ANTARA PENULIS DAN PENERBIT

Majalahdrise.com – Kini, saya mo berbagi tips agar kita ngerti soal penerbitan ini, sekaligus kita mafhum kedudukan kita sebagai penulis yang dibutuhkan penerbit, istilah dari sononya adalah simbiosis mutualisme alias saling membutuhkan gitu, lho:

1 kamu biasa nulis apaan? tema apaan? siapa pembaca yang kamu bidik? kalo dah segmented, ayo cari tau penerbit yang sesuai. So, jangan nyari penerbit soal peternakan en perkebunan kalo kamu nulis soal teknologi en strategi militer;

2 kalo dah nemu penerbit yang sesuai, ayo bergaol ria and sok akrab sama redaksinya, sapatau dapet jodoh! Eit’s jangan ge-er duluan, maksudnya adalah… kamu berjodoh sama penerbit tadi yang siap nerbitin tulisanmu;

3 kalo dah berjodoh, jangan sungkan usul ide-ide kreatif tuk nunjang performa bukumu, pastiin juga kamu siap bantu jika mereka minta kreativitasmu. So, jangan lempar batu sembunyi tangan, geto!;

4 kamu pun harus siap jika dibutuhin penerbit untuk nunjang performa promo and marketing bukumu. Bilang aja, kita siap road show ke seluruh Indonesia untuk ajang launching and diskusi bukunya. Asyik dunk, keliling Indonesia gratisan…;

5 kamu tetep seorang penulis, so selidikilah naskah apa yang dibutuhin penerbit, sangat dibutuhin en sangat mendesak bagi penerbit. Kalo dah dapet, eksekusi segera… ayo nulis, nulis dan nulis….[]

MAJALAH DRISE EDISI #53 – JADILAH BUNGA DAKWAH

Majalahderise.com – Asyiik… pantun awal tahun ini dipersembahkan buat kamu-kamu yang mau jalanin tahun masehi. Pentingnya punya resolusi agar kita bisa berkontribusi. Untuk kebaikan umat dan diri sendiri. Oh ya, kalo belum tahu, resolusi itu semacam impian yang mau dicapai di tahun ini. Sebagai penyemangat dan arah kegiatan selama setahun ke depan. Biar waktu kita lebih optimal.

Hidup kita penuh manfaat. Mungkin ada diantara kamu yang tahun ini punya target lulus sekolah dengan nilai terbaik. Atau bisa masuk perguruan tinggi favorit. Atau pengen ngasih kado istimewa buat ortu di hari spesialnya. Atau mulai terjun ke dunia bisnis. Buka usaha kecil-kecilan dengan hasil yang besarbesaran. Apapun resolusi kamu tahun ini, kita cuman pesan jadilah bagian dari solusi. Bukan bagian dari masalah. Setuju?

From nothing to something

Driser, mari kita mulai berfikir kalo hidup kita pasti bisa ngasih manfaat bagi orang lain. Sesuai kemampuan kita. Seperti kata rasul, Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni) Keberadaan kita bikin lingkungan sekitar senang. Bukan malah bikin risau gak karuan. Lets make a resolution. From nothing to something! Soichiro bukan berasal dari keluarga konglomerat. Bukan juga keturunan juragan angkot atau bos ojeg. Dia cuman lahir dan besar di tengah keprihatinan keluarga miskin. Ayahnya hanya seorang pandai besi.

Di sekolah pun prestasinya biasa aja. Malah doi suka bolos dan nggak doyan baca (Kalo yang ini jangan ditiru ya). Ketertarikannya pada mesin memaksa dia untuk betah melototin cara kerja mesin penggiling padi, nonton pesawat terbang, sampe buka-buka lembaran majalah otomotif. Dia sempet kerja di bengkel sebagai tukang bersih-bersih dan pengasuh bayi sebelum jadi montir. Usia 12 tahun dia sukses bikin sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampe akhirnya mendirikan perusahaan Honda Motor Company dengan filosofi yang cukup populer. “The Power of The Dream” Thomas Alfa Edison. Dunia mengenalnya sebagai penemu lampu pijar. Padahal waktu kecil, doi termasuk anak yang lemot alias lemah otak lho.

Sampesampe cuman sekolah tingkat dasar selama 3 bulan. Dan parahnya, nggak ada yang mau nerima dia sebagai siswa. Dengan gigih, ibunya yang pernah jadi guru, mendidik Thomas di rumah. Siapa sangka, home schooling alias sekolah di rumah justru mendongkrak intelektualnya. Thomas jadi maniak baca. Semua buku dari ekonomi sampe teknologi dilahapnya setiap hari. Usia 12 tahun dia jadi penjual koran asongan di gerbong kereta biar bisa baca gratisan. Usia 15 tahun bikin koran sendiri. Ditulis sendiri, dicetak sendiri, dan dijual sendiri. Hasilnya dia kumpulin untuk bikin sebuah laboratorim pribadi yang menghabiskan dua pertiga waktu hidupnya. Sampe akhirnya berhasil menemukan bahan yang cocok untuk menyalakan lampu bohlam setelah percobaannya yang ke 9.999 kali! Kisah inspiratif dari kehidupan Soichiro Honda dan Thomas alfa edison banyak ngasih kita pelajaran. Salah satu yang terpenting, berawal dari sebuah mimpi mereka bisa berkontribusi.

Dari keterbatasan, mereka sukses menorehkan prestasi tak terlupakan. From nothing to something. Bagaimana dengan kamu? Iya kamu! Setiap diri kita punya kelebihan. Itu berarti, pasti ada yang bisa kita berikan ke lingkungan sekitar manfaat keberadaan kita. Udah nggak jamannya lagi hidup cuman mikirin diri sendiri. Karena kita makhluk sosial, perlu orang lain agar bisa berkembang dan hidup wajar. Kalo kita asyik sendiri, cuman ngurusin kesenangan sendiri, patut dicek ke dokter. Bisa jadi ada kelainan kaya orang autis gitu. Hati-hati ah! Selama tahun 2015, banyak pelajar negeri kita yang sukses mengukir prestasinya. Baik di lingkungan sekolah, tingkat nasional, hingga olimpiade internasional. Terutama mereka yang terjun dalam karya ilmiah remaja.

Temuan-temuan mereka bisa menjawab masalah yang tengah dihadapi masyarakat. Contohnya, mahasiswa dari Univeristas Sumatera Utara (USU) berhasil memodifikasi sebuah kendaraan bermotor sehingga bisa berjalan denganbahan baka air. Tepatnya campuran ethanol dan air. Keren banget. Bisa mengurangi konsumsi bbm yang harganya terus menerus naik. Buat kita, yang penting gimana caranya kita bisa ngasih manfaat positif yang menjawab permasalahan orang lain. Itu aja.

Nggak lebih. Semata-mata bisa menjadi bagian dari golongan yang disebutkan rasul dalam haditsnya. Nggak mesti karya yang spektakuler. Cukup hal-hal sederhana sesuai kemampuan kita. Sebagai seorang muslim, sebelum mencapai resolusi kita bangun dulu pondasinya. Biar impian yang kita target ngasih kebaikan dunia akhirat. Tak hanya bermanfaat bagi manusia, tapi juga diridhoi Sang Pencipta. Setuju?

MELAWAN DENGAN PENA

Majalahdrise.com – Jika kamu ingin mengenal dunia, membacalah.  Jika kamu ingin dikenal dunia, maka  menulislah. Nah, mungkin kita pernah dengar  kata-kata bijak tersebut. Salah satu aksi kreatif di  muka bumi ini ialah menuliskan sebuah karya  yang membangkitkan peradaban dan  menginspirasi orang untuk terus maju. Buku di  rubrik rekomendit kali ini akan mengangkat tema  seputar dunia tulis-menulis. Siap-siap melahap  banyak tips di dalamnya ya! Buku berukuran sedang ini diberi judul  “Melawan Dengan Pena”, yang ditulis dengan  gaya tulisan khas dari penulisnya, Abay Abu  Hamzah. Mungkin dari kita sudah pernah  membaca beberapa karya ustadz Abay ini ya.  Alhamdulillah, sekarang muncul gebrakan buku  ini yang memberikan inspirasi dan konsep untuk  menjadi penulis yang mendobrak peradaban. Di bagian pendahuluan buku, kita coba  digugah dengan sebuah kutipan pesan dan  narasi berikut ini :

“Kakekku, jangan salahkan cucumu jika  hanya mengenalmu sebatas nama dan  statusmu sebagai kakekku. Tidak lebih dari  itu. Maafkan aku jika lebih mengenal Karl  Marx, Lenin dan Stalin daripada kakekku  sendiri. Bukan karena aku tidak ingin  mengenalmu, tapi karena tidak ada tulisan  yang bisa kubaca tentangmu” Kebayang ya, jadi cucu bisa tidak mengenal kakeknya sendiri lantara semasa hidup kakeknya  tidak pernah menulisnya karya nyata maupun  karya tulis. Jadi, upaya kita untuk menulis bukan  hanya untuk dikenal dan naik pamor.

Namun  menjaga kelestarian umat manusia dan melukis  sejarah dengan sebaik-baiknya. Lalu pertanyaannya, apa menulis itu  sembarang nulis? Tentu tidak ya. Ngga semua  tulisan enak dibaca, belum tentu sarat makna  dan padat informasi. Walau kita memiliki banyak  ilmu, tapi tidak menguasai teknik menulis dengan  benar, bisa-bisa informasi yang diberikan tidak  membekas di hati para pembaca. Nah, sayang  banget tuh !

Buku ini terdiri dari 5 bab  utama, mulai  dari motivasi menulis hingga upaya menerbitkan  buku atau karya yang telah kita tulis tersebut. Isi  yang full energy terdapat pada bab 3, yaitu ENAM  TAHAPAN MENULIS. Buat yang selama ini merasa  berat dalam memulai dan menuntaskan tulisan,  insyaallah pada bab ini akan dibimbing supaya  masalah itu tidak lagi jadi penghalang. Mulai dari  tips-tips mendapatkan inspirasi, menuangkan  dalam bentuk tulisan, mempercantik dan  menajamkan isinya. Wah, panjang juga ya  prosesnya. Iya dong, kan kita ingin tulisannya  berkualitas.

Tak ketinggalan yaitu bagaimana  mendapatkan gaya bahasa yang ngga  menjemukan. Karena konsep menulis tidak sama  dengan cara berbicara. Butuh memilih kata dan  susunan. Di buku ini pun diberi tips yang  memudahkan kita mendapatkan gaya menulis  secara alami maupun buatan. Nah, menarik ya  kisi-kisi buku ini. Semoga seperti judul bukunya, yaitu  melawan dengan pena.

Semoga abis baca buku  ini, kita punya tambahan bentuk perlawanan  baru terhadapa kebodohan dan kekufuran. Yaitu  melalui tulisan yang membangun spirit, dan  insyaallah menjadi amal jariyah yang kelak kita  bawa ke akhirat. Yuk nulis ! [Alga Biru]

PROFIL BUKU

Judul  : Melawan Dengan Pena

Penulis  : Abay Abu Hamzah

Penerbit  : Mabda

Harga  : Rp.46.000

Macam Macam Ojek Online | JEMPUT BOLA DI DUNIA MAYA

Majalahdrise.com – Macam Macam Ojek Online “Udah hujan, becek, gak ada ojek..”!  gerutu Cinta Laura pas musim hujan tiba.  Jadwal dah mepet, jalanan macet, udah gitu  hujan lagi. Lengkap sudah penderitaan yang  sering dialami penduduk ibukota seperti  Cinta Laura. Tapi itu duluu… Sekarang, udah era digital. Informasi  ada dalam genggaman tangan. Seolah  menjawab masalah kemacetan dan  minimnya moda (jenis) transportasi yang  gampang dicari, hadirlah layanan ojek  online. Di mana saja, kapan saja, tukang  ojek bisa dipanggil dan antar kita ke tempat  tujuan. Tinggal pesan via aplikasi mobile.  Cepat, mudah, murah. Mantabs!

Berbagai Jenis Layanan ‘Jemput Bola

Ketinggalan jaman kalo hari gini  jalanin bisnis tunggu konsumen datang.  Lantaran persaingan bisnis semakin ketat.  Saatnya cari terobosan biar usaha selalu  ada pemasukan. Salah satunya dengan  layanan menjemput bola. Para pengusaha  berlomba-lomba mendatangi konsumen.  Nggak nunggu order datang, tapi dijemput.  Apalagi dengan bantuan aplikasi gadget,  layanan jemput bola makin oke punya. Jadi  lebih joss omzetnya. Berikut beberapa  layanan ‘jemput bola’ berbasis aplikasi.

TRASPORTASI

a.Go-jek

Perusahaan ojek online bernama PT Go-Jek  Indonesia ini sudah didirikan sejak 2010 di  Jakarta. Saat ini, CEO dijabat oleh Nadiem  Makarim, pemuda Indonesia jebolan Harvard  Business School, Universitas Harvard,  Amerika Serikat. Go-Jek menawarkan layanan  transportasi ojek, kirim makanan dan, atau  kurir dengan tarif berbasis kilometer yang  terjangkau. Sejauh ini perusahaan lokal ini  memiliki 10.000 mitra pengendara ojek.  Semua pengendara itu tersebar di  Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali dan  Makassar.

