Majalahdrise.com – Macam Macam Ojek Online “Udah hujan, becek, gak ada ojek..”! gerutu Cinta Laura pas musim hujan tiba. Jadwal dah mepet, jalanan macet, udah gitu hujan lagi. Lengkap sudah penderitaan yang sering dialami penduduk ibukota seperti Cinta Laura. Tapi itu duluu… Sekarang, udah era digital. Informasi ada dalam genggaman tangan. Seolah menjawab masalah kemacetan dan minimnya moda (jenis) transportasi yang gampang dicari, hadirlah layanan ojek online. Di mana saja, kapan saja, tukang ojek bisa dipanggil dan antar kita ke tempat tujuan. Tinggal pesan via aplikasi mobile. Cepat, mudah, murah. Mantabs!
Berbagai Jenis Layanan ‘Jemput Bola‘
Ketinggalan jaman kalo hari gini jalanin bisnis tunggu konsumen datang. Lantaran persaingan bisnis semakin ketat. Saatnya cari terobosan biar usaha selalu ada pemasukan. Salah satunya dengan layanan menjemput bola. Para pengusaha berlomba-lomba mendatangi konsumen. Nggak nunggu order datang, tapi dijemput. Apalagi dengan bantuan aplikasi gadget, layanan jemput bola makin oke punya. Jadi lebih joss omzetnya. Berikut beberapa layanan ‘jemput bola’ berbasis aplikasi.
TRASPORTASI
a.Go-jek
Perusahaan ojek online bernama PT Go-Jek Indonesia ini sudah didirikan sejak 2010 di Jakarta. Saat ini, CEO dijabat oleh Nadiem Makarim, pemuda Indonesia jebolan Harvard Business School, Universitas Harvard, Amerika Serikat. Go-Jek menawarkan layanan transportasi ojek, kirim makanan dan, atau kurir dengan tarif berbasis kilometer yang terjangkau. Sejauh ini perusahaan lokal ini memiliki 10.000 mitra pengendara ojek. Semua pengendara itu tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali dan Makassar.
- Grabtaxi
Layanan pesan taksi asal Malaysia ini mulai masuk ke Indonesia sejak Juni 2014. Dalam operasinya, GrabTaxi menggandeng beberapa mitra sopir dan perusahaan taksi yang sudah beroperasi di Jakarta dan sekitarnya.
- Ojek syari
Didirikan oleh dua mahasiswa asal Surabaya Evilita Adriani dan Reza Zamir, ojek syar’i merupakan layanan ojek berbasis aplikasi di ponsel pintar Android. Ojek Syar’i merupakan layanan ojek yang dikendarai perempuan dan konsumennya adalah perempuan muslim.
- Bajaj
App Ini merupakan aplikasi layanan transportasi baru yang hadir di Jakarta. Bajaj App lahir berkat inisiasi dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta. Bajaj App menawarkan konsep sama dengan layanan pemesanan angkutan transportasi online lainnya. Calon penumpang bisa memesan bajaj biru berbahan bakar gas (BBG) melalui aplikasi tersebut.
Ekspedisi(jasa antar barang)
a.Go-Box
GO-JEK menambahkan aplikasi baru pada layanan antar jemputnya yang diberinama GO-BOX, untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam jasa layanan angkut dan antar barang dalam jumlah yang lebih besar.
- Wheel Line Jakarta
Adalah layanan personal kurir. Menangani pengiriman barang dengan motor Soopy. Resminya sudah beroperasi sejak tahun 2012 lalu. Layanan pengiriman barang ini dari sistem cargo delivery box, motor box, cooler box, sampai barang yang bisa dibawah dengan ransel.
- Handy Mantis Jakarta
Handy Mantis adalah layanan pengambilan barang. Layanan pengiriman barang ditangani oleh motor, pengambilan barang oleh kurir dari toko online bisa diantar ke rumah pada hari yang sama. Uniknya, ada layanan jasa antri misalnya malas antri di bioskop bisa meminta jasa mereka mengantikan anda.
Pesan Belanja
- Kulineran.com Kulineran.com merupakan bisnis pengiriman makanan khas Yogyakarta yang digagas oleh Ferry Wiharsasto dan Mariana Ros Afianti. Bisnis yang mulai dijalankan sejak 4 Maret 2014 ini awalnya dibentuk karena banyak sekali tempat-tempat kuliner di Yogyakarta yang belum menyediakan layanan pesan antar. Hal ini kemudian memunculkan ide segar untuk membuka bisnis layanan antar khusus makanan dan oleh-oleh khas Yogyakarta.
- Go-Mart Go-Mart, sebuah layanan yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang seperti kebutuhan sehari-hari melalui smartphone mereka. Go-Mart menyediakan sekitar 25.000 produk yang siap dipesan dari 20 lebih toko di seluruh Jabodetabek, termasuk minimarket, supermarket, dan toko alat tulis.
Growing or Dying! Beberapa layanan jemput bola di atas menunjukkan bahwa layanan bisnis harus terus berkembang ngikutin perkembangan zaman. Kalo tetap bertahan dengan cara jualan yang minim inovasi, siap-siaplah tersingkir. Seperti yang dialami Nokia yang keluar dari gelanggang persaingan produsen gadget dunia dan setuju diakuisisi Microsoft. CEO Nokia, Jorma Ollila mengatakan sebuah kalimat terakhir: “Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah.” Nokia memang perusahaan yang keren abis. Tumbangnya Nokia bukan karena telah melakukan kesalahan, tapi dunia berubah terlampau cepat. Nokia pun terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan perubahan, hingga akhirnya kehilangan kesempatan! Nokia bukan saja melewatkan kesempatan untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga kesempatan untuk bertahan hidup.
Drise, acungi jempol untuk para pengusaha pemula yang komitmen menggandeng teknologi demi meningkatkan layanan pada pembeli. Growing or dying! [@Hafidz341]
di muat di majalah remaja islam drise edisi 45