Kemulyaan ada di hatimu

aya teringat ketika masih di bangku Sekolah Dasar (SD) ada seorang teman saya, sebut aja namanya Shinta –tapi bukan nama sebenarnya—yang mendapat perlakuan kurang mengenakan dari teman-teman saya terutama anak-anak cowok. Persoalannya mungkin sepele hanya karena fisik Shinta yang mungkin di mata mereka kurang menarik.

Sorry, gigi Shinta agak nongol sehingga Shinta selalu diperolok dengan sebutan “Boneng”. Tiap hari lihat Shinta diperolok, jujur saya merasa sedih, saya ikut berempati dengan apa yang dialami Shinta. Meski terlihat selalu tegar dan cuek, saya yakin pasti di lubuk hatinya yang terdalam dia merasakan sakit. Betapa tidak, giginya yang nongol bukanlah kehendak dia. Bukan pula kemauan dia.

Kemulyaan ada di hatimu

Ini adalah ketetapan Allah atasnya, tapi mengapa dia harus mendapatkan perlakuan rasis dari teman-temannya? Hari ini, ketika saya mengajar anakanak SMK—saya masih melihat hal serupa. Ada seorang murid cowok saya yang selalu jadi bulan-bulanan dan bahan olokan teman yang lain. Juga karena hal sepele, gara-gara dia tidak lancar dalam melafalkan huruf “R” atau orang Sunda bilangnya dengan istilah “cadel”. 

Tertawa ngakak, puas sampai terpingkal-pingkal adalah ekspresi teman-temannya saat Idam –bukan nama sebenarnya—mulai melafalkan kata atau kalimat yang mengandung huruf “R”. Lihat kejadian itu saya mengurut dada, menggelengkan kepala, dan tidak habis pikir kenapa mereka tega berbuat seperti itu pada temannya. Akhirnya separo pelajaran saya dipake buat  S teman saya, sebut aja namanya Shinta –tapi bukan nama sebenarnya—yang mendapat perlakuan kurang mengenakan dari teman-teman saya terutama anak-anak cowok.

Persoalannya mungkin sepele hanya karena fisik Shinta yang mungkin di mata mereka kurang menarik. Sorry, gigi Shinta agak nongol sehingga Shinta selalu diperolok dengan sebutan “Boneng”.  aya teringat ketika masih di bangku Sekolah Dasar (SD) ada seorang  Tiap hari lihat Shinta diperolok, jujur saya merasa sedih, saya ikut berempati dengan apa yang dialami Shinta. Meski terlihat selalu tegar dan cuek, saya yakin pasti di lubuk hatinya yang terdalam dia merasakan sakit. Betapa tidak, giginya yang nongol bukanlah kehendak dia.

Bukan pula kemauan dia. Ini adalah ketetapan Allah atasnya, tapi mengapa dia harus mendapatkan perlakuan rasis dari teman-temannya? Hari ini, ketika saya mengajar anakanak SMK—saya masih melihat hal  28 nasehatin mereka semua. Hadeuuh, cape deeh! Oke sobat, yuk berfikir lebih realistis. Sebenarnya, jika kita mau belajar berempati pada orang lain, tentu aksi bulying yang merendahkan teman tidak akan terjadi. Kita andaikan saja jika hal itu menimpa kita, menimpa saudara kita, adik atau kakak kita. Perasaan apa yang kirakira muncul? Relakah jika hal tersebut  dialami oleh orang-orang yang kita kasihi? 

Mampukah kita bertahan untuk tidak marah, atau bersikap biasa aja, atau  bahkan cuek?  Marilah mulai saat ini kita lebih menghargai orang lain. Sadarilah bahwa untuk menilai kemuliaan seseorang sesungguhnya Allah Swt tidak akan melihat kepada tampak muka dan harta kita. Tetapi justru Allah Swt melihat kepada hati dan pikiran serta amal-amal kita.

