Agar tidak tomboy

drise-online.com – Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Mbak, teman-teman bilang kalau sy anak tomboy coz kemana-mana sy selalu pakai celana seperti laki-laki. Kan sy pakai celana agar bisa bergerak cepat dan bisa ikut banyak aktifitas . Gimana ya Mbak?

(Dian, Pamekasan)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Dian yang baik,

Allah SWT telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Dia menjadikan manusia berjenis laki-laki dan wanita berdasarkan kehendak-Nya. Tomboy adalah sebuah sikap anak perempuan yang bersifat seperti anak lelaki. Ciri-ciri anak tomboy diantaranya suka permainan yang biasa dimainkan oleh laki-laki, lebih suka berteman dengan laki-laki daripada wanita, dan biasa memakai pakaian kelaki-lakian.

Dik Dian yang baik,

Penyebab utama yang menjadikan seseorang tomboy adalah lingkungan dan pergaulan yang kurang memperhatikan kodrat awal penciptaannya. Misal, wanita yang sering bergaul dengan lelaki, atau seorang anak perempuan yang hidup di tengah-tengah keluarga yang mayoritas laki-laki. Ada juga yang lebih suka jadi tomboy dengan anggapan menjadi lelaki lebih enak daripada wanita. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Dik Dian yang baik,

Islam melarang seseorang bersikap tomboy, karena ini usaha mengubah ciptaan Allah SWT. Rasulullah membenci orang-orang yang menyalahi kodrat penciptaannya “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. al-Bukhari). Dalam hal berpakaian, Allah SWT telah menetapkan pakaian khusus bagi wanita muslimah yang berbeda dengan pakaian laki-laki. Pakaian wanita muslimah ketika keluar rumah adalah kerudung (QS An Nuur : 31) dan jilbab (QS Al Ahzab : 59). Kerudung merupakan kain penutup kepala, sedangkan jilbab adalah baju terusan yang longgar (sejenis jubah/gamis) yang dipakai di atas baju kesehariannya di rumah.

Dik Dian yang baik,

Meskipun Kita mengenakan jilbab dan kerudung, Kita tetap bisa bergerak cepat dan melakukan banyak aktifitas. Menggunakan jilbab dan kerudung bukan berarti akan membuat Kita menjadi lamban beraktifitas, sebab Allah SWT senantiasa memerintahkan Kita untuk bersegera dalam kebaikan. So, menjadi muslimah sejati dengan berjuta aktifitas bukan berarti menjadi tomboy kan? []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #40

Naksir Senior Nih Yeee!!!

drise-online.com – “Eh lihat deh Din yang lagi main basket itu! Cowok yang anak kelas XI. Namanya mas Baim. Nama aslinya Ibrahim. Dia kakak kelas yang jadi idola cewek satu sekolahan lho!” ujar Dini berapi-api pada sohibnya Dina.

Dari obrolannya aja udah ketauan. Ceritanya, Dini naksir kakak kelasnya. Ganteng, berwibawa, idola, hidup lagi. Label ‘kakak kelas’ di kalangan siswi emang punya nilai tersendiri. Cowok yang sebenarnya hanya terpaut satu tahun atau dua tahun berasa dewasa banget di mata adik kelas.

Kisah cinta pelajar SMP-SMA memang identik dengan jalinan kasih senior-junior. Ketemu tiap hari dan beraktifitas di tempat yang sama, bikin yang biasa terasa luar biasa. Padahal bisa jadi, masih banyak yang lebih keren, tapi berhubung dia idola anak satu sekolahan, akhirnya keliatan wah di mata si adik kelas. Ini kakak kelas lho, kakak yang mengayomi dan ada pelindung di sekolahan.

Huffft, masalah hati banyak banget godaannya. Masalah cinta, bikin kisah unik dan lucu. Misalnya, sengaja lewat berkali-kali demi lihat kakak kelas lagi nongkrong. Atau bela-belain masuk ekskul yang sama supaya ketemu kakak kelas yang diincer. Atau ngedoain kakak kelasnya nggak naik jadi bisa satu kelas. Sadiz!

 

Ta’aruf Itu Bukan PDKT

Kalau sekadar kisah lucu dalam urusan ekspresi cinta sih mendingan. Kadang-kadang jatuh pada kisah yang malu-maluin sampai menyeramkan. Contohnya, kakak kelasnya anak Rohis terus malah nge-sms yang isinya, “Kak kita kenalan yuk. Kan menjalin silaturahmi. Tak kenal maka ta’aruf”. Huuu ta’aruf gundulmu, modus tuh!

Ta’aruf itu ada yang tepat, ada yang nggak tepat. Ta’aruf artinya berkenalan lebih jauh, yang tujuannya untuk mencari sang belahan jiwa, bukan sekadar iseng belaka. Apalagi PDKT yang berujung pada pacaran. Jelas nggak sama dong. Ta’aruf juga bukan ajang bebas berdua-duaan. Lagi-lagi itu cuma modus.

Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena yang ketiga diantara keduanya adalah setan”(HR. Abu Dawud, Ahmad).

Ta’aruf itu mengenal siapa aku, siapa kamu. Ini keluargaku, ini keluargamu, yang jika cocok dan sepaham berlabuh dalam mahligai pernikahan. Begitulah indahnya Islam, hubungan cewek-cowok bukan ikatan tanpa tanggung jawab. Hubungan keduanya mendewasakan lahir-batin, melaraskan jenis dan keturunan. Supaya tahu tatanan Islam yang indah ini, ngaji yuk. (Alga Biru).

“Jangan sampai hati yang jumlahnya hanya satu ini, tercuri perhatian pada seseorang yang bukan dan belum halal bagi kita. Hati ini seperti nyawa kita, dia hanya pinjaman dari Allah dan Allah ridho jika hati ini tertumpah pada yang halal.”

 

Box

Tips and Trik With Senior

Adakalanya bukan kamu yang naksir kakak kelas. Malah sebaliknya, kakak kelas yang ngejar-ngejar kamu. Makanya kalo punya utang segera dibayar.. ups! Padahal kamu tahu, rasa ini belum saatnya berlabuh. Berikut tips biar nggak gede rasa dilihatin kakak kelas. Simak ya!

  1. Tundukkan pandangan.

Dari mata turun ke hati, dari hati menebar janji. So, daripada kena janji-janji palsu dari senior, lebih baik tutup pintu hawa nafsu melalui pandangan yang tunduk. Jika dipandangi alihkan saja. Matamu adalah hakmu, jagalah itu ya.

  1. Nggak usah ngerasa wah

Ditaksir kakak kelas nggak usah ngerasa hebat. Kali aja seniornya lagi iseng dan nyari mangsa gadis yang bisa dikecengin. Yang begini kalau udah bosan bakal say goodbye. Nyesek!

  1. Kakak kelas sejenis aja

Kutub positif dan negatif akan tarik-menarik, so cara aman untuk menghindari dari inceran kakak kelas yang cowok adalah berteman dengan kakak kelas yang cewek. Dijamin aman, bahkan bisa menambah wawasan dengan sang kakak.

  1. Ngaji itu benteng diri

Hal paling keras untuk menjaga hati dan pikiran ialah mendekatkan diri kepada Allah. Cara praktisnya ya dengan ngaji. Sekalipun dibully sama senior, dibilang sok suci dan sejenisnya, yakinlah semua bakal berlalu dan kamu bakal jadi yang terbaik. Anjing menggonggong kafilah pasti berlalu. Ngaji yuk! (Alga Biru)

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #40

Legalisasi Aborsi, Bikin illFeel!

drise-online.com – Positif! Test pack itu nunjukkin dua garis. Buat pasangan suami istri yang sangat merindukan sang buah hati, tentu hasil positif ini sebuah berkah. Tapi bagi pasangan ilegal alias pacaran, hasil positif ini bisa berarti masalah. Tekdung alias kehamilan yang tidak dikehendaki bukan kejadian yang dinanti. Oh tidaak..!!!

Panik tujuh turunan pastinya dialami remaja yang pacarannya kebablasan terus kedapetan hamil diluar nikah. Secara gitu lho status masih siswi, tapi kelakuan udah kaya suami istri. Udah dibilangin jangan pacaran, masih ngeyel bemesraan sama pujaan hati. Giliran udah berbadan dua, cowoknya gak mau tanggung jawab atau malah lari. Remaja jadi lupa diri hadapi situasi yang diluar kendali. Aborsi pun dijabanin untuk nutupin aib, meski tak sesuai dengan suara hati nurani. Padahal aborsi bisa mengancam masa depannya atau bahkan kehilangan nyawa. Seperti yang pernah dialami oleh Tia Setiawati (19 tahun), warga Desa Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, yang meninggal dunia sekitar September 2010 lalu usai melakukan aborsi. Miris.

Gaya hidup aborsi sudah seharusnya diperangi. Biar bangsa ini nggak kehilangan generasi. Terutama remaja yang terhanyut dalam perilaku gaul bebas yang bikin miris hati. Mau enaknya, tapi gak mau anaknya. Cupu!

 

Aborsi Dilegalisasi, Bikin Sakit Hati!

Masyarakat Indonesia kecolongan. Bukan dalam urusan sumber daya alam yang diangkut investor asing kaya tambang emas di freeport. Itu mah udah dari dulu kelees..! Kali ini kecolongannya terkait pengesahan peraturan yang pro aborsi oleh pemerintah SBY. Saat masyarakat  terhanyut dalam euforia menanti calon presiden terpilih, secara diam-diam pada tanggal 21 Juli 2014 lalu SBY telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

Kontroversi  timbul karena pasal 31 ayat (2) PP Nomo 61 tahun 2014 mengatur kebolehan aborsi bagi perempuan hamil yang diindikasikan memiliki kedaruratan medis dan atau hamil akibat perkosaan, sesuai materi pasal 75 ayat (1) UU Kesehatan.  Penjelasannya, indikasi kedaruratan medis meliputi kehamilan yang mengancam nyawa dan kesehatan ibu dan/atau janin, termasuk yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan.  Sedangkan aborsi akibat perkosaan dibolehkan dengan alasan dapat menimbulkan trauma psikologis bagi korban.

Kalo dilihat sepintas, PP pro aborsi ini sepertinya gak masalah. Tapi kalo diliatnya dua, tiga bahkan sepuluh pintas, bakal semakin jelas cacatnya. Terutama pasal yang melegalisasi aborsi. Apapun alasannya, legalisasi aborsi bisa dijadiin modus oleh aktivis seks bebas untuk menutupi aibnya. Seolah mereka punya payung hukum untuk melindungi perilaku bejatnya. Lantaran, bukti perkosaan bukan hitam di atas putih. Aparat bisa dikibulin. Ngakunya perkosaan padahal hasil perzinaan. Bukannya menekan angka aborsi, malah memfasilitasi. Berabe!

Padahal udah banyak yang jadi korban aborsi. Pada sebuah seminar yang dilakukan BKKBN dan Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi (PU-ATKIB), Universitas Indonesia pada 9 Agustus 2014, Direktur PU-ATKIB, Prof Biran Affandi SpOG (K), FAMM menyajikan data sekitar 2,1-2,4 juta perempuan setiap tahun diperkirakan melakukan aborsi, 30 persen di antaranya remaja!

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, dr Julianto Witjaksono SpOG, KFER, MGO juga mengungkapkan sebuah realitas yang cukup mengejutkan.  Sekitar 46 persen remaja berusia 15-19 tahun belum menikah sudah berhubungan seksual.   Realitas itu dikuatkan oleh penilaian Ketua PB GRI Dr Sulistyo MPd yang mengatakan, “… usia aktivitas seksual remaja makin menurun dari SMA ke SMP. Anak usia SD di beberapa daerah juga mulai ada tanda-tanda aktivitas seks.” Bahkan dari data Riskesdas 2010 disebutkan, 0,5 persen perempuan dan 0,1 persen laki-laki pertama kali berhubungan seksual di usia 8 tahun!  (bkkbn, 9/8/2014).

Kalo berdasarkan data BKKBN, setiap tahun terjadi 2,4 juta jiwa tindakan aborsi berarti sekitar 2 juta per bulan atau 500 ribu per minggu atau 7.000 janin dibutuh setiap harinya. Ini sih sama dengan aksi genocide alias penghapusan generasi. Masya Allah!

Akibat kemunculan PP Pro aborsi bukan hanya penghapusan generasi. Tapi juga masalah sosial yang memicu pelaku seks bebas bin kumpul kebo. Mereka bisa bebas menyalurkan hasrat biologisnya tanpa khawatir tekdung. Kalo kebablasan, tinggal datang ke klinik ajukan permintaan aborsi dengan alasan perkosaan. Beres!

Kalo seks bebas makin beringas, penyakit sosial lain bakal tumbuh subur selain aborsi. Mulai dari prostitusi karena remaji udah ngerasa nggak suci lagi atau ketagihan perilaku hewani, penyakit menular seksual, hingga penyebaran wabah AIDS. Rasul saw udah ngingetin kita, “Jika perzinahan dan riba sudah merajalela di suatu negeri maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan adzab Allah atas mereka.” (HR. al-Thabrani & al-Hakim)

Udah jelas-jelas aborsi itu perilaku tak terpuji. Eh malah dilegalisasi. Sakitnya tuh di sini..! *tepuk dada

 

Atasi Aborsi, Jangan Setengah Hati

Pemerintah memang baik pengen melindungi kesehatan reproduksi kaum hawa. Tapi bukan dengan melegalisasi aborsi caranya. Karena bukan itu inti masalahnya. Legalisasi aborsi cuman upaya atasi akibatnya aja. Tapi penyebabnya yang berupa pergaulan bebas malah dibiarin dan justru dipelihara. Bila kasus aborsi tak ingin terus meroket angkanya, tentu harus ada penyelesaian total. Jangan setengah-setengah!

Maraknya tindakan aborsi ilegal yang dilakoni generasi muda nggak datang tiba-tiba. Tapi efek dari gaya hidup seks bebas yang kian merajalela. Awalnya pacaran, lalu jalan berduaan, lanjut bermesraan, sampe akhirnya tidur barengan. Gaya pacaran remaja milenum memang makin menyeramkan. Tak sekedar ekspresi cinta, tapi sudah menjadi sarana pemenuhan hasrat biologi ilegal. Persis kaya tingkah hewan.

Makanya kalo emang bener negara mau serius menjaga kesehatan reproduksi perempuan, cegah kondisi yang memicu masalahnya. Mulai dari budaya pacaran terutama dikalangan remaja, praktik paramedis yang jual jasa aborsi ilegal, sangsi bagi pelaku aborsi, hingga bisnis pornografi dan pornoaksi pemicu tindakan pemerkosaan.

Masalah aborsi nggak bisa diatasi setengah hati. Karena hasilnya cuman bikin illfil. Sakit hati ngeliat benih-benih generasi dengan sadis dihabisi sebelum mereka ngeliat bumi. Semuanya terjadi akibat aturan sekuler yang dipake buat ngatur negeri ini . Dari mulai pendidikan hingga siaran televisi. Steril dari aturan agama malah menyuburkan pahama liberalisasi. Masyarakat dan remaja digiring untuk hidup bebas berekspresi. Akhirnya, hawa nafsu dijadikan Tuhan. Kehidupan masyarakat tak ubahnya seperti keseharian hewan. Allah swt mengingatkan,

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?. Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).”(Surat Al-Furqon 43-44)

Kalo pemerintah serius mau beresin masalah aborsi, segera singkirkan sekulerisme dari pijakan dalam membuat aturan negara. Ganti dengan syariah Islam yang jelas-jelas menyelamatkan. Tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Agar keberkahan menaungi masyarakat dan menjauhkan kita semua dari gaya hidup penuh maksiat. Yes!

 

Selamatkan Generasi Dari Bahaya Aborsi

Solusi yang ditawarkan Islam emang jos gandos dalam mengatasi masalah manusia. Nggak setengah-setengah. Karena yang setengah-setengah biasanya kualitas ‘kw’. Kalo solusi Islam pasti kualitasnya original dan beresin masalah sampai tuntas. Berikut beberapa hal yang mesti dibenahi untuk atasi aborsi.

         Pertama, memperbaiki pola pikir dan pola sikap remaja dan masyarakat. Mereka harus memahami bahwa Islam dipelajari untuk diamalkan, bukan sekadar teori. Syariah Islam nggak cuman ibadah, tapi juga mencakup pola pergaulan hingga pemerintahan.

         Kedua, meningkatkan pengawasan sosial bagi remaja dan masyarakat. Sudah saatnya diberlakukan aturan yang ketat dan keras dalam masalah pergaulan. Coba pemerintah dan aparat keamanan bersikap tegas dengan menyetop mereka yang doyan pacaran, mojok, apalagi sampai berani melakukan z-i-n-a.

Memang sih nggak ada remaja yang berani berzina terang-terangan. Biasanya mereka yang check in di hotel melati atau losmen dengan tarif short-time. Malah ada juga yang menjadikan warnet tertutup sebagai tempat mesum. Makanya aparat mesti rajin-rajin adakan razia hotel melati, losmen, atau warnet yang berpeluang dijadikan tempat mesum. Kalau terbukti ada unsur kesengajaan, tutup saja tempat mesum itu dan seret pemiliknya ke pengadilan.Termasuk menutup tempat-tempat yang rawan terjadi kemaksiatan; diskotek, bar, dan sebagainya. Juga membreidel media-media yang “menjalankan” pornografi.

         Ketiga, memberikan sanksi yang berat untuk pelaku zina dan aborsi. Mereka yang bergaul bebas itu sebenarnya adalah pelaku tindak kriminal yang layak diganjar hukuman berat. Apalagi kalau nekat sampai berzina. Dalam Islam, sanksi berat bagi para pelaku zina sudah menanti. Yakni, dijilid bagi yang lajang, atau dirajam sampai mati bagi yang sudah menikah. Dijamin kapok tujuh turunan.

Untuk kasus aborsi, Islam juga memberikan sanksi yang tidak ringan, yang dijamin akan membuat kapok pelakunya. Abu Hurairah R.A meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W memutuskan (hukuman) dalam perkara janin milik seseorang wanita dari Bani Lihyan yang mati (janinnya) dengan membebaskan seorang budak laki-laki atau wanita.

Persoalannya, bagaimana kalau tidak ada budak wanita atau laki-laki? Ibnu Abi Asim meriwayatkan satu hadist bahwa Rasulullah S.A.W memerintahkan pengganti hamba sahaya (pria/wanita) dengan 10 ekor unta atau sama dengan 1/10 diyat orang sempurna.

Driser, kalau para remaja juga terikat dalam aturan-aturan Islam, insya Allah tidak akan terjadi kasus aborsi yang memalukan dan bergelimang dosa. Karena itu penting bagi remaja untuk selalu tune in dengan Islam. Agar perilakunya bisa dijaga dan nggak tergoda gaya hidup hedonis yang menuhankan hawa nafsu. Mari kenali Islam lebih dalam. Ikuti pengajian dan jauhi budaya pacaran. #YukNgaji! [@Hafidz341]

 

BOX:

Aborsi, Rugi Dunia Akhirat

Driser, tindakan aborsi terutama yang ilegal memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri.Berikut ini resiko aborsi:

  1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan
  2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
  3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
  4. Sobeknya rahim (Uterine Perforation)
  5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
  6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
  7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
  8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
  9. Kanker hati (Liver Cancer)
  10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
  11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
  12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
  13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
  14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
  15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.
  16. Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase. Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan anak yang dikandungnya.
  17. Terjadinya fistula genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Masih mau aborsi? Mikiir…!! []

di muat di Majalah Drise Edisi #40

Ulyah Bin Yazid

drise-online.com – Ini merupakan salah satu episode kisah perang Tabuk yang terjadi di bulan Rajab 9 H. Perang ini adalah satu-satunya perang saat Rasulullah saw mengumumkan dan mengerahkan seluruh kekuatan kaum musliminuntuk menghadang serang kerajaan Romawi. Lantaran perang ini terjadi di tengah kesulitan yang tengah melanda kaum Muslimin.

Saat sahabat-sahabat nabi & kaum muslimin lainnya menyiapkan diri untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam perang tabuk, tersebutlah Ulyah bin Yazid. Seorang yang sangat faqir, tidak memiliki apa-apa diatas dunia ini, dari golongan Anshor kabilah Aus. Kesedihan mendalam merayap dalam hatinya tatkala dia menyaksikan semua orang telah membeli perlengkapan perangnya. Tameng, besi, unta, dll. Sedangkan dirinya… apa yang dia mau persiapkan..? Kalau hendak membeli, mau beli pakai apa? Uang satu dirham pun ia tidak punya. Apalagi pagi itu dia mendengar Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam mengatakan : man jahhaza jaisyul usroh ghufiro Allahu lahu falahul jannah ( “Barang siapa yang membantu perbekalan pasukan yang kesulitan, Allah mengampuninya dan baginya surga”). Maka semakin terbenamlah serasa dirinya ke dalam bumi, hancur luluh serasa hatinya, sedih hatinya, semua orang mendapatkan surga kecuali dirinya.Semakin panas dingin badannya mendengar sabda Nabi saw mensyaratkan siapa yang mau ikut berperang harus membawa alat dan kendaraan perang sendiri.Galau mode: ON!

Dilihat juga oleh Ulyah bin Yazid ketika dia duduk di masjid Nabawi, dia melihat Nabi saw dikelilingi para sahabat, ketika datang Umar bin Khattab dengan membawa setengah dari harta yg dimilikinya.Tak lama setelah itu, datanglah Abu Bakar sambil membawa semua harta yang dia punya. Tak ketinggalan sahabat Utsman bin Affan membawa seribu dinar dalam pakaiannya, bahkan kafilah dagangnya yang hendak berangkat ke Syam sejumlah dua ratus ekor unta lengkap dengan barang-barangnya dia keluarkan sedekahnya, ditambah lagi dengan seratus ekor unta, lalu ditambahnya lagi seribu dinar uang kontan.

Tidak lama kemudian datang pula Abdurahman bin Auf sang dermawan, membawa 200 uqiyah perak, datang pula ‘Abbas bin Abdul Mutholib paman Nabi saw, Tholhah bin ‘Ubaidillah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, yang mereka semua berinfaq di depan mata Ulyah. Dia juga melihat kedatangan orang-orang yang kurang berada membawa infaq semampunya, dimulai oleh ‘Ashim bin Adiy mebawa 70 wasaq kurma, ada yang membawa dua mud bahkan satu mud kurma, tidak satu pun kaum muslimin yang tidak memberi kecuali kaum munafiqin.

Melihat hal itu pulanglah Ulyah membawa semua kesedihannya. Ketika senja telah beralu dan malam pun tiba, pikirannya masih galau dan tak bisa tidur. Akhirnya dia bangkit, lantas berwudhu dan melaksanakan sholat malam agar bisa bermunajat kepada Allah Yang Maha Pemurah dan mengadukan segala kesulitannya kepada Sang Khaliq.

Di dalam sholatnya Ulyah pun menangis. Dia sebutkan kefaqirannya, dia sebutkan kelemahannya, dia sebutkan ketidakberdayaannya, dia minta kepada Allah jangan sampai kefaqirannya dan ketidakmampuannya berinfaq pada persiapan perang Tabuk ini menggeser kedudukannya dibanding sahabat-sahabatnya kelak di surga “jikalau aku Engkau buat susah di dunia, janganlah pula Engkau jauhkan aku dari surgamu”.

Diantara doanya adalah:
“Ya Allah, Engkau perintahkan kami untuk berjihad, Engkau perintahkan kami untuk berangkat ke Tabuk, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu apapun untuk bekal berangkat berperang bersama Nabi-MU shallallohu ‘alaihi wasallam…
maka malam ini saksikanlah ya Allah…
sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari perlakuan zhalim mereka terhadap diriku, maka inilah kehormatanku aku infaqkan di jalan-Mu,
jika ada seorang muslim menghinakan dan merendahkan diriku,
maka aku infaqkan itu semua di jalanMu
Ya Allah..tidak ada yang dapat aku infaqkan sebagaimana orang lain telah berinfaq, kalau sekiranya aku punya sebagaimana mereka punya akan aku infaqkan untukMu,
maka yang aku punya hanya kehormatan sebagai seorang muslim, kalau Engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah kehormatan ini aku sedekahkan untukMu malam ini…”

Esok subuhnya Nabi saw memimpin sholat berjama’ah, hadir pula Ulyah. Alloh tidak pernah menyia-nyiakan doa hamba-Nya. Kejadian di tempat yang sepi tersebut dikabarkan oleh Alloh kepada Nabi saw melalui Malaikat Jibril. Nabi saw mendekati Ulyah dan berkata, “sungguh ya Ulyah, sedekahmu malam tadi telah diterima oleh Allah Ta’ala sebagai sedekah yang maqbul..!!”

Bagaikan aliran listrik yang langsung mengalir ke jantung Ulyah bin Yazid, laksana halilintar dahsyat menghantam dirinya, karena dia sama sekali tidak mengira, cahaya kebahagiaan langsung memancar dari dirinya.“Benarkah ya Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam..benarkah sedekahku yang tadi malam yang tidak ada apa-apanya itu diterima Alloh…??” tanyanya penasaran seolah-olah tidak percaya.

Maka Nabi pun menyerahkan 6 ekor unta kepada Ulyah bin Yazid dan tujuh orang temannya untuk berangkat ke medan jihad, peperangan Tabuk…peperangan yang atas izin Allah dimenangkan oleh kaum muslimin, ditandai dengan menyerahnya negara-negara boneka Romawi, dan semakin berkurangnya daerah kekuasaan kerajaan Romawi.

Driser, Islam nggak pernah diskriminatif untuk urusan surga, neraka, pahala, atau dosa. Siapa saja bisa mulia atau hina dihadapan Allah swt. Pembedanya, ketaqwaan. Ulyah bin Yazid udah ngasih pelajaran pada kita arti sebuah ketaqwaan yang tak dibatasi oleh materi. So, gimana pun kondisi kamu, jangan pernah minder untuk berkontribusi dalam dakwah. Allah swt pasti kasih jalan keluar dari setiap kesulitan yang kita hadapi. Yuk berdakwah! [@Hafidz341 dr berbagai sumber]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #40