The Beauty of Hijrah Beery al Fatah Manoch (Vocalist Band St. Loco)

Majalahdrise.com – St. Loco, band dengan personil beragama  Nashrani kini kedatangan “anggota baru”.  Emang penting gitu? Ya penting banget.  Soalnya, anggota baru itu justru sang vokalis,  Beery Manoch yang mendapat hidayah dan  memutuskan untuk mengucapkan dua  kalimat syahadat. Syah! Kini namanya  menjadi Mohammad Beery Al Fatah.  Yuk  simak obrolannya untuk majalah drise.

Apa yang membuat bang Beery tertarik  mengkaji Islam lebih dalam?

Saya ingin menjadi lebih baik lagi. Saya ingin  menjalani kehidupan yang benar di mata  Allah. Saya ingin memiliki pondasi dasar yang  kuat sampai waktunya saya dipanggil nanti,  mudah-mudahan saya mendapat tempat  yang nyaman di jannah nanti.

Siapa yang pertama kali memberi  inspirasi?

Sebetulnya sih dari temen-temen sekeliling.  Masih dari temen-temen seprofesi juga,  cuman awal-awalnya banget dari sahabat  saya Esa. Dari dialah saya mulai bertanya-tanya lagi, saya mulai mendapatkan sahabat-sahabat baru lagi, juga saya dibimbing sama  keluarga dari saudara saya, karena memang  ada yang mualaf juga. Jadi yang pertama-tama itu memang sosok sahabat itu yang  menginspirasi pertama kali, dan terus saya  belajar dan pada akhirnya juga  dipertemukan dengan sosok Ustadz Fatih  Karim. Saya merasa Allah selalu ngasih saya  jalan untuk selalu membimbing saya dalam  menjalani banyak hal

Tanggapan terhadap sosok Ustadz Fatih  Karim sendiri gimana?

Terus terang saya kagum dengan sosok  Ustadz Fatih Karim, karena saya jadi nggak  merasa canggung. Saya bebas  mengekspresikan pertanyaan saya. Seperti  ada sosok abang, dan itu sangat berarti sekali  buat saya. Selama ini kita tahu bahwa dunia  keartisan itu kan jauh dari agama.

Bagaimana tanggapan Bang Beery yang  merupakan pelaku dari dunia itu? Atau  apakah memang benar seperti itu?

Dunia keartisan itu memang bebas  mengekspresikan segala sesuatu dengan  sebebas-bebasnya ya, cuman sebenernya sih  nggak juga, tetapi itu balik lagi ke individunya  masing-masing. Selama dia bisa mengontrol  dirinya dengan baik, selama dia bisa menjaga  keseimbangan antara kerjaan, kesenangan,  dan ibadah, justru kalau menurut saya itu  bisa menjadi sebuah inspirasi yang positif ya.

Bahkan kita bisa secara langsung mengajak  publik, lingkungan kita, adik-adik kita, untuk berbuat secara positif. Saya  juga kan suka main instagram,  saya suka posting quote-quote yang berbau dakwah,  ngajak solat, dan lainnya, dan  itu ternyata cukup banyak  diikutin tanpa saya sangka-sangka. Hanya saja memang  dunia keartisan itu memang  rentan, banyak godaan,  terlebih lagi buat remaja yang  masih mencari jati diri.

Sekarang ini kan kondisi remaja Islam itu  sangat memprihatinkan, bahkan bisa  dibilang kebanyakan dari mereka justru  alergi dengan Islam. Tanggapan bang  Beery bagaimana?

Sebetulnya situasi jadi memprihatinkan  karena kemajuan jaman era teknologi yang  tidak diimbangi kesadaran nurani dengan  pemahaman akhlak yang baik. Hal ini  mungkin disebabkan karena faktor pengaruh  lingkungan, kebiasaan hidup, perilaku  kenakalan yang menyimpang dan  sebagainya. Sesuatu yang negatif seperti life  style malah bisa jadi prestasi yang  membanggakan. Sebetulnya kebebasan tidak  jadi masalah selama perbuatannya masih  dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

Berarti bisa disimpulkan bahwa  remaja  Islam sekarang juga kurang dari sisi  keteladanan bang?

Jadi kadang pemikiran terbuka tidak  diimbangi dengan kesadaran hati yang  bersih.

Apakah bang Beery sepakat bahwa hati  dan kesadaran akhlak sebagai benteng  bagi remaja harus didapat dengan  mengkaji Islam dan mengamalkannya ya  mas?

Betul… itu seharusnya bisa jadi dasar fondasi  kuat supaya tidak menjadi korban jaman,  tapi tetap bisa menjadi seorang moderat  dengan budi pekerti yang baik. Yang penting  semua remaja sekarang memiliki kesadaran  yang berasal dari nurani mereka sendiri.  Karena sebuah kesadaran nurani bukanlah  sebuah hal yang bisa diajarkan. Mungkin  bisa diarahkan tapi semua itu bisa terjadi  kalau berasal dari hati kita sendiri dalam  memahami semua kebaikan yang  terkandung dalam Islam itu sendiri. Mungkin  pekerjaan rumah terbesar kita saat ini  adalah untuk menjadi jembatan yang terbaik  supaya mereka bisa nyaman mendalami  pemahaman tersebut tanpa ada rasa  sebagai sebuah keterpaksaan dalam  menelaah hal itu.

di muat di majalah remaja islam drise edisi 50

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.