“Berjilbab di negeri Ginseng” Bagian 2

drise-online.com – Tak terasa sudah memasuki tahun keempat kehadiranku dan keluarga kecilku di Korea Selatan. Aku menemani suamiku yang melanjutkan studi doctoral (S3) di kota Busan, sebuah kota metropolitan yang letaknya sekitar 5 jam dari Ibukota Seoul. Dibandingkan Seoul, Busan bisa dikatakan sebagai kota yang nyaman karena jauh dari kepadatan populasi, kemacetan kendaraan dan lalu lalang orang yang berdesakan saat menumpang kereta listrik (subway) di sepanjang stasiun setiap harinya. Busan juga memiliki suhu yang cukup hangat dan tidak terlalu ekstrim seperti di Seoul. Saat musim dingin (winter), Busan masih terbilang “hangat” karena suhunya tidak terlalu dingin dan tidak banyak turun salju. Saat musim panas (summer) tiba, kota Busan yang banyak dikelilingi pegunungan dan pantai terasa lebih sejuk dan tidak sepanas di Seoul.

Dulu ras Korea Selatan terkenal sekali dengan wajahnya yang bulat, rahang yang besar, wajah yang kotak, bermata sipit dan berhidung pesek. Namun setelah masuknya budaya barat ke negeri Korea Selatan maka perubahan paradigm terjadi. Semua orang memandang Amerika sebagai kiblat mereka. Mereka sangat mengagumi dan ingin memiliki struktur wajah dan tubuh yang sama seperti orang Amerika pada umumnya. Menurut mereka, seseorang dikatakan cantik apabila memiliki wajah yang cantik, hidung yang mancung, kelopak mata yang besar, hidung yang bulat, dagu yang lancip, tubuh yang langsing dan payudara yang berisi. Tidak jauh berbeda jika mereka memandang pria yang ganteng adalah pria yang kekar, tinggi, memiliki wajah yang panjang, hidung mancung dan memiliki wajah yang terawat.

Karena warga Korea Selatan sangat memperhatikan penampilan, maka setiap orang memiliki sense of fashion yang sangat tajam sehingga mereka sangat fashionable sekali sehari-harinya. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Korea Selatan, aku sangat terkejut dengan orang-orang yang kutemui di sepanjang jalan. Semua terlihat sangat fashionable , bak melihat manekin berjalan. Mirip fashion show yang sering kita lihat di layar kaca. Baik itu wanita maupun pria. Baik nenek-nenek, ibu-ibu, remaja dan anak-anak sekalipun. Sejak kecil orang tua Korea sangat memperhatikan penampilan anak-anaknya. Pakaian, sepatu, tas dan aksesoris yang dipakai biasanya bermerk mahal. Tatanan rambut juga tak kalah cantiknya karena sejak kecil mereka sudah diperkenalkan dengan perawatan rambut di salon rambut. Jumlah salon ini juga sama banyaknya dengan klinik operasi plastik. Setiap selisih 1 blok jalan, selalu ada salon perawatan rambut. Toko kosmetik pun bak jamur di musim hujan, selalu menawarkan diskon dan sale yang menarik pengunjung.

Kondisi yang kutemui di Korea Selatan tidaklah serta merta merubah pandanganku dan ikut-ikutan seperti mereka. Alhamdulillah aku dan putriku bersyukur diberi keteguhan iman dan keistiqomahan untuk mengenggam iman di dada kami. Meski setiap mata memandangku dan putriku setiap keluar rumah dengan menggunakan kerudung dan jilbab yang menutupi seluruh tubuh. Tak sedikit orang yang kutemui berdecak heran dengan penampilanku. Mereka yang penasaran tak segan menanyakan apa yang ada di kepalaku? Topi apa yang kupakai?. Ya, ternyata meski kecepatan koneksi internet negeri mereka tercepat di dunia dan tekhnologi mereka sangat pesat, pengetahuan mereka tentang agama Islam sangatlah minim. Mereka tidak mengenal apa itu kerudung yang digunakan para muslimah saat keluar rumah. Mereka pikir kerudung adalah pakaian tradisional Indonesia saja.

