Kita Harus Tuli!

drise-online.com – Tuli atau nama lain dari tidak mampu mendengar merupakan posisi dimana informasi dari luar tidak diterima oleh salah satu panca indra, yaitu indra pendengaran, yang disebut dengan telinga. Di antara panca indra yang lainnya, telinga merupakan panca indra pertama yang berfungsi, tengoklah ketika bayi baru lahir maka akan menangis, sebab itu semua merupakan respon dari adanya suara yang didengar bayi, di tahap awal. Tidak sedikit ketika bayi tidak menangis, maka yang ada bayi tersebut akan tuli, sebab menangis akan timbul ketika indra pendengaran berfungsi. Tangisan pertama sang bayi ke alam kehidupan dunia, merupakan kebahagiaan orang tua, terlebih ibu yang melahirkannya.

Dalam perkembangannya di kehidupan, banyak informasi yang masuk melalui panca indra yang satu ini, mulai dari informasi positif hingga negative. Suatu hal yang membahagiakan jika informasi yang masuk adalah positif, namun bagaimana jadinya jika informasi yang masuk terkesan negative, bahkan menjatuhkan mental diri kita.

Beberapa contoh, informasi atau perkataan positif, di antaranya,”sukses selalu yah, rajin belajar, jangan sampai meninggalkan ajaran agama, dan seterusnya,” Namun tidak sedikit yang mengatakan hal negative dan semua itu masuk ke telinga kita, kemudian bermuara di pikiran dan hati kita, yang berujung pada sifat dan sikap kita menjadi negative.

Di antara perkataan atau informasi negative, seperti,”kamu itu dilahirkan dari orang tua yang tak punya, maka tidak akan ada kesempatan untuk sukses, kamu itu bodoh, kamu itu miskin, …dan seterusnya.” Perkataan tersebut akan mengambil separuh kekuatan dalam diri kita, ketika semua perkataan tersebut, kita dengar, kemudian bermuara ke pikiran dan hati, yang menghasilkan sifat dan sikap yang negatif.

Tengoklah mereka yang belum dewasa, mengapa banyak remaja sekolah melakukan tawuran, pemerkosaan, pacaran yang kebablasan, pencurian bahkan hingga membunuh orang lain, semua itu karena ada input pada pendengarannya, kemudian sampai ke pikiran dan hati dan bermanifestasi dalam bentuk sifat dan sikap diri kita menjadi negative layaknya perbuatan yang disebutkan di atas.

Lalu, bagaimana sikap kita agar terhindar dari itu semua, caranya yaitu bersikap “TULI” dari setiap perkataan, informasi yang negative, yang mencoba menjatuhkan diri kita dalam lubang kesengsaraan dan kenistaan. Banyak orang yang sebenarnya mampu melakukan hal kebaikan dan prestasi, potensinya bagus, namun karena terlalu mendengarkan perkataan yang keluar dari orang yang ingin menjatuhkannya, maka kelumpuhan masa depanlah yang dia dapatkan, sebab separuh kekuatannya untuk sukses hilang begitu saja. Mari kita berdoa, semoga Allah menulikan telinga kita dari perkataan dan informasi negative yang dapat menjatuhkan perjuangan kita, baik perjuangan dunia maupun akhirat, dan semoga Allah Swt memberikan pendengaran yang sangat baik ketika ada indormasi yang menjadikan kita lebih baik dan sukses.

 

Penulis :

Yandi Hidayatulloh

Pengajar di MTs Al-Iqna Cisaga

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #40

#YUK MOVE ON, buku anti galau !

drise-online.com – “Badai menyapa, kadang menghantam dengan pukulan keras dan bertalu-talu.Tapi yakinlah dia mampir sejenak, setelah itu berlalu. Badai itu bisa berupa ujian kekayaan, kecintaan, kesetiaan, ketaatan. Ujian itu tanda kecintaan”

—-

 