  1. Grabtaxi

Layanan pesan taksi asal Malaysia ini mulai  masuk ke Indonesia sejak Juni 2014. Dalam  operasinya, GrabTaxi menggandeng  beberapa mitra sopir dan perusahaan taksi  yang sudah beroperasi di Jakarta dan  sekitarnya.

  1. Ojek syari

Didirikan oleh dua mahasiswa asal Surabaya  Evilita Adriani dan Reza Zamir, ojek syar’i  merupakan layanan ojek berbasis aplikasi di  ponsel pintar Android. Ojek Syar’i merupakan  layanan ojek yang dikendarai perempuan  dan konsumennya adalah perempuan  muslim.

  1. Bajaj

App Ini merupakan aplikasi layanan transportasi  baru yang hadir di Jakarta. Bajaj App lahir  berkat inisiasi dari Organisasi Angkutan Darat  (Organda) DKI Jakarta. Bajaj App  menawarkan konsep sama dengan layanan  pemesanan angkutan transportasi online  lainnya. Calon penumpang bisa memesan  bajaj biru berbahan bakar gas (BBG) melalui  aplikasi tersebut.

 

Ekspedisi(jasa antar barang)

a.Go-Box

GO-JEK menambahkan aplikasi baru pada  layanan antar jemputnya yang diberinama  GO-BOX, untuk menjawab kebutuhan  masyarakat dalam jasa layanan angkut dan  antar barang dalam jumlah yang lebih  besar.

  1. Wheel Line Jakarta

Adalah layanan personal kurir. Menangani  pengiriman barang dengan motor Soopy.  Resminya sudah beroperasi sejak tahun  2012 lalu.  Layanan pengiriman barang ini  dari sistem cargo delivery box, motor box,  cooler box, sampai barang yang bisa  dibawah dengan ransel.

  1. Handy Mantis Jakarta

Handy Mantis adalah layanan pengambilan  barang. Layanan pengiriman barang  ditangani oleh motor, pengambilan barang  oleh kurir dari toko online bisa diantar ke  rumah pada hari yang sama. Uniknya, ada  layanan jasa antri misalnya malas antri di  bioskop bisa meminta jasa mereka  mengantikan anda.

Pesan Belanja

  1. Kulineran.com Kulineran.com merupakan bisnis pengiriman makanan khas Yogyakarta yang  digagas oleh Ferry Wiharsasto dan Mariana  Ros Afianti. Bisnis yang mulai dijalankan  sejak 4 Maret 2014 ini awalnya dibentuk  karena banyak sekali tempat-tempat kuliner  di Yogyakarta yang belum menyediakan  layanan pesan antar. Hal ini kemudian  memunculkan ide segar untuk membuka  bisnis layanan antar khusus makanan dan  oleh-oleh khas Yogyakarta.
  2. Go-Mart Go-Mart, sebuah layanan yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang seperti kebutuhan sehari-hari  melalui smartphone mereka. Go-Mart  menyediakan sekitar 25.000 produk yang  siap dipesan dari 20 lebih toko di seluruh  Jabodetabek, termasuk minimarket,  supermarket, dan toko alat tulis.

Growing or Dying! Beberapa layanan jemput bola di atas  menunjukkan bahwa layanan bisnis harus  terus berkembang ngikutin perkembangan  zaman. Kalo tetap bertahan dengan cara  jualan yang minim inovasi, siap-siaplah  tersingkir. Seperti yang dialami Nokia yang  keluar dari gelanggang persaingan  produsen gadget dunia dan setuju  diakuisisi Microsoft. CEO Nokia, Jorma Ollila  mengatakan sebuah kalimat terakhir: “Kami  tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya  tidak tahu mengapa kami kalah.” Nokia memang perusahaan yang  keren abis. Tumbangnya Nokia bukan  karena telah melakukan kesalahan, tapi  dunia berubah terlampau cepat. Nokia pun  terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan  perubahan, hingga akhirnya kehilangan  kesempatan! Nokia bukan saja melewatkan  kesempatan untuk menghasilkan  keuntungan, tetapi juga kesempatan untuk  bertahan hidup.

Drise, acungi jempol untuk para  pengusaha pemula yang komitmen  menggandeng teknologi demi  meningkatkan layanan pada pembeli.  Growing or dying! [@Hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 45