Memakai kerudung saat musim panas memiliki tantangan terberat menurutku. Setiap keluar rumah, semua orang yang kutemui akan memandang aneh dan risih penampilanku. Saat mereka bebas membuka aurat mereka dengan pakaian mini, sangat kontras dengan penampilanku yang serba tertutup. Sering mereka bertanya, “apa tidak kepanasan?”. Banyak temanku dan orang yang kutemui menyuruhku melepas kerudung karena saat ini aku berada di Korea. Saat aku menjawab bahwa aku tidak bisa melepas kerudungku karena Tuhanku yang menyuruhku, mereka segera menjawab cepat “ Oh Tuhanmu tidak akan tahu, karena kamu sekarang ada di Korea maka ikuti saja kebudayaan disini. Kamu bisa pakai kalau pulang ke Indonesia”. Aku hanya menjawab singkat, “Tuhanku selalu melihatku dan aku senang memakai hijab ini”. Mereka hanya diam sambil menganguk-angukkan kepalanya.

Putriku yang bersekolah dengan berkerudung juga beberapa kali cerita diminta gurunya melepas kerudung dan menggunakan baju lengan pendek agar tidak kepanasan. Namun putriku selalu menolaknya dan menjawab “ tidak apa-apa bu guru, ini tidak panas kok. Saya sudah terbiasa jadi tidak merasa kepanasan”. Alhamdulillah meski berkerudung, putriku tetap diterima baik di sekolahnya. Teman-temannya juga tak segan mengajaknya bermain. Maka saya sering sedih ketika melihat beberapa teman yang melepas kerudungnya saat berada di Korea. Aku selalu berdoa semoga Allah selalu meneguhkan seluruh muslimah di Korea agar bisa istiqomah dan bangga dengan kerudung dan jilbab yang dipakai. Ini adalah bentuk ketakwaanku pada Rabbku. []

 

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36

Jeritan Muslim di Afrika Tengah!

drise-online.com – Driser, pernah denger nama Afrika Tengah? Soalnya belakangan, banyak tersiar kabarnya di dunia maya. Dan ternyata, saat ini kondisi kaum sodara kita di sana dalam keadaan terzhalimi, disiksa dan dibantai. Asli ngeri!

Bayangin aja , Palang Merah memberikan data terkait total korban tewas sejak Desember 2013 lalu telah mencapai lebih dari 1240 orang. Sebagian besar mati tertembak, namun tidak jarang diantaranya akibat tusukan benda tajam dan mutilasi. Ia meyakini, jumlah tersebut bisa terus bertambah. Karena masih banyak mayat yang belum ditemukan hingga saat ini.

Pasukan perdamaian Perancis, hanya diam mematung saat milisi Kristen “Anti-Balaka” menghampiri dan membunuh satu persatu kaum muslimin di Afrika Tengah. Muhammad Ismail, seorang tokoh ulama muslim Afrika Tengah mengatakan bahwa setidaknya ada 350 Masjid dibakar dan dihancurkan oleh kelompok tersebut.

Pembantaian terhadap umat Islam dilakukan secara sadis yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia normal. Secara terbuka, pendukung milisi Kristen memakan daging seorang muslim yang mereka bunuh. Wanita-wanita muslimah juga diperkosa. Rumah-rumah dan masjid dibakar dan dihancurkan. Penyiksaan terhadap muslim dilakukan di jalan-jalan secara terbuka. Mereka melakukan kebiadaban ini dengan ini dengan wajah yang gembira dan penuh kesombongan.

“Muslim! Muslim! Muslim. Saya menusuknya di kepala. Saya menuangkan bensin padanya. Saya membakarnya. Lalu saya memakan kakinya, semuanya hingga ke tulang-tulangnya dengan roti. Itu sebabnya orang-orang memanggilku dengan sebutan Mad Dog (anjing gila), “, ujar Magloire dengan sombongnya.

Aksi kekerasan di Afrika Tengah bermula saat terjadi kudeta yang dipimpin oleh Michel Djaotodia (yang kebetulan Muslim) dan koalisi Celica. Mereka sukses melakukan pemberontakan serta penggulingan Presiden Francois Bozize, pada bulan Maret 2013. Kekacauan pun terjadi, terjadi saling serang antara pendukung Michel Djaotodia dan Bozize. Setelah Djaotodia mengundurkan diri, terjadi aksi yang diklaim sebagai aksi balas dendam. Seluruh umat Islam pun dianggap bersalah dan dibantai.

Kabar dari Amnesty International bahwa pada 18 Januari menyebutkan milisi anti-Balaka melancarkan serangan di utara kota Bossemptele, yang mengakibatkan lebih dari seratus orang meninggal di kalangan penduduk Muslim.

Kekerasan ini telah menyebabkan seperempat dari penduduk negara itu—yang berjumlah 4,6 juta orang— melarikan diri ke negeri-negeri tetangganya seperti, Chad dan Kamerun. Ini dilakukan untuk mencari rasa aman dan jauh dari serangan keji milisi nasrani Anti-Balaka.

Dengan semakin banyaknya jumlah kaum Muslim yang melarikan diri, Peter Bouckaert, Direktur Kondisi Darurat Human Right Watch mengumumkan bahwa dalam hitungan hari semua kaum Muslim Afrika Tengah akan melarikan diri untuk menghindari kekerasan.

Hanya Khilafah Solusinya

Pasukan perdamaian mematung. PBB terdiam. Negara tetangga yang notabene muslim juga membisu. Para penguasa muslim buta tuli. Kebangetan kalo kita juga ikut-ikutan cuek dengan kondisi sodara kita di Afrika Tengah yang sedang meregang nyawa. Tega bener kalo teriakan saudara kita di negeri-negeri tertinda kita jawab dengan tutup telinga.

Ingat driser, sesungguhnya umat Islam di seluruh dunia adalah bersaudara. Makanya, penderitaan yang dialami umat Islam di Afrika Tengah adalah juga penderitaan kita, sehingga kita harus bertindak cepat untuk menolongnya. “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal cinta, kasih sayang dan solidaritas mereka laksana satu tubuh, jika satu organ sakit maka seluruh tubuh ikut merasakan demam.” (HR Muslim)

Pembantaian terhadap muslim Afrika Tengah hanyalah puncak gunung es dari kejahatan-kejahatan yang dilakukan terhadap umat Islam. Kondisi mereka seperti kondisi umat Islam di Sebrenica pada tahun 1995, di mana lebih dari 8.000 rakyat sipil dibunuh. Juga sama persis dengan apa yang kini tengah terjadi di Suriah, Burma, Palestina, Avanti, Kashmir, Turkistan Timur dan negeri-negeri Muslim lainnya yang dilanda bencana. #Istighfar!

Yang bisa kita lakukan adalah tunjukin deh kepedulian kita dengan berdakwah. Aktif mengingatkan penguasa muslim untuk menggalang kekuatan militer demi melindungi umat Islam di Afrika Tengah. Selain selalu berdoa bada shalat untuk kebaikan semua saudara kita yang terzhalimi, ajak masyarakat untuk ambil bagian dalam perjuangan menegakkan khilafah. Karena hanya negara Islam ini yang bisa melindungi umat Islam di seluruh dunia. Khilafah akan menjadi benteng dan menjadi tempat kaum muslimin meminta pertolongan nyata. Wallahu’alam bisshowwab.[Rizqi Awal]

di muat di Majalah Remaja islam Drise Edisi #36

Tips Cowok Menghadapi Cewek Cabe-Cabean

drise-online.com – Fenomena cabe-cabean semakin “pedas” tahun 2014 ini. Mulai dari anak, remaja, hingga orang tua mengenal cabe-cabean. Ramainya cewek cabe-cabean tidak terlepas dari media sosial twitter dan facebook. Rupanya cabe-cabean ini menjadi istilah baru yang ditujukan pada cewek gaul abis. Sayangnya gaulnya menjadi gaul bebas yang kebablasan yang dicirikan sebagai berikut yaitu:

  1. Behel buat gaya

“Cabe-cabean itu biasanya cewek, yang pakai behel, mending giginya kenapa. Dia cuma buat gaya doang karena pasang behel nggak bener. Pasang behel itu harusnya di tempat dokter gigi, ini malah pasang behel di ahli gigi. Girl please!”

  1. Malam Minggu pakai makeup

“Biasanya cabe-cabean malam minggu dia makeup. Orang mau makeup itu kalau mau kondangan atau ke mal, cabe-caben malah makeup ujung-ujungnya beli babel. Please deh, beli babel nggak usah makeup. Kalau makeup, itu tuh pakai dres yang rapi, ini beli babel”.

  1. Bonceng tiga

“Biasanya cabe-cabean itu bukan cewek kece. Sudah pasti dia bonceng tiga. Malah pernah saya lihat cabe-cabean berempat dempet-dempetan kayak rantang. ”

  1. Cabe-cabean suka kebut-kebutan

Cabe-cabean biasanya naik motor kebut-kebutan, tapi kakinya busikan. “Biasanya muka lebih putih dari lehernya”

  1. Segala sesuatu di update dan pakai rok di atas perut

Menurutnya, cabe-cabean memakai rok sekolah hingga di atas puser untuk menonjolkan ‘aset berharga’nya.

  1. Cabe teriak cabe

“Kalau zaman dulu, maling teriak maling. Ini cabean-cabean teriak cabe juga. Jadi siapa sebenarnya cabe. Jadi cabe lawan cabe. Mungkin mereka galau”

  1. Malam mingguan di pasar malam

“Biasanya cabe-cabean pakai high heels, dress. Kita pikir mau kondangan atau clubbing. Ini malah malam mingguan di pasar malam”

  1. Pacaran di fly over

“Cabe-cabean pacaran malam minggu di jembatan fly over”

  1. Nggak terima dengan keadaan

Biasanya cabe-cabean pendekatan (pedekate) ke cowok dengan menunjukkan foto yang menipu sehingga terlihat kece (cantik) padahal aslinya kebalikan. Ini membuat pertemanan berubah setelah bertemu langsung. “Cabe-cabean semakin banyak karena Camera 360, yang bikin foto jadi cantik secara instan,”

  1. Baju ketat, celana pendek, naik motor

“Cewek cabe-cabean bajunya ketat, celananya pendek, naik motor berdua atau bertiga yang di tengah ketawa-ketawa atau main HP.

Namun istilah cabe-cabean kini semakin meluas. Cewek cabe-cabean kini diidentikan lagi dengan remaja yang masih cewek tapi ‘nakal’ atau wanita penghibur

Jika dilihat dari gaya-gaya di atas ternyata cabe-cabean ini muncul tidak terlepas dari isu feminisme. Beranggapan jika lelaki bisa melakukannya secara bebas kenapa perempuan juga nggak. Beranggapan bahwa “Jika lelaki bisa bebas, kenapa gue nggak bisa sebebas mereka” atau “ini tubuh gue dan gue berhak mau ngapain dengan tubuh gue”. Isitilah ini sama sekali tidak berasal dari Islam, tapi dari Barat untuk menghancurkan Islam.

Untuk itu buat cowok yang menemukan cewek cabe-cabean di tengah jalan ada tips dari Ka Ode. Silakan simak:

  1. Jika mata   “tersemprot” cabe-cabean di pinggir jalan, maka cepat-cepat tutup mata lalu istighfar. Sebab Sangat berbahaya, bisa membuat mata dan kepala teman-teman “sakit” 🙂 dan menganggu kesehatan akal
  2. Jika melihat “biji cabe” atau “bibit cabe” yang menggangu dan berkeliaran di lingkungan tolong beri “siraman rohani” :). Khusunya sebagai cowok kamu minta pada kakak cewek atau teman cewek yang dipercayai untuk memberikan siraman Rohani.
  3. Kalo mencari warung makan, tempat nongkrong, belajar dan lain-lain jangan cari yang ada “cabenya” soalnya kondisi lingkungan sekuler (pemisahan hidup dari agama) udah membuat “pedas” :). Bergabung dengan cewek cabe-cabean bisa jadi kamu terbawa dampak dari pergaulan mereka. Begitu juga jika kamu ada di dekat kumpulan “cabe” jangan sekali-kali terjun “di karung” cabe, entar kamu dikira cabe juga :). Sama halnya kamu akan dikira pencuri, jika sering duduk dengan kumpulan pencuri.
  4. Jika negara melihat “cabe-cabean” sudah sangat banyak dan membanjiri masyarakat, maka harusnya pemerintah tolong jangan izinkan impor cabe-cabean lagi dari luar negeri terutama dari cabe-cabean Yahudi. Apapun alasanya dan aktifitsnya baik itu hanya promosi di media, apalagi membantu dalam bentuk kebijakan.
  5. Jika aturan negara sudah gagal mencegah bahaya dan efek “cabe”, tolong beralih pada aturan lain yang lebih baik, dalam hal ini aturan Islam 🙂
  6. Akibat dan dampak cabe-cabean sangat berbahaya, untuk itu bagi kita harusnya terus berjuang untuk mendakwahi mereka dengan memanfaatkan apa yang kita miliki. Jika bisa menulis ya gunakan dengan membuat tulisan-tulisan agar menyadarkan cabe-cabean.

Demikian tips hadapi cabe-cabean. Sebagai cowok muslim, meskipun doyan makanan pedas, please….hindari cabe yang satu ini. Karena bisa bikin kesehatan dunia akhiratmu bermasalah. Cabe-cabean, ke laut aja! [La Ode Munafar]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36

Hati-hati Kecanduan Games Online!

Hati-hati Kecanduan Games Online! Dunia maya selain menjanjikan cara lain bersosialisasi, juga aspek hiburan dalam kemasan games online. Remaja yang betah berselancar di dunia maya, kini tak hanya cuap-cuap di sosial media. Tapi juga aktif main games online. Di satu sisi, games online bisa jadi media pembelajaran kalo kita bisa mensikapinya dengan benar. Ada yang gape ngomong bahasa Inggris tanpa ikut kursus lantaran doyan main games. Games online juga bisa melatih cara berpikir kita lebih cepat, strategis, dan penuh konsentrasi. Belajar bisnis pun bisa melalui media games online. Dan yang paling banyak jadi alasan maen games adalah mengusir stress!

Namun sisi lain, games online juga menjadi ancaman yang bisa bisa hidup kita suram. Kasus kecanduan games online yang memancing tindakan kriminal banyak mengisi headline media massa. Di Gresik, empat  ABG dan seorang dewasa diringkus polisi karena diduga mencuri tiga unit mesin diesel untuk memenuhi hobinya bermain game online. Sementara di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, sudah empat remaja yang dirawat karena kecanduan game selama tahn 2012. Bahkan kecanduan games online pun bisa sampe meminta korban nyawa. Seperti menimpa seorang pria di Beijing, China yang tewas setelah tiga hari berturut-turut bermain game online tanpa henti. Huuh…ngeri!

Kecanduan Game Online Sama Halnya Dengan Narkoba

Banyak yang cuek bebek dengan kebiasaannya maen games online. Padahal tanpa sadar, kebiasaan itu bikin mental dan sikap kita under control alias tak terkendali. Coba cermati beberapa dampak negatif maen games online.

  1. Menimbulkan efek ketagihan, yang berakibat melalaikan kehidupan nyata. Inilah masalah sebenarnya yang dihadapi oleh para gamer yang intinya adalah pengendalian diri.
  2. Kehidupan nyata menjadi berantakan, seperti nilai pelajaran yang menurun, tugas sekolah yang menumpuk, tidak naik kelas maupun tidak lulus ujian, dsb.
  3. Membuat orang menjadi bodoh. Orang berpikir terlalu pendek karena jalan main game yang ia mainkan. Ada salah satu kasus, seseorang membunuh seorang sopir taksi karena orang itu menginginkan uang dari sopir taksi itu untuk bermain game.
  4. Membuat orang terisolisir dengan lingkungan sekitar. Ini adalah efek karena terlalu seringnya bermain game sehingga lupa akan kehidupan nyatanya. Asyik hidup di dunia maya.
  5. Mengganggu kesehatan. Karena seseorang yang bermain game dalam waktu sangat lama ia hanya melakukan kegiatan pasif yang merampas hak badan untuk bergerak aktif.
  6. Mengakibatkan pola makan dan tidur yang tidak teratur sehingga mudah terserang penyakit.
  7. Menimbulkan pengaruh psikologis. Menghayal dan pikirananya selalu tertuju pada games sehingga pola pikir dan tingkah laku banyak dipengaruhi jalan cerita games yang dimainkannya.
  8. Pemborosan, Jika game online telah menjadi candu. Karena jika seseorang telah kecanduan, ia dapat mengorbankan apapun demi keinginannya. Bahkan menghalalkan segala cara agar bisa terus dan terus main games online.
  9. Pintu masuk berjudi. Seringkali pertaruhan dalam games dijadikan bumbu biar pertandingan dengan orang lain lebih seru.
  10. Pornografi dan pornoaksi yang merajalela. Karakter pemain yang disodorkan dalam games online seringkali berbentuk tokoh wanita yang seksi dan mengumbar aurat. Kepala pemain bisa dijejali dengan memori porno yang bisa berakibat fatal dalam kehidupan nyata.

Driser, idealnya maen games itu sekedar pelengkap kegiatan kita aja di waktu senggang. Seperlunya aja. Bukan menu utama. Pilih games yang positif dan tidak menjerumuskan dalam pintu kemaksiatan. Porsi dua jam dalam sehari untuk maen games, setara dengan konsumsi sebaris narkoba jenis kokain. Gitu kata seorang Therapist dari Inggris. So, atur deh waktu kamu untuk kegiatan yang bermanfaaat. Isi hari-hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat untuk masa depan di dunia dan akhirat. Bukan malah asyik bermain games online yang mendekatkan pada kelalaian dan pintu maksiat. Karena games online bisa membunuhmu! [341]

 

BOX:

Tips Atasi Kecanduan Game Online

  1. Awali dengan niat. Buat komitmen untuk melepaskan diri dari kecanduan game online. Tuliskan azzam/janji/niatnya di kertas dengan stabillo merah. Tuliskan waktunyan dengan detail kapan kita mau berhenti sepenuhnya. Kontrol diri sangat penting dalam hal ini. Kurangi secara bertahap frekuensi bermain game online.
  2. Tuliskan daftar keburukan-keburukan dari yang ekstrim sampe yang remeh temeh akibat kecanduan games online. Bikin secara detail akibat psikis, mental, fisik, materi, dll. Lalu tempel di tempat-tempat yang mudah kita lihat dan baca.
  3. Tuliskan daftar kebaikan-kebaikan super yang bisa kita raih setelah melepaskan kecandugan games online. Lalu tempat di tempat yang mudah kita lihat dan baca.
  4. Isi keseharian dengan kegiatan fisik. Lebih banyak beraktifitas di dunia nyata untuk mengurangi kehidupan kita di dunia maya yang bisa memancing maen games lagi.

Berdoa. Minta sama Allah agar dikuatkan hati untuk berkomitmen lepas dari kecanduan games

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36