Dalam sebuah hikayat dikisahkan bahwa salah seorang raja
Arab yang dijuluki dengan Abu Hamzah menikah dengan seorang perempuan. Sang raja
sangat ingin memiliki seorang anak lelaki, tapi ternyata Allah berkehendak
lain. Sang istri melahirkan anak perempuan. Abu Hamzah sangat marah, sehingga
ia meninggalkan istrinya dan tinggal di tempat lain. Sekitar setahun kemudian,
Abu Hamzah berjalan-jalan dan tanpa sengaja melewati rumah sang istri. Ketika
itu, istrinya sedang menimang anak perempuannya, sambil mengucapkan beberapa
syair.
Mengapa Abu Hamzah tidak datang kepada kami, Dia hilang dari rumah yang
kami tempati. Marah karena kami
tidak melahirkan seorang anak
laki-laki, Padahal kami tidak punya kehendak dalam urusan kami.
Akan tetapi, kami hanya mengambil apa yang diberikan kepada kami, kami
bagaikan tanah, bergantung yang
menanami, kami tumbuhkan apa yang telah mereka tanam pada diri kami.
Abu Hamzah
tertegun. Ia bergegas masuk ke dalam
rumahnya, lalu mencium kepala istri dan anaknya. Akhirnya, timbullah rasa kasih
sayang di dalam hatinya, hingga perasaan benci itu berubah menjadi cinta.
10 Kisah di atas adalah salah satu kisah yang menggambarkan
betapa pentingnya anak laki-laki bagi bangsa Arab di zaman jahiliyah dulu.
Mereka menganggap anak laki-laki lebih penting karena mereka adalah kaum yang
fanatik dan gemar berperang. Kelahiran anak laki-laki adalah anugerah, sementara
anak perempuan adalah musibah.
Anak perempuan dianggap tidak berguna, tidak berharga, dan
diperlakukan dengan semena-mena. Anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup,
ditenggelamkan, disembelih, ataupun dijual. Sadiz!
Alhamdulillah, Islam kemudian datang dengan cahayanya yang
menyinari seluruh dunia. Perbuatan yang menistakan perempuan pun dihilangkan.
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Umar bin Khattab ra. Dia berkata bahwa Qais bin
‘Ashim datang menemui Rasulullah Saw. dan berkata,
“Wahai Rasulullah, pada zaman jahiliyah, aku pernah mengubur hidup-hidup anak-anak perempuanku.”
“Merdekakanlah
(sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu budak” kata Rasulullah Saw. “Ya Rasulullah, aku punya banyak unta,” lanjut
Qais.
“Sembelihlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu
unta,” jawab Rasulullah Saw.
Begitu Islam datang, perempuan dikembalikan ke kedudukannya
yang mulia. Kehadiran Islam telah menghancurkan kekufuran, kebodohan, dan
kekejaman yang dilakukan terhadap perempuan. Hak-hak perempuan yang hilang
dikembalikan pada tempatnya, dan mereka memperoleh kemuliaan yang tidak bisa
didapatkan di tempat lainnya.
Mari kita perhatikan perbuatan Ummul Mukminun Aisyah ra.
berikut ini. “Datang kepadaku seorang
wanita miskin dengan kedua anak perempuannya. Lalu kuberi dia tiga kurma dan
dia memberikan kepada kedua anaknya masingmasing satu butir kurma. Ketika dia
ingin memakan kurma yang masih tersisa, kedua
anaknya memintanya, sehingga perempuan
itu membagi dua kurma tersebut dan memberikannya kepada kedua anaknya.
Aku sangat kagum dengan
sikapnya itu. Lalu kuberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah Saw., maka beliau
bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah mewajibkan
wanita tersebut masuk surga dan
membebaskannya dari api neraka.’” Kalo kita lihat di jaman sekarang saat ideologi
Kapitalisme-sekular merajalela, kaum
wanita diperlalukan seolah-olah seperti ‘bidadari’.
Mereka didandanin sampe kayak Barbie dan digiring ikut
kontes-kontes kecantikan untuk menyematkan mahkota kemuliaan di atas kepala mereka.
Padahal sebenernya yang terjadi adalah sebaliknya.
Kaum wanita justru direndahkan serendahrendahnya. Kecantikan
dan kemolekan tubuh mereka hanya dijadikan alat untuk menarik pelanggan dan
melariskan barang dagangan. Miris! Islam
memperlakukan wanita selayaknya bidadari.
Aturan Islam telah memuliakan wanita sebagaimana fitrahnya sebagai
Ibu dan pengatur rumah tangga. Islamlah yang paling mengerti kebaikan bagi wanita.
So, berbahagialah menjadi muslimah yang taat syariah. Karena, mahkota kemuliaan
bakal tersemat di atas kepalanya. Di dunia hidup berkah, di akhirat jadi penghuni
jannah. Mau?[Isa]
kemuliaan wanita dalam islam Gliat kaum hawa tak ayal selalu menyita perhatian media. Jumlahnya yang melebihi kaum adam, so pasti banyak ditemui di dunia nyata maupun dunia maya dengan segudang tingkahnya yang menarik. Apalagi pihak media paling getol nyari berita yang berkaitan dengan sensasi wanita. Pasti laku dijual dan layak jadi headline media massa.
Sialnya, cerita perempuan yang naik ke permukaan, lebih
banyak mengurai air mata. Ada berita TKW yang disiksa, pelecehan seksual di
ibukota, atau korban kekerasan rumah tangga. Fisiknya yang lemah, seolah menakdirkan
perempuan jadi objek penderita. Masa sih? Bisa jadi…bisa jadi..! lantaran dari
dulu, tiap bangsa seolah punya kesepatakan yang sama dengan memandang sebelah
mata terhadap wanita.
Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma,
kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan
sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.
Mereka menganggap perempuan yang lemah itu nