MAJALAH DRISE EDISI #53 – JADILAH BUNGA DAKWAH

Majalahderise.com – Asyiik… pantun awal tahun ini dipersembahkan buat kamu-kamu yang mau jalanin tahun masehi. Pentingnya punya resolusi agar kita bisa berkontribusi. Untuk kebaikan umat dan diri sendiri. Oh ya, kalo belum tahu, resolusi itu semacam impian yang mau dicapai di tahun ini. Sebagai penyemangat dan arah kegiatan selama setahun ke depan. Biar waktu kita lebih optimal.

Hidup kita penuh manfaat. Mungkin ada diantara kamu yang tahun ini punya target lulus sekolah dengan nilai terbaik. Atau bisa masuk perguruan tinggi favorit. Atau pengen ngasih kado istimewa buat ortu di hari spesialnya. Atau mulai terjun ke dunia bisnis. Buka usaha kecil-kecilan dengan hasil yang besarbesaran. Apapun resolusi kamu tahun ini, kita cuman pesan jadilah bagian dari solusi. Bukan bagian dari masalah. Setuju?

From nothing to something

Driser, mari kita mulai berfikir kalo hidup kita pasti bisa ngasih manfaat bagi orang lain. Sesuai kemampuan kita. Seperti kata rasul, Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni) Keberadaan kita bikin lingkungan sekitar senang. Bukan malah bikin risau gak karuan. Lets make a resolution. From nothing to something! Soichiro bukan berasal dari keluarga konglomerat. Bukan juga keturunan juragan angkot atau bos ojeg. Dia cuman lahir dan besar di tengah keprihatinan keluarga miskin. Ayahnya hanya seorang pandai besi.

Di sekolah pun prestasinya biasa aja. Malah doi suka bolos dan nggak doyan baca (Kalo yang ini jangan ditiru ya). Ketertarikannya pada mesin memaksa dia untuk betah melototin cara kerja mesin penggiling padi, nonton pesawat terbang, sampe buka-buka lembaran majalah otomotif. Dia sempet kerja di bengkel sebagai tukang bersih-bersih dan pengasuh bayi sebelum jadi montir. Usia 12 tahun dia sukses bikin sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampe akhirnya mendirikan perusahaan Honda Motor Company dengan filosofi yang cukup populer. “The Power of The Dream” Thomas Alfa Edison. Dunia mengenalnya sebagai penemu lampu pijar. Padahal waktu kecil, doi termasuk anak yang lemot alias lemah otak lho.

Sampesampe cuman sekolah tingkat dasar selama 3 bulan. Dan parahnya, nggak ada yang mau nerima dia sebagai siswa. Dengan gigih, ibunya yang pernah jadi guru, mendidik Thomas di rumah. Siapa sangka, home schooling alias sekolah di rumah justru mendongkrak intelektualnya. Thomas jadi maniak baca. Semua buku dari ekonomi sampe teknologi dilahapnya setiap hari. Usia 12 tahun dia jadi penjual koran asongan di gerbong kereta biar bisa baca gratisan. Usia 15 tahun bikin koran sendiri. Ditulis sendiri, dicetak sendiri, dan dijual sendiri. Hasilnya dia kumpulin untuk bikin sebuah laboratorim pribadi yang menghabiskan dua pertiga waktu hidupnya. Sampe akhirnya berhasil menemukan bahan yang cocok untuk menyalakan lampu bohlam setelah percobaannya yang ke 9.999 kali! Kisah inspiratif dari kehidupan Soichiro Honda dan Thomas alfa edison banyak ngasih kita pelajaran. Salah satu yang terpenting, berawal dari sebuah mimpi mereka bisa berkontribusi.

Dari keterbatasan, mereka sukses menorehkan prestasi tak terlupakan. From nothing to something. Bagaimana dengan kamu? Iya kamu! Setiap diri kita punya kelebihan. Itu berarti, pasti ada yang bisa kita berikan ke lingkungan sekitar manfaat keberadaan kita. Udah nggak jamannya lagi hidup cuman mikirin diri sendiri. Karena kita makhluk sosial, perlu orang lain agar bisa berkembang dan hidup wajar. Kalo kita asyik sendiri, cuman ngurusin kesenangan sendiri, patut dicek ke dokter. Bisa jadi ada kelainan kaya orang autis gitu. Hati-hati ah! Selama tahun 2015, banyak pelajar negeri kita yang sukses mengukir prestasinya. Baik di lingkungan sekolah, tingkat nasional, hingga olimpiade internasional. Terutama mereka yang terjun dalam karya ilmiah remaja.

Temuan-temuan mereka bisa menjawab masalah yang tengah dihadapi masyarakat. Contohnya, mahasiswa dari Univeristas Sumatera Utara (USU) berhasil memodifikasi sebuah kendaraan bermotor sehingga bisa berjalan denganbahan baka air. Tepatnya campuran ethanol dan air. Keren banget. Bisa mengurangi konsumsi bbm yang harganya terus menerus naik. Buat kita, yang penting gimana caranya kita bisa ngasih manfaat positif yang menjawab permasalahan orang lain. Itu aja.

Nggak lebih. Semata-mata bisa menjadi bagian dari golongan yang disebutkan rasul dalam haditsnya. Nggak mesti karya yang spektakuler. Cukup hal-hal sederhana sesuai kemampuan kita. Sebagai seorang muslim, sebelum mencapai resolusi kita bangun dulu pondasinya. Biar impian yang kita target ngasih kebaikan dunia akhirat. Tak hanya bermanfaat bagi manusia, tapi juga diridhoi Sang Pencipta. Setuju?

REKAYASA ISLAM PHOBIA

Majalahdrise.com – Menjamurnya sikap islamofobia  salah satunya disebabkan oleh peran media  yang kerap menyudutkan Islam. Zachariah  Matthews, aktivis islam di Amerika,  membeberkan sejumlah trik media Barat  yang terbit di Canada, dalam memproduksi  citra buruk tentang Islam. Pertama, sensasi. Berita dibuat  berdasarkan fakta yang tidak pernah ada,  atau hanya mengandung sedikit kebenaran.

Standar ganda juga sering digunakan dalam  hal ini. Ketika Mujahidin Palestina  menyerang Israel dengan bom, mereka  disebut sebagai teroris. Tapi ketika  orang Israel membantai 29 jamaah  subuh di Masjid Al Khalil,  Hebron, si penjagal  disebut sekadar  sebagai ”fanatik”  atau ”ekstrimis”,  atau, istilah terbaru,  ”zealot”. Bahkan  mahasiswa Yahudi  pembunuh PM  Yitzhak Rabin,  06 d’rise #52 desember 2015 pun tidak pernah disebut sebagai teroris. Kedua, Stereotype. Salah satu  stigma ideologis ditemukan dalam genre  serial film teve bahwa ”orang Arab adalah  teroris”.

Pesan pada pemirsa tentang siapa  yang pahlawan dan siapa penjahat, di film  semacam itu, sangat vulgar. Hanya ada satu  gambaran bengis, ketika pemirsa  menyaksikan Muslim fanatik meledakkan  Gedung Putih dan membantai rakyat  Amerika dalam film ”Under Siege”.  Ketiga, Pengendalian reporter.

Dinding kantor  Newsweek setiap hari dihiasi  cover mingguan mereka. Cover itu sebagian  besar mencitrakan Islam dengan kekerasan.  Dengan cara ini, reporter yunior dicuci  otaknya agar membenarkan kebijakan  redaksional yang anti-Islam.  Driser, jelas banget kalo media  massa jadi senjata efektif untuk menyerang  Islam secara opini yang pada akhirnya  melahirkan kebencian masyarakat terhadap  Islam. Makanya kita mesti melek media, biar  nggak termakan opini sesat tentang Islam  dan kaum Muslimin

STOP ISLAM PHOBIA

Meskipun serangan terhadap Islam  serta sentimen anti Islam kian menjadi,  ternyata cahaya Islam tak pernah bisa  dipadamkan. Allah swt berfirman: Mereka  memikirkan tipu daya dan Allah  menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya (TQS al-Anfal [8]:  30) Di Washington, di mana dua  pendeta membakar salinan Quran, 180  orang telah masuk Islam.

“Setelah  pembakaran Quran dan pernyataan menentang pembangunan  sebuah masjid di New York,  Amerika menjadi lebih tertarik  kepada Islam dan setidaknya  hanya di Washington 180 orang  memeluk Islam,” kata Kepala  Pusat Islam di Washington,  Muhammad Nasir. Dia juga  mengatakan bahwa dalam 12  tahun di Amerika Serikat telah  dibangun lebih dari 1200 masjid  atau lebih dari 100 masjid  setiap tahunnya. Data resmi  menunjukkan bahwa jumlah orang yang  masuk Islam telah meningkat tajam.  Direktur Pusat Studi Islam “Dzhazur” Fadl  Sulaiman, setiap tahunnya lebih dari 80.000  orang Amerika masuk Islam.

