Most Wanted City

Dulu, ketika syariat Islam masih diterapkan dalam negara,  kaum muslimin banyak melakukan futuhat (pembebasan)  ke negeri-negeri di luar jazirah Arab hingga luas wilayah  D kaum muslimin hampir melingkupi benua Asia, Eropa dan Afrika.

Nggak jarang kota-kota yang berhasil dibuka oleh kaum muslimin  tersebut merupakan kota-kota penting dan strategis baik secara  geografis maupun ekonomis. Dari sekian banyak kota yang ada di  dunia, kota yang paling mengusik hati kaum muslimin untuk  membebaskannya adalah dua kota yang dijanjikan oleh Rasulullah  Saw. Yep, dua kota itu adalah Konstantinopel dan Roma. Abdullah bin Amr bin al-Ash menuturkan bahwa ketika  sedang menulis di sekitar Rasulullah Saw, beliau ditanya, “Kota  manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau  Rumiyah?” Rasul menjawab, “Kotanya Heraklius dibebaskan lebih  dulu”  yaitu Konstantinopel (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim).

Rasulullah Saw juga bersabda “Konstantinopel benar-benar akan  ditaklukkan (oleh kaum muslimin). Sebaik-baik pemimpin adalah  yang memimpin penaklukan tersebut dan sebaik-baik prajurit  adalah prajurit yang ikut dalam penakulukan tersebut. “(HR Ahmad) Konstantinopel adalah ibukota kekaisaran Romawi Timur  atau Bizantium yang didirikan pada tahun 330 Masehi.

Konstantinopel didirikan diatas kota yang sudah ada sebelumnya,  yang juga bernama Bizantium, sebuah koloni Yunani yang telah  berdiri sejak 600 tahun sebelum Masehi. Kota ini merupakan kota  terbesar dan termegah di Eropa pada abad pertengahan. Salah satu  sebabnya adalah posisinya yang sangat strategis pada jalur  perdagangan dan pelayaran di Laut Tengah. Konstantinopel juga  merupakan pintu gerbang antara benua  Eropa dan Asia, serta  menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Mediterania. Saking  pentingnya kota tersebut, Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis  yang dianggap jenius dalam politik dan militer berkata “Seandainya  dunia ini sebuah negara, maka ibukotanya adalah Konstantinopel!”

Nggak heran banyak pihak yang ingin menguasai  Konstantinopel. Tapi setiap ada yang menjajal pertahanan kota ini,  hampir semuanya gagal total. Ini karena Konstantinopel mempunyai  pertahanan sempurna yang sangat kuat dan sulit dijebol. Sisi barat  kota dilindungi benteng super tebal sementara sisi utara, timur dan  selatan dikelilingi tebing dan lautan. Dari sekian banyak yang  mencoba merebut konstantinopel selama ribuan tahun, hanya tiga  saja yang berhasil, yaitu Pasukan Salib IV pada tahun 1204, Michael  VIII yang merebut  Konstantinopel dari  pasukan salib IV pada  1261, dan terakhir oleh  Sultan Muhammad II Al-Fatih pada tahun 1453.

Sultan Al-Fatihlah  pemimpin terbaik yang  dimaksud dalam hadits  Nabi. Sedangkan yang  dimaksud Rumiyah,  dalam kitab Mu’jam al-Buldan, sebuah  ensiklopedi geografis  karya Yaqut Al-Hamawi,   adalah kota Roma, yang sekarang merupakan  ibukota Italia. Kota Roma telah berdiri selama 2800 tahun dan  merupakan salah satu kota tertua di dunia.

Berawal dari  pemukiman kecil, Roma berkembang menjadi pusat peradaban  yang menguasai wilayah mediterania selama ratusan tahun. Sejak  tahun 44 SM, Roma merupakan ibukota kekaisaran Romawi.  Walaupun kekaisaran itu runtuh pada 476 M, tapi pengaruhnya di  Eropa masih terasa hingga sekarang. Roma kemudian menjadi  pusat gereja katolik sedunia, di dalam kota ini juga terdapat  Vatikan, sebuah negara-kota independen tempat Paus (kepala  gereja katolik) berada.

Walaupun dua kota ini gemerlap dengan kemewahan,  bukan hal itu yang menjadi motivasi kaum muslimin untuk  menaklukkannya. Pendobrak semangat hanyalah bisyarah (kabar  gembira) dari Rasulullah Saw. Menjadi orang yang mewujudkan  bisyarah tersebut merupakan kebahagiaan yang tiada tara.  Dengan dijanjikannya Konstantinopel dan Roma,  seolah-olah Rasulullah mengajarkan umatnya untuk berani  bermimpi besar, membebaskan kota yang paling sulit  ditaklukkan, ibukota dari negara superpower saat itu. Kalau dua  kota ini kaum muslimin bisa menaklukkannya, apalagi kota yang  lain? [Ihsan]

futuaht bukan penjajahan

penaklukan sebuah kota dalam sejarah Islam lebih dikenal dengan  futuhat, yang berarti pembukaan atau pembebasan. Yep, ini  Pkarena tujuan Islam bukan untuk merampok dan menjajah setiap  kota yang ditaklukkan, tapi untuk membebaskan penduduknya dari  belenggu kekufuran menuju keadilan Islam. Ini bukan sekedar teori lho,  melainkan syariat yang benar-benar dijalankan.

George Sphrantzes, sejarawan Bizantium yang merupakan  saksi mata pembebasan Konstantinopel menuliskan kebijakan Sultan Al-Fatih yang menjamin kebebasan seluruh penduduk Konstantinopel, dan  semuanya diperlakukan seperti sediakala, seolah tak ada yang berubah.  Ketakutan penduduk yang bersembunyi pun sirna sudah, dan mereka  keluar dari persembunyiannya dengan sukacita dan riang gembira. Cieh.

Wajar penduduk Konstantinopel ketakutan, sebab, 200 tahun  sebelumnya ketika pasukan salib IV mendobrak benteng  Konstantinopel, mereka melakukan pembantaian besar-besaran  terhadap penduduk kota yang dikenal dengan “Massacre of the Latins”.  Sekitar 60 ribu orang dibantai termasuk wanita dan anak-anak, bahkan  pasien yang terbaring di rumah sakit pun tak diberi ampun. Peristiwa  berdarah itu dikenal dengan “The Sack of Constantinople”. [Ihsan]

CEWEK GLAMOR

Majalahdrise.com – Menjadi seleb di Tanah Air selalu menjadi mimpi sebagian masyarakat. Terutama kalo ngelihat gaya hidup mewah kaum sosialita yang banyak diwakili oleh kalangan seleb. Masyarakat menganggap bahwa menjadi seleb itu profesi yang menjanjikan dan pasti menghasilkan banyak uang. Makanya ajang pemilihan bakat ramai terus?

Antrian pendaftar audisinya kerap mengular ngalahin barisan penerima zakat. Wajah-wajah mupeng remaji yang pengen jadi selebriti terlihat saat mata mereka tak lepas dari gencarnya pemberitaan seputar gaya hidup seleb yang serba glamour. Apalagi para seleb perempuan di tanah air kita ini. Berasa gak afdhol kalau dunia nggak tahu kesehariannya. Mulai jalan ke seantero negara dengan jet pribadi, sampai pamerin ternak mobil mewahnya yang limited edition. Belanja juga gak tanggungtanggung, kudu barang branded termahal. Seorang selebriti malah dengan bangga pernah memamerkan barang belanjaannya dari Hongkong yang jumlahnya sampai 9 koper.

Katanya sih duit yang abis sampai 9 M. Gak mau kalah, artis lainnya bahkan ngaku, saat berada di salah satu pusat belanja kelas dunia, Ia sampai merogoh Rp 1 miliar untuk memborong kebutuhan manggungnya. Gila…sementara rumah mewah? Berasa gak cukup kalau hanya satu. Ampun deh. Seorang artis bisa merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa tampil sempurna di depan penggemar. Mulai dari suntik botoks sampai sedot lemak, yang bisa ngabisin duit jutaan rupiah. Itu belum seberapa. Keglamoran dan sikap hedonis mereka juga sangat jelas ketika mereka memberi hadiah atau kado untuk menyenangkan orangorang tercintanya, kado mewah yang bisa membuat masyarakat berdecak, antara kagum dan gemas menahan iri.

Gimana dengan artis muda yang bersileweran di layar kaca? Sama aja. Di setiap kesempatan, ada aja media hiburan yang ngulik kehidupannya. Mulai dari urusan asmara, sampai urusan hoby makan biaya. Dari urusan koleksi barang mewah, sampai pola hidup yang serba wah. Ngiri? Sebagian remaja malah ngiler! Nah, Apa yang mencolok dari hal ini? Yap,Yang paling mencolok sudah pasti gaya hidup para seleb yang selalu tampil glamour. Gaya hedonis mereka terlihat jelas lewat bagaimana mereka membelanjakan uang untuk kemewahan, kecantikan, kenyamanan, kenikmatan atau memanjakan diri sendiri, bahkan orang yang mereka cintai. Lantas para penonton ngapain? Penonton Cuma bisa berdecak kagum dan mulai menggantung mimpi setinggi langit, sambil mikir gimana caranya bisa nyicip kehidupan glamour ala selebriti.

Hati-hati dengan Gaya hidup

 Sebagai public figure, para seleb perempuan kita ini gak hanya jadi tontonan, tapi juga udah jadi tuntunan. Gaya hidup yang kerap diberitakan, justru menyedot perhatian sebagian perempuan untuk mati-matian berusaha gimana caranya merasakan kehidupan yang serba mewah. Tak terkecuali anak cewek seusia kamu-kamu, Non. Ada lho yang malah bikin komunitas di sekolahan berdasarkan mewahnya barang yang dipakai, atau sekedar dipamerin di sekolahan.

Bikin geng juga berdasarkan status sosial. Tuntutan untuk hidup mewah, membuat sebagian anak cewek terjebak dalam pola hidup konsumtif. Brand fashion mulai meneror kantong seragam. Label limited edition jadi mantra sakti yang menyihir naluri belanja remaja. Produk kecantikan dengan harga fantastis, menjadikan anak cewek merasa gelisah kalo nggak punya. Sementara, duit dari bonyok masih terbatas.Ya, Biar kata gak ada duit juga, yang penting gaya, bisa nongkrong di tempat-tempat berkelas. Kalau perilaku kamu udah rada-rada kayak gini, hati-hati. Apalagi kalau udah mulai belajar bo’ong ke bonyok. Minta duit katanya buat kebutuhan sekolah, faktanya dipakai buat beli kebutuhan lain. Kalau gak, dipakai jalan, bareng teman se-geng, hayoo…

Sebagai cewek, kamu kudu hati-hati sama naluri konsumtif. Keinginan untuk memiliki barang mewah, kadang menjadikan sebagian teman seusia kamu rela mengorbankan apapun untuk itu. Harga diri bisa dipertaruhkan, semata untuk memperoleh materi. Bahkan nih, Kehormatan seolah gak ada lagi harganya, ketika kesenangan dunia telah menjadi tujuan. Ada yang sampai klepto bahkan menggadaikan kesucian diri, hadeuhhh. Miris deh. Masih imut gini lageh!

Kudu gimana?

Non, Kamukamu kudu ngeh, bahwa kebahagiaan dunia ini semu bahkan bisa membutakan hati dan pikiran. Kalian juga kudu faham, kalau system saat ini menganggap bahwa seluruh keinginan adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi. Gak dipilah, yang mana keinginan, dan yang mana kebutuhan. Kacau gak tuh? Kacau banget. Hasilnya? Manusia bisa sampai keliru menempatkan kebutuhan.

Coba, ada lho anak cewek yang sampai kabur dari rumah Cuma karena gak dibeliin ponsel mewah. Padahal, itu kan cuman keinginan doang, bukan kebutuhan. Gini nih kalau kalau udah terjebak pola hidup konsumtif. Kudu jadi bahan perhatian nih, Ada lho yang lebih mulia dari pada kemewahan dan harta dunia. Apa itu? Ilmu. Yup, ilmu. Kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bisa memelihara empunya.

Sedangkan harta, empunya yang harus menjaga. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bila disebarkan akan bertambah, Sedangkan harta jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang. Nah, lho. Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat dicuri. Sedangkan harta dapat dicuri dan dapat hilang. Benar kan? So, nona-nona, gak usah terpengaruh lalu ikut-ikutan kebanyakan orang yang sudah gila harta dan lupa iman. Gak usah nyibukin diri mikir, gimana caranya bisa ngedapatin duit sebanyakbanyaknya agar bisa menikmati kehidupan yang serba mewah. Fokus, banyak-banyak nimba ilmu, karena ilmu, lebih berharga dari dunia dan seisinya. Yuuhuu! [Juanmartin]

Di muat di majalah remaja islam drise edisi 54

Ekspresi Cinta Remaja

Majalahdrise.com – Serunya remaja ngobrolin perkara cinta, tak cukup sekedar kata. Apalagi hanya terhias dalam status sosial media. Remaja ngerasa belon afdhol kalo rasa cintanya nggak keliatan di dunia nyata. Jadi sebisa mungkin dikasih ekspresi biar cinta tak bertepuk sebelah tangan. Seperti apa ekspresi cinta remaja, mereka belajar dari tayangan media. Mulai dari sinetron, reality show, hingga acara gosiptainmen yang terus meneror tayangan remaja. Kalo kita liat, serial sinema elektronik alias sinetron nggak pernah absen mengisi jam tayang utama setiap harinya. Baik produk lokal maupun interlokal. Dan pastinya, persoalan cinta masih jadi bahasan utama. Yang bikin beda paling cuman wajah-wajah baru pemainn ya. Alur ceritanya juga gitu-gitu aja. Diawali perkenalan yang nggak sengaja, terus jatuh cinta, ada pihak ketiga yang nggak suka, dibuat deh konflik antar pemain yang mengada-ada, endingnya damai semua. Wajar kalo mental remaja kita pada letoy. Wong tiap hari hiburannya dicekokin cerita cinta melulu. Kaya nggak ada tema lain yang lebih mendidik. Selain sinetron, tiap hari remaja juga dicekokin tayangan gosip seputar kehidupan cinta kaum idola.

Dari Ayu Ting-ting, Pevita Pearce hingga al-Ghozali. Gak ada bosennya menghiasi layar kaca. Pokoknya semua ada. Remaja tinggal duduk, diam, dan terima dengan pikiran terbuka semua mata pelajaran cinta dari para idola. Mulai dari bab pedekate, bab jalan bareng, bab mengumbar kemesraan di depan publik, sampe bab gonta-ganti pasangan. Gencarnya tayangan yang mengupas cinta semakin menghanyutkan remaja dalam buaian asmara dalam balutan budaya pacaran. Walhasil, remaja seolah tak punya pilihan untuk mengekspresikan rasa cintanya kecuali dengan pacaran. Waduh!

Ekspresi Cinta di Atas Garis

Rasa cinta itu anugerah. Jadi nggak ada alasan untuk membencinya apalagi sampai menolak kehadirannya. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al- Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang. Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah” . Yang harus kita lakukan adalah menjaga cinta agar tetap berkah. Bukan malah berbuah masalah. Lantaran sebagai manusia, kita selalu disodorkan dua pilihan untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri. Sebagaimana Allah swt berfirman: Dan telah Kami tunjukkan (kepada manusia) dua jalan” (QS. Al-Balad: 10)

Yup, Allah swt udah ngasih kita dua jalan. Jalan kebaikan dan jalan keburukan. Itu artinya, jika kita dihadapkan pada garis yang memisahkan baik dan buruk, kita harus memilih salah satu. Jika di atas garis adalah taat, maka dibawah garis adalah maksiat. Jika di atas garis adalah surga, maka di bawah garis tentu neraka. Jika di atas garis warna putih, maka di bawah garis warna hitam. Nggak ada pilihan di tengah-tengah. Karena tak ada area abu-abu dalam Islam. Untuk urusan cinta, remaja banyak terhanyut dalam area di bawah garis alias maksiat. Budaya pacaran yang merajalela menjerumuskan kawula muda dalam gaya hidup pemuja syahwat. Ujung-ujungnya bisa kualat. Hidup di dunia minim manfaat, masuk neraka pula di akhirat. Alamaaak…!

Karena itu, udah waktunya remaja muslim move on dari ekspresi cinta maksiat yang di bawah garis, menjadi cinta mulia tanda taat yang di atas garis. Biar bisa lolos dari ujian cinta dan nggak jadi pemuja cinta, berikut tips dari kita: Pertama, cintai sewajarnya. Cinta itu perilaku hati yang bisa berubah sewaktuwaktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jadi, kalo kita poling in lop (baca: jatuh cinta) ama seseorang, cintai aja sewajarnya karena Allah swt. Nggak usah didramatisir layaknya kisah cinta cinderella atau Romeo dan Juliet. Karena boleh jadi suatu saat perasaan itu berbalik seratus tujuh puluh sembilan koma sembilan derajat. Saat itu terjadi, kita akan lebih siap menerima kenyataan. Rasul saw bersabda: “Cintailah orang yang engkau cintai sewajarnya saja, karena boleh jadi dia akan menjadi orang yang engkau benci suatu saat nanti. Bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja karena boleh jadi dia akan menjadi orang yang engkau cintai suatu saat nanti” (HR. Tirmidzi)

Kedua, kendalikan dengan Islam. Jangan biarkan rasa cinta yang datang menjadi liar. Kita bakal kewalahan ngadepinnya. Segera kendalikan dengan aturan Islam. Kasih tau dari awal kalo ekspresi cinta dalam Islam hanya diperbolehkan setelah khitbah (pinangan) menuju pernikahan. Itupun tetep ngikutin aturan gaul Islam yang melarang mojok berduaan (berkhalwat) tanpa disertai mahrom. Nggak ada ruang sedikitpun bagi perilaku pacaran. Kalo tetep ngotot pengen pacaran. Entar kalo udah merit, puaspuasin deh tuh pacarannya! Ketiga, pupuk cinta sesama muslim. Rasa cinta nggak melulu kepada lawan jenis. Rasa cinta juga berwujud kasihsayang kita pada sesama muslim sebagai saudara satu akidah.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Ekspresi cinta sesama muslim itu bentuknya dengan saling menasihati untuk mengingatkan dan menguatkan. Karena nasehat berarti menginginkan kebaikan pada orang lain. Kita ingin saudara kita itu jadi baik ketika dinasehati, bukan ingin mereka direndahkan atau disalahkan. Keempat, Cinta Allah paling atas. Sebesar apapun rasa cinta kita berikan, tetep nggak boleh lebih tinggi dari kecintaan kita kepada Allah swt. Itu artinya, kalo pasangan kita mengajak bermaksiat (contohnya pacaran), wajib ditolak tuh. Lalu bilangin kalo nggak ada pacaran dalam Islam dan nggak ada pacaran Islami. Sama seperti yang terjadi pada putranya khalifah Abu Bakar.

Abdullah bin Abu Bakar cinta banget ama istrinya yang cantik, luhur budinya dan agung akhlaknya. Namun ternyata, kecintaannya tersebut malah melalaikannya dalam berjihad di jalan Allah. Lalu Abdullah pun menceraikan istrinya seperti yang diperintahkan Ayahnya. Ini bukan berarti Abdullah anak papih lho. Tapi sebagai bentuk kecintaannya kepada Allah swt. Rasul saw ngingetin kita: “Ada tiga hal dimana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan enggan untuk menjadi kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilempar ke dalam api.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Cinta pada Allah swt dan Rasul-Nya, bukan berarti kita musuhan dengan rasa cinta pada manusia, harta benda, atau yang lain. Justru, kecintaan kita pada Allah swt bakal ngejaga ketulusan cinta kita. Cinta pada manusia apa adanya. Nggak berlebihan apalagi sampe pacaran atau ikut valentinan. Cinta pada harta benda sesuai kebutuhan. Nggak diperbudak harta sampe mengorbankan harga diri. Keren kan? Driser, hanya Islam yang menjadikan rasa cinta dan orang-orang yang jatuh cinta terjaga kemuliaannya. Nggak kaya aturan sekuler kapitalis yang menjadikan cinta sebagai komoditi bisnis untuk meraih materi dan kepuasan jasmani. Makanya, penting banget bagi kita untuk mengenal Islam lebih dalam. Agar ekspresi cinta kita, di atas garis..![@hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 54

PELANGI MUSLIMAH : WARNA WARNI MUSLIMAH, PENGINGAT BAGI MUSLIM SHALEHAH

Majalahdrise.com – Dunia kaum hawa, khususnya muslimah punya banyak cerita. Nggak heran kalo orang pun betah dengar berbagai kisahnya. Apalagi kalo cerita inspiratif seputar muslimah terangkum dalam sebuah buku cantik dan mungil yang unyu-unyu.

Pastinya asyik nyicipin taburan inspirasinya. Inilah yang disajikan dalam buku gebetan salah satu redaktur Majalah Drise, Pelangi Muslimah. Alga Biru, inilah redaksi yang ada dibalik lahirnya buku Pelangi Muslimah. Kumpulan tulisannya menarik minat penerbit Quanta Kompas Gramedia untuk diterbitkan. Dan pastinya memancing Drise juga untuk bikin reviewnya.

Tema kemuslimahan ini pas banget buat Mba Alga Biru yang tulisan asyiknya sudah sering nampang di rubrik Girly atau Female Corner. Buku Pelangi Muslimah ditujukan bagi muslimah yang on process menuju taat. Nggak terbatas hanya untuk aktivis pengajian. Tapi semua kalangan perempuan. Cocok dibaca oleh remaji usia belia hingga wanita dewasa yang udah kerja atau berumah tangga. Penasaran? Yuk, kita intip isi bukunya ! Buku ini terdiri dari 9 bab yang dihiasi dengan beberapa tema sub-bab yang oke punya. Misal saja pada bab 3 yaitu

GREAT MUSLIMAH, membahas mulai dari definisi, karakteristik, cerita seru dan tips aplikatif gimana sih sesungguhnya muslimah hebat di mata peradaban. Dalam tiap bab, selalu ada kalimat pembuka yang menyapa pembacanya untuk merenung.

Seperti bab 3 ini, tertulis sebuah kalimat singkat namun mendalam : “Hebat itu, bukan tidak pernah berbuat salah. Tapi tahu bagaimana mengatasi masalah”. Nyess…! Intip bab lainnya seperti bab Aura Muslimah, Emansipasi, Pudarnya Pesona Sang Bintang, Ukhti Don’t Give up, dan masih banyak lainnya. Oya, yang bikin kita makin susah berpaling dari buku ini ialah lay out yang cakep abis. Bukunya full colour loh. Warna warni menghiasi, isi bacaannya pun bergizi. Setiap bab ada kotak tips pengingat bagi yang lupa.

Salah satu ciri khas Alga Biru juga dari gaya bahasa yang meremaja namun kadang puitis. Nah, tak jarang, dalam tiap pembahasannya diselipkan puisi romantis ideologis, yang tentunya nggak cengeng tapi bikin mewek karena mengingatkan kita pada Allah yang Arrahman Arrahiim. Nah, seru kan! Semoga jadi amal ya bagi penulis maupun pembacanya. Buat kamu yang kepo, buruan deh dapatkan di toko buku terdekat atau pinjam ke teman. Hehe…. Selamat membaca!

 

di muat di majalah remaja islam drise edisi 53