokcer. Islam memotivasi umatnya untuk menghargai diri, menghargai orang lain, bahkan mendahului kepentingan orang lain semata-mata untuk mengharap balas dari Allah SWT.

Sebab di dalam Islam diajarkan, “Barang siapa yang meringankan urusan saudaran maka Allah SWT akan meringankan urusannya kelak di akhirat.” Melalui konsep seperti ini, wajar  seorang muslim sejati berlomba-lomba dalam berbuat baik.

Tangannya ringan untuk membantu. Simak kisah sahabat Rasulullah berikut. “Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia berkata, “Hendak kemana engkau?” Orang itu berkata, “aku hendak mengunjungi saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.”

Wow dahsyat!!! Empati tanpa pandang bulu dan materi. Kisah sahabat tersebut jangan hanya jadi kisah untuk dikagumi, melainkan bisa diteladani di jaman ini. Mulai dari yang kecil, mulai dari saat ini. Jangan pakai nanti, jangan pakai tapi. Kerjakan saja, rasakan keberkahannya. Yakin deh!!![Alga Biru]

Human instinct

syaikh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitab Nidzham Islam (aturan hidup dalam Islam) membahas seputar naluri/instinct/gharizah yang ada dalam  diri manusia. Salah satunya adalah Naluri Mempertahankan Diri (Gharizah Baqa’). Maksudnya naluri mempertahankan diri. Dengan adanya naluri ini manusia bisa mempertahankan diri suatu ancaman yang menerpa dirinya. Naluri ini mewujud dalam rasa marah, takut, kesal, malu, ingin dihormati, ingin dihargai, dan sebagainya. Nah, selfish boleh dibilang ekspresi dari naluri mempertahankan diri. Pengen eksis dan diakui. Jadinya selalu ngomongin soal  AKU. Seolah dirinya penting untuk jadi pusar perhatian. Padahal, sejatinya hidup itu nggak melulu tentang AKU. Karena  kita makhluk sosial yang memerlukan orang lain dan otomatis juga harus perhatian pada orang lain dan lingkungan sekitar. Inilah yang diajarkan dalam Islam. Ekspresi naluri  mempertahankan diri dalam islam justru diwujudkan salah satunya dengan eksis dalam kepedulian dengan kehadiran orang lain dan lingkungan. Terjun dalam aktifitas dakwah sehingga dikenal penduduk langit dan bumi. Kalo  tetep ngotot bertingkah selfish, itu meniru budaya sekuler Barat. Muslimah, pastinya anti selfish![]