Penderitaan Anneliese Michel

Anneliese Michel, atau lengkapnya Anna Elisabeth  Michel, dilahirkan pada 21 September 1952, di Leiblfing, Bavaria, Jerman sebelah barat, di dalam sebuah keluarga Katolik yang sangat taat. Dia tumbuh di dalam suasana relijius Katolik dan bahkan bercita-cita menjadi seorang guru agama Katolik. Saking taatnya, kalau orang-orang biasa melakukan misa seminggu sekali, dia menjalankan misa dua kali dalam seminggu.

Ketika dia masih kecil, orang sudah bisa melihat bahwa dia akan tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Dia suka menolong, sangat murah hati, suka menyanyi, pintar, baik dan tidak sombong, dan mungkin saja rajin menabung.

Anneliese kemudian menderita sakit dan segera dilarikan ke sebuah rumah sakit di Mittelberg, Jerman. Rumah sakit ini ternyata sebuah sanatorium untuk para penderita TBC, sebab Anneliese terjangkit TBC.

Selama perawatan di Mittelberg, Anneliese berdoa setiap hari dan menguatkan keyakinan imannya, dia sungguh-sungguh ingin menjadi seorang guru agama Katolik. Hari-hari berlalu, Anneliese pun akhirnya sembuh dari penyakitnya. Setelah sembuh dari penyakitnya, Anneliese melanjutkan sekolah di Aschefenburg, setingkat SMA. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya, hingga menjelang kelulusannya semua berubah. Dia mulai menderita kesulitan bicara, tubuhnya sulit digerakkan, dia mulai kesulitan berjalan dan tubuhnya mesti ditopang.

Lebih parah lagi, dia mulai mengalami kejang-kejang, yang di kemudian hari didiagnosa sebagai Temporal Lobe Epilepsy (semacam ayan). Saat kondisinya semakin parah, Anneliese dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Berbagai obat dan terapi dijalani oleh Anneliese.

Dia minum obat antikejang, obat penenang, dan berbagai obat  lainnya, namun semua itu tidak juga meredakan penderitaannya. Dia mulai tidak toleran dengan berbagai ikon relijius seperti salib, lukisan Yesus, dan yang semacamnya. Lebih parah lagi, dia mulai mengaku melihat wajah-wajah Iblis di dinding dengan tanduknya yang amat menyeramkan. Ada suara-suara aneh dan menyeramkan, yang menurut pengakuannya, menyatakan bahwa dia “telah dikutuk”, dan dia “akan membusuk di neraka.”  Rosemary Ellen Guiley, dalam ensiklopedinya tentang hantu dan roh, menjelaskan lebih lanjut bahwa tindaktanduk Anneliese semakin kasar dan keras. 

Dia kerap kali mengamuk dan membanting berbagai benda di sekitarnya, bahkan dia cenderung menyakiti dirinya sendiri juga orang lain. Dia pun mulai menolak makanan karena katanya setan-setan itu melarangnya makan. Sebagai gantinya, Anneliese malah makan serangga dan potongan-potongan batu bara.

Untuk  melegakakn dahaganya, dia minum air kencingnya sendiri. Semua yang dilakukannya sudah tidak masuk akal. Berbagai upaya medis semuanya gagal, dan keluarganya, serta Anneliese sendiri, meyakini bahwa setan sudah campur tangan mengerjai dirinya. Maka diupayakanlah eksorsisme (exorcism, ritual Katolik untuk mengusir setan), dari pihak Gereja.

Pada 24 September 1975, sesi pertama ritual eksorsisme pun dilaksanakan, dan seluruh upaya medis untuk mengobati Anneliese dihentikan. Keluarganya hanya menggantungkan keselamatan Anneliese pada ritual eksorsisme. Saat ritual itu dilaksanakan, sebenarnya, penderitaan Anneliese sedang mencapai puncaknya.

Anneliese meraung-raung dan mengamuk seperti orang kerasukan. Suaranya parau dan serak, seolah-olah bukan suaranya sendiri, dan para pendeta itu mulai mengajukan pertanyaan, sementara orangtua Anneliese hanya bisa terpaku. Terungkaplah, setidaknya ada 6 setan yang bersemayam di dalam tubuh Anneliese, dan mereka mengaku sebagai: Judas Iscariot, Lucifer, Hitler, pendeta sesat Fleischmann, Nero, dan Qabil. Atas izin Gereja, ritual-ritual eksorsisme ini pun direkam.

Ritual eksorsisme bukanlah ritual yang menyenangkan. Kerap kali Anneliese diharuskan berlutut dalam waktu yang lama walaupun tubuhnya sudah kelihatan sangat lelah. Karena tindakan berlutut inilah, Anneliese harus mengalami keretakan tempurung lutut.

Dia pun sering sekali terjatuh dan tehempas dengan kepala membentur dinding atau lantai, maka tak aneh jika dia menderita bengkak dan memar-memar berat seperti maling ayam yang dikeroyok massa. Keadaannya sangat memprihatinkan. Jeritan-jeritannya memilukan, dan terkadang muncul suarasuara parau yang mengeluarkan kata-kata kotor dan semua itu menyeramkan.

Ada 67 sesi eksorsisme yang dijalani Anneliese, dalam seminggu dijalankan satu atau dua sesi, masing-masing sesi berlangsung selama 4 jam, sebanyak 10 bulan dari tahun 1975 hingga 1976, dan pada akhirnya Anneliese harus menyerah kalah. Anneliese yang malang tewas pada 1 Juli 1976 di rumahnya.

Mayatnya diotopsi, dan dari hasil otopsi itulah didapat keterangan bahwa Anneliese tewas karena malnutrisi dan dehidrasi, sebab selama hampir setahun dia selalu berada pada titik hampir kelaparan pada saat ritual eksorsisme itu dijalankan. Saat dia tewas, berat badannya hanya 30 kg, mengalami kerusakan lutut, dan menderita pneumonia (radang paru).  

Terang sekali kita saksikan, bahwa setan tetap tidak akan melepaskan seseorang dari godaannya walaupun dia telah kafir kepada Allah. Setan sangat senang melihat manusia menderita, dan memang itulah yang dia janjikan sejak jauhjauh hari. Ritual eksorsisme pun tidak akan sanggup menyembuhkan Anneliese, sebab agama Kristen pun adalah agama yang telah menyimpang karena godaan setan.

Bagaimana mungkin kita menggunakan agama yang telah disimpangkan setan untuk mengusir setan? Kalau saja Anneliese menjalani proses ruqyah syar’iyyah seperti yang diajarkan Rasulullah Muhammad Saw., mungkin saja kisahnya akan berbeda. Semoga kita bisa mengambil pelajaran.[]

Aneh Perokok itu, selain membahayakan diri sendiri Juga orang Lain

Para aktivis bakar tembakau, kebakaran  jenggot. Masalahnya, isu kenaikan harga rokok bikin was-was. Gimana  nggak, kalo satu bungkus yang cuman belasan ribu mungkin masih ngepas ama uang saku. Lha giliran naik jadi lima puluh ribuan per bungkus, mikir lagi kalo mau tetep ngudud. Padahal dari sisi kesehatan, ngerokok nggak ada baiknya. Terlebih untuk remaja. Biar kamu nggak salah kaprah seputar rokok dan gaya hidup remaja, kita simak obrolan mbak Alga dari redaksi drise dengan dokter Arum. Yuk simak!

Baru-baru ini beredar opini akan adanya kenaikan rokok dengan berbagai penelaahan dan sejumlah alasan. Bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?

Kita memahami persoalan terkait rokok adalah persoalan yang sangat kompleks. Karena itu menaikkan harga rokok belum bisa menyelesaikan persoalan akibat merokok ini dengan tuntas. Mungkin memang bisa mengurangi jumlah perokok pemula remaja ketika harga rokok naik. Tapi bagi pecandu rokok berat, apalagi yang memiliki uang, bisa jadi tetap membeli rokok. Di sisi lain, bisa jadi akan ada persoalan baru yang muncul seperti adanya rokok illegal atau mengganti rokok dengan bahan lain yang berefek sama. Kita harus menyadari ada banyak hal yang harus dibenahi, baik persoalan regulasi , industry, promosi bahkan soal campur tangan politisi. Jadi tidak usah berlebihan menanggapinya

 Jika kenaikan rokok dianggap mampu mempengaruhi daya beli masyarakat, apa ini berkorelasi positif dengan gaya hidup sehat?

Pada individu tertentu mungkin ada sedkit perubahan, namun secara umum tidak berkorelasi dengan terbentuknya gaya hidup sehat. Mengapa demikian? Karena banyak gaya hidup yang tidak sehat yang dipilih oleh masyarakat. Masyarakat belum cerdas sehat dan belum sadar sehat. Maka tanpa rokok belum menjamin gaya hidup mereka lebih sehat.

