Whoever Wins, We Lose..!

drise-online.com – Kampanye sekarang aneh-aneh deh. Walaupun saya tahu, namanya juga usaha. Yaa… usaha mencari suara dengan menarik perhatian masyarakat. Yang paling mnarik perhatian saya adalah adanya foto salah satu caleg yang ditutupi wajahnya dengan topeng karakter tokusatsu Kamen Rider Faiz, caleg yang bersangkutan adalah Muchammad Faiz,ST (caleg DPRD Provinsi KalBar dari PAN). Saya tidak tahu ini editan foto atau bukan, karena saya kok gak heran juga kalau itu betulan. Sebab menurut saya kampanye sekarang memang lebih mengarah kepada iklan jualan saja. Rupanya kampanye politik sudah menjadi dagelan tersendiri. Entah apa ini indikasi kejengahan masyarakat? Sepertinya begitu ya…

Itu yang terjadi di komunitas pecinta budaya Jepang, terutama anime dan tokusatsunya. Ada yang fotonya diganti wajah Son Goku, Naruto dsb. Lebih dahulu sebelum 2014, di jejaring sosial ada parodi pasangan caleg, yaitu Bang Haji Bolot dan Malih. Lucu memang… Kepemimpinan bukan lagi hal yang dianggap serius bagi masyarakat negeri ini. Masyarakat telah kehilangan figur pemimpin sejati yang mampu melayani mereka sebagaimana seharusnya. Bang Haji Bolot dan Malih adalah tokoh lawakan, sementara Kamen Rider, Son Goku, Naruto, walaupun mereka super hero, tapi mereka hanyalah fiksi. Khayalan.

Di dunia nyata pun, di musim politik kali ini, kita masih harus menerima kenyataan diusungnya orang-orang yang bisa menaikan penjualan partai, yang notabene jauh dari ekspektasi masyarakat. Salah satunya penggandengan seleb oleh partai. Saya sangsi akan kelayakkan figur tersebut. Apalagi kalau melihat track record si artis yang minim pengalaman politik. Mau jadi apa Indonesia ke depannya? Ini bukan berarti, orang-orang yang sudah bangkotan di parpol jadi lebih terjamin lho.

Menurut saya, yang terpenting adalah visi parpol dan caleg/capres. Tentu kita semua menginginkan pemimpin yang mampu membawa Indonesia dan masyarakatnya menjadi lebih baik. Bagaimana mungkin bervisi ingin memperbaiki Indonesia dengan mengusung orang-orang yang tidak mumpuni, dan lebih kepada politik pencitraan, demi kepentingan pribadi atau parpol, bukan masyarakat?

Karena selama jenis orang-orang yang diusung itu adalah yang sedemikian rupa, nasib kita tidak akan jauh berbeda dari setiap hajatan lima tahunan. Siapapun yang menang nantinya dalam pemilu, kita selaku masyarakat, tetap kalah. Hanya akan terus menjadi korban kebobrokan demokrasi dan kebijakan sekuler. Hmmm   seperti tagline dalam film Alien VS Predator: WHOEVER WINS, WE LOSE![]

By: Ranting Rizkiatinuasih, SiswiPelajar di Bekasi

di muat di majalah remaja islam Drise edisi #36

Marching band militer yang tertua

drise-online.com – D’Riser sekalian pasti udah pada ngeh dong dengan yang namanya Marching Band alias Orkes Barisan. Biasanya tuh banyak remaja en remaji yang ikut ekskul marching band di sekolahnya. Latihan berbaris bukan pasukan pengibar bendera. Lantaran masing-masing bawa alat musik. Merekalah yang disebut orkes barisan, karena memang terdiri dari barisan orang-orang yang memainkan lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik secara bersama-sama. Selain alat musiknya yang bermacem-macem, seragam dengan kombinasi warna-warni tabrak lari yang digunakan marching band selalu memancing perhatian. Kenapa nggak satu warna aja? Kok warna warni ngejreng dan agak mirip seragam militer? Jawabannya karena awalnya marching band memang dibentuk untuk mengiringi dan meningkatkan semangat pasukan yang berperang.

Marching band militer yang tertua

Tau gak si loh! Marching band militer yang tertua di dunia adalah marching band dinasti Utsmaniyah, yang di barat dikenal dengan mehter. Mehter berasal dari bahasa persia, mahtar, yang sebenarnya merujuk pada satu orang musisi, sedangkan untuk menyebut band digunakan kata mehteran atau mehterhane. Mehteran juga sering disebut sebagai janissary-band, karena merupakan bagian dari korps elit janissary.

Instrumen-instrumen standar yang dimainkan oleh mehteran adalah kos (timpani besar), davul (drum bass), zil (simbal), zurna (sejenis oboe) , boru (sejenis terompet) dan cevgan (tongkat dengan lonceng-lonceng kecil). Kostum yang dikenakan mehteran walaupun bervariasi tapi hampir selalu colorful dan ngejreng.

Konon, mehterhane pertama dikirimkan oleh sultan Seljuk Alaeddin Keykubad III kepada Osman I, Sultan pertama dinasti Utsmaniyah pada tahun 1289 M sebagai hadiah dan tahniah atas berdirinya dinasti baru tersebut. Sejak saat itu mehterhane kemudian menjadi simbol kesultanan Utsmaniyah. Band mehter paling dikenal karena penampilannya di medan perang mengiringi pasukan elit janissary. Tujuannya untuk memainkan musik yang keras hingga menciutkan nyali lawan dan sebaliknya meningkatkan semangat kawan. Maka tak heran jika musik mehter diasosiasikan dengan musik peperangan.Ketika Christian Schubart, seorang penyair Jerman mendengar musik band mehter, ia menuliskan bahwa musik yang ia dengar “sangat bernuansa perang, bahkan bisa membuat jiwa-jiwa yang pengecut mendadak jadi pemberani”.

negara-negara mencontek penggunaan marching band

driser Keberadaan mehter di medan perang ternyata memang memberi pengaruh yang hebat pada pasukan Eropa, yang belum pernah mendengar bunyi simbal dan drum yang begitu memekakkan telinga. Apalagi ditambah dengan bunyi ledakan senapan blunderbuss dan dentuman meriam, pasukan musuh pun kocar-kacir tak karuan. Makanya tak heran, negara-negara Eropa mencontek penggunaan marching band di medan perang. Augustus II dari Polandia (bertahta tahun 1697-1704) adalah penguasa pertama di Eropa yang menggunakan marching band yang terinspirasi dari mehterhane. driser Trend ini pun menyebar ke negara-negara Eropa.

Walaupun identik dengan militer, musik mehter tidak hanya dimainkan dalam peperangan lho. Mehteran juga tampil dalam berbagai upacara dan perayaan kenegaraan. Selain band resmi negara, ada juga band-band mehter non-official yang lebih kecil yang tergabung dalam guildguild. Mereka biasa tampil dalam resepsi pernikahan, juga pada saat melepas jemaah haji. Duta-duta besar dan pejabat-pejabat provinsial juga memiliki band mehter sendiri, bahkan kaum sufi pun memainkan musik mehter.

Mehteran Utsmani tampil di kota Vienna selama beberapa hari setelah ditandatanginya perjanjian Karlowitz pada tahun 1699. Selanjutnya duta-duta besar yang dikirim ke negara-negara Eropa barat membawa serta band mehter masing-masing. Abad 18 M, Eropa mulai gandrung dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Turki Utsmani. Fenomena ini dikenal dengan Turquerie, atau Turkomania. Orang-orang Eropa meminum kopi Turki dengan memakai jubah Turki. Kaum aristokrat dilukis dengan mengenakan busana khas Turki, menghiasi rumah mereka dengan motif-motif Turki, bahkan mereka membaca terjemahan “Seribu Satu Malam”, padahal bukan berasal dari Turki.

Termasuk dalam bidang musik klasik, mehter pun menancapkan pengaruhnya di Eropa. Komposer-komposer top sekelas Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven sekalipun, menelorkan karya yang terinspirasi dari, atau didesain untuk meniru musik mehter. Salah satu contohnya adalah Rondo Alla Turca, yang dikarang oleh Mozart dan Marcia Alla Turca, karangan Beethoven. Mantabs!

Memang kenyataannya sebuah negera yang kuat, pasti peradaban dan kebudayaannya akan dicontek oleh negara-negara yang lebih lemah. Makanya, sekarang ini banyak yang membebek budaya barat, itu karena negara-negara barat sedang kuat, sehingga budaya barat itu dianggap maju dan modern. Fenomena itu pula yang terjadi dahulu ketika negara Islam sedang jaya-jayanya, kebudayaannya pun menjadi trendsetter, ditiru oleh negara-negara Eropa. Semoga info ini makin menambah kecintaan kita pada kemuliaan Islam. [Ishak]

di muat Di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36

 

Mengatasi “SHOPAHOLIC”

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Mbk, saya orang yang SHOPAHOLIC atau gampang berbelanja dan mudah “luluh” oleh godaan diskon. Gimana cara menghilangkan kebiasaan ini? (Vina, Medan)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Vina yang baik,

drise-online.com – Aktivitas belanja terkadang memang menjadi aktivitas menarik bagi para remaja. Terutama remaja putri. tapi kalau SHOPAHOLIC nanti dulu. Akan tetapi ada satu hal terkait aktivitas belanja yang perlu Adik waspadai. Yakni, ketika hati terlalu senang mendatangi berbagai pusat perbelanjaan, sampai taraf yang berlebihan. Menjadikan belanja sebagai hobi, hingga Adik keranjingan sekali untuk menjejakkan kaki di pasar, mall-mall, supermarket dan berbagai pusat perbelanjaan. Bisa jadi, walau masih dalam taraf rendah sekalipun, Adik sedang terjangkiti penyakit ‘kecanduan belanja’ (shopaholic). Sehingga, dorongan untuk membeli barang-barang yang memikat hati tak lagi mampu dibendung, apalagi ada bonus Hingga uangpun akhirnya tidak mampu diatur. Na’udzubillah.

Dik Vina yang baik,

Seorang pecandu belanja atau SHOPAHOLIC jelas sekali ia terjebak ke dalam sikap boros yang dilarang oleh agama. Allah Ta’ala berfirman “…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (Al-Isra’ [17] : 26-27). Rasulullah mengingatkan “Bagian wilayah negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian wilayah negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim).

Dik Vina yang baik,

Hal pertama yang harus ada pada diri Adik untuk meninggalkan kebiasaan belanja atau SHOPAHOLIC adalah milikilah niat kuat untuk menghilangkannya. Selanjutnya lakukan hal-hal berikut; (1) Hindari sering belanja beramai-ramai. Carilah teman belanja yang hemat, bukan yang hobi “mengompori” atau belanja saja sendiri; (2) Jangan menjadikan pergi ke mal sebagai cara refreshing. Cari cara refreshing lain, misalnya ke museum, perpustakaan, atau sekadar menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga dengan berkebun, memasak bersama atau menikmati hidangan kue dan minum teh hangat di depan TV; (3) Berbelanjalah saat Adik memang butuh untuk membelinya, sesuaikan dengan kemampuan juga. Sebelum membeli, periksa apakah Adik memang perlu untuk beli atau tidak. Buat dan bawa catatan yang berisi barang-barang yang akan dibeli ; (4) Bawa uang tunai seperlunya saat ke mal. Jika punya kartu debet, simpan di rumah: (5) Berdisiplinlah dengan hanya membeli barang yang tertera dalam daftar agar berbelanja jadi terfokus, serta tidak perlu cemas bila Adik tidak membeli barang yang disukai, yang kebetulan ada diskon.

Ini Dik Vina, beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari hobi belanja berlebihan. Semoga berhasil…[]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36