Nelepon Makin Sip dengan VOIP

Majalahdrise.com – “Waduh pulsa abis…! Mana harus telepon rumah lagi karena pulang terlambat..”. Dodo panik saat ngecek saldo pulsanya sekarat. Gak cukup buat tlp. Aha….! Untung Dodo ingat kalo sekarang bisa tlp via messenger. Secara gitu lho, biar kata pulsa sms/tlp habis, tapi pulsa data tetep eksis.

Bener banget. Hari gini, untuk bisa telepon gak direpotin lagi dengan pulsa yang sekarat. Yang penting ada koneksi internet, kita bisa manfaatkan layanan VOIP . Nah, biar kenal lebih dekat, kita ulik yuk info seputar VoIP. Cekidot!

Apa Itu VOIP?

VOIP singkatan dari (Voice Over Internet Protocol) atau biasa disebut digital phone . VoIPmerupakan bagian dari teknologi transmisi untuk mentransmisikan komunikasi suara melalui IP seperti internet. Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai berkembang sekitar tahun 1995.  Pada mulanya kemampuan mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Ini dimulai dengan perusahaan seperti Vocaltech dan kemudian pada akhirnya diikuti oleh Microsoft dengan program Netmeeting-nya. Untuk di Indonesia komunitas pengguna / pengembang VoIP di masyarakat, berkembang di tahun 2000. Komunitas awal pengguna / pengembang VoIP adalah “VoIP Merdeka” yang dicetuskan oleh pakar internet Indonesia, Onno W. Purbo.

Dengan VoIP, kita dapat melakukan panggilan telepon melalui koneksi internet. VoIP mengubah suara anda yang merupakan sinyal analog menjadi sinyal digital yang ditransmisikan melalui internet. Tidak seperti telepon konvensional yang mentransmisikan suara anda menggunakan sinyal listrik melalui kabel. VoIP dapat digunakan langsung melalui komputer, telepon khusus VoIP ataupun pesawat telepon konvensional yang tersambung menggunakan alat khusus yang dinamakan VoIP adapter. Secara garis besar layanan VoIPdapat dibagi menjadi 4, yaitu :

Computer to Computer

Layanan ini merupakan layanan voice call yang menggunakan komputer sebagai alat komunikasi. Dengan menggunakan layanan khusus di internet kita bisa menggunakan komputer kita yang telah terhubung dengan internet untuk melakukan panggilan ke komputer lain yang menggunakan layanan yang sama.Salah tiga layanan yang mendukung adalah Yahoo messenger (YM), MSN messenger ataupun Skype. Kita bisa melakukan voice call dengan sesama user. Gratis pula. Jangan lupa, pake headset yang dilengkapi dengan mic. Biar suaranya lebih jernih!

Computer to Phone

Layanan ini merupakan layanan yang memungkinkan kita melakukan panggilan dari komputer ke telepon, baik itu telepon tetap (PSTN) ataupun mobile phone (handphone). Layanan ini juga membutuhkan penyedia layanan di internet. Salah satu penyedia layanan ini adalah Skype. Layanan ini juga tidak gratis seperti layanan computer to computer VoIP, layanan ini membutuhkan biaya yang harus dibeli terlebih dahulu (sistem prabayar).

Phone to Computer

Layanan VoIP call ini merupakan layanan yang memungkinkan anda melakukan panggilan dari telepon ke komputer. Lagi-lagi penyedia layanan yang mendukung layanan ini salah satunya adalah Skype. Saat kita mempunyai account skype, kita juga dapat mempunyai apa yang di sebut Online Number. Online number inilah yang nantinya dapat di hubungi dari telepon manapun.

Phone to Phone

Layanan dilakukan dengan menggunakan pesawat telepon khusus atau telepon konvensional yang di hubungkan dengan VoIP adapter. Untuk menggunakan layanan ini kita harus menggunakan penyedia layanan phone to phone VoIP.

Driser, perlu diingat ya. VoIPsangat mengandalkan kecepatan bandwith/koneksi internet yang kita pergunakan. Jadi, kalo koneksi internetnya lambreta tralala bisa dipastikan suaranya nggak jernih alias banyak noise. Berisik. So, pastikan koneksi internetnya lancar jaya kalo mau manfaatkan layanan VoIP. Biar kerasa bedanya. Karena dengan VoIP, telepon makin sip! [@Hafidz341]

 

BOX:

Cobain VoIPGratis Yuk!

Layanan VoIP bukan cuman milik skype. Soalnya, aplikasi ini yang paling banyak dikenal dengan layanan telepon gratis berbasis internet. Kini, sudah banyak layanan aplikasi VoIP gratis yang bisa kita coba. Berikut diantaranya:

  • Google hangout

Hangout yang merupakan aplikasi besutan Google ini dapat digunakan juga di PC desktop yang dilengkapi dengan webcam dan microphone dan juga gadget berbasis Android dan iOS. Hangout bisa melakukan video call hingga 10 orang sekaligus yang dibuat dalam satu grup. Selain itu, tersedia juga fitur untuk chatting didalamnya.

  • OoVoo

Oovoo merupakan salah satu aplikasi video call yang juga memiliki kualitas video HD. ooVoo dapat digunakan pada beberapa gadget berbasis Android, Windows Phone, dan iOS. Salah satu kelebihan dari ooVoo ini adalah pengguna dapat melakukan video call hingga empat orang sekaligus dalam waktu bersamaan.

  • Messenger

Aplikasi messenger seperti whatsapp, line, dan BBM kini juga sudah mulai disematkan layanan VoIP. Cobain aja biar nggak penasaran. Mungkin suaranya nggak jernih, tapi lumayan buat hemat pulsa. *Mode Kere: ON ^_^ []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47

KASET TAPE

Majalahdrise.com – Koloni cumulu nimbus yang mendekor sebagian besar langit sore ini berhasil menyembunyikan matahari di balik punggungnya. Sedikit lebih teduh. Baru saja kusandarkan punggungku pada tiang-tiang penyangga di teras masjid ketika dia datang. Tangannya melambai-lambai kearahku. Kentara sekali dari raut wajahnya jika dia sedang gembira saat ini.

“Aiissy, aku dapet jam tangan kucing dari kakakku. Lihat! Lucu kan?” Ah, benar saja. Diamenghambur ke arahku kemudian memperlihatkan pergelangan tangan kirinya. Jam tangan berwarna gold dengan kepala kucing melingkar manis di sana.

“Lucu,” jawabku pendek setelah melihatnya sekilas.

“Ih, kok cuma gitu doang?”

“Ya, emang lucu. Terus apalagi?” Aku mengendikkan bahu. Menurutku jam itu tak perlu kukomentari lebih jauh. Atau aku iri karena tak memilikinya? Entahlah.

“Eh, ini tas baru kamu, ya?” Perhatiannya beralih. Kini tangannya meraba-raba tas selempang baruku.

“Iya, ini Mamah yang membuatkannya untukku. Ada sisa kain jeans, jadi dia buatkan tas ini.”

“Waaaah, Mamah kamu kreatif banget, ya? Pasti kamu seneng banget bisa pake tas bikinan Mamah kamu sendiri?”

Aku ber’hmmm’ pendek untuk menjawab pertanyaannya.

“Eh, aku belum shalat ashar. Aku shalat dulu ya. Nanti baru kita ke toko buku.”

Aku mengangguk kemudian dengan cepat tubuhnya menghilang dibalik pintu tempat wudlu.

Apakah perlu kuperkenalkan dirinya? Ah. Sebenarnya aku tak ingin. Tapi biarlah, agar kalian lebih memahami cerita apa yang kubawakan dengannya. Dia adalah Ratna. Sahabat dekatku. Begitu dia dan orang-orang bilang. Ya, karena aku tak pernah mengatakan itu. Kami menjadi dekat setelah ditempatkan pada bidang yang sama di ekstrakulikuler yang kami ikuti, rohis. Dia sosok yang periang. Setiap harinya ada saja alasannya untuk merasa bahagia. Awalnya aku biasa saja, tapi lama kelamaan aku mulai merasa risih, muak, entah karena apa. Atau mungkin karena dia memiliki sesuatu yang tak kumiliki? Wajah cantik? Seorang kakak yang baik? Keluarga yang berkecukupan?

Terkadang aku merasa bersalah karena telah membencinya dengan alasan yang tak jelas. Dia tak pernah melakukan kesalahan padaku, jangankan untuk menyakitiku, berkata ‘tidak’ padaku saja sepertinya dia enggan.Dia gadis yang baik. Bahkan sangat baik.

“Dor! Malah ngelamun.”

Ya Allah, untung aku tak punya penyakit jantung. Kedatangannya yang tiba-tiba sukses mengagetkanku.

“Siapa yang ngelamun?” aku berkilah. Kutekukkan wajahku sebagai tanda tak suka atas kelakuannya barusan.

“Itu tadi. Ngelamunin A Rizal ya?”

“Sssstttt.” Refleks kutempelkan telunjuk di depan bibirku. Ah, kenapa dia mengungkit-ngungkit masalah itu di tempat ramai seperti ini? Bagaimana kalau ada orang lain yang tahu jika aku menyukai A Rizal.

“Iya, iya, iya, maaf.” Dia menggerak-gerakkan tangan di depan mulutnya seperti orang yang memutar kunci.

“Awas ya, kalau sampai ada orang lain yang tahu!” Kuacungkan telunjukku di depan hidungnya.

Dia hanya mengangguk sambil menahan tawanya.

Ah, menyebalkan!

 

***

Di depanku berjejer rapi novel-novel Tere Liye. Ingin sekali aku membeli semuanya atau paling tidak salah satunya. Selama ini aku harus cukup puas dengan meminjam novel-novel Tere Liye pada Tika, teman sebangkuku. Sudah kubulatkan tekad jika uang tabunganku satu bulan ini akan kugunakan untuk membeli Bidadari-bidadari Surga. Tapi begitu aku akan membawanya, rengekan si bungsu tiba-tiba saja berkelebat dalam benakku.

“Teteh, Lala pengen buku cerita nabi-nabi kayak Reza,” rengeknya seminggu yang lalu padaku.

Kusimpan kembali Bidadari-bidadari Surga ke tempatnya semula kemudian menyusuri rak buku anak-anak.

 

“Aisy, jadi beli novel Tere Liyenya?”

Aku hanya memperlihatkan buku yang kupegang untuk menjawab pertanyaan Ratna.

“Loh, kok malah beli buku Kisah 25 Nabi?”

“Minggu lalu Lala nangis pengen buku kisah nabi-nabi,” jawabku datar nyaris tanpa ekspresi.

“Oh,” mulutnya membulat dan tak berkomentar lagi.

Sekilas, kuperhatikan buku yang ada di genggamannya. “Jadi beli dua buku grammarnya?”

“Iya. Kemarin aku dapet kiriman uang dari A Mawan. Katanya buat nambah beli buku. Ini buku kiat-kiat untuk mengikuti tes tofel.”

Wajahnya sumringah memamerkan buku-buku barunya. Ratna sangat menyukai bahasa inggris, karena itu dia sangat senang mengoleksi buku-buku grammar. Ah, dia sangat beruntung punya kakak yang baik.

 

***

Pagi ini kelas masih lengang saat aku tiba. Belum ada anak lain yang membuka daun pintu sembarangan lantas melempar begitu saja tasnya. Baru aku sendiri yang datang. Kubuka PR matematika yang belum kutuntaskan karena semalam adik bungsuku tak henti memintaku untuk membacakan buku barunya. Hhh, kuhembuskan napas perlahan. Turunan dan integral kini bermain-main dalam otakku.

Tak berapa lama kulihat Tika memasuki kelas. Seperti ada suatu hal yang penting, setengah berlari dia mendapatiku di bangku.

“Aiiiissssssyy! Tahu nggak, ternyata A Rizal itu suka sama Ratna loh?” kalimat ini meluncur begitu saja dari mulut Tika.

Glek! Bagai menelan biji salak aku mendengar perkataannya. Tanganku bergetar. Keringat dingin langsung mengucur deras dari pori-pori kulitku. Kualihkan perhatianku pada Tika meskipun aku berharap ini hanya mimpi belaka.

“Ini kata A Rully tetanggaku. Dia kan temen sekelasnya A Rizal. Nah dia bilang katanya A Rizal itu suka sama Ratna. Cuma A rizalnya nggak mau bilang ke Ratna. Katanya dia nggak mau pacaran. Pacaran itu haram. Jadi dia nunggu waktu yang tepat sampai dia siap untuk melamar Ratna.”

“Melamar?”Setengah tak percaya aku mendengar kabar ini. Allah bangunkan aku. Bangunkan aku.

“Iya. Hebatya A Rizal? Dia bener-bener tipe cowok yang menghargai wanita. Ratna juga beruntung. Wajar aja sih A Rizal suka sama ratna. Ratna itu kan cantik, baik lagi. Iya kan?”

Ah, ingin sekali kucabut mulut Tika dari wajahnya. Kuremas-remas lalu kuinjak-injak dan terakhir kulempar ke tempat sampah agar dia berhenti bersuara. Ini tidak adil. Benar-benar tidak adil. Aku yang suka sama A Rizal. Bukan Ratna.

 

***

Aku masih berdiam diri di mushola. Mataku masih sembab setelah sepanjang jam istirahat tadi menangis sejadi-jadinya. Kenapa harus selalu Ratna? Kenapa setiap apa yang aku inginkan selalu dia yang memilikinya?

Biipp, biippp

Handphoneku bergetar. Kutekan tombol ok untuk membaca pesan yang masuk ke ponselku.

Sahabat Aisyah, setiap orang punya rizkinya masing-masing. Allah yang Mahaadil sudah mengaturnya sedemikian rupa, jadi tak pantas jika kita sering mengeluh dan dengki terhadap apa yang orang lain miliki.

Ternyata SMS tauhid gratis dari Aa Gym yang aku terima. Kenapa isi SMSnya sangat pas dengan keadaanku sekarang? Tapi walaupun begitu tetap saja aku belum bisa menerima kenyataan ini. Aku belum menemukan letak keadilan itu, Rabb.

Biip, biip.

Handphoneku bergetar lagi. Kembali kutekan tombol ok untuk membaca pesan yang masuk.

Aisy, kamu dimana? Tadi pas istirahat aku cari-cari kamu. Mamah masuk rumah sakit lagi 🙁 minta doannya ya. Aku pulang duluan.

Itu SMS dari Ratna. Sebenarnya aku tertawa dalam hati. Hihi, rasakan. Itu balasan untukmu.

Sabar ya, Na. Aku selalu berdoa agar Mamahmu cepat sembuh.

Lekas-lekas kujawab dengan setengah hati. Aku masih cemburu padanya.

Terima kasih ya Aisy. Kamu memang sahabat yang baik. Tahu nggak? Kita itu seperti kaset tape. Kita memang dua sisi yang berbeda, tapi karena itulah kita bisa merangkum bermacam-macam lagu menjadi sebuah album yang indah ^^

Kaset tape? Alisku beradu.

 

***

“Assalamu’alaikum.” Kulempar tasku begitu saja lantas kujatuhkan tubuhku ke kursi.

“Wa’alaikumsalam.” Mamah menjawab salamku dengan tak lepas dari mesin jahitnya. Sudah hampir setahun Mamah menerima jahitan dari tetangga untuk membantu perekonomian keluarga. Jika melihat punggungnya yang bergerak-gerak ketika menjalankan mesin jahit,ingin sekali aku memeluknya dan menangis di sana.Akan sangat menenangkan mendengar denyut jantungnya dan merekam hembusan napasnya yang mewujud kasih sayang.

“Mamah dapet kain sisa lagi. Alhamdulillah, kata Bu Warni kain sisa ini buat Mamah saja. Mau dibikin apa Teh? Baju tidur aja ya? dipadukan sama kain sisa yang waktu itu.”

Kutatap kain bermotif bunga-bunga yang diperlihatkan Mamah. Norak. Terlihat seperti ibu-ibu jika aku memakainya nanti.

“Maaf ya Teh. Mamah nggak bisa beliin Teteh baju bagus. Mamah cuma bisa jaitin baju buat Teteh dari kain-kain sisa.”

Seolah mengerti reaksi tak sukaku, Mamah tiba-tiba saja berkata seperti itu. Kutatap mata Mamah yang mulai berair. Namun cepat-cepat dia sembunyikan dan kembali sibuk dengan mesin jahitnya. Sekuat tenaga kutahan butiran bening yang berjejalan di kelopak mataku. Tiba-tiba saja aku teringat SMS Aa Gym, Ratna, dan Mamahnya yang tengah dirawat.

***

Angin berhembus mendinginkan setiap kepala yang membara sepanjang hari ini. Koloni cumulu nimbuz yang mendekor sebagian besar langit sore ini berhasil menyembunyikan matahari di balik punggungnya. Kulihat dia bersandar pada salah satu tiang penyangga di teras masjid. Kulambaikan tangan padanya. Dia tersenyum dan setelah mendapatinya, kuceritakan padanya jika aku baru saja mendapat hadiah jam tangan kucing dari kakakku. Tapi ternyata dia punya sesuatu yang jauh lebih istimewa,tas selempang yang dibuat Mamahnya sendiri. Pasti senang sekali memakainya.

Andai dia tahu

Betapa menyenangkannya menjadi dirinya

By: Aisyah Al Farisi

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47

Si Cantik dan Kegenitan Media

Majalahdrise.com – “Ada Gadis Cantik Jadi Cleaning Service” Begitu judul berita Tribun Medan (2/2/15). Ditulis dalam berita, di antara kesibukan di Stasiun Besar Kereta Api Medan, Jl Stasiun, Medan, Sumut, Kamis (2/2/15), ada pemandangan menarik. Seorang perempuan cantik wara-wiri membersihkan area stasiun. Ya, dia memang petugas cleaning service (CS). Namanya Duma Mariana Simanjuntak (19). Telah 18 bulan ia bekerja sebagai CS di stasiun tersebut. Duma bekerja untuk membiayai kuliah. Ia saat ini tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Institut Bina Bisnis Indonesia (IBBI) Medan.

Heran, akhir-akhir ini media –tepatnya wartawan yang mungkin juga kebanyakan laki-laki– begitu centil menyajikan berita tentang si “cantik” yang menekuni pekerjaan “tidak cantik”. Tukang getuk cantik jadi trending topik. Tukang jamu cantik menghiasi halaman koran. Kali ini cleaning service cantik pun “digoda” sang kuli tinta (Padahal tepatnya, dia itu mahasiswi yang nyambi jadi cleaning service).

Para cewek cantik yang disorot media itu, memang memiliki profesi yang mungkin dalam pandangan masyarakat kebanyakan –tepatnya dalam sudut mata genit si wartawan laki-laki itu– tidak lumrah dan tidak layak dilakukan oleh si cantik.

Seolah-olah ingin mengatakan, si cantik yang kebetulan bernasib sebagai masyarakat marginal ini tidak pantas bekerja kasar. Kasihan “cuma” jadi petugas kebersihan. Bergaji kecil. Tidak bergengsi. Tidak pantas miskin. Kecantikan itu seharusnya bisa mengantarkannya pada profesi yang lebih ‘mulia.’ Lebih mentereng. Lebih nyaman kerjanya. Lebih gede gajinya.

Pandangan ini berarti juga berlaku sebaliknya, seolah-olah ingin mengatakan bahwa pekerjaan yang dianggap remeh-temeh seperti menjadi tukang jamu, jual getuk atau cleaning service itu mestinya cuma dijalani oleh mereka-mereka yang bermuka standar atau bahkan (maaf) jelek. Karena, pekerjaan kasar semacam itu nggak butuh modal kecantikan.

Maka itu, akhirnya si tukang getuk pun “diangkat” derajatnya, diorbitkan jadi artis. Penyanyi dangdut. Dandannya jadi modis. Tak lagi ndeso. Lah iya, sayang toh cantik-cantik kok cuma jadi tukang getuk. Padahal dengan kecantikannya dia bisa ngetop, banyak fans dan banyak duit. Begitu logikanya.

Jangan-jangan nanti si cleaning service juga akan di-‘naik-daunkan’. Sekali diberitakan dan rame di media, siapa tahu tiba-tiba ada produser nawari main film. Atau ngajak rekaman. Soalnya, para kapitalis di dunia hiburan itu sangat suka memanfaatkan orang mendadak ngetop kayak gitu. Biar dagangannya laris. Khas kapitalis!

 

Ukuran Relatif

Mencari berita yang unik dan eksklusif memang kerjaan wartawan. Nah, orang cantik tapi miskin itu, mungkin dikategorikan unik dalam kacamata mereka. Seakan ada kontradiksi dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, dengan pekerjaan kasar yang dia lakoni.

Walaupun, sejatinya ukuran cantik sendiri sangat relatif. Meskipun ada ukuran standar yang menjadi opini umum bahwa cantik itu: langsing, putih, kulit mulus, rambut legam, hidung mancung, eye cahcthing dan serba proporsional.Tapi, semua sepakat, cantik itu relatif. Tidak ada definisi baku mengenai kecantikan.

Yang menjadi pertanyaan, jika cantik tapi miskin dianggap ironi, apakah akan berlaku sebaliknya? Bagaimana jika tidak cantik, tapi nasibnya baik? ‘Jelek’ tapi kaya atau ngetop? Apakah wartawan berani membuat berita ‘jelek’ yang dipadankan dengan ‘profesi mulia nan sukses’? Misal, ada seorang perempuan yang (maaf) ‘jelek dalam standar ukuran kebanyakan’ tapi sukses menjadi pengusaha atau miliarder? Berani nggak melabelkan embel-embel ‘jelek’?

Jangan Dikotomi

Jangan-jangan wartawan itu waktu liputan sengaja nyari yang cantik-cantik saja, karena ketemu yang cantik tapi “nyeleneh” sudah bisa jadi berita. Tapi, bukankah profesi yang dijalani si cantik itu sungguh beragam? Memang sih, biasanya kalau cantik itu pekerjaannya berhubungan dengan modal kecantikannya.

Logikanya: kalau sales promotion girl cantik, itu biasa. Kalau celaning service cantik, itu luar biasa. Ya iyalah, perekrutan sales promotion girl itu memang sudah memakai saringan: hanya menerima yang cantik-cantik. Sedangkan rekrutmen cleaning service itu kan tidak mencantumkan: hanya menerima yang “jelek” atau menolak yang cantik.

Jadi, jangan mendikotomi perempuan dengan cantik atau jelek. Adillah. Tak usah kegenitan. Jutaan informasi penting yang mencerdaskan lebih inspiratif dibanding sekadar menyorot fisik perempuan.Pekerjaan wartawan itu banyak!

Eksploitasi Fisik

Di sinilah buruknya sistem sekuler-kapitalistik. Ukuran fisik tetap jadi parameter nomor satu untuk menilai seseorang. Eksploitatif! Ukuran fisik dianggap sangat penting dalam menentukan masa depan: cerah atau suram.

Perempuan dengan anugerah fisik cantik, biasanya akan bernasib baik. Mendapat pekerjaan yang baik, kedudukan terhormat, harta berlimpah, dan suami yang ganteng serta kaya raya. Dunia begitu ramah pada si cantik, sehingga mereka umumnya akan mendapatkan kemudahan-kemudahan itu.

Sebaliknya, nasib yang tidak cantik biasanya suram. Kalau ingin cemerlang, harus berusaha lebih keras lagi dibanding si cantik. Ya, kalau si cantik cukup modal tampang, si ‘biasa’ (untuk tidak menyebut jelek) ini harus menambah modal berupa: kepintaran, kecerdikan, dan kerja keras lainnya. Karena, kalau cantik tapi tidak pintar, masih bisalah hidup enak. Tapi kalau sudah ‘standar’ juga tidak pintar, kiamatlah masa depannya. Begitukah?

Islam Antidiskriminasi

Tentu jika Islam tidak mengenal dikotomi cantik dan jelek. Yang membedakan keduanya hanyalah derajat ketakwaan-Nya. Allah SWT tidak akan menghisab hamba-Nya dengan pertanyaan: kenapa kamu tidak cantik? Tapi, yang penting anugerah fisik kita itu, digunakan untuk apa. Tidak akan mendapat keberkahan hidup dan kebahagiaan akhirat jika fisik cantik justru dimanfaatkan untuk maksiat. Walau dengan motif bekerja atau apapun. Cantik tapi pamer aurat untuk menarik minat pembeli, itu dosa. Sebaliknya, jika berwajah biasa tapi jauh dari maksiat, itu lebih mulia.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47

 

 

 

 

 

Ganteng Under Skin

MajalahDrise.com – Jantan ngga selalu identik dengan kekerasan. Keren juga ngga mesti lekat sama muka tampan. Karena sejatinya, kegantengan hakiki itu terletak di bawah kulit. Ciyus?!

Yup, kalo di dunia wanita ada istilah inner beauty untuk menggambarkan kecantikan tak sekedar paras eye catching atau bodi bak gitar spanyol. Maka di kalangan kaum adam pun ada sosok inner handsome. Nggak umum sih. Tapi diakui, pria yang memiliki inner handsome itu banyak menarik perhatian lawan jenisnya.

Beda dengan kalangan metroseksual yang doyan dandan dan mendewakan penampilan. Inner handsome justru mengembalikan kaum pria pada khittah alias fitrahnya. Sebagai pekerja yang dekat dengan dunia ‘keras’dan ‘kasar’ tanpa harus kehilangan sisi gentlenya.

Kata Kuncinya, Sholeh!

Emang sih, punya wajah ganteng buat cowok adalah idaman. Apalagi kalo ditunjang ama bodi six pack yg atletis. Ga mesti menduplikasi bodinya Ade Rai. Yang penting proporsional. Gak terlalu mirip papan penggilesan cucian. Tapi tetap harus ditunjang dengan tampang yang nyaman dilihat. Ini yang sering jadi standar kaum adam untuk mengukur level kekerenan sesama mereka.

Sayangnya, standar fisik yang sering dipake untuk ngukur level kegantengan kaum adam sering bikin lupa diri. Saking ngebetnya dengan penampilan yang sempurna, lupa dengan kelakuannya yang seadanya. Sombong, arogan, semau gue, dan gaya hidupnya hedonis. Parasnya sih bagus. Tapi tingkah polahnya minus!

Bukannya simpati, orang-orang juga bakal antipati dibuatnya. Jengkel, kesel, bin bete kalo deket dengan dia. Lantaran saat berinteraksi dengan lingkungan, bukan tampang dan body yang dilihat. Tapi perilakunya yang dinilai. Apakah keberadaannya ngasih manfaat buat lingkungan atau justru mafsadat (kerusakan). Kalo manfaat yang selalu ditebarnya, so pasti pada respect bin segan. Tapi sebaliknya kalo mafsadat, ketidakhadirannya bakal disyukuri. Nah lho!

Inner handsome itu cerminan dari adalah firman Allah Swt. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa diantaramu”. (Al Hujurat: 13).

Rasulullah saw pun juga udah ngingetin kita bahwa kebaikan itu nggak dilihat dari penampilan, tapi dari isi hati. Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Shakhr radhiyallahu’anhu, dia mengatakan bahwa Rasulllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak melihat fisik dan rupa kalian, akan tetapi Allah melihat hati [dan amal perbuatan] kalian.” (HR. Muslim no.2564)

Dan ternyata penampilan pun nggak ngejamin perilaku sempunya juga selaras lho. Bisa jadi cuman kamuflase aja. Buktinya nggak ada penipu yang penampilannya asal-asalan. Rata-rata berpenampilan necis bin rapih supaya meyakinkan calon korbannya.

So, sebenernya kata kunci yang mesti ada untuk melahirkan inner handsome itu cuman satu, sholeh. Udah itu aja! [@hafidz341]

 

BOX

Tips Pancarkan Inner Handsome

Inner handsome itu dilahirkan, bukan pencitraan. Selama kita komitmen meneladani Rasulullah, insya Allah inner handsome bakal nongol dengan sendirinya. Berikut beberapa karakter yang bisa melahirkan inner handsome.

  1. So pasti, cowok yang beriman alias bertakwa bakal punya aura kegantengan yang berbeda. Perilakunya selalu bertujuan untuk dapetin ridho Allah. Dengan sendirinya, nggak bikin rugi sekitarnya. Allah swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”(QS: Maryam Ayat: 96)
  2. Cowok jujur bukan modus pengen dihargai. Tapi semata jujur karena Allah. Walau kejujuran terkadang tak sejalan dengan kebaikan dimata manusia, tapi dihadapan Allah punya nilai istimewa. Dari Abdullah ibn Mas’ud, dari Rasulullah saw. bersabda:“Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga….” (HR. Bukhari)
  3. Bermanfaat bagi orang lain. Tak hanya eksis, tapi juga bermanfaat. Ini cowok idola yang dikangenin orang-orang disekitarnya. Penilaian orang lain bukan lagi fokus pada fisik dan penampilan, tapi kontribusinya untuk kebaikan. Rasul saw bersabda, “…Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
  4. Cowok penyabar bukan bermental chicken bin penakut. Tapi berusaha mengendalikan emosinya biar nggak salah kaprah.“Dan orang-orang yang menahan amarahnyaserta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan(QS Ali ‘Imran:134)
  5. Punya prinsip. Cowok plin-plan itu bikin dirinya kaya bunglon yang gak punyapendirian. Kalo untuk urusan selera sih, mungkin aja gak masalah menyesuikan dengan kebanyakan. Tapi kalo berkaitan dengan perilaku, entar dulu. Cowok yang punya prinsip lebih keliatan dewasa dan mandiri dibanding para pecundang yang doyan menjilat muka. Jijay deh!
  6. Kegiatan mulia yang satu ini turut membangun inner handsome pada diri remaja muslim. Lantaran ngaji, tak sekedar baca quran. Tapi mengenal Islam lebih dalam. Agar cara berfikir dan bertindaknya nggak liar kaya hewan. []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi 47