Cowok #AyoKeMesjid

Majalahdrise.com – Sebagai remaja muslim, idealnya mesjid jadi tempat yang paling sering dikunjungi. Boleh dibilang tempat favorit lah. Gimana nggak, kalo konsisten minimal 5 x sehari kita mampir ke mesjid. Pastinya bukan untuk nongkrong atau patroli sendal bagus ya. Tapi untuk ‘berjumpa’ dengan Allah dalam kekhusyuan ibadah shalat.

Masalahnya, remaja dan mesjid bukan perpaduan yang sering kita jumpai saat ini. Malah mesjid bisa jadi tempat yang jarang dikunjungi. Mesjid cuman dianggap tempat shalat aja. Nggak lebih. Malah pas jumatan juga milih shaf paling belakang atau halaman mesjid. Biar abis shalat bisa langsung ngacir. Mesjid yang jaraknya cuman seratus meter, berat banget kaki melangkah. Kaya mau menempuh perjalanan puluhan kilometer. Padahal kalo nonton konser, beda kota pun dijabanin. Ngenes ya!

Kenapa Ogah Ke Mesjid?

Cowok yang nggak shalat di mesjid saat adzan berkumandang itu pastinya punya alasan. Baik yang sengaja dibuat-buat atau tidak sengaja dibikin-bikin. Ada baiknya, kita coba ulik dulu alasan yang sering dipake biar nggak shalat di mesjid. Pertama, shalat di rumah sama aja kan. Emang sama. Kalo cuman dilihat dari gerakan dan rukun shalatnya aja. Tapi coba lihat keutamaannya. Ternyata, tak ada alasan bagi cowok untuk nggak shalat di mesjid. Nah lho! Diriwayatkan dari Abu Huroiroh, seorang lelaki buta datang kepada Rosululloh dan berkata,

“Wahai Rosululloh, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.”

Maka ia meminta keringanan kepada Rosululloh untuk tidak sholat berjama’ah dan agar diperbolehkan sholat di rumahnya. Kemudian Rosululloh memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu telah beranjak, Rosululloh memanggilnya lagi dan bertanya,

“Apakah kamu mendengar adzan?”, Ia menjawab, “Ya”, Rosululloh bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim).

Perhatikanlah, jika untuk orang buta saja yang tidak memiliki penunjuk jalan itu tidak ada rukhsoh (keringanan) baginya, maka untuk orang yang normal lebih tidak ada rukhsoh lagi baginya.” (Al Mughni karya Ibnu Qudamah). Kedua, tak ada waktu. Lagi sibuk. Memang nggak pernah ada waktu untuk shalat di mesjid kalo kita tak luangkan waktu. Panggilan adzan dari speaker mesjid atau aplikasi smartphone itu sebagai pengingat dari yang punya waktu. Bergegas memenuhi panggilannya, sama dengan tanda syukur kita.

Kalo kita melalaikanya, pake lama plus tapi, hati-hati bisa kufur nikmat lho. Seperti kisahnya Tsa’labah. Salah satu sahabat rasul yang saat miskin rajin shalat ke mesjid. Giliran jadi orang kaya, lupa ibadah saking sibuk ngurusin kekayaannya. Allah dan rasulnya pun marah. Kehidupannya jauh dari keberkahan. Mau kaya Tsa’labah?

Cowok Mesjid, Kerennya Bingid!

Allah dan Rasul-nya, cinta banget sama cowok yang shalatnya di mesjid. Mau bukti? Pelototin nih beberapa keutamaan shalat di mesjid! Pertama, yang rajin ke mesjid tanda imannya pol! “Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Surah At- Taubah ayat 18:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah-lah orangorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Kedua, yang rajin shalat di mesjid dapat ampunan dari Allah.

“Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berjalan untuk menunaikan shalat wajib yaitu dia melaksanakan shalat bersama manusia atau bersama jama’ah atau melaksanakan shalat di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”(HR. Muslim)

Ketiga, ditinggikan derajatnya dan dapat doa spesial dari malaikat.

“Shalat seseorang dalam jama’ah memiliki nilai lebih 20 sekian derajat daripada shalat seseorang di rumahnya, juga melebihi shalatnya di pasar”.

Oleh karena itu, jika salah seorang di antara mereka berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendatangi masjid, tidaklah mendorong melakukan hal ini selain untuk melaksanakan shalat; maka salah satu langkahnya akan meninggikan derajatnya, sedangkan langkah lainnya akan menghapuskan kesalahannya. Ganjaran ini semua diperoleh sampai dia memasuki masjid. Jika dia memasuki masjid, dia berarti dalam keadaan shalat selama dia menunggu shalat. Malaikat pun akan mendo’akan salah seorang di antara mereka selama dia berada di tempat dia shalat. Malaikat tersebut nantinya akan mengatakan:

Ya Allah, rahmatilah dia. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, terimalah taubatnya. Hal ini akan berlangsung selama dia tidak menyakiti orang lain (dengan perkataan atau perbuatannya) dan selama dia dalam keadaan tidak berhadats. ” (HR. Bukhari Muslim)

Driser, kalo hati seorang cowok udah klik banget dengan masjid ada aja alasan untuk pergi ke mesjid. Bukan untuk numpang istirahat sambil tiduran lho. Tapi memakmurkan mesjid dengan kegiatan dakwah, bantu bersih-bersih, tunaikan shalat sunnah, tilawah quran, atau diskusi seputar dakwah dan urusan umat. Asli keren banget. Mulia di hadapan manusia, juga sang pencipta. Kamu cowok, #AyoKeMesjid! [@hafidz341]

di muat di majalah drise edisi 53

BENERIN HIJABMU, YUK!

Majalahdrise.com – Driser, Fenomena hijab saat ini memang bak jamur dimusim hujan. Komunitas hijabers bermunculan dimana-mana. Hijabers ada juga yang kerap menyebutnya dengan jilbabers atau kerudungers. Jika mau bertanya ke paman Google, mungkin akan dengan mudah kita mendapatkan informasi ketika menulis keyword”hijab”. Jika dulu hijab hanya dipakai oleh anak pesantren, kini di setiap lapisan masyarakat dengan jenjang pendidikan berbeda, karier yang berbeda, kesemuanya menyemut pada satu komunitas”hijabers”.

Fenomena ini bukan tanpa sebab. Fashion adalah kata kuncinya. Hijab jadi fashion. Bisnis busana muslimpun menjadi lahan baru bagi industri fashion. Indonesia sendiri ditunjuk sebagai role model negeri Muslim yang mengusung mode dengan tema Islami. Saking seriusnnya nih, Perancis yang dikenal sebagai kiblat fashion dunia, beberapa waktu yang lalu merasa perlu membuat satu pegelaran fashion muslim dengan mengundang perancang ternama dunia untuk turut terlibat. Di Indonesia sendiri tahun lalu di adakan pameran Hijab fest di kota Bandung. Temanyapun berbeda dengan tema sebelumnya.

Tahun lalu Indonesia mengangkat tema Hijab bridal. Dan seperti acara-acara fashion pada umumnya, acara tersebut menampilkan sekitar 100 brand berbagai produk fashion hijab yang mengisi 86 stan pameran hijab Fest Indonesia. Brand-brand hijab ternama tanah air ada dalam pameran tersebut. Dan untuk melengkapi dunia fashion Muslim ini, program pemilihan semisal putri muslimahpun akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk menjaga agar brand hijab yang ada itu tetap everlasting. Dalam skala internasional, miss world Muslimah pun gak mau ketinggalan. Seolah ingin menyaingi acara miss world. Bedanya ada embel-embel muslimah.

Hijab itu wajib!

Perkembangan fashion semakin hari semakin berkembang pesat dengan beragam jenis dan model, tak terkecuali hijab. Dengan mudah akan kita jumpai berbagai macam model hijab. Kerudung aja macem-macem. Dari yang panjangnya selutut, sedada, bahkan cuma sampai leher dengan berbagai macam warna, motif, dan model yang bervariasi. Dari hijab trendy, sampai hijab syar’i. Driser, fenomena hijab ini tentu patut kita apresiasi. Namun kudu difahami juga nih bahwa hijab itu bukan fashion. Maka jadi aneh kalau buku masalah hijab, ditempatkan di rak fashion. Hijab itu hukum syara, Dear. So, memakainya pun gak boleh atas landasan fashion, tapi didasarkan bahwa itu adalah perintah Allah. Tanpa ada pemilihan putri Muslimahpun, hijab emang kudu. Tanpa ada pameran hijabpun, hijab emang wajib. Lantas, gimana hijab syar’I itu?

Syar’I itu simpel

Syar’i-nya Pakaian Muslimah di dalam Islam itu sebenarnya gak pakai ribet. Maka kudu kalian perhatikan juga nih gimana hijab yang syar’I itu. Kita ingetin lagi ya. Penutup aurat (hijab) perempuan itu terdiri dari :

pertama, jilbab. Apa itu jilbab? Dalam kitab kamus Al Mu’jamul Wasith, disebutkan jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh. Jilbab juga diartikan apa-apa yang dipakai wanita di atas baju-bajunya seperti milhafah (mantel/baju kurung). Senada dengan itu, menurut Syekh Rawwas Qal’ah Jie, jilbab adalah suatu baju yang longgar yang dipakai wanita di atas baju-bajunya (baju kerja/rumah.

Kedua, Kerudung, dalam Al Qur`an disebut dengan istilah “khumur” (plural dari khimaar) bukan dengan istilah ”jilbab” lho yaa. Kata “khumur” terdapat dalam firman Allah SWT (artinya),”Dan hendaklah mereka (para wanita) menutupkan kain kerudung ke dada mereka” (QS An Nuur [24] : 31). Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “khimaar” adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (Tafsir Ibnu Katsir, 4/227).

Ketiga, untuk menyempurnakan hijab syar’i-mu, kamu kudu memperhatikan beberapa hal yang bisa jadi luput dari perhatian. Inget ya, jilbab adalah pakaian yang dipakai di atas pakaian keseharian kita. Jadi, ketika keluar rumah nih, jilbab yang kita pakai berfungsi menutupi pakaian keseharian kita. Udah gitu, demi keamanan, kamu kudu juga nih nambahin aksesoris lain agar lebih terlindungi, Misalnya, ujung lengan jilbab kamu yang bisa aja melorot dan menampakkan aurat yang lebih dari pergelangan tangan. Siasati dengan lengan jilbab yang lebih aman, atau pakai asesoris tambahan seperti manset. Selain itu, kaos kaki adalah pelengkap hijab syar’i-mu. Kaki adalah aurat, jangan sepelekan. Lengkapi dengan kaos kaki ya. Kerudungan juga kudu rapih, jangan sampai jambulnya masih nongol. Hati-hati.

Ke-empat, perhatikan aspek tabarruj. Tabarruj itu didefinisikan oleh para ulama’ dengan berhias sehingga mengalihkan perhatian khalayak. Misal pakai kerudung, tapi wajah penuh polesan, memakai wewangian, sampai asesoris yang serba mencolok. Kudu hati-hati, jangan sampai jatuhnya ke tabarruj.

Kelima, perhatikan syarat dari kain yang kita pakai untuk menutup aurat. Jilbab dan kerudung kudu tebal dan gak transparan. Gak boleh menampakkan warna kulit. Selain itu, kudu longgar, gak ketat. Gak boleh menampakkan lekukan tubuh. Nah, gimana simple banget kan? Gak pake ribet. Syar’I itu simple. Buat Yang belum berhijab, yuks bersegera. Jangan tunggu nanti, karena mati gak menunggu nanti. [Juanmartin]

Ketika Aib Dikomersilkan

Majalahdrise.com – Pada zaman Nabi Musa ‘alaihis salam, bani Israel ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi Musa. Mereka berkata, “Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami”.Maka berangkatlah Musa AS bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh penuh debu, haus dan lapar.

Nabi Musa berdoa, “Ilaahi! Asqinaa ghaitsak…. Wansyur ‘alaina rahmatak… warhamnaa bil athfaal ar rudhdha’… wal bahaaim ar rutta’… wal masyaayikh ar rukka’…..” Setelah itu langit tetap saja terang benderang… matahari pun bersinar makin kemilau.

Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Illaahi … asqinaa….”Allah pun berfirman kepada Musa, “Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian…” Maka Musa pun berteriak di tengahtengah kaumnya, “Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun keluarlah ke hadapan kami, karena engkaulah hujan tak kunjung turun…”Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri. Maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia. Saat itu pula ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud.

Ia berkata dalam hatinya, “Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun.” Maka hatinya pun gundah gulana. Air matanya pun menetes, menyesali perbuatan maksiatnya. sambil berkata lirih, “Ya Allah… Aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun,selama itu pula Engkau menutupi ‘aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku…”Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun bermunculan.

semakin lama semakin tebal menghitam dan akhirnya turunlah hujan. Musa pun keheranan, “Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia.” Allah berfirman, “Aku menurunkan hujan kepada kalian oleh sebab hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun.” Musa berkata, “Ya Allah… Tunjukkan padaku hamba yang taat itu.” Allah berfirman, “Ya Musa, Aku tidak membuka ‘aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku, apakah Aku membuka ‘aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku?!”

………………

Driser, saat ini banyak tayangan entah itu reality show atau tayangan off air yang isinya justru mengungkap aib sendiri. Anehnya yang ngungkap aib sendiri malah nyantai aja. Aib kok dikomersilkan ya? Dalam kondisi sekarang, emang apa aja bisa jadi jualan tak terkecuali aib. Malah aib ini menjelma jadi berita yang punya daya ungkit tinggi buat naikin rating.

Jika Driser ngeliat satu reality show yang membuat naluri kepo penontonnya beringasan, saat itu justru yang punya program makin seneng. Gimana gak? Kepo penonton tuh modal terbesar buat ngembangin program. Anehnya juga, penonton malah keenakan kepoin aib orang. Coba Driser lihat, gimana jika aib malah jadi konsumsi media? Kasus rumah tangga seorang artis malah bisa menjadi salah satu ‘trending topic’, yang gak jelas sampai kapan akhirnya. Fitnah atau fakta sebenarnya gak penting, yang penting adalah gimana penonton bisa betah diajakin ngebahas aib orang.

Hm…sepertinya kita patut was-was dengan acara-acara kayak gini. Masyarakat kehilangan ukuran kebahagiaan hakikinya sehingga menjadikan materi sebagai satu-satunya nilai yang harus diperjuangkan. Jika aib bisa menghasilkan duit, sah-sah aja dijadiin bahan komersil. Aib sendiri yang harusnya di tutup, malah dengan bangga dikomersilkan. Driser, masalah ngungkapin aib ini udah dijelaskan dalam banyak dalil. Dalam satu Hadist Rasulullah bersabda :“Seluruh Ummatku akan diampuni dosa – dosanya kecuali orang – orang yang terang – terangan (berbuat dosa).

Di antara orang – orang yang terang – terangan berbuat dosa adalah seseorang yang pada waktu malam berbuat dosa, kemudian di waktu pagi ia menceritakan kepada manusia dosa yang dia lakukan semalam, padahal Allah telah menutupi aibnya. Ia berkata, “Wahai Fulan semalam aku berbuat ini dan itu.” Sebenarnya pada waktu malam Tuhannya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi justru pagi harinya ia membuka aibnya sendiri yang telah ditutupi Allah” (Muttafaq’alaih HR: Bukhari dan Muslim).

Kesimpulannya nih, Membuka aib sendiri gak boleh apalagi membuka aib orang lain. Tengok deh kisah jaman Nabi Musa di atas, Allaah telah menutupi aib hambaNya, maka janganlah mengumbarnya sendiri ke khalayak. Dan kalian, Gak usah kepo deh dengan aib orang apalagi terpancing dengan orang yang ngungkapin aibnya sendiri. Nggak penting dan buang waktu! Mending kepoin kondisi umat Islam dan aktif dakwah. Itu baru ajib, bukan aib. [Juanmartin]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 53

Love Generation

Menurut R. Graves dalam The Finding of Love, cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Ibaratnya kalo kita ngeliat mawar, nggak ambil pusing dengan durinya yang berbahaya, tapi justru lebih asyik merhatiin bunganya yang indah mempesona. Makanya, bagi orang yang lagi kasmaran, pepatah no bodies perfect sementara di-disabled. Karena dimatanya, pujaan hati selalu terlihat sempurna. Huhuy!

Dan remaja, paling seneng tuh lihat yang indah-indah. Terutama yang berkaitan dengan cinta-cintaan. Maklumlah, lagi puber. Makanya saban hari media nggak bosen ngasih tayangan maupun bahasan seputar cinta yang selalu dinanti kawula muda. Sialnya, justru ujung-ujungnya melahirkan remaja pemuja cinta yang sehari-harinya ngurusin percintaan. Kaya nggak ada hal produktif lain yang bisa dikerjain. Seperti apa bahasan lengkapnya? Dan bagaimana solusinya? Temukan jawabannya di majalah drise edisi Februari, LOVE GENERATION!

Selain bahasan utama yang menarik, simak rubrik lain yang nggak kalah asyiknya.
– Buat remaji yang doyan selfie, wajib baca rubrik Female Corner yang membahas tekanan visual dunia virtual.
– Buat remaja yang doyan nongkrong, jangan ketinggalan juga bahasan kebiaasan anak cowok yang bikin bete kaum hawa. catcalling!
– Ada obrolan menarik dengan salah satu ustadz sekaligus inspirator yang doyan ngomongin cinta. Siapa dia? cek di rubrik interview ya!
– Rubrik writepreneur kali ini ngasih suasana baru dengan penulis baru. Masa yang dibahas Menulis dan Kera Sakti. Emang ada hubungannya?
– Yang ngikutin EPIK HEKA dari episode pertama, wajib baca edisi ini. Ada sesuatu!
– Oh ya hampir lupa, masih ingat pengalaman mbak Fira di rubrik kabar dari luar, akhir tulisannya di edisi ini ya.
– Terakhir, rubrik media watch yang selalu seru membahas tema yang lagi tren tapi bukan HOAX nggak boleh terlewat.

Sebenernya, masih ada bahasan rubrik lain yang pastinya seru, unik, dan inspiratif. Ada jejak digital, rekomended buku dakwah, sejarah VD, konsultasi psikologi, kisah sahabat perindu syurga, atau gedung tertinggi di dunia. Dan satu lagi, cerpen islami di rubrik monogatari kali ini yang bahas tentang cinta islami, keren banget. asli.

Nah, buat kamu yang udah mupeng pengen segera dapetin Majalah Drise Edisi Februari, segera kontak para pengedar terdekat di kotamu. Pengedar drise ya, bukan yang lain. Nggak usah kirim pesan WA ke 085814771511 kecuali mau pesan, jadi agen drise, atau tanya keberadaan para pengedar drise. Dan jangan gigit jari kalo kehabisan kaya edisi-edisi sebelumnya yang laris manis. Happy reading ya….! [@Hafidz341]

Sila share jika info ini bermanfaat…