Dia  menjelaskan bahwa ini hanya angka-angka  resmi dari masjid dan pusat studi Islam di  mana warga Amerika mengucapkan  syahadat.  Sementara di Inggris, sebuah surat  kabar Inggris mengungkapkan bahwa  sekolah Katolik Roma yang berada di  jantung komunitas Asia di daerah  Lancashire, Inggris akan menjadi sekolah-sekolah agama pertama yang berubah  menjadi sekolah Islam. Sepuluh tahun yang  lalu, sekolah itu berada di komunitas  Katolik, dengan 91% siswanya beragama  Kristen, tetapi sekarang jumlah itu  berkurang drastis menjadi tidak lebih dari  3% saja. (islamtoday.net, 26/9/2010).

Berbondong-bondongnya  masyarakat Barat yang bersahadat, tentu  ini kabar baik buat kita. Kampanye anti  Islam yang kian gencar, tak mampu  menyurutkan semangat mereka yang ingin  mengenal Islam lebih dalam. Tapi, bukan  berarti kita berdiam diri dengan fitnah yang  ditujukan pada Islam dan kaum Muslimin.  Bagaimanapun, kita harus STOP  Islamophobia! Ada dua cara yang bisa  menghentikan sikap Islamophobia di  tengah masyarakat. Pertama, kita mesti menyadari kalo  Islam dan umatnya akan terus mengalami  diskriminasi oleh negara-negara Barat  selama tak ada negara yang melindungi  mereka. Bukan negeri-negeri Islam yang  penguasanya hanya bisa mengutuk  terhadap diskriminasi yang menimpa umat  Islam.

Tapi sebuah institusi negara yang  mempersatukan negeri-negeri Islam di  seluruh dunia, yakni Khilafah Islamiyah.  Negara Islam ini yang bakal melindungi  umat dari segala ancaman dan  penghinaan. Rasulullah saw. bersabda:  Sesungguhnya Imam (khalifah) adalah  laksana tameng (perisai), orang-orang  berperang di belakangnya dan belindung  dengannya (HR al-Bukhari dan muslim). Kedua, aktif berdakwah.

Sikap  islamophobia lahir karena opini  menyesatkan yang dimainkan media massa  barat terhadap Islam. Untuk itu, opini harus  kita lawan dengan opini. Aktif menyuarakan  kebenaran islam di dunia nyata dan dunia  maya. Kalo pun nggak bisa bikin tulisan,  minimal membantu share tulisan yang  membongkar kebusukan opini barat dan  kondisi umat Islam yang tak terpublikasi  oleh media. Jangan lupa, suarakan juga  pentingnya umat Islam mempunyai  institusi pelindung umat. Berjuang demi  kebangkitan Islam dan kaum Muslimin  dalam naungan Khilafah.  So, mulai dari sekarang jangan  sungkan untuk mengenal Islam lebih  dalam.

Mulai dari diri kita sendiri agar tak  terjangkit penyakit islamophobia. Ikut  pengajian secara rutin akan menguatkan  keyakinan kita tentang kemuliaan Islam.  Dan pastinya, bisa jadi bekal untuk  menyampaikannya ke teman dan  lingkungan sekitar. #YukNgaji..!!  [@Hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 52

MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 52 : STOP ISLAM PHOBIA

Majalahdrise.com – perancis diserang teroris..!” Itulah tema  headline media massa pasca aksi  penembakan dan pengeboman di  Paris Perancis 13 November 2015 lalu.  Presiden Hollande pun menyatakan Perancis  dalam keadaan Siagai 1. Gimana nggak,  dalam waktu bersamaan beberapa pusat  keramaian mengalami teror penembakan  dan ledakan bom.

Tiga ledakan terjadi dekat Stadion  Nasional Stade de France, di mana Perancis  sedang bertanding bola dengan Jerman dan  disaksikan langsung oleh Presiden Francois  Hollande. Penyanderaan dan penembakan  terjadi di gedung pusat seni Bataclan,  sebelah timur Paris. Korban pun berjatuhan  di restoran Petit Cambodge. Total korban  jiwa 153 tewas dan 200 luka-luka. Islam Jadi Sasaran Seperti yang udah-udah, kalo ada  aksi teror di negara Barat yang memakan  korban jiwa, corong media langsung  menyudutkan Islam dan kaum Muslimin.

Apalagi dalam tragedi Paris Prancis ini, pihak  ISIS menyatakan bertanggung jawab.  Walhasil, dalam hitungan hari Militer  Perancis langsung merangsek ke Negara  Suriah untuk melakukan aksi balan dendam  terhadap ISIS. Senin (16/11) sebanyak 12  pesawat tempur, termasuk 10 pengebom,  menjatuhkan 20 bom ke target di Raqqa,  Suriah. Nggak cuman serangan udara,  Perancis pun langsung mengirim Kapal  induk Charles de Gaulle dikerahkan ke  Mediterania Timur untuk meningkatkan  operasi di Suriah. Dari reaksi Perancis yang berlebihan,  keliatan deh mau dibawa kemana  kelanjutan tragedi Paris. Akibat serangan  Paris, Perancis punya alasan untuk  melegalkan dan mendapatkan banyak  dukungan dari negara Eropa dan  masyarakat dunia dalam serangannya ke  Suriah.

Kejadiannya sama persis dengan  tragedi WTC tahun 2001 silam. Masih teka-teki siapa dalang dibalik serangan WTC.  Namun media sudah kadung menunjuk  Osama bin Laden sebagai pelakunya.  Genderang perang melawan terorisme pun  ditabuh dengan kencang oleh negara  adidaya. Demi mengejar pelaku serangan  WTC, militer negeri Paman Sam seolah  punya hak untuk mengobrak-abrik negeri-negeri muslim yang dituduh  menyembunyikan jaringan Osama.  Dampak serangan Paris nggak  cuman agresi militer oleh negara Barat yang memborbardir  negeri-negeri Islam.

Tapi juga dirasakan  oleh umat Islam  yang tinggal di  negeri-negeri Barat.  Pasca tragedi WTC  atau serangan Paris,  kebencian terhadap  Islam dan umat  Islam alias  Islamophobia  merajalela di Eropa.  Dulu pasca  tragedi WTC,  kampanye perang  melawan teroris  udah bikin  kebanyakan  masyarakat dunia  benci Islam. Tak  terkecuali seorang pendeta (pastor) senior  Gereja Dove World Outreach Center di  Gainesville, Florida, Amerika Serikat, Terry  Jones. Saking bencinya ama Islam, tuh  pendeta jadi gelap mata. Doi menyerukan  ke seluruh gereja dunia dan warga Amerika  untuk aktif memperingati Tragedi 911  dengan menjadikannya sebagai  “International Burn a Koran Day” (Hari  Membakar Alquran Internasional). Kini, pasca serangan Paris, sebuah  kelompok yang terkait dengan dewan  Muslim resmi Perancis, The National  Observatory of Islamophobia, melaporkan  32 insiden anti-Muslim selama sepekan  terakhir.

Juru bicara CCIF  Yasser Louati mengatakan,  kantornya dibanjiri laporan  dan keluhan dari warga  Muslim. “Para Muslim telah  menjadi musuh di dalam,”  ujar Louati seraya  menambahkan perhatian  media terhadap insiden-insiden anti-Islam itu tidak  berimbang. Sebagai contoh,  seorang pria meninju  seorang perempuan muda  berjilbab di Marseille hari  Rabu lalu dan merobek pakaiannya dengan pisau, menyebutnya  teroris, dalam sebuah insiden yang  dipublikasikan secara luas.

“Satu hari setelah serangan-serangan di Paris, enam demonstran keluar  dari protes anti-migran di Pontivy, sebuah  kota di Brittany di barat laut Perancis, untuk  memukuli seorang pria asal Afrika Utara  yang sedang lewat,” kata Louati.

Ia juga menyebut insiden lain  Minggu pagi. Seorang pria Turki yang  sedang berdiri dekat sebuah restoran kebab  di Cambrai, Perancis utara, dilaporkan  ditembak dari belakang oleh pelaku yang  mengendarai mobil dengan membawa  bendera Perancis, meski luka-lukanya tidak  serius.

Coretan-coretan atau grafiti anti-Muslim juga muncul di banyak tempat. Di  Evreux di utara Perancis, balai kota dan  bangunan-bangunan lainnya diimbuhi grafiti  yang bertuliskan “Kematian untuk Muslim”  dan “(dengan) koper atau (di dalam) peti  mati,” sebuah referensi bagaimana para  demonstran ingin Muslim meninggalkan  kota itu. Tak hanya di Prancis, islamophobia  juga melanda sebagian besar negara Eropa.

Seperti Inggris, Kanada dan tentu saja,  Amerika. Masih ingat kejadian yang  menimpa Ahmed (14). Salah satu siswa SMA  Mc Arthur di Irving Texas Amerika Serikat  yang kreatif membuat jam dari bahan-bahan sederhana namun disangkanya  membuat bom oleh guru sekolahnya. Saking  paranoidnya, Ahmed, yang mengenakan  kaus NASA, dikawal keluar dari sekolah dalam keadaan diborgol, dan dibawa ke  pusat penahanan remaja. Ia dibebaskan  setelah sidik jarinya direkam. Kasus yang menimpa Ahmed adalah  salah satu dari sekian banyak diskriminasi  terhadap umat Islam akibat Islamophobia.  Sikap kebencian terhadap Islam yang  merajalela di masyarakat Barat ini semakin  menguatkan peringatan Allah swt dalam  firmannya:

“Mereka (kaum kafir) tidak pernah  berhenti (menimbulkan) kemadaratan atas  kalian. Mereka menyukai apa yang  menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian  dari mulut mereka dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih  besar lagi” (QS Ali Imran [3]: 118).

DI MUAT DI MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 52

Agar Hijrah Tetap Istiqomah

Majalahdrise.com – Menurut Imam Al Ghazali dalam kitab  “Muqasysyafatul Qulub”, ada beberapa ciri  yang menunjukkan tobat seseorang diterima.  Ciri-ciri ini penting kita pahami, agar hijrah  tetap istiqomah. di antaranya: Pertama, orang tersebut terlihat lebih  bersih dan lebih terjaga dari perbuatan  maksiat. Sadarilah pengawasan Allah swt dan malaikat raqib dan atid. Sehingga kita akan  berusaha untuk lebih bisa menahan diri  dari perbuatan dosa di mana saja, kapan  saja.

Baik sendiri atau bersama-sama. Kedua, dia selalu bergaul dengan  orang-orang saleh dan mencari lingkungan  yang baik pula untuk memelihara iman dan  islam kita. Berkumpulah dengan orang-orang shaleh dan komunitas aktivis  dakwah. Biar bisa saling mengingatkan dan  menguatkan.  Ketiga, kualitas amalnya semakin  meningkat. Selain menahan diri dari  perbuatan maksiat, dia juga semakin  meningkatkan kualitas amal baiknya.

Tak  hanya yang wajib, yang sunnah pun  dijabanin.  Keempat, dia senantiasa menjaga  lidahnya. Dia punya kualitas pengendalian  lisan dan pikiran yang baik. Lisannya selalu  dibasahi dengan ayat-ayat suci dan amar  makruf nahi munkar. Ingatannya selalu  kembali kepada Allah.  Satu hal yang perlu kita inget kalo  Allah swt sayang banget ama kita-kita yang  mau berhijrah. Nggak ada ceritanya kalo  Allah swt menolak tobat hamba-Nya.

Yang  ada, pintu tobat selalu terbuka 24 jam  sehari dan 7 hari seminggu. Nggak pake  libur weekend atau tanggal merah. Rasul  saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah  membentangkan tangan rahmatNya pada  waktu malam supaya bertobat orang yang  telah melanggar pada siang hari. Juga  mengulurkan tangan kemurahanNya pada  waktu siang, supaya bertobat orang yang  berdosa pada waktu malam. Keadaan itu  tetap terus hingga matahari terbit dari Barat”.  (HR. Muslim)

Driser, untuk merawat tobat  kita biar bisa masuk ciri-ciri di atas,  jangan lupa untuk getol mengenal  Islam lebih dalam dan aktif  berdakwah. Sehingga keimanan  kita tetep terjaga dan benteng  akidah kita kokoh dalam  menghadapi godaan setan. Jangan  tunggu hari esok. Karena nggak  akan ada sms pemberitahuan saat  Allah swt ‘memanggil’ kita kembali  pada-Nya…. selamat berhijrah!  [@hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise