Dunia Bening (Sebuah iftitah Perlawanan)

Judul                : Dunia Bening

Penulis             : Juan MartinBuku Dunia Bening penulis Juan Martin DRISE-ONLINE.COM

Penerbit          : Kutlah Media

Harga              : Rp.30.000
drise-online.com – DRISEr, terutama kamu pecinta bacaan fiksi, di Recommended kali ini kita mengulas salah satu novel apik yang berjudul “Dunia Bening” karya Juan Martin. Eit, jangan salah ya. Walaupun nama ‘Juan Martin’ ini rada kelaki-lakian tapi beliau asli akhwat tulen yo. Nah, makin penasaran kan dengan karyanya. Simak deh novel yang bercerita tentang kisah anak manusia bernama Bening dan Petir kakaknya. Dari nama tokoh utamanya aja udah keren dan antik. Pasti jalan ceritanya seru nih.

Menjadi terkenal selalu menjadi dayatarik tersendiri dikalangan remaja. Namun, apa jadinya jika kekecewaan terhadap keluarga malah menjadikan seseorang sama sekali nggak pengen populer. Kesibukan kedua orangtua Bening menjadikan komunikasi antara ortu dan anak selangka cagar budaya. Cuman pelengkap aja kalo mereka tinggal satu atap. Hasilnya, tumbuh kekecewaan pada diri Bening sekaligus memunculkan jiwa pemberontakan pada Kakaknya, Petir.

Kekecewaan yang dialami Bening dan Petir mengantarkan keduanya pada berbagai Tanya mengenai konsep hidup dan ketuhanan. Bening disibukkan dengan berbagai Tanya mengenai segala apa yang ditakdirkan padanya, juga pada keluarganya.

Petir, Kakak Bening lebih banyak menghabiskan waktu dengan kaum “papah” sebagai manifestasi atas dogma pemikiran yang Ia dapatkan dari hasil diskusinya bersama teman-temannya di kalangan Mahasiswa pecinta alam. Doktrin pemikiran dialektika materialisme yang didapat akhirnya harus menyerah pada realita pahit.

Novel ini menitikberatkan pada jawaban atas Tanya yang ada pada Bening dan Petir. Pertanyaan yang juga banyak dilontarkan oleh mereka yang begitu apatis dengan sistem yang ada saat ini. Sebagian pertanyaan tersebut berkutat pada masalah takdir, kiritk ringan ala mahasiswa terhadap sistem pendidikan kapitalis, perbandingan ideologi hingga gaya hidup instan dan ketenaran singkat. Dini, satu-satunya sahabat Bening sekaligus satu-satunya orang yang dapat memasuki dunia Bening yang kaku,dengan karakter Dini yang kocak dan tomboy.

Petir pun menemukan muara diskusinya pada Rafa, anak DKM. Mereka dipertemukan pada beberapa dialog lintas pergerakan yang kerap mereka lakukan. Rafa pula yang akhirnya mempertemukan Petir dengan calon istrinya, Alya. Nah, bagaimanakah kisah lanjutannya? Konflik di dalamnya berliku dan ‘nonjok’ banget buat kamu yang haus pencarian jati diri.

Novel Dunia Bening adalah miniatur kehidupan yang terjadi saat ini. Membacanya akan memberikan pengalaman menarik. Novel ini berwajah sastra nge-pop, bercita rasa ideologis, menggelitik untuk kehidupan ala remaja. Selamat membaca! [Disusun oleh: Alga Biru & Juan Martin]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37

MEMILIH TEMAN

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, bagaimana cara kita memilih teman? Teman-teman sy senangnya jalan-jalan, pacaran, belanja, pokoknya semang-senang aja.. (Dina, bumi Allah)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Dina yang baik,

drise-online.com – Setiap orang memiliki fitrah untuk bergaul dengan sesamanya. Memiliki teman, dan sahabat akan menjadikan hidup penuh keceriaan dan kegembiraan. Segala sesuatu bisa menyenangkan jika kita lakukan bersama teman dan sahabat. Tidak ada salahnya jika kita mempunyai teman dan sahabat, akan tetapi kita harus ingat bahwa keberadaan teman atau sahabat akan mempengaruhi cara berpikir, perilaku dan kebiasaan kita. “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad).

Dik Dina yang baik,

Dalam memilih teman atau sahabat gunakan kriteria yang akan membuat kita menjadi anak yang baik. Rasulullah berpesan untuk memperhatikan siapa teman bergaul kita “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi). Seseorang yang tepat dijadikan teman dan sahabat adalah teman-teman yang shaleh/shalehah yang bisa memberikan pengaruh positif bagi kita di dunia dan akhirat. Sahabat Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Hati-hatilah kalian dalam memilih teman, sesungguhnya teman adalah bekal di dunia dan akhirat.”

Dik Dina yang baik,

Teman dan sahabat yang shaleh/shalehah adalah seseorang yang berakhlak baik, rajin beribadah, rajin mengkaji Islam, berdakwah, belajar, dan selalu melakukan kebaikan lainnya. Ia  akan menularkan pengaruh positif bagi kita, dan sebaliknya teman yang buruk akan membawa pengaruh negatif bagi kita. “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak” (HR. Bukhari).

 

Dik Dina yang baik,

Sebegitu besar pengaruh teman, oleh karena itu pilihlah teman dan sahabat yang shaleh/shalehah yang akan senantiasa menjadikan kita selalu mengingat Allah dimana pun dan kapan pun. Ia akan mengingatkan dan mendorong kita berlomba-lomba melakukan kebaikan. Dengan teman dan sahabat seperti ini kita akan merasakan keindahan persahabatan dengan ikatan keimanan dan ketakwaan. Jika di sekolah ada komunitas rohis inilah kumpulan anak-anak sholeh/shalehah yang tepat menjadi teman bergaul kita. Banyak sifat baik di komunitas ini yang bisa tertular pada kita.

Semoga dik Dina mendapatkan teman dan sahabat yang sholeh/shalehah…[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37

Ziarah ke Auliya Bahnasa

Tanah dengan 5000 makam sahabat nabi

Oleh: Anastasia, Ibu Rumahtangga tinggal di Mesir

 

drise-online.com – Konon ketika pemerintahan Romawi berkuasa, terdapat seorang raja bernama El-Batlimus yang memiliki seorang puteri yang cantik. Kerana kecantikannya, sang puteri dijuluki dalam bahasa Arab sebagai Baha’ An-Nisa’ artinya, Wanita yang amat cantik.

Ketika penaklukan Mesir sekitar tahun 22 Hijriyah, gubenur Mesir Amru bin Al-‘As telah mengutuskan tentara Islam ke kawasan Sa’id Mesir yang dipimpin Panglima Qais bin Al-Harith. Ketika tiba di kota tersebut, tentara Islam disambut pedang tentara musuh, rantai besi serta pintu-pintu kota yang kokoh mempertahankan Bahnasa. Namun tak sedikit pun para sahabat getir mundur kebelakang. Mereka gigih berjuang memperebutkan Bahnasa sampai akhirnya Bahnasa jatuh kepangkuan Islam.

Bahnasa merupakan tanah yang penuh keberkahan, terletak di muhafazah al-Minya selatan Mesir. Sayyidina Amru Al-Asr RA, sahabat baginda yang ikut menaklukan Mesir pernah mengatakan “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda “tidak ada tanah yang lebih berkah setelah Mekah, Madinah dan Baitul Maqdis suatu melainkan di bumi Mesir serta lebih banyak keberkahan yang berada di sebelah barat Mesir. Kata Sayyidina Amr : “Mudah-mudahan ia (tempat yang banyak keberkahan itu) ialah Bahnasa”.

Hadist di atas menjadi indikasi penaklukan Islam atas negeri-negeri jajahan. Kala itu Mesir masih di bawah jajahan Romawi, kondisi Mesir tertindas banyak penduduk setempat menjadi budak. Maka dari itulah Rosulullah mengutus Amr bin Ash memerdekan Mesir. Terbukti setelah dikuasai Islam, ekonomi Bahnasa bergerak mereka memproduksi tenun yang disulam dengan emas, sehingga pada zamannya Bahnasa terkenal dengan tenunnya, masyarakat dihilangkan dari belenggu kenistaan, dan hak-hak hidup mereka diberikan.

Di kota Bahnasa begitu berkah dan istimewa karena di tanah inilah terjadi peperangan hebat yang menyebabkan 5000 sahabat Rosul syahid, di antaranya adalah generasi ke tiga sahabat. Bahnasa saksi bisu 5000 sahabat dan tabi’in gugur syahid berperang dalam Futuh Islam. Di antara para solehin yang dimakamkan di tanah berkah ini ialah:

  • Makam 7 perempuan : Dome of seven girls
  • Makam Saidi Ali Jummam (Qadi Bahnasa)
  • Makam Saidi Jaafar dan Ali Bin ‘Ukil Bin Abi Talib (Anak saudara Saidina Ali)
  • Makam Saidi Syarif Mas’ud ( Satu maqam dengan Saidi Jaafar dan Ali)
  • Pohon Saidah Maryam (Tempat Maryam, Ibu Nabi Isa alaihissalam beristirahat (ketika melarikan diri)
  • Makam Saidina Ziad bin Abi Sufian bin al-Harith bin Abdul Muttalib (Ketua perang)
  • Makam Saidi Hassan bin Soleh bin Ali Zainal ‘Abidin bin Hussain bin Ali (Cicit Saidina Hussain)
  • Makam Ubaidah Bin Ubadah Bin Assomat (Anak Sahabat)\
  • Saidina Muhammad bin ‘Uqbah bin Nafi’ dan Qa’qa Ibn Umar
  • Saidah Khaulah Al-Azwar
  • Saidi Hassan Bin Yahya Bin Hassan Al-Basri (Cucu Hasan Al-Basri)
  • Saidina Muhammad bin Abdul Rahman bin Abu Bakar (Cucu Saidina Abu Bakar As-Siddiq)

 

Ada yang menyebutkan bahwa Bahnasa merupakan tanah terbanyak yang di isi oleh makam para sahabat, karena secara fisik kompleks pemakaman Bahnasa masih utuh membentang diantara makam tersebut tercatat 70 orang sahabat yang ikut berperang ke medan Badar, di antara ulama’-ulama’ yang pernah menziarahi Bahnasa ialah Imam Bishrul Hafi, Imam Sirri as-Siqoti, Saidina Malik bin Dinar, Imam Fudoil bin ‘iyad, Ibnu Sirin dan masih banyak lagi.

Bahnasa sekarang tumbuh menjadi perkampungan kecil yang terletak 400 Km dari kota Cairo. Kondisi Mesir sekarang telah menjauhkan Islam sebagai sistem negara. Akibatnya wilayah Bahnasa tidaklah termansyur seperti dahulu kala. Masyarakat setempat hanya bertumpu hidup pada ladang. Wajah Mesir sekarang menjadi sebuah ironi antara yang kaya dan yang miskin. Kesenjangan sosial begitu tinggi, diperburuk dengan pemerintah rezim yang dzalim terhadap rakyatnya. Mesir belum stabil, masyarakat hidup dalam ketakutan karena pergantian penguasa yang syarat akan konflik, laju perekonomian kian mundur kebelakang, harga kebutuhan barang melambung di pasaran. Bahnasa sebagai tempat wisata ziarah leluhur sahabat, menunjukkan pada kita bukti nyata ketika Islam diterapkan maka keberkahanlah yang akan dilimpahkan pada masyarakat. Semoga Driser bisa ke Mesir, biar bisa ziarah ke Bahnasa, tanah dengan 5000 makam shahabat. Aamiin.[]

di muat di Majalah Remaja islam drise Edisi #37

 

CEWEK PECICILAN

Si Cewek : “Eh, minta PIN BB dong”

Si Cowok : “Untuk apa?”

Si Cewek : “Kali aja ada urusan apa gitu. Nambah teman kan boleh dong”

Si Cowok : “Oh gitu, Okey deh”

Si Cewek : “Oya, alamat kamu juga dong? Kali aja aku ngapel ke rumah kamu”

Si Cowok : (gubraks!)

 

drise-online.com – Zaman sekarang ini banyak fenomena yang nggak biasa di tengah-tengah kita kaya dialog cewek pecicilan bin genit van ganjen di atas. Dulunya, biasanya kaum adam yang lebih agresif pedekate sama gadis yang ditaksirnya. Sekarang ini, cewek-cewek seolah nggak mau kalah. Malahan, kaum hawa lebih aktif ngecengin cowok-cowok. Apalagi kalau cowoknya cakep, atletis, plus anak orang kaya. Dijamin banyak cewek yang naksir dan SKSD gitu. Naksir dengan menunjukkan sinyal-sinyal, baik yang ‘low risk’ sampai yang ekstrim. Malu nggak ya? Hemm…. yah tergantung setebal apa urat malunya. Bisa tengsin, bisa juga cuek. Terlebih lagi jika hal tersebut jadi kebiasaan umum alias lumrah. Seolah itu jadi pembenaran buat yang melakoninya. Sah-sah ajalah, teman-temanku juga kayak gitu. Malah lebih parah! Ups

 

PENGEN EKSIS NIH YE!

Yup! Cewek pecicilan itu haus pengakuan. Kenali dan koreksi diri kita dari sifat-sifat pecicilan. Kalau kita doyannya nge-gosipin cowok melulu, bisa-bisa ini jadi awal kita bersikap agresif pada lawan jenis. Awalnya sekedar ingin tau, lama-lama ingin bertemu, ujung-ujungnya rindu. Maka mulailah berusaha nelpon dia, padahal nggak penting-penting amat. Nah loh! Abis nelpon, janji ketemuan, ehh… si cowok menyambut, akhirnya terjadilah hubungan ilegal alias pacaran. Ingat, pacaran itu sudah pasti mendekati perzinahan. Hubungan anti zina ya cuma pernikahan. Seratus persen halal!

Pecicilan juga bisa terlihat dari cara berpakaian. Tampak mengumbar aurat dan dandan berlebihan, itu jadi ciri-ciri cewek pecicilan. Sebelas dua belas dengan cewek cabe-cabean. Tujuannya, tentu menarik perhatian lawan jenis. Plis, Girls! Sederhanakan diri, tutup auratmu. Buat apa eksis tapi jadi investasi dosa?!

 

PESONA MUSLIMAH

‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’”

 

Hadist ini merupakan sindiran buat manusia yang kehilangan rasa malunya demi syahwat duniawi. Banyaknya perempuan yang menggadaikan rasa malu bisa membawa kehancuran di muka bumi. Bersolek dan memakai wewangian berlebihan, seolah minta digoda dan menjual harga dirinya.

 

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33].

 

Padahal setiap inci tubuh wanita, bahkan suara pun harus dijaga. Sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. Yuk, jaga diri dengan bersikap apa adanya, tidak over-acting dan menundukkan pandangan. Kalo mau eksis, nggak perlu pecicilan atau gabung dengan komunitas cabe-cabean. Percaya deh, kamu nggak otomatis jadi hebat, tambah cute, makin cantik, atau banyak dilirik kaum adam dengan bersikap pecicilan. Bisa jadi lawan jenis malah jengah, jijik, dan kesannya lebay gitu deh. Mending ikut pengajian biar jadi wanita sholehah. Dijamin eksis dunia akhirat. Mulia di hadapan Allah pun dihadapan manusia. Ikhwan sholeh bakal ngantri siap menjadi pangeranmu. Nggak heran kalo kamu dicemburui bidadari surga. jadi Mau? [Alga Biru]

 

Box

‘NAKSIR’ ALA KHADIJAH

”Wahai anak pamanku, aku berhasrat untuk menikah denganmu atas dasar kekerabatan, kedudukannmu yang mulia, akhlakmu yang baik, integritas moralmu dan kejujuran perkataanmu.”

 

Begitulah ucapan Bunda Khadijah tatkala ‘melamar’ Rasulullah SAW. Tentu setelah sebelumnya beliau menyuruh pelayannya untuk menginvestigasi seluk beluk perangai Rasul Saw. So, nggak main sosor loh ya!

Setelah yakin dengan hasil pengamatan tersebut, maka Khadijah yang terhormat dan idola lelaki Makkah ini mantap untuk bersuamikan Muhammad yang dijuluki ‘al-Amin’ di tengah kaumnya. Bukan ajakan pacaran, atau sekedar pemberi harapan palsu. Nah, yang ini boleh dicontoh. Ini

di muat di Majalah Remaja Islam drise Edisi #37