 Di bungkus rokok selalu tertulis peringatan menyeramkan (rokok dapat menyebabkan kematian), apa ini dinilai kurang memberikan efek jera?

Melihat fakta jumlah perokok yang makin meningkat, termasuk meningkatnya jumlah perokok pemula, maka jelas bahwa peringatan yang menyeramkanRokok membunuhmu- itu ternyata tidak efektif. Dari sini kita bisa melihat bagaimana kondisi  masyarakat kita. Ini mencerminkan masyarakat yang tidak hanya tidak peduli dengan kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga tidak peduli pada kesehatan orang lain.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif saya kira sudah sering disampaikan. Hal itu menunjukkan ada yang salah dengan perasaan masyarakat kita. Atau dengan kata lain masyarakat  kita sedang sakit, sehingga tidak dapat berpikir jernih dan tidak menggunakan akal sehatnya. Mereka memilih sesuatu yang sesaat menyenangkan – menenangkan, namun dalam jangka panjang membahayakan bahkan mematikan  

Dari pandangan medis sendiri, sejauh mana bahaya rokok? Baik aktif, pasif maupun lingkungan sekitar?  

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahaya rokok bagi perokok. Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung.

Nikotin juga bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan oleh penumpukan lemak. Sehingga terjadi jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis dengan segala dampaknya  seperti penyakit jantung koroneer. Merokok juga dapat mengakibatkan

 Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

(80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok). Dampak lainnya adalah

Impotensi, Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh. Rokok juga meningkatkan resiko terjadinya kanker paru.

Sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan karena asap rokok. Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru. Asap rokok juga merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.  Rokok juga berbahaya bagi orang sekitarnya, atau yang sering kita sebut sebagai perokok pasif.

WHO memperkirakan setidaknya lebih dari 600.000 orang di dunia  yang bukan perokok meninggal dunia akibat asap rokok (perokok Pasif). Dan sekitar 165.000 anak meninggal karena menjadi perokok pasif, terutama di Asia Tenggara dan Afrika. Orang yang Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala seperti mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk. Asap rokok bahkan mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia yang ratusan diantaranya telah terdeteksi berbahaya dan 50 jenis bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan kanker seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida.

Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Dampak lain dari asap rokok adalah memyebabkan penyempitan pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal yang m membuat perokok pasif lebih berisiko terkena stroke dan serangan jantung.  

Pada ibu hamil yang terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Sementara itu Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronchitis juga asma. Bahkan kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok. Bagi lingkungan, jelas asap rokok menyebabkan udara menjadi kotor dalam waktu dua sampai tiga jam udara masih mengandung asap rokok meski tidak tercium oleh indra penciuman manusia.  

Apa kabar perokok remaja di Indonesia, Bu? Kenapa para remaja ditemukan sebagai perokok aktif di komunitasnya?

Jumlah perokok remaja di Indonesia ternyata terus meningkat secara drastis Ketua I Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Penanggulangan Tembakau, Widyastuti Soerojo, menyebut. Tahun 2010 jumlah perokok umur 14 tahun sudah mencapai 3,9 juta orang. Pada 2013 meningkat menjadi lebih dari 7 juta. Sementara itu jumlah peroko baru terus meningkat. Bahkan perharinya sekitar 45 ribu perokok baru di Indonesia.

Survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

 pada 2014 terhadap siswa sekolah usia 13-15 tahun di Indonesia mengungkap 36,2% laki-laki dan 4,3% perempuan mengonsumsi tembakau. Umumnya, siswa mulai merokok pada usia 12-13 tahun. Sungguhnmemprihatinkan remaja menjadi perokok banyak faktor. Awalnya karena cobacoba, meniru yang lain, termasuk meniru orang yang lebih tua akhirnya kecanduan.  Bisa juga karena pergaulan, kalau nggak merokok tidak diterima dalam komunitas  remaja tertentu.

Remaja yang tidak merokok  dianggap tidak gaul, kuno dsb. Akhirnya ‘terpaksa’merokok dan kecanduan. Apalagi di Indonesia banyak acara-acara  “gaul”sponsornya pabrik rokok. Remaja seperti digiring untuk merokok. Lingkungan yang mentolerir rokok juga turun berperan  membuat mereka jadi perokok.  Semua terjadi karena remaja tidak memilliki jati diri dan tidak paham tujuan hidup yang sesungguhnya, sehingga memilih nikmat sesaat tapi membahayakan hidupnya di dunia, bahkan akheratnya

 Jika remaja yang sudah terlanjur gemar merokok, usaha apa yang bisa dilakukan untuk berhenti dari candu yang satu ini?

 Pertama ajak bicara dari hati ke hati. Tanyakan alasannya merokok. Jelaskan bagaimana seorang pemuda seharusnya, tanpa rokok pun bisa menjadi remaja handal, laki-laki sejati dst.  Kedua pahamkan akan bahaya rokok bagi dirinya dan orang lain dengan lengkap dan jelas, kalau perlu dengan gambar, sehingga teman remaja paham benar resiko merokok. Selain dari aspek kesehatan, sampaikan juga resiko dari aspek ekonomi.  Ketiga motivasi remaja untuk berkarya nyata dengan melakukan kegiatan positif dan yang tidak boleh  dilupakan,orang sekitarnya menjadi teladan dnegan tidak merokok

Jika ada larangan merokok remaja, sedangkan di kalangan orang tua tetap jalan, bagaimana solusinya?

Berat kalau tetap ada toleransi untuk merokok, tapi kalau itu yang terjadi, seharusnya sosialisasi bahaya rokok makin digencarkan. Demikiana juga kampanye remaja sehat makin diintensifkan dan bahaya rokok perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Negara harus perbanyak sarana kegiatan positif bagi remaja dan meniadakan iklan rokok termasuk melarang perusahaan rokok sebagai sponsor kacara remaja.

Apakah isu agama dapat dijadikan dalil untuk para perokok untuk berhenti atau setidaknya bertindak lebih bijaksama?

 Melihat karakteristik masyarakat kita saat ini rasanya dalil agama belum efektif untuk mencegah merokok. Aturan agama yang parsial penerapannya tidak akan membentuk budaya masyarakat yang berasaskan pada aturan agama. Padahal dalam kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan aturan dan perasaan yang sama yang muncul dan terbentuk dari pemikiran yang sama. Sehingga standar yang dipakai juga sama. Saat ini kita melihat adanya perbedaan pandangan dalam suatu hal, termasuk dalam menentukan hukum rokok misalnya. Agama belum dijadikan landasan dalam menentukan perbuatan/aktivitas termasuk merokok. Akibatnya hawa nafsu yang lebih dominan, dunia yang lebih diutamakan. Kondisi seperti ini membuat perokok  mengabaikan hukum merokok dalam pandangan agama.

Bagaimana peran negara seharusnya memecahkan masalah ini?

Negara seharusnya menyadari bahwa negara punya peran sentral dalam mengatur semua urusan rakyat termasuk urusan rokok merokok ini. Negara perlu membuat aturan yang menyeluruh dan komprehensif atas rokok ini. Negara memastikan warga  negaranya paham benar bahaya rokok dan hukum merokok sehingga dapat bersikap tepat dan bertanggungjawab. Negara mengatur industry rokok dengan regulasi sedemikian rupa dan juga tidak menjadikan pajak rokok sebagai sumber pemasukan negara dan mencari sumber pemasukan yang aman seperti dari sumber daya alam. Di sisi lain juga tidak mengizinkan pabrik rokok sebagai sponsor dalam kegiatan apapun.

 Apa pesan ibu untuk para pembaca DRISE seluruh Indonesia?

 Bahaya rokok sudah cukup jelas, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Karena itu jangan coba-coba menjadi perokok karena membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan  untuk tidak membahayakan diri sendiri dan  orang lain. Yang sudah jadi perokok segera lah berhenti. Gunakan masa muda untuk berkarya yang membawa manfaat untuk orang lain.[]

Cewek Edgy

Croptop sweater dan jogger pants, dengan detail  zipper, sepatu boots plus Aksesori choker dan bucket hat, emang bikin yang pakai terkesan BERANI. Macan!. Belum lagi warna yang dipakai rada gelap, memberikan kesan gimanaaa gituh bagi yang memakai. Kalau ngakses akun para selebgram, rata-rata style-nya kayak gini nih.

Yap Edgy Style, gaya yang identik dengan kebebasan berbusana ini sedang menjadi tren dan digemari banyak pecinta fashion khususnya kaum hawa. Maksud edgy style disini adalah berbusana dengan padanan yang tidak biasa, namun terlihat dinamis dan modern dengan berbagai kombinasi warna yang terlihat keren.

Rada boyish, namun tetap ada sedikit kesan chic dan colorfull dengan memakai aksesori yang lebih berwarna.  Gaya edgy bila diartikan dalam bahasa Indonesia secara harfiah berarti gaya tidak tenang atau tegang. Aneh bukan? Kebayang mirip orang kecanduan kafein hehe. Tetapi jadi beda bila dimaknai dalam dunia fashion. Edgy style ini hampir mendekati gaya rock star, namun dengan sentuhan classic dan bohemian.

Bila semua gaya itu disatukan, jadilah gaya tidak tenang. Let’s rock and roll your style Girl! Yeay!:). Cewek bergaya edgy juga rata-rata suka warna hitam, warna tanah dan warna gelap. Warna-warna ber-tone hangat dan cenderung gothic memang sangat mewakili karakter cewek edgy.

Karakter cewek yang menyukai gaya edgy katanya sih dipastikan memiliki kepribadian yang kuat dan berani. Hal ini terlihat dari garis tegas di tiap penampilannya yang memberikan kesan wanita independen dan percaya diri. Tetapi wanita dengan gaya edgy style tentu saja wanita yang keras kepala, sehingga sulit untuk ditaklukan. Meski Edgy mengarah ke boyish dan cool, namun tetap ada sisi femininnya. Biasanya mereka yang tampil dengan gaya ini mengenakan baju yang simpel, tetapi tetap memiliki cutting unik.  

Fashion, Penentu Kepribadian?

Berbicara masalah Style fashion  emang gak akan pernah abis untuk dikupas, apalagi untuk kalangan cewek. Iya gak sih? Ini emang tergantung kesukaan masing-masing sih yah. Ada yang lebih doyan ke edgy yet effortless, modest and loose, yang dilengkapi ankle boots dan ankle heels, Plus tambahan aksesoris, seperti kalung, cincin, dan jam tangan.

Ada juga yang emang ngadem dengan fashion serba effortless doang. Yang penting mix n match.  Pertanyaannya, bener gak sih Style fashion itu bisa memberikan gambaran kepribadian?  Driser, style itu hubungannya dengan pakaian, bukan kepribadian. Kepribadian itu dibentuk dari pemikiran (aqliyyah) dan pola sikap (nafsiyyah).

Jadi kepribadian seseorang itu ditentukan oleh kedua hal tersebut. warna pakaian jelas gak ada korelasinya dengan kepribadian. Kalau masalah warna tergantung kesukaan sih ya, jadii gak lantas menggambarkan kepribadian seseorang. Karena Islam sendiri punya penjelasan gamblang tentang kepribadian itu sendiri. Sebagai cewek, hukum syara’ tentu mengharuskanmu lebih berhati-hati dengan penampilan. Islam memerintahkan kepada kaum cewek agar memiliki kesopanan dan mengenakan pakaian yang sempurna di kehidupan umum.

Catet nih, pakaian juga nunjukin kemuliaan kamu lho. Syar’i-nya Pakaian Muslimah di dalam Islam itu sebenarnya gak pakai ribet.  Kita ingetin lagi ya. Penutup aurat (hijab) perempuan itu terdiri dari :

pertama, jilbab. Dalam kitab kamus Al Mu’jamul Wasith, disebutkan jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh (al tsaub al musytamil ‘ala al jasadi kullihi). Jilbab juga diartikan apa-apa yang dipakai wanita di atas baju-bajunya seperti milhafah (mantel/baju kurung) (Al Mu’jamul Wasith, hlm. 126).  

Kedua, Kerudung, dalam Al Qur`an disebut dengan istilah “khumur” (plural dari khimaar) bukan dengan istilah ”jilbab” lho yaa. Kata “khumur” terdapat dalam firman Allah SWT (artinya),”Dan hendaklah mereka (para wanita) menutupkan kain kerudung ke dada mereka” (QS An Nuur [24] : 31).

 Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “khimaar” adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (Tafsir Ibnu Katsir, 4/227).  Yang gak boleh ketinggalan tentu aspek tabarruj alias berhias sehingga mengalihkan perhatian khalayak.

Misal pakai kerudung, tapi wajah penuh polesan berkarakter berani ala wanita edgy, memakai wewangian, sampai asesoris pelengkay edgy style yang serba mencolok. Berhijab sih, tapi memakai kalung gede menjuntai, cincin gede yang beda dari biasa, plus asesoris lainnya untuk mengokohkan karakter edgy ini.