Rubrik Recommended kali ini, menghadirkan buku yang bikin semangatmu meroket hingga ke langit ketujuh. Dari judulnya saja udah ketahuan, buku yang ditulis oleh penulis spesialis urusan cinta dan keluarga ini, kembali menyapa pembaca dalam buku YUK MOVE ON. Buku dengan cover pesawat jet ini membawa pembacanya jatuh cinta. Sehingga dari cinta turun ke hati. Buku yang sangat direkomendasikan untuk remaja yang galau, jomblo yang berkali-kali ditolak, jomblo yang lagi menahan diri dari maksiat, sampai cewek-cewek korban PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Buku yang berisi 4 bagian utama ini membidik masing-masing pembaca untuk segera move on. Judulnya juga unik dan menggelitik. Contohnya, “aduh kena PHP”. Judul berikutnya,”Jeritan Hati Calon Penghuni Surga”, dan lainnya. Tiap bab ada quotes alias kalimat penggugah jiwa anti bete.

YUK MOVE ON drise-online.com (1)

“Say, aku janji akan melamarmu. Tapi siniin dulu dong tanganmu”, huff ini namanya zina yang dikredit

Ups, ada-ada aja ya si Mas Luky. Hemm, tapi bener juga ya. Cewe yang sudi dipegang-pegang pacarnya maka secara tidak langsung dia rela untuk dizinahi secara kredit. Pelan tapi pasti, nilainya zina. Huuuuu serem. Ada juga pembahasan yang lebih serius dan mendalam, tapi tentunya tetap segar. Cocok buat yang jomblo dan akan mengakhiri jomblo. Salah satu judul sub-bab yaitu “Saat Ta’arufan”. Buku ini berpesan, “jangan nodai jalan ta’aruf dengan ketidaksiapan dan ketidakseriusan”. Nah hayooo, jadi siapa nih yang pengen nikah tapi setengah hati. Atau pengen ta’aruf, tapi setengah serius. Weleh, urusan masa depan kok setengah-setengah seh.

YUK MOVE ON drise-online.com PENULIS @LukyRouf PENERBIT AL AZHAR FRESHZONE HARGA Rp.52.000

Pada bab terakhir ada kicauan penutup, yaitu ajakan untuk memantaskan diri dengan menaikkan kualitas diri. Jadilah seseorang yang mulia dan layak untuk dipilih. Pesan dari buku ini pula, jangan sampai kita jadi manusia mental block. Yaitu berbeda antara keinginan dengan usaha. Pengen dapet istri sholehah, tapi diri sendiri ngga menjadi sholeh. Harapan mendekati kenyataan dengan terus menerus berbenah diri. Yuk, pantaskan dirimu!

YUK MOVE ON drise-online.com PENULIS @LukyRouf PENERBIT AL AZHAR FRESHZONE HARGA Rp.52.000

Insyallah, buku ini tidak menghakimi. Buku yang ngajak mikir dengan cara nyentil, ngga melulu dalil apalagi dalih. Jadi, selama ini yang manyun dan galau dengan berbagai dalih, insyaallah diterjang habis-habisan dengan buku ini. Jangan sampe ketinggalan ya! Anti manyun, bukan palsu belaka.       [Alga Biru]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #40

PROFIL

JUDUL YUK MOVE ON

PENULIS @LukyRouf

PENERBIT AL AZHAR FRESHZONE

HARGA Rp.52.000

Cowok Bigos!

Cowok Bigos!

drise-online.com Biasanya, yang jadi bigos alias “biang gosip” itu cewek. Bisanya kalo para cewek udah pada ngumpul, masing-masing langsung bongkar belanjaan gosipnya. Tapi di jaman sekarang-mungkin karena pengaruh emansipasi- cowok juga pada hobi ngerumpi.Ya ngobrol ngalor ngidul wetan gitu deh. Ngaku aja!

Secara bahasa, gosip bisadiartikan sebagai sebuah perbuatan membicarakan orang lain ketika orang yang dibicarakan itu tidak hadir di tengah-tengah pembicaraan. Hal-hal yang dibicarakan biasanya adalah hal buruk tentang orang itu.Karena cuman keburukan yang makin di gosik makin sip. Makanya dinamakan gosip. Untuk urusan yang satu ini, kaum hawa emang jagonya.