Lebih spesifik lagi Allah hanya akan melihat ketakwaan kita.  Kita tidak akan menduga mungkin suatu hari nanti entah kapan, siapa tahu orang-orang yang kita hina, kita lecehkan,  dan kita rendahkan itu, justru akan menjadi orang yang paling berjasa dan memberi pertolongan kepada kita di saat-saat yang kita butuhkan. Siapa yang menebar benih energi negatif maka akan menuai keburukannya di masa mendatang. Sebaliknya, siapa saja yang menanam benih energi positif maka akan menuai kebaikannya di masa yang akan datang. Allah Swt telah berfirman:          

 “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula” (TQS Al Zalzalah: 7-8).

Kalau belum cukup juga, hadist berikut mungkin akan mengerem kebiasaan buruk kamu-kamu yang ngga bisa menjaga lisannya. Rasul bersabda “Mencaci maki seorang muslim adalah perbuatan fasik, sedang membunuh seorang muslim adalah tindak kekufuran.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi masih tetep berani menghina dan melecehkan sodara se-muslim? Nggak dong![]

Cara Menambah Followers Twitter

cara twitter banyak yang mengikuti aksi selebtweet merajalela di twitterland. Jumlah followernya yang bejibun, mendongkrak popularitasnya baik di dunia maya apalagi dunia nyata. Tak jarang selebtweet jadi incaran penerbit buku atau production house agar bisa diajak kerjasama untuk menghasilkan produk yang pasti diserbu followernya.

Makanya, banyak remaja yang beranganangan pengen seperti raditya dika  atau ust felixsiauw yang populer lantaran tweetnya.  ksi selebtweet merajalela di twitterland. Jumlah  Buat kamu-kamu yang pengen tahu apa sih rahasianya selebtweet sampe bisa menjaring ratusan ribu bahkan jutaan follower yang mantengin twitnya, kita akan bagi ilmunya. Biar kamu-kamu bisa dapat banyak follower dan maksimalin akun twitter buat dakwah. Jangan cuman dipake curcol gak jelas. Yuk disimak tips gaet follower berikut:

cara twitter banyak yang mengikuti

satu Cerewet. Hari gini, lebih dari 5700 kicauan burung yang meramaikan twitterland  setiap detiknya. Kalo nggak berkicau, nggak kedengeran di twitterland. Makanya selebtweet rajin nge-tweet. Ngasih komentar berita yang lagi hot. Atau bikin kultwit inspiratif terkait berita yang jadi trending topic. Nggak heran kalo jarinya tak bisa lepas dari gadget. Boleh  dicobain deh. Sehari minimal 20x tweet

dua Kenali audience. Penting banget kita pastiikan akun twitter kaya gimana  yang mau dibidik jadi follower. Biar obrolan di tweet nyambung dan banyak respon. Kalo followernya abg, tweetnya juga menyesuaikan dong. Pake bumbu bahasa alay bin lebay.  Jangan kebanyakan bumbunya, jadinya nggak asyik. Mual. Hoek! 😀

tiga Tweet otomatis.  Ini bagian yang paling seru. Kita nggak mesti mantengin gadget setiap menit untuk berkicau. Iya  dong, kita kan juga punya aktifitas lain yang mesti diberesin. Biar timeline selalu keliatan update dan eksis, pake aja fasilitas schedule tweet alias tweet yang terjadwal. Kita bisa buat kontent yang otomatis ngetweet sesuai jadwal yang udah disetting. Mau pagi hari, siang, sore, malam, bahkan dini hari juga oke.  Asyik. Tweetnya beredar, pemilik akunnya juga asyik jalan-jalan. Oh ya, alat bantunya kamu  bisa cobain tweetdeck, hotsuite, dll.

Empat Variasi tweet. Biar nggak bete, buatlah variasi tweet. Nggak  cuman text mulu isinya. Selingi dengan gambar lucu, gambar inspiratif, atau foto unforgetable moment. Tweet yang disertai gambar biasanya lebih banyak dapat respon.  Atau sesekali kasih link video inspirasi biar follower dapat pelajaran yang sama. Bagus  juga kalo berbagi link info atau berita yang lagi trend.

Lima Kasih #Hastag. Biar tweet-tweet keren kita gampang dicari  oleh follower, rajin-rajinlah kasih hastag dalam tweetnya. Konsisten deh dengan hastag  yang  udah kita buat. Biasanya hastag yang sering dipakai bakal banyak yang respon.

Enam  Arsipkan saja.  Selebtweet biasanya rajin bikin kultwit. Nah, kita bisa tuh numpang beken dengan  mengarsipkan tweet inpiratif mereka. Pakai chirpstory lalu cantumkan akun selebtweetnya dalam judul. Lumayan kalo di retweet ama yang bersangkutan, kita bisa ikut tenar dan turut  menebar kebaikan.

Tujuh Kenali waktu tweet. Seperti tayangan  televisi, di twitterland juga ada prime time alias jam tayang utama. Di waktu itu, banyak kicauan yang meramaikan sosial media. Kalo kita ikut berkicau, besar peluangnya dapat respon banyak. Waktu prime itu biasanya dini hari saat banyak yang shalat tahajjud atau shubuh berjamaah sampai berangkat kerja. Lalu siang hari saat waktu istirahat biasanya banyak yang ikut ngetweet. Terakhir malam hari sepulang kerja hingga menjelang tidur. Cobain deh di tiga waktu itu untuk optimasi twitter dan gaet  follower.

Itulah beberapa tips untuk menggaet follower. Yang nggak boleh kita lupain adalah jadikan twitter sebagai media untuk menebarkan manfaat dan mengajak pada kebaikan. Beri nilai tambah dakwah dalam setiap tweet kita. Kalo kontent tweet bermanfaat dan inspiratif, tanpa dicari pun follower bakal datang dengan sendirinya karena banyak yang retweet atau dipromosikan. Inilah salah satu rahasia selebtweet. Selamat menggaet follower![341]

‘Wajah Plastik’ Orang Korea

tak terasa sudah memasuki tahun keempat kehadiranku dan keluargakecilku di Korea Selatan Aku menemani suamiku yang melanjutkan studi doctoral (S3) di kota Busan, sebuah kota metropolitan yang letaknya sekitar 5 jam dari Ibukota Seoul.

Meski jarak Busan – Seoul cukup jauh tetapi kebudayaan dan gaya hidup penduduk Busan tidak jauh berbeda dengan penduduk Seoul. Bisa dibilang kalau negara Korea Selatan adalah negara yang paling homogen setelah Korea Utara. Para penduduknya memiliki karakter yang khas yaitu mereka tidak ingin tampil berbeda dengan orang lain.

Pokoknya orang selalu ingin sama dengan orang lain. Ketika media Korea Selatan memuji artis Jang Geun Seok sebagai pria terganteng dan artis Kim Hyo Jin sebagai artis tercantik maka semua orang berbondong datang ke klinik kecantikan untuk mengubah wajahnya seperti dua artis tersebut. Wajar jika wajah orang Korea Selatan bisa dibilang “mirip semua” ‘cetakan wajah’ yang ada di klinik operasi sama dengan artis-artis idolanya.

Kebanyakan orang Korea Selatan memandang bahwa operasi plastik itu sahsah saja. Mereka sudah tidak segan-segan  lagi melakukan operasi plastik untuk  mengubah dan menyempurnakan bentuk  tubuhnya sesuai keinginan hatinya. Klinik operasi plastik menjamur dimana-mana.

Di daerah Gangnam yang terkenal dengan klinik operasi plastik terbaik di Korea, sangat  mudah menemui klinik yang tersebar di daerah itu. Sekitar 500 klinik operasi plastik  yang besar dan kecil ada disana. Kota kecil  dan pedesaan juga tak luput dari keberadaan  klinik operasi plastik. Aku sendiri sempat  kaget ketika pertama kali datang ke Korea  dimana banyak kutemui iklan klinik operasi  plastik yang tersebar di tempat umum, baik di transportasi, iklan layanan masyarakat,  iklan di surat kabar, iklan televisi dan di rumah sakit.

Aku yang selama ini menganggap bahwa operasi plastik adalah sebuah upaya penipuan diri dan tentu saja  berdosa di dalam Islam sangat membenci keberadaan operasi plastik yang ada di kota Busan. Menurut pendapatku, orang yang melalukan operasi plastik sebenarnya memiliki kepribadian yang rapuh, tidak mensyukuri anugrah Allah dan memandang rendah dirinya sendiri.  Operasi plastik di Korea Selatan dianggap sebagai mekanisme survival mereka.

Artinya  seseorang sangat menggantungkan operasi plastik sebagai cara agar mereka bisa tetap bertahan hidup dan eksis di dunia. Seseorang dikatakan bahagia jika dia sudah melakukan operasi plastik dan jika kita berusaha tampil apa adanya saja, maka kita akan tersingkir dari kultur sosial. Miris tapi ini nyata terjadi. Sungguh menyedihkan ketika seorang teman atau kerabat yang kita kenal hanya memandang kebaikan dan kesuksesan hidup dari tampang yang dimiliki. Bisa dikatakan kalau warga Korea sendiri sangat rasis terhadap rasnya sendiri.

Mereka memiliki penilaian subjektif yang tidak bisa ditawar dan dinegosiasikan.  Kabarnya seseorang yang melamar pekerjaan akan menghabiskan uang yang banyak untuk melakukan operasi plastik agar penampilan mereka cantik, langsing dan menarik. Keahlian dan prestasi bukanlah alasan kuat diterimanya mereka di tempat kerja.

Makin cantik dan ganteng, maka dia berpeluang besar untuk diterima. Inilah yang mendorong para orang tua untuk memberikan hadiah operasi plastik saat anaknya libur panjang sekolah, dimana mereka bisa menjalani operasi plastik dan pemulihannya selama liburan.

Saat anakanak lulus SMA, orang tua juga segera  mengantar anaknya pergi ke klinik kecantikan  untuk mengubah penampilannya agar lebih  menarik.

Operasi paling dasar yang dilakukan anak-anak SMA adalah membuat lipatan mata agar mata terlihat besar dan kelopak mata terbentuk. Saat melihat anak-anak SMP, aku sering melihat wajah yang masih alami dan bentuk wajah yang masih kotak, dan tubuh yang sedikit gempal.

Namun buatku itu terlihat lebih cantik dan sehat. Ada satu pola pikir yang cukup “menonjol” di Korea Selatan yaitu, sesorang akan memandang orang lain dari penampilan luarnya saja. Pepatah “Don’t judge a book by its cover ” tidak berlaku disini. Mereka mengaku bisa menilai baik buruk seseorang hanya dengan melihat penampilannya saja.

Ini sangat menarik karena selama ini kita beranggapan kalau kita sulit menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Penampilan luar sangatlah menipu. Seseorang yang sederhana dan tidak cantik bukan berarti dia orang yang buruk akhlaqnya.

Kita sering menilai kalau kecantikan wajah yang tidak dibarengi inner beauty (kecantikan jiwa) maka bukanlah apaapa. Seseorang yang memiliki akhlaq mulia dan perilaku yang baik tentu lebih baik kepribadiannya.  Red: Ikuti Cerita seru ‘Berjilbab di Negeri Ginseng’di edisi berikutnya. Jangan sampai ketinggalan ya!

Ternyata Pacaran itu merugikan cowok

ngomong-ngomong soal pacaran, ternyata bukan cuma cewek yang di rugikan dalam hubungan tanpa ikatan ini. Tapi cowok juga mesti siap-siap mendapatkan banyak kerugian. Nggak percaya? Ayo kita hitung-hitung dari segi tenaga, waktu, dan uang antara cowok yang masih jomblo dengan yang udah punya boncengan (hhe..hee maksudnya gandengan).

Mari kita cek dan ricek… mulai dari itung-itungan waktu setiap minggu. Berapa menit yang kamu habiskan untuk perjalanan ngapel ke rumah doi? Berapa jam yang dihabiskan untuk ngobrol ngalor ngidul bin ngegombal? Berapa jam yang dipake untuk nonton bareng di bioskop atau ngeceng di cafe? Berapa jam yang dialokasikan untuk kirim sms atau cekakak-cekikik via ponsel? Kalo udah, coba kalikan 4 biar ketahuan jumlahnya dalam sebulan.

Lalu, apa yang kamu dapatkan dari semua kegiatan pacaran itu? Semangat hidup? Produktifitas dalam karya? Prestasi? Atau ladang pahala untuk dibawa di hari penghisaban di akhirat kelak? Gini deh. Kalo perjalanan ngapel ke rumah doi habis 20 menit, untuk ngobrol dan ngegombal 2 jam (120 menit), nonton atau nongkrong di cafe 2 jam (120 menit), total keep in touch with ponsel 2 jam (120 menit), berarti dalam seminggu sekitar 380 menit atau 6 jam kamu pake buat pacaran. Kalo sebulan sekitar 24 jam.

Sehari semalam dalam sebulan, waktu hidup kamu dipake buat ngikutin godaan setan. Ini dari sisi waktu. Belon lagi jumlah duit yang dirogoh serta tenaga dan pikiran yang dikerahkan untuk bermaksiat. Modus! Itu saya gunakan standar minimal, realitanya justru lebih loh. Bahkan, ada yang  sampai bersama trus, hanya waktu formal aja yang membedakan  misalnya beda jam pelajaran dll. Udah sewajarnya kamu sebagai cowok  yang masih jomblo bersyukur. Apapun posisi kamu sebagai jomblo entah itu baru maupun bekas, selalu bersyukur dan memanfaatkan masa jomblomu untuk mengukir kesuksesan dan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Nikmati jomblomu dan tetap enjoy, Men. Dan saya juga yakin kalo kita adu jotos,..(huff nggak boleh). Maksudnya jika kita adu kecepatan meraih cita-cita antara jomblo dan yang pacaran, bagiku jomblo lebih cepat meraih cita-cita dibanding dengan orang yang pacaran. Kenapa? Cukup kita analisis dari segi waktu luang dan biaya hemat yang kita miliki. Belum lagi kalo yang punya pacar ada masalah langsung jadi galau, hingga bisa menghambat  segala aktivitas lainnya. Apalagi kalo tahu pacarnya selingkuh, seharian akan nangis  bombay di kamar deh, sambil selimutnya digunakan untuk ngelap air mata, air liur, dan ingusnya. Iiih.. jijay!

Sekali lagi, jadilah jomblo yang bersyukur. Tidak perlu melontarkan keluhkesah atas status jomblomu. Kerja sedikit mengeluh, lagi cuci baju mengeluh, lagi rapiin  kamar ngeluh. Bergumam dalam hati “coba  kalo ada pasangan, pasti ada yang bantu deh” jadi kagak capek-capek kayak gini. Ribet  banget dah. Jangan gitu guys!

Tetap jalani aja hidupmu apa adanya, keluh kesah dan ketidak ikhlasan membuat hidupmu  terasa  berat. Karena sejatinya ketika dijalani dengan  ikhlas dan tetap disandarkan pada mengharapkan ridha Allah, insya Allah, yakin  dan percaya, hidup yang kamu jalani akan  terasa nyaman, tenteram, menyenangkan,  tertib, amanl, damai, sentosa dan bersih…haa..haaa..kaya prinsip kelurahan aja.  Sebagai cowok jomblo yang selalu beryukur dan ingat kepada Allah, yakin dan percayalah bahwasanya kebaikan yang kita dapatkan adalah tergantung dari prasangka seorang hamba kepada Rabb-nya.

Ketika berprasangka baik kamu akan mendapatkan kebaikan, begitulah sebaliknya. Dalam hal ini terdapat dalam Hadits qudsi riwayat Ahmad  dengan sanad Hasan dari Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman: “Aku Tergantung prasangka hamba-Ku kepada Ku. Apabila ia berprasangka baik kepada-Ku, maka kebaikan baginya, dan bila berprasangka buruk maka keburukan baginya.”  Tuh kan, sejatinya yang terbaik adalah berprasangka baik pada Allah. Yakinkan pada diri , bahwa kamu akan mendapatkan pasangan yang terbaik. Jadi jomblo mah kagak masalah atuh.

Toh insya Allah pada hari yang tepat akan menemukan sang pujaan hati  yang dikirimi oleh Allah untuk menjadi pasangan kita. Yang penting, selagi jomblo optimalkan waktu hidup kamu untuk meraih predikat mulia sebagai seroang muslim.

Asah deh tuh kemampuan kamu yang bisa menghasilkan karya untuk kebaikan umat. Isi deh waktu dengan mengenal Islam lebih dalam, biar punya benteng saat godaan setan datang menghadang. Asyiikkk kan? Karena kita jomblo mulia! [La Ode Munafar]