Majalahdrise.com – Jangan salah arti, muka tua disini adalah REMAJA BER MUTU DAN KUA LITAS TINGGI ,hehe Padahal aku masih U-17 loh!! Jikalau kaum barat memberikan kebebasan memilih kasarnya sih, me-liarkan anak remajanya di usia yang ke 17, semestinya kita remaja ber-muka tua harus berfikir ulang dengan adat buruk pihak barat ini.
Berpikir, bro… berpikir. Karena berpikir itu tanda orang beriman. Seperti yang ditulis oleh As-Syeikh Taqiyuddin an-nabhani RahimahuAllah dalam kitabnya Nidzomul Islam “orang yang beriman adalah orang yang berfikir”. Jadi, ga ada lagi nih alesan yang ter-cuap “aduh kan aku belum tau hukumnya”. Padahal kan sudah jelas, kebebasan liar ala Barat alias wild life yang menginternalisasi dalam kehidupan remaja barat telah membawa ‘bad benefit’ dalam bumi ini. Kenapa aku bilang masih ada benefitnya? Ia jelas aja ada, karena di dalam kebebasan itu diselipkan kenikmatan duniawi. Tapi ingat kenikmatan sesaat yang sesat. Pada gilirannya berujung pada penderitaan yang panjang. Bagaimana tidak panjang, dari dunia hingga akhirat, lho!
Kita juga harus berpikir untuk melawan ide-ide liberal yang rusak. Lihat saja ide LGBT yang saat ini marak dikampanyekan orang-orang liberal. Kita nih , para pemuda, Islam, disuruh nerima, LGBT itu fitrah manusiawi. Padahal jelas prilaku LGBT , prilaku lebih rendah dari binatang yang diharamkan Islam. Buktinya hewan saja tidak ada tuh yang kita dengan suka sama sejenis. Belum lagi rencanya membangun Disneyland di sebuah kota di Indonesia ini. Wahana yang isinya tentu saja hanya hura-hura, mengumbar sex and fun. Ya Salaaaam, kita remaja bermuka tua harus berifikir kritis itu semua adalah senjata barat untuk membuai para agent of changes dengan hal-hal duniawi. Perlu ‘Berwajah Tua” Walhasil, para remaja berwajah tua, bermutu dan berkualitas tinggi. Merekalah pemuda pemudi yang sholih dan sholihah yang selalu dalam menentang kebatilan!
Di masa mudanya ini dia mencari petunjuk untuk memahami ideologi yang benar, ia menjadi remaja yang cemerlang agar memiliki solusi yang ideal untuk merontokkan kebijakan kapitalisme. Ia juga mampu terbang tinggi melihat fakta saat ini sehingga ia tidak tersibukkan dengan hal-hal sepele anak remaja yang sekedar cinta ekhem. Ditambah lagi tumpuan remaja bermuka tua itu adalah aqidah yang mantap sehingga akan istiqomah dan bersandar pada kaidah yang tetap. Lah gimana gak mantap orang dia rajin pemantapan di kajian-kajian intensif Islam..
Lagi-lagi gerakan remaja bermuka tua ini terarah dia sibuk mengkaji islam dan mengikat ilmu tersebut di otaknya lalu menabur ilmunya untuk ummat. Mereka selalu cekatan memastikan opini dakwah tersebar sehingga remaja menjadi solutif dalam menyikapi problem saat ini. Misi Hidup Dunia Akhirat Bro, berwajah tua, artinya kita kudu sadar misi hidup kita dunia akhir. Yaps, misi hidupnya gak lain gak bukan yaitu menjadi remaja ber muka tua yang ditinggikan derajatnya oleh Allah.
Seperti yang dikatakan oleh syeikh taqiyuddin an nabhani rahimahullah “hanya ada dua macam orang yang di tinggikan derajatnya yaitu orang yang ber iman dan berilmu”. Makanya remaja bermuka tua kudu sibuk menuntut ilmu agama sebagai bekal menangkan ilmu-ilmu dunia yang kebanyakan materi nya sudah di racuni oleh para ilmuan kufur Bermuka tua berarti menjadikan pola hidupnya berlandaskan hukum syara’, baik diam nya, pekerjaannya, ucapannya. Dakwah, tentu menjadi aktifitas utamanya.
Berjuang terus untuk meneruskan kehidupan dunia islam. Ayo guys, sadari dan bangkit jangan ter blokade pada kekurangan yang kita miliki, yakinlah kamu punya potensi, jika kamu pernah merasa use-less di kelas, di antara teman-teman lain atau di keluarga hmm itu salah besar! Itu hanyalah ruang lingkup kecil, tapi berjuta-juta ummat membutuhkan penyadaran dengan ideologi islam mu. Takbir!!![]
di muat di majalah remaja islam drise edisi 51