 Apalagi jika tujuannya untuk menarik perhatian, terlebih sengaja dipamerkan di akun sosmed kamu, widiw….! itu mah jelas nyari perhatian. Hati-hati non.  Udah deh, Karakter kamu udah ada kok, yakni cewek muslimah. Identitas kokoh, yang ga perlu dilengkapi dengan riasan berkarakter. Cukup Lengkapi dengan pemahaman, hiasi dengan sikap Islami, kokohkan dengan keistiqomahan. Simple, gak pakai ribet. Yipiiii! [ Juanmartin]

Liputan Khusus : Menggugat dan Mengadili Drakula

Dracula kan? Pastinya..! Terutama dari film, kita mengenal Dracula sebagai sosok vampir  penghisap darah, raja kegelapan dan horor. Iya apa iya? Nahh, dalam liputan khusus kali ini, kita bakal disodorkan beragam fakta sejarah. Ternyata, Dracula itu bukan tokoh fiktif lho melainkan nyata pernah hidup di tengah manusia. So guys, he is a real human!  Tanggal 17 Agustus 2016 lalu, kerumunan orang tak hanya ada di lapangan tempat perlombaan. Ratusan pasang mata begitu khusyu mengikuti sebuah acara apik bertajuk

 “Menggugat dan Mengadili Dracula”

di Wisma Antara Jakarta. Para penonton terinspirasi oleh pemaparan empat pemateri jempolan. Ust Felix Siauw, Kang Sayf Muhammad Isa, Ust Hafidz Abdurrahman dan Ustz Irene Handono, dipandu oleh MC ideologis Kang Asep Supriatna.

Acara dipadati lebih dari 700 peserta dan rela berdesakan di luaran mengingat tempat dan tiket yang terbatas. Bukti betapa antusiasnya acara ini disaksikan oleh rekan dari berbagai penjuru. Ya, Dracula adalah tokoh nyata yang dikenal sebagai Vlad III Dracul. Ia adalah pangeran Wallachia, yang juga pernah belajar di Edirne saat kecil.

Disini, Ia bersinggungan dengan komunitas kaum muslimah. Walau ia belajar di Edirne, kekejaman dan kebenciannya terhadap kaum Muslim tak pernah hilang, dan akhirnya dikenal hingga kini. Dikenal juga dengan Vlad “The Impaler”, kesukaannya menyiksa manusia dengan kayu tajam yang ditusukkan dari anus hingga tembus ke mulut.

Hiii serem bingit! Adalah Khilafah Abbasiyyah yang menjadikan kaum Turki menjadi penjagapenjaga perbatasan, dan beberapa  “penjaga” ini kemudian memilki  pemerintahan sendiri-sendiri yang dikenal sebagai kesultanan. Kesultanan yang paling kuat saat itu adalah Kesultanan Utsmani yang menduduki wilayah Asia Kecil dan Eropa kecuali Konstantinopel sekitar awal abad ke-15.

Tidak hanya berkuasa, ia menentukan kebijakan politik negara-negara Eropa Timur seperti Wallachia, yang sekarang ada di Rumania. Vlad III Dracul (Vlad III Naga) dan adiknya Radu Cel Frumos (Radu Si Tampan), termasuk jaminan yang diberikan oleh Vlad II Dracul sebagai penguasa Wallachia kepada Sultan Murad II, untuk menjamin kesetiaannya pada Utsmani.

Sempat dididik dalam Islam, satu bangku sekolah dengan Mehmed II yang kelak akan kita kenal sebagai Sultan Mehmed II Al-Fatih, nasib kedua pangeran Wallachia ini berbeda. Radu memeluk Islam dan menjadi panglima Yeniseri, sedang Vlad III memilih membenci Islam  dengan kekejamannya Sejarah kelak mencatat kesadisan  dan kebiadaban Vlad III Dracul anak Vlad II Dracul, dalam bahasa Rumania, Dracul-ae artinya adalah “anaknya Dracul”.

Sehingga dunia mengenal Dracula sebagai lambang kengerian. Sejarah juga mencatat sepak  terjang Vlad III Dracul, yang bekerjasama dengan Kerajaan Hungaria, atas perintah Paus Pius II untuk melaksanakan perang salib pada kaum Muslim.

Dan bagaimana Kesultanan Utsmani atas izin Khalifah Abbasiyyah, melindungi kaum Muslim  dari kekejaman Dracula. Buka mata  buka telinga, baca sejarah sebetulnya, dan kita akan makin berbangga dengan Islam. Di hadapan Islam, Dracula nggak ada apa-apanya… [Foto dan Info dikutip dari berbagai sumber]