Makan Sehat Ala Rasul

Makan Sehat Ala Rasul Salah satu faktor yang sering bikin badan kita sakit adalah konsumsi makanan. Gitu kada paramedis dan para herbalis. Soalnya, sakit itu kan gejala adanya something error dalam tubuh kita. Error dalam tubuh bisa jadi lantaran makanan kita nggak sehat meski halal. Makanya Islam menganjurkan kalo makan itu cari yang halal dan thoyyib. Biar badan sehat bin josh. Mau tahu caranya? Yuk simak perilaku makan sehat ala rasul berikut.

Prinsip pertama makanan dan minuman harus halal dan thoyib (baik). Selain masuk kategori halal, maka makanan dan minuman kaum muslimin harus bersih dan mengandung kandungan gizi yang cukup.

Prinsip kedua seimbang, sederhana dan tak berlebihan. Rasulullah mengajarkan untuk makan tidak terlalu kenyang. Lambung cukup di isis dengan 1/3 makanan. 2/3nya untuk minuman dan udara.

Rasulullah melarang untuk makan lagi sesudah kenyang. “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelummerasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim).

Suatu hari, di masa setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “Apa yang membuatmu menangis, wahai Bunda?” tanya para sahabat. Aisyah ra lalu menjawab, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.” Dan penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang tergoda untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa Anda sudah kenyang.

Makan Sehat Ala Rasul

Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air liur dan pencernaan. Rasul bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam, karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir dalam mengonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra, “Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!”

Menu harian Rasulullah

Lepas dari subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur’an, kata “syifa”/kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu. Madu berfungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir, peradangan, serta menyembuhkan luka bakar.

Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma “ajwa”/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh butir kurma!

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan kurma, kemudian sholat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu sudah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, beliau selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

Rasulullah saw nggak sembarangan makan, tapi ada aturan mainnya. Sebab setinggi apa pun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam mengkonsumsi. Makanlah dengan sikap duduk yang baik yaitu tegap dan tidak menyandar, karena hal itu lebih baik bagi lambung, sehingga makanan akan turun dengan sempurna. Prinsip ketiga biasakan berpuasa. Selainuntuk meraih ketaqwaan, puasa akan membawa kita pada kesehatan yang sangat luar biasa. Saluran pencernaan manusia tempat menampung dan mencerna makanan, merupakan organ dalam yang terbesar dan terberat di dalam tubuh manusia. Sistem pencernaan tersebut tidak berhenti bekerja selama 24 jam dalam sehari. Puasa memberikan istirahat fisiologis menyeluruh bagi sistem pencernaan dan sistem syaraf pusat, menormalisasi metabolisme tubuh, menurunkan kadar gula darah, mengikis lipid “jahat” (cholesterol), detoksifikasi (membuang racun dari tubuh), dan lain sebagainya.

Terakhir, diajarkan juga kepada kita agar senantiasa berdo’a baik sebelum maupun sesudah makan.

Driser, Islam nggak seperti agama laen yang menghalalkan banyak makanan yang penting enak dilidah. Konsep halalan thoyiban dalam Islam justru menjaga umatnya dari serangan penyakit yang masuk akibat makan semaunya. Mari jaga pola makan dan asupan makanan agar badan kita kuat dan sehat. Yuk! [341]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38

BIKIN LEADING YANG MENGGODA

drise-online.com – Salam kreatif, D’Riser semuanya…. To the point aja, ya. Kita mo lanjut ngebahas tahapan saat menulis, sekaligus nerusin jurus ampuh menumpas virus write’s block. Pada edisi sebelumnya, kita dah ngebahas soal nentuin judul. Nah, dalam edisi D’Rise yang sedang D’Riser baca ini, kita mo ngulik soal leading, intro atau bahasa mudahnya adalah kalimat pembuka dalam sebuah tulisan.

Dalam proses menulis, kalimat pertama dalam paragraf pembuka harus kita bikin semenarik mungkin. Kalo gak menarik, mana mau orang membaca tulisan kita, ya, gak? Kalo boleh diibaratkan, judul yang kita bahas di edisi yang lalu, layaknya etalase sebuah toko maka kalimat pembuka yang kita bahas sekarang seperti layaknya sebuah pintu. Sebuah pintu untuk memasuki toko yang kita kelola. So, disinilah pentingnya kita bikin leading yang menggoda alias membuat kalimat pembuka yang menarik orang untuk terus membaca tulisan kita. Lanjut, ya….BIKIN LEADING YANG MENGGODA - DRISE-ONLINE.COM

Sebagai contoh, saya pernah membaca leading yang menarik dalam novelet Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman el-Shirazy, kalimat pembukanya sungguh bagus untuk memikat hati pembacanya. Kang Abik membuka kisahannya dengan sebuah pertanyaan retoris, coba simak, deh?

Ini nikmat ataukah azab?

Sebulan setelah kepulanganku dari Mesir, aku dipaksa menikah oleh Ibuku.

Nah, lho, kira-kira tokoh protagonisnya ngejawab apa, ya? Sama kek kita, kalo kita dikasi pertanyaan yang sama, pasti jadi dilema juga, ya? Nikmat atau azab? Kalo jodoh yang dipaksakan itu sesuai dengan selera dan idealita kita, tentu hal itu merupakan kenikmatan. Namun, kalo sebaliknya, walah…, bisa jadi malah mendatangkan azab.

Nah, dalam noveletnya itu, Kang Abik berhasil memainkan imajinasi sekaligus membetot-betot emosi para pembacanya dengan keluh kesah tokoh protagonisnya hingga klimaksnya, Kang Abik berhasil menghadirkan sebuah ending yang menyentuh dan mengharukan, sebuah katarsis untuk para pembacanya! Penulis memberi jawaban tuntas atas pertanyaaan tadi, nikmat ataukah azab? Di sinilah, kita dapat melihat sebuah karya yang bagus dimulai dari leading yang bagus pula.

Trus…, saya juga mo ngasi contoh laen, masih soal leading yang menggoda juga. Sebuah kalimat pembuka yang mencuri perhatian, sekaligus mengusik keingintahuan kita sebagai pembaca. Simak, deh…

The simplest way to describe Sukarno is to say that he is a great lover. He loves his country, he loves his people, he loves women, he loves art, and, best of all, he loves himself.

Menarik, ya? Leading tadi saya kutip dari paragraf pertama buku Sukarno An Autobiography as told to Cindy Adams yang diterbitkan oleh The Bobbs Merrill Company, Inc. di Amrik taon 1965.

Kalimat pembuka dari buku yang dinilai oleh para sejarawan sebagai literatur paling otoritatif tentang sosok Bung Karno ini sungguh memikat. Bagaimana tidak, kalimat pembukanya sudah langsung mengajak para pembaca untuk mengenal secara dekat dengan founding father negeri ini. Kita diajak untuk langsung mengetahui bahwa Si Bung Besar adalah seorang maha-pencinta, ia mencintai negaranya, ia mencintai rakyatnya, ia mencintai wanita, ia mencintai seni, dan lebih daripada itu, Sukarno mencintai dirinya sendiri! Nah, lho! Menurut pengakuannya sendiri, ternyata presiden pertama Negeri Si Komo ini adalah seorang narsis! Sukarno loves himself.

Nah, leading dari buku autobiografinya Sukarno tadi secara kebahasaan emang menarik, mencuri perhatian, sekaligus menggoda. Secara bahasa, kalimat pembukanya tadi berhasil menarik perhatian para pembacanya untuk meneruskan bacaannya. Para pembaca akan terus bertanya-tanya; Emang ada apa dengan Si Bung? Emang kenapa kalo doi narsis? etc….

Ringkasnya, kalimat pembuka dalam sebuah tulisan harus dapat menarik perhatian, mencuri hati sekaligus menggoda para pembacanya untuk terus membaca tulisan kita. Para pembaca dibuat terus penasaran dengan kalimat demi kalimat yang kita rangkai….hingga tuntas dalam ending, epilog atau penutup tulisan. Percaya, deh, sebuah tulisan yang menarik selalu berawal dari leading yang menarik.

Nah, agar kita dapat mengawali tulisan dengan baik sekaligus memicu ketertarikan para pembaca akan tulisan-tulisan kita, berlatihlah dengan banyak membaca karya para pengarang beken, penyair terkenal ataupun sastrawan yang sudah malang melintang di jagat kepenulisan.

Selain itu, kita juga kudu rajin baca plus merhatiin berita-berita di koran, radio ataupun tv karena bahasa yang dipake media berita, biasanya lugas dan to the point untuk menarik perhatian pemirsa. Selanjutnya, berlatihlah terus untuk menghasilkan karya terbaik!

So, kalo kita dah biasa baca en merhatiin karya-karya besar para pesohor jagat kepenulisan tadi, plus menjaring style reporter berita dalam menarik perhatian para pemirsanya, kita pasti dapat belajar banyak dari mereka, kita pun gakan kaku untuk memulai leading tulisan dengan baik, sekaligus menumpas write’s block yang ”konon dan katanya” jadi hantu bagi para pemula itu.

Ok, deh, di edisi y.a.d, kita lanjut sama tahapan ketiga saat menulis, yaitu pembahasan. Jangan lupa, cegat di edisi berikutnya…. see you, next time!

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#37

 

Sekolah Termahal

drise-online.com – Mendapatkan pendidikan yang terbaik dan belajar di sekolah terfavorit dengan fasilitas Sekolah Termahal - DRISE-ONLINE.COMterlengkap, pastinya jadi idaman setiap insan dong. Apalagi buat para remaja yang ingin menggali potensi diri sedalam-dalamnya, tentu pendidikan menjadi super penting. Sayangnya, di zaman kapitalis seperti sekarang ini, pendidikan yang berkualitas nggak bisa dinikmati oleh semua orang, karena harganya yang muahaall! Dalam dunia kapitalis dikenal slogan “There’s no such thing as a free lunch” artinya, nggak ada itu yang namanya makan siang gratis, apalagi sekolah gratis bro… ngimpii..!

Pendidikan dalam ideologi kapitalisme dianggap sebagai komoditas ekonomi, sehingga negara tidak boleh ikut campur terhadap operasional pelaksanaan pendidikan. Bahkan negara berlepas tangan dan membiarkan lembaga-lembaga pendidikan untuk membiayai segala kegiatan operasionalnya. Walhasil, biaya-biaya pendidikan pun dibebankan kepada rakyat. Makanya, semakin bermutu suatu sekolah dan semakin lengkap fasilitasnya, maka biayanya pun semakin mahal!

Di Indonesia, sekolah yang dikenal mematok biaya paling mahal adalah SMA Pelita Harapan Lippo Cikarang. Biaya sekolah yang didirikan tahun 1995 dibanderol sekitar US$ 9.000 per tahun, atau sekitar 100 juta rupiah! Peringkat kedua disusul oleh SMA Dwiwarna (Boarding School) di Bogor, dengan uang pangkal Rp 44.000.000 dan uang SPP-nya Rp 5.000.000 per bulan. Sekolah termahal ketiga adalah SMA Ciputra Surabaya, yang membanderol biaya sekolah sebesar Rp 40.000.000 dan SPP Rp 4.000.000 per bulan. Sementara itu kampus termahal di Indonesia diantaranya President University (Cikarang, Jawa Barat) dan Swiss German University (Tangerang, Banten), dengan rata-rata biaya per semester 25 juta rupiah, serta Universitas Pelita Harapan (Tangerang, Banten) dengan rata-rata biaya 9 – 15 juta rupiah tiap semester. Itu data tahun lalu, sekarang mungkin lebih mahal. Walah walah..

Di luar negeri, biaya pendidikan malah lebih gila lagi sob. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh National Association of Independent Schools di Amerika Serikat (AS), biaya rata-rata pendidikan anak di sekolah swasta mahal di AS adalah sekitar US$ 45.000 (Rp 500 juta)! Sementara itu Huffington Post melaporkan biaya tahunan untuk day school — sekolah reguler tanpa asrama — adalah sekitar US$ 20.000 (Rp. 220 juta). Lebih fantastis lagi biaya sekolah per tahun di Institut Le Rosey di Swiss yang mencapai US$ 99.566 (Rp 1 milyar).

Sedangkan menurut penelitian HSBC Group (lembaga jasa keuangan dan perbankan asal Hong Kong) tahun 2013, negara dengan biaya sekolah paling mahal bagi siswa internasional adalah Australia. Di negeri kanguru tersebut biaya sekolah rata-rata per tahun plus biaya hidup mencapai US$ 38,516 (Rp. 424 juta). Amerika serikat menempati urutan kedua termahal dengan biaya tahunan mencapai US$ 35,705 (Rp. 393 juta), disusul oleh Inggris, Uni Emirat Arab, Kanada, Singapura dan Hongkong, dengan biaya tahunan lebih dari 250 juta rupiah. Mahalnya….

Driser, sekolah termahal cuman ada di negara yang diatur oleh sistem pemerintahan kapitalis sekuler. Kalo di dalam negara Islam, kekhilafahan bakal menggratiskan biaya pendidikan yang ditunjang dengan sarana dan prasaran lengkap bin komplit. Nggak heran kalo sistem pendidikan Islam mampu melahirkan banyak ilmuwan jempolan yang mengguncang dunia. Mantabs! [Ishaak]

 

(BOX) Biaya Pendidikan ditanggung Negara!

Ketika terjadi perang Badar, kaum Muslimin berhasil mengalahkan pasukan Quraisy, bahkan menawan sekitar 70 orang dari pasukan musuh. Rasulullah SAW kemudian memutuskan untuk membebaskan para tawanan tersebut dengan tebusan 1000 – 4000 dirham. Menariknya, beberapa tawanan yang tidak mampu membayar tebusan, tapi bisa baca-tulis, diperintahkan untuk mengajari 10 orang anak Madinah sebagai tebusan dirinya. Diantara yang diajari baca tulis oleh tawanan perang adalah Zaid bin Tsabit RA. Padahal, barang tebusan adalah hak Baitul Mal (Kas Negara), dengan kata lain, Rasulullah SAW menggunakan aset Baitul Mal untuk pendidikan anak-anak Madinah. Apa yang Rasul lakukan selaku kepala negara dalam soal pendidikan menunjukkan bahwa biaya pendidikan ditanggung oleh negara. Bukan dibebankan ama rakyat. Catat!

Hal ini juga ditegaskan dengan ijma’ shahabat, yaitu persetujuan atas kebijakan Khalifah Umar R
A dan Utsman RA yang memberikan gaji kepada para guru, muazin, dan imam shalat jamaah. Khalifah Umar memberikan gaji tersebut dari Baitul Mal yang berasal dari jizyah, kharaj (pajak tanah), dan usyur (pungutan atas harta non-Muslim yang melintasi tapal batas negara).[]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37

Dunia Bening (Sebuah iftitah Perlawanan)

Judul                : Dunia Bening

Penulis             : Juan MartinBuku Dunia Bening penulis Juan Martin DRISE-ONLINE.COM

Penerbit          : Kutlah Media

Harga              : Rp.30.000
drise-online.com – DRISEr, terutama kamu pecinta bacaan fiksi, di Recommended kali ini kita mengulas salah satu novel apik yang berjudul “Dunia Bening” karya Juan Martin. Eit, jangan salah ya. Walaupun nama ‘Juan Martin’ ini rada kelaki-lakian tapi beliau asli akhwat tulen yo. Nah, makin penasaran kan dengan karyanya. Simak deh novel yang bercerita tentang kisah anak manusia bernama Bening dan Petir kakaknya. Dari nama tokoh utamanya aja udah keren dan antik. Pasti jalan ceritanya seru nih.

Menjadi terkenal selalu menjadi dayatarik tersendiri dikalangan remaja. Namun, apa jadinya jika kekecewaan terhadap keluarga malah menjadikan seseorang sama sekali nggak pengen populer. Kesibukan kedua orangtua Bening menjadikan komunikasi antara ortu dan anak selangka cagar budaya. Cuman pelengkap aja kalo mereka tinggal satu atap. Hasilnya, tumbuh kekecewaan pada diri Bening sekaligus memunculkan jiwa pemberontakan pada Kakaknya, Petir.

Kekecewaan yang dialami Bening dan Petir mengantarkan keduanya pada berbagai Tanya mengenai konsep hidup dan ketuhanan. Bening disibukkan dengan berbagai Tanya mengenai segala apa yang ditakdirkan padanya, juga pada keluarganya.

Petir, Kakak Bening lebih banyak menghabiskan waktu dengan kaum “papah” sebagai manifestasi atas dogma pemikiran yang Ia dapatkan dari hasil diskusinya bersama teman-temannya di kalangan Mahasiswa pecinta alam. Doktrin pemikiran dialektika materialisme yang didapat akhirnya harus menyerah pada realita pahit.

Novel ini menitikberatkan pada jawaban atas Tanya yang ada pada Bening dan Petir. Pertanyaan yang juga banyak dilontarkan oleh mereka yang begitu apatis dengan sistem yang ada saat ini. Sebagian pertanyaan tersebut berkutat pada masalah takdir, kiritk ringan ala mahasiswa terhadap sistem pendidikan kapitalis, perbandingan ideologi hingga gaya hidup instan dan ketenaran singkat. Dini, satu-satunya sahabat Bening sekaligus satu-satunya orang yang dapat memasuki dunia Bening yang kaku,dengan karakter Dini yang kocak dan tomboy.

Petir pun menemukan muara diskusinya pada Rafa, anak DKM. Mereka dipertemukan pada beberapa dialog lintas pergerakan yang kerap mereka lakukan. Rafa pula yang akhirnya mempertemukan Petir dengan calon istrinya, Alya. Nah, bagaimanakah kisah lanjutannya? Konflik di dalamnya berliku dan ‘nonjok’ banget buat kamu yang haus pencarian jati diri.

Novel Dunia Bening adalah miniatur kehidupan yang terjadi saat ini. Membacanya akan memberikan pengalaman menarik. Novel ini berwajah sastra nge-pop, bercita rasa ideologis, menggelitik untuk kehidupan ala remaja. Selamat membaca! [Disusun oleh: Alga Biru & Juan Martin]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37