Hal ini diungkapkan oleh Eko A. Meinarno, S.Psi., MSi., dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dalam penelitiannya tentang gosip. Pada tahun 2010, Eko meneliti sebanyak 250 remaja tentang gosip. Para pesertanya adalah mahasiswa universitas negeri maupun swasta dari berbagai kota di Indonesia, dengan komposisi 125 orang perempuan dan 125 orang laki-laki. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan memang lebih suka bergosip daripada laki-laki.

Tapi tetaplah walaupun secara statistik cewek lebih unggul, karena sekarang ini gosip sudah jadi gaya hidup, pasti akan banyak kita temukan cowok yang doyan gosip. Laurent Begue, psikolog asal Prancis, mengatakan bahwa bergosip adalah ‘guilty pleasure’. Banyak orang yang tahu bahwa ngegosip itu nggak semestinya dilakukan, tapi justru banyak orang yang melakukannya, termasuk para cowok.

Ngegosip juga ternyata bisa bikin orang kecanduan lho! Seperti yang diungkapkan oleh jurnalis dan kritikus senior Inggris, Nicholas Lezard. Dia mengatakan bahwa bergosip itu menghadirkan hasrat berperilaku yang tidak akan dapat memuaskan. Itulah sebabnya orang akan terus bergosip karena mereka tidak akan puas jika hanya bergosip sekali. Nah lho!

Lebih lanjut lagi, Laurent Begue menjelaskan bahwa bergosip itu memang sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. “Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hal itu (bergosip) bisa berisiko menciptakan rasa ketidakpercayaan,” ujar Begue seperti dikutip dari detikhealth.

Sayangnya, kalau dulu orang bakal malu banget kalau mendapat gelar “bigos”, tapi sekarang ngegosip udah jadi bagian dari gaya hidup. Berbagai infotainment yang ditayangkan di tivi telah membuat pergeseran nilai. Sekarang orang malah berlomba-lomba bergosip, bahkan para cowok. Memalukan!!

Apa yang disampaikan oleh Allah di dalam Alquran jelas banget melarang kita untuk bergosipa alias ngomongin kejelekan orang lain. Di dalam surat Alhujurat bahkan disebutkan orang yang membicarakan aib saudaranya itu sama saja sedang memakan bangkai saudaranya. Jijay bajay. Allah swt berfirman,

““Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah imandan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Hujurat ayat 11).

Cowok Bigos! drise-online.com

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujurat ayat 12).

Driser, masih banyak aktifitas lain yang lebih bermanfaat daripada ngomongin orang lain. Apalagi buat cowok, nggak banget deh. Mending waktu dan energinya dipake buat mengasah potensi diri. Biar bisa banyak memberikan manfaat untuk orang lain dan berkontribusi untuk kebangkitan Islam dan kaum Muslimin. Yuk! [@SayfMuhammadIsa]

di muat di MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI #40

Be The Winner

 Muhammad al-Fatih. Pastinya udah nggak asing lagi nama sultan ke-7 Daulah Utsmaniyah ini di telinga kita. Kisah perjuangannya menaklukkan kota Konstantinopel begitu inspiratif bin amazing. Siapa saja yang mengikuti kronologis ceritanya, bakal dibuat tercengang binti melongo.

Setelah hampi dua bulan pengepungan, benteng Konstantinopel yang dijaga tembok tebal bin kokoh dengan ketinggian 18 M itu tak kunjung tembus. Serangan via daratan dan lautan udah dijabanin, hasilnya masih nihil. Panglima perang yang sejak baligh nggak pernah ketinggalan shalat tahajud ini berhasil menyebrangkan 70 kapal perang yang super guede dalam satu malam via daratan. Akhirnya, pada tanggal 29 Mei 1453 M Kota yang selama 11 abad tak bisa ditembus musuh ini menyerah pada bertekuk lutut pada Muhammad al-Fatih.

Sastrawan Yoilmaz Oztuna : “Tidaklah kami pernah melihat atau mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad Al Fatih telah menukar darat menjadi lautan dan melayarkan kapalnya dipuncak gunung. Bahkan usahanya ini mengungguli apa yang pernah diilakukan oleh Alexander The Great”

Driser, kisah penaklukkan Konstantinopel ngasih banyak inspirasi bagaimana menjadi seorang juara. Be the winner. Simak!

Pertama, yakin you can. Keyakinan yang kuat akan suatu hal, bakal keliatan dari perilaku kita. Penaklukkan Konstantinopel adalah bisyarah alias kabar gembira yang disampaikan Rasul melalui sabdanya, ““Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”(H.R. Ahmad)

Al-Fatih diyakinkan oleh gurunya, Aaq Syamsuddin bahwa dialah yang dimaksud dalam hadits rasul di atas. Dengan bermodalkan keyakinan kuat akan janji Allah dan kabar gembira dari Rasul, Al-Fatih pantang menyerah dalam menaklukkan Konstantinopel.

Seorang pemenang akan meyakinkan dirinya bahwa dia bisa. Sehingga tak ada prestasi yang mustahil untuk dicapainya. Keyakinan yang kuat akan sebuah keberhasilan, akan mendorong diri dan lingkungan kita untuk berusaha sampe mentok demi meraih cita-citanya.

Kedua, mengubah hambatan jadi tantangan. Penaklukkan Konstantinopel bukan cuman halangan secara fisik yang dihadapi al-Fatih. Tapi juga secara psikis dan mental. Bayangin aja, udah perang hampir 2 bulan, itu benteng masih kokoh aja berdiri. Bukan cuman itu, korban dari pasukan al-Fatih juga udah banyak berjatuhan. Sampe seorang menteri bernama Khalil Pasya menyarankan al-Fatih dan pasukannya untuk kembali. Namun seorang komandan muallaf bernama Zughanusy Pasya menolak, “Tidak, sekali lagi tidak wahai Sultan! Saya tidak akan menerima apa yang dikatakan oleh Khalil Pasya. Kami datang ke sini tidak ada tujuan lain kecuali untuk mati dan bukan untuk pulang kembali.”

Seorang pemenang akan melihat hambatan sebagai tantangan, bukan batu sandungan. Sehingga dia berusaha mencari cara bagaimana cara mengatasi masalah yang dihadapi sesuai dengan kemampuannya. Nggak ada ceritanya, mundur dari medan perang atau kalah sebelum bertanding. Namanya tantangan, datang untuk ditaklukkan bukan ditinggalkan. Catet tuh!

Ketiga, memantaskan diri. Kemenangan nggak datang dengan sendirinya. Tapi mesti disambut dengan persiapan matang untuk meraihnya. Ibaratnya tamu istimewa, sebelum kemenangan datang menghampiri udah disiapkan sambutan meriah plus karpet merah. Itulah proses memantaskan diri untuk menjadi pemenang. Seperti yang ditunjukkan oleh Sultan Muhammad al-Fatih.

Sebelum penaklukan Konstantinopel, berbagai persiapan matang guna memantaskan diri menjadi pemenang dilakukan Al-Fatih. Mulai dari pribadinya yang getol beribadah sampe gak pernah ketinggalan shalat tahajjud. Sejak kecil, beliau sudah digembleng dengan ilmu agama dan ilmu militer yang mumpuni hingga menguasai 7 bahasa. Persiapan pasukannya juga gak main-main. Beliau mempersiapkan 250 ribu pasukan terpilih yang sudah terbina kepribadiannya untuk menjadi saksi penaklukan Konstantinopel. Biar tambah pantas, amunisi perang juga disiapkan dengan maksimal. Diantaranya dengan menyiapkan meriam tercanggih bin terdahsyat saat itu. Meriam Sultan Mehmet II (Berat : 15 ton / Berat Canon Ball : 285 kg) yang sukses menghancurkan benteng pertahananan Konstantinopel. Dengan persiapan yang sangat matang bin serius, wajar jika Konstantinopel berhasil ditaklukkan al-Fatih.

Seorang pemenang, akan memantaskan bahwa dirinya memang layak untuk menyandang predikat the winner. Sehingga mengurangi hal-hal yang menjauhkannya dari kemenangan dan gencar mempersiapkan segala hal untuk mendekatkannya pada kemenangan. Yup, itu namanya memantaskan diri.

Driser, tiga inspirasi dari kisah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad al-Fatih di atas bisa diteladani untuk menjadikan diri kita seorang pemenang. Pemenang dalam banyak hal yang positif. Prestasi akademis, dalam dakwah, atau pengembangan diri menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan. Lets be the winner! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #39