Wanita Terjaga & Mulia Bersama Islam

Majalahdrise.com – Terlalu cetek kalo ada yang menyimpulkan kekerasan terhadap wanita karena gender. Jenis kelamin itu kodrat. Cuman orang-orang jahiliyah yang memandang sebelah mata terhadap wanita. Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma, kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.  Mereka menganggap perempuan yang lemah nggak produktif. Cuman jadi beban kaum laki-laki aja. Prof Will Durrant bilang “..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan, sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”.  Waduh!

Sementara dalam peradaban Yunani, tempat wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat.  Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus ngomong kasar pada Tuhannya. “Wahai Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?” Deeu..segitunya?

Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap suami. Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra. Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum perempuan dalam posisi yang rendah”.

Idih, ngeri banget ya cara pandang orang-orang jahiliyah di atas terhadap wanita. Sialnya, kini cara pandang yang sama dalam kemasan emansipasi dan kesetaraan gender gencar dikampanyekan kaum feminis. Makanya kita harus hati-hati sis!

Cuman syariah Islam yang menjaga dan menghargai wanita tanpa cacat cela. Bukan yang lain. Dari awal kedatangannya, islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang mulia.  Fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, tak menjadikan kaum hawa terhina. Justru posisi ini adalah kehormatan yang tiada duanya.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [Al-Ahzaab : 33]

Tak hanya di dalam rumah, syariah Islam membolehkan wanita untuk berkiprah di luar rumah dalam perkara yang mubah. Dengan catatan, tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri, ibu, dan pengatur rumah tangga serta bukan dalam perkara yang diharamkan. Jadi, boleh aja muslimah berbisnis jual beli, menjalani profesi sebagai sebagai guru, dokter, perawat, peneliti, tukang jahit, atau jurnalis. Bahkan, wanita juga boleh terjun dalam dunia politik semisal memilih penguasa, memilih dan dipilih menjadi anggota majlis umat dalam pemerintahan Islam. Namun tetap, syarat dan ketentuannya berlaku ya. Ingat kewajiban utamanya sebagai ummu wa robbatul bait.

Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama cowok. Justru mesti bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa`: 32)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)

Kalo aturan Islam diterapkan dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat. Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—Eastern Mail.  ia menyebutkan “Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehor­matannya.”

Mulianya kedudukan wanita dalam Islam, karena Rasulullah SAW telah mewasiatkan untuk menjaga perempuan dan memperlakukannya dengan baik.  Sabda Rasulullah SAW: Perlakukanlah perempuan dengan baik (HR Muslim).  Islam pun menetapkan bahwa memelihara kehormatan perempuan hukumnya wajib.  Orang-orang yang terbunuh karena mempertahankan kehormatannya adalah syahid akhirat, artinya memperoleh pahala syahid mujahid di jalan Allah. Sabda Rasululah SAW: “Barang siapa yang terbunuh (dibunuh) demi keluarga, maka dia syahid “(HR.Nasai)

Tuh kan, saking dihormatinya wanita, pembelaan terhadapnya disamakan dengan pahala syahid di akhirat. Jadi, untuk driser muslimah jangan silau dengan kampanye emansipasi dan kesetaraan gender. Kesannya baik dan mengangkat derajat wanita. Padahal, dibaliknya segudang ancaman siap menghancurkan kehidupan perempuan dan keluarga.

Kita sepakat kalo cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diperbaiki. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga atau di tempat kerja emang kudu dilawan. Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Pasti![hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 46

Kamu Suka Ngeluh?

Majalahdrise.com – Problem adalah hal yang senantiasa dijumpai makhluk hidup, apalagi manusia. Setiap hari ada saja bentuknya, durasinya, bahkan menyelesaikannya juga beragam cara. Ada yang ketika berhadapan dengan problem baik kecil atau besar langsung menitikkan airmata (ini biasanya cewe-cewe) bahkan terkadang karena melihat problem yang notabene nya itu ecek-ecek alias sandiwara sinetron pun, sempat-sempatnya mewek sampai habiskan tissue tetangga hehe.. #OhNo

Itu baru satu sikap yang lahir akibat masalah atau problema, karena sebenarnya ada segudang ekspresi yang dilahirkan saat menghadapi problem. Namun umumnya, sebelum problem itu terselesaikan dengan solusi yang jitu, terkadang ada hal ini nih yang selalu dilalui dan menjadi pilihan yang kita lakukan. Hal itu adalah berkeluh kesah. Iya kan? Tuh pada senyum-senyum karena ketahuan sering ngeluh hehe.. saya juga ikutan senyum-senyum juga nih, karena sebab yang sama.

Pernah ga sih terpikirkan oleh kita atau kita renungkan, kenapa ya kita sukanya ngeluh? Rasanya walaupun masalah belum kelar, tapi ngeluhnya sudah terlaksanakan ibarat berhasil nyusun puzzle yang berantakan, lega gitu. Ngeluh seakan jadi menu utama nya kita. Duh gawat tuh. Jika kita telusuri lagi, ternyata ngeluh itu ada karena manusiawinya kita sebagai manusia, alias manusia itu punya naluri. Naluri itu adalah bagian dari potensinya diri manusia yang dikaruniakan Dzat yang Maha Pencipta. Nah dari naluri ini kita kenal ada tiga jenisnya : 1. Naluri mensucikan sesuatu (tadayyun), 2. Naluri mempertahankan diri(baqa’) dan terakhir Naluri berkasih sayang (nau’)

Usut punya usut ternyata keluh atau mengeluh itu terkategori dalam naluri baqa’ kita untuk menjaga eksistensi diri, gengsi gitu. Jadi dalam hal ini, problem itu diibaratkan seperti musuh yang menyerang lawannya. Nah, lawan yang diserang oleh musuh ini otomatis merasa takut (jika ia bersalah terhadap musuhnya) atau merasa kesal atau jengkel (jika ia diserang tanpa sebab oleh musuhnya tersebut) otomatis juga si lawan berpikir dengan akalnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, bisa jadi dengan tindakan serang balik atau malah melipir pergi dan muntaber alias mundur tanpa berita hehe agar aman dari kejaran musuh tadi. Nah, gitu pula halnya dengan diri kita yang suka ngeluh, berkeluh kesah semata-mata untuk melampiaskan naluri mempertahankan diri.

Cerita keluh mengeluh ini bukan hanya beredar di kalangan manusia, ternyata dalam Al-qur’an Allah SWT juga mengabarkan tentang ini yaitu di surah Al-Ma’arij ayat 19-21. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.”

Jleeb banget ketika baca ayat tersebut. Astahgfirullah baru nyadar bahwa selama ini tiada hari tanpa mengeluh, persis seperti apa yang Allah katakan dalam Al-qur’an. Hmm.. tapi ayat diatas bukan juga dijadikan justifikasi atas keluh kesah yang kita tuturkan tiap harinya yaa, ternyata sekalipun Allah kabarkan didalam kitab suci bahwa Allah ngasi naluri baqa sama kita yang berpotensi untuk berkeluh kesah dan kikir, tapi disinilah Maha Mudabbir nya Allah, yap apalagi kalau bukan Allah Sang Pengatur hidup dan kehidupan kita, atas segala yang telah diciptakannya, tak terlepas rasa keluh kesah ini D’Riser.. karena itu pula lah Allah takkan membiarkan kita terlunta-lunta dengan apa yang kita alami dan rasakan. Sehingga dalam penciptaan kita, Allah barengi dengan manual instruction yang sudah tentu sesuai dengan ciptaannya. Karena kita sama-sama mengetahui bahwa Allah Maha Tahu, begitu juga Allah tau atas keluh kesah ini. Bahkan lebih dari itu, Allah juga nyediakan langsung jurus ampuh agar kita terbebas atau meminimalisir rasa keluh kesah ini.

Yups, ga perlu jauh-jauh nyari jurus jitunya D’Riser, kamu cukup buka mukjizatNya Rasulullah saw (Al-qur’an,red) dan cari di Juz 29 surah ke 70, ayat ke 22-34, nah ada yang udah nemuin ? yups, exactly masih di surah yang sama dengan ayat yang kita bahas sebelumnya. Kita masih di surah Al-ma’arij. Begini redaksi ayatnya : kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat, mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan yang tidak meminta, dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab tuhannya, sesungguhnya terhadap adzab tuhan mereka,tidak ada seseorang merasa aman (dari kedatangannya) dan seterusnya J. Check al-qur’annya masing-masing yah hehe..

Dan pada akhirnya, bagi hambaNya yang sukses dan complete ngejalani manual instruction yang ada di beberapa ayat diatas tadi dengan sebaik mungkin maka akan ada yang akan di petik dan didapatkan, ga nanggung-nanggung loh, yaitu apa yg dijelaskan di ayat berikutnya (ayat 35), begini bunyinya : “mereka itu kekal disurga yang dimuliakan”. Nah, siapa yang mau masuk surga? Saya !!! 😀 maka apalagi yang ditunggu dan dinanti. Yuk manage diri agar jadi pribadi yang enggan berkeluh kesah tapi sebaliknya senantiasa bersyukur atas nikmatnya dan menjadikan problema sebagai instrumen yang mampu menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sebagaimana Allah juga ingatkan kita di Surah Ibrahim:7 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah(nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” Duh bergidik merinding dengan azabnya Allah, ngeri kan D’Riser?

So, ayo bergerak, bertindak, dan berfikir menjadi hamba yang senantiasa dalam RidhaNya. Bagaimana caranya? Pastinya tak semudah membalikkan telapak tangan namun tetap ingat ya D’Riser setelah kesulitan ada kemudahan, So kamu pasti bisa !! caranya dengan banyak belajar dan menggali ilmu islam sampai kamu ngeh, ngerti, paham, teraplikasi dan sharing itu semua ke seluruh penjuru mata angin hehe, makanya #YukMoveOn dan #YukNgaji[]

Oleh : Islamideena

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #44

 

Adhi Maretnas Harapan (Pimpinan Majalah Remaja Islam D’Rise) “…Tak ada kemuliaan dan kebahagiaan kecuali bersama Islam..”

Majalahdrise.com – Drise udah gede. Bukan balita lagi. Yup, tepat tahun ini Drise udah nginjak usia 5 tahun sejak pertama kali menyapa remaja nusanta tahun 2010. Suka duka dilalui semua team bersama. Dibalik pencapaian Drise yang kian berkibar di jagat media remaja Islam, ada satu sosok yang tak kenal lelah berkiprah untuk keberlangsungan hidup Drise. Mungkin banyak diantara driser yang tak mengenal sosok yang getol membina generasi muda. Untuk itu, di edisi spesial ini kita persembahkan obrolan dengan sosok penggagas sekaligus motornya majalah Drise. Pak Adhi Maretnas Harapan. Selamat menyimak!

 

Menurut Bapak, bagaimana kondisi generasi Islam saat ini?

Generasi muda saat ini, khususnya para remajanya, memang menjadi korban dari sistem kehidupan yang rusak. Mereka berpotensi besar, namun dikerdilkan oleh sistem masyarakat yang tidak Islami. Remaja Islam sekarang sangat cerdas, kuat, pemberani, kreatif, inovatif tapi semua potensi tersebut hanya diarahkan dalam bidang hedonistik dan entertainment atau paling hebat sebatas sains dan teknologi semata. Masih sangat sedikit dari mereka yang mengarahkan potensi hebatnya tadi menjadi kekuatan ruhiyah secara holistik untuk mengokohkan umat Islam ini sebagai Umat Terbaik.

 

Apakah pada tahun yang baru ini, generasi Islam akan bisa menjadi lebih baik lagi?

Di tahun 2015 ini, para remaja Islam di Indonesia, nampaknya masih belum banyak berubah. Justeru ancaman terhadap mereka semakin besar, karena Pemerintahan yang ada masih menerapkan sistem kehidupan yang hedonis dan liberal. Media yang membentuk karakter remaja semakin liberal. Apa yang didengar, dilihat dan dicontoh para remaja akan semakin jauh dari ajaran Islam. Teladan perilaku dari para orang tuanya juga buruk. Peredaran miras, penyalahgunaan narkoba, pornografi, sex bebas dilengkapi dengan budaya korupsi yang makin luar biasa dan kebijakan sosial ekonomi yang pro negara Barat; masih akan mewarnai kehidupan bangsa kita.

 

Bagaimanakah sosok generasi muda Islam yang ideal menurut Bapak?

Tentu saja sosok ideal itu tergambarkan dalam contoh nyata para remaja dan pemuda di masa terbaik Islam sejak masa Rasulullah SAW, sahabat dan masa diterapkannya sistem Islami. Itulah remaja yang secara fisik sehat, kuat, cerdas, kreatif, pantang menyerah. Secara akhlak dan ruhiyahnya ia rajin ibadah, patuh pada orang tua dan guru, menguasai ilmu tsaqofah islamiyah. Secara sosial ia peduli kondisi umatnya dengan berperan serta dalam dakwah dan amar makruf nahi munkar, bahkan bisa jadi terlibat dalam jihad.

 

Masalah seperti apakah yang secara umum saat ini sedang dihadapi oleh remaja Islam?

Masalah remaja itu ada di luar diri mereka, yaitu keteladanan dan pendidikan masa depannya; baik oleh ortunya, sekolahnya maupun masyarakatnya. Jikapun ada masalah internal dalam diri mereka, itu sangat sedikit dan relatif mudah dikendalikan. Keteladanan yang baik telah hilang, orang tua, sekolah dan masyarakat hanya mendidik para remaja secara saintik sekuler yang menjauhkan remaja dari agama. Remaja semakin hedonis, pragmatis dan hanya berorientasi pada kebahagiaan ragawi dengan menempatkan agama sebagai aturan ritual belaka.

majalahDrise.com - Adhi Maretnas Harapan (Pimpinan Majalah Remaja Islam D’Rise) “…Tak ada kemuliaan dan kebahagiaan kecuali bersama Islam..”

Menurut Bapak hal-hal apa sajakah yang mempengaruhi pembentukan sebuah generasi?

Baik buruk sebuah generasi jelas dipengarui banyak hal. Bisa internal bisa eksternal. Hanya saja pengaruh eksternal sangat dominan. Remaja yang memiliki potensi dasar baik tapi hidup dalam masyarakat buruk hampir bisa dipastikan ia terbawa buruka. Namun seburuk apapun seorang remaja, ketika ia hidup dalam masyarakat yang mendidiknya dan menjauhkannya dari keburukan ia otomatis akan mudah menjadi baik. Jadi faktor luar seperti budaya, pendidikan, keteladanan, kebijakan politik; itulah yang banyak membentuk karakter sebuah generasi. Jika sistem nya baik, maka generasi muda akan lebih mudah diarahkan menjadi baik.

 

Apakah penting bagi remaja untuk memiliki resolusi tahun baru, menurut Bapak?

Resolusi yang dimaksud disini mungkin sebuah tekad/’azam/target ya. Tentu seorang remaja muslim harus selalu memiliki tekad untuk selalu baik dan semakin baik. Tekad itu harus selalu diulangi dan diperkuat. Apakah di awal tahun, awal bulan atau suatu momen tertentu. Tekad akan menjadi pendorong beramal soleh sekaligus sebagai standar keberhasilan langkah.

 

Kira-kira resolusi seperti apakah yang terbaik?

Saya usulkan , resolusi terbaik bagi para remaja di tahun 2015 ini adalah ‘menjaga diri semakin baik bersama Islam’. Artinya mulai 2015 ini para remaja harus menjaga diri dari rusaknya tatanan kehidupan hedonis liberal. Dan penjaga terbaik itu bernama ‘Islam’. Usahakan melangkah bersama-sama remaja lain yang sama resolusinya. Tak ada kemuliaan dan kebahagiaan kecuali bersama Islam. Insya Allah.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #43

 

Cowok Pake Parfum?

MajalahDrise.com – Cowok pake parfum udah nggak tabu lagi. Terutama buat mereka yang begitu peduli dengan penampilannya. Selain meningkatkan rasa pede, pake parfum juga diklaim dunia fashion pria sebagai bagian dari kepribadian yang mesti dijaga. Nggak boleh asal semprot, tapi aromanya harus pas dengan karakternya. Makanya nggak heran kalo ada cowok yang bolak-balik ke counter parfum buat nyobain testernya sampe nemu yang cocok. Hadeuh…segitunya!

Padahal secara umum, aroma dasar parfum tradisional itu nggak jauh wangi bunga-bungaan (florals), amber, dan kayu-kayuan (woody). Tak sekedar wangi, aroma parfum bagi pemerhati penampilan dikaitkan dengan karakteristrik pribadi pemakainya. Wewangian yang beraroma bunga-bungaan memiliki karakteristik feminis, manis, dan natural. Parfum dari jenis bunga-bungaan seperti lili, mawar, lavender, gardenia ini umumnya disukai wanita. Selain jenis wewangian bebungaan, ada juga aroma amber dengan karakteristik manis sekaligus eksotis. Aroma kayu-kayuan (woody) biasanya didominasi oleh bau sandalwood dan cedar. Karakteristik aroma woody ini berarama khas kepulauan selatan, hangat, maskulin, dan dewasa.

Selain tiga jenis aroma tradisional di atas. Wewangian modern juga dikembangkan menjadi aromacitrus/fruits (ekstrak buah terutama jeruk). Karakteristik aroma citrus/fruits ini segar sekaligus ringan. Kemudian ada aroma aquatic yang segar dan lembut. Terakhir ada aroma green yang berkarakteristik sejuk, ringan, dan berasosiasi dengan nuansa rerumputan. Aroma-aroma dengan karakter maskulin yang dominan biasanya beraroma dasar madu dan tembakau. Selain itu ada aroma fougere, aroma dasar modern ciptaan seniman parfum asal prancis Paul Parquet.Fougereadalah aroma dengan latar lumut-lumutan yang disisipi nuansa lavender ketika dihirup.

Keren banget ya, parfum bisa nunjukkin kepribadian. Tapi itu belum seberapa, pake parfum bagi cowok udah jadi gaya hidup. Walhasil, harganya juga bisa bikin isi dompet redup. Dari yang ratusan ribu sampe jutaan per botol. Baca box untuk info lengkapnya.

 

Cowok pake Parfum, boleh aja asal…

Dalam Islam, parfum gak ada kaitannya dengan kepribadian. Yang pasti, pake parfum alias wewangian dianjurkan bagi cowok seperti dicontohkan Rasul.

“Diberi kecintaan kepadaku daripada (urusan) dunia kamu, ialah : wanita, harum-haruman/wangi-wangian dan dijadikan kesejukan dimataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari jalan Anas bin Malik)

“Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abi Sa’id al Khudriy)

Dari Abi Hurairah ra, “Parfum laki-laki adalah yang aromanya kuat tapi warnanya tersembunyi. Parfum wanita adalah yang aromanya lembut tapi warnanya kelihatan jelas. (HR. At-Tirmizi dan Nasa’i)

Dari Ibni Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,’Hari ini adalah hari besar yang dijadikan Allah untuk muslimin. Siapa di antara kamu yang datang shalat Jumat hendaklah mandi dan bila punya parfum hendaklah dipakainya. Dan hendaklah kalian bersiwak.”

Yang perlu digarisbawahai, pake parfum itu ngikutin sunnah Rasul. Terutama pas mau shalat jumát atau shalat Id. Gak perlu dikaitkan dengan kepribadian. Misal cowok macho, bagusnya pake parfum yang wanginya seperti oli mobil. Nggak mesti gitu. Cukup pake sewajarnya dengan disemprot. Bukan diguyur. Biar wanginya semerbak, dan orang yang mencium aromanya nyaman. Bukan malah muntah karena over dosis.

Oh ya, saking banyaknya parfum modern jangan sampai kita lalai. Perhatikan kandungannya. Yang kita pakai mesti bebas dari alkohol yang sifatnya najis. Biar kalo kita shalat, tetap dalam keadaan suci. Pakai aja parfum yang dijual di toko herbal. Biasanya lebih terjaga kandungannya. Pilih aromanya yang bikin enjoy. Hmmm.. haruum..! [@Hafidz341]

 

BOX:

Parfum Pria Klasik Yang Banyak Dikoleksi

Parfum bagi cowok tak sekedar pewangi, tapi udah jadi gaya hidup. Harganya juga ikut ‘hidup’. Berikut beberapa jenis parfum klasik yang harganya bener-bener ‘hidup’. Buat kamu yang kantongnya hidup segan mati tak mau, daftar berikut just for your information aja. Cekidot!

  • Christian Dior Eau Sauvage. Eau Sauvage adalah parfum untuk pria pertama yang dibuat oleh Dior fashion house. Pertama kali diciptakan oleh seniman pembuat parfum Edmond Roudnitska pada tahun 1966. Perkiraan harga : 50 ml = IDR. 822.500,-  100ml = IDR 1.129.000,-
  • Aramis Classic. Diperkenalkan pada tahun 1964 dengan maskulinitas yang dibalut oleh aroma campuran citrus, bergamot, sage,sandalwood, dan kulit. Perkiraan harga : 110ml = IDR 950.786,-
  • Guerlain Vetiver. Vetiver adalah parfum beraroma dasar woodyyang kuat. Jean Paul Guerlain menciptakan wewangian ini dan memperkenalkannya pada dunia di tahun 1961. Perkiraan harga : 200ml = IDR 1.286.357,-
  • Acqua di Parma Colonia. Parfum yang pertama kali dibuat di Parma, Italia pada tahun 1916 ini belum ada saingannya. Saat pertama kali menyemprotkan parfum ini wangi citruskhas Sisilia akan menyeruak keluar lalu dengan cepat berganti aroma herbal serta inti bebungaan yang matang menciptakan kesan hangat di indra penciuman. Perkiraan harga : 50ml = IDR 1.073.82,-  180ml = IDR 1.789.714,-
  • Penhaligon’s Blenheim Bouquet. Parfum ini diciptakan pada tahun 1902 untuk Duke of Marlborough. Aroma dasar parfum para bangsawan ini adalah campuran antara aroma citrus, woody, danblack pepper. Perkiraan harga : 50ml =IDR 950.786,-  100ml = IDR 1.398.214,-