MajalahDrise.com – Aksi pembegalan belakangan ini jadi momok yang meresahkan masyarakat. Pelaku tak segan melukai korban hingga tewas. Aksi para pembegal yang berulang kali terjadi di berbagai wilayah, kontan memicu kemarahan masyarakat. Hasilnya, Riyan menjadi korban pelampiasan yang tewas setelah dibakar massa. Sutinah mengaku ikhlas melepas kepergian anaknya, Hedriansyah alias Riyan (22), pelaku pembegalan motor di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan pada Selasa (24/2) lalu.
Tragisnya, pelaku begal banyak yang masih berusia remaja. Baru –baru ini, Sepuluh remaja anggota kelompok begal yang sudah 16 kali beraksi di wilayah hukum Polrestabes Semarang ditangkap. (SuaraMerdeka.Com, 17/03/15). Mereka menggasak harta berharga milik korban yang tak berdaya setelah dilukai untuk sekedar having fun. Hasil kejahatannya dipake buat hiburan dan nenggak minuman.
Maraknya aksi begal, tak hanya diakibatkan pelakunya yang kurang iman. Itu mah pasti. Yg perlu digarisbawahi, ada faktor lain yang mendorong perilaku begal yang brutal. Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bilang, setidaknya ada lima faktor yang memicu perilaku begal remaja.
Pertama, faktor teman dan lingkungan sosial. Remaja yang biasa ngeliat teman atau lingkungannya melakukan kekerasan, secara nggak sadar memahami kebolehan tindakan fisik dalam menyelesaikan masalahnya.
Kedua, disfungsi keluarga. Biasanya remaja broken home yang mudah kebawa perilaku brutal. Mereka jadi korban dari pola asuh dan kondisi orang tua yang cekcok mulu bawaannya. Bete di rumah, larinya ke teman sebaya.
Ketiga, cara berpikir remaja yang pengennya serba instan. Pikirnya gampang aja kalo pengen sesuatu. Gak bisa dengan cara halal, yang haram juga dijabanin. Masya Allah!
Keempat, pengaruh bullying yang terjadi di sekolah. Bisa memicu anak usia remaja menjadi pelaku begal. Sebagai bentuk balas dendam.
Kelima, tontonan dan video game yang bersifat kekerasan. Secara tidak sadar, remaja jadi permisif (serba boleh) dengan kekerasan. Kalaupun nggak jadi pelaku, terbiasa membiarkan terjadinya kekerasan.
Kelima faktor di atas secara tidak langsung adalah produk dari aturan yang dipake negara untuk ngatur rakyatnya. Merajalelanya miras, minimnya pendidikan agama di lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan, hingga gaya hidup hedonis yang dijajakan secara provokatif oleh media adalah sebagian kecil hasil aturan kapitalis sekuler yang diterapkan oleh negara.
Driser, penting banget bagi kita untuk menjaga pergaulan. Biar nggak kebawa-bawa perilaku maksiat. Semoga remaja begal didekatkan hidayah biar kembali ke jalan yang benar dan menjadi pembela Islam. Amiinkan ya…[@Hafidz341]
BOX:
Tips Menghindari Aksi Pembegalan
Berikut beberapa tips dari aparat polisi untuk menghindari aksi pembegalan. Cekidot!
- Tidak Melakukan Perjalanan Malam Hari
Usahakan untuk menghidnari perjalanan malam hari. Apalagi kelo lewat tempat yang rawan. Begal itu biasanya beroperasi di atas jam 19.
- Pulang Berkelompok
Biasanya, para pembegal ngincer korban yang bepergian seorang diri. Makanya, usahakan untuk bepergian secara berkelompok. Pulang dengan teman-teman jalurnya searah bisa mengurangi ancaman begal.
- Pilih Rute Aman Dan Ramai
Kalaupun harus pulang malam, carilah rute yang aman meski agak jauh. Kalau bisa, cari jalan yang banyak penerangan atau banyak dilalui kendaraan.
- Hindari Barang Menarik
Biasanya, pelaku begal akan tertari terhadap apa yang kita bawa dan kenakan. Usahakan untuk nggak membawa barang berharga yang mencolok atau memainkan smartphone. Soalnya, sinar yang dihasilkan bisa menarik perhatian pembegal.
- Cari Tempat Berhenti Terdekat
Kalo ngerasa ada orang-orang yang mencurigakan sedang mengawasi atau mengikuti kendaraan kita, sebisa mungkin cari tempat berhenti terdekat. Bisa warung yang ramai pengunjungnya. Jangan mencoba untuk kabur atau lari, soalnya itu malah akan semakin menarik perhatian dan membuat pembegal malah mengejar kita.
- Pakai Atribut Lengkap
Pembegal cenderung menjatuhkan korban dari pada memberhentikannya. Jadi, mereka lebih sering menendang sepeda motor korban dengan harapan dia akan hilang keseimbangan. Makanya, kita harus jeli untuk memperhatikan sekeliling dan melengkapi atribut kendaraan kayak spion standar pabrik. Agar kita bisa memperhatikan dengan jelas kalau ada gelagat yang mencurigakan.
- Berhenti Atau Ngebut Mendadak
Kalau kita melihat gelagat atau pergerakan mencurigakan, usahakan untuk melakukan manufer mendadak, kayak mempercepat atau melambatkan kedaraan secara tiba-tiba. Ini bermaksud untuk mempersulit pembegal mengatur kecepatannya untuk mencegat kita.
- Nyerah Aja
Pahitnya, kalo kita terpaksa harus berhadapan dengan si pembegal (amit-amit!), langsung serahkan saja apa yang mereka minta dan jangan melawan. Kalo melawan, biasanya pembegal bisa kalap dan maen fisik. Sedapat mungkin kenali tanda-tanda si pembegal. Mulai dari ciri fisik, merek motor, hingga ciri motornya. Biar bisa jadi peringatan buat yang lain.
Di muat di Majalah Remaja Islam Drise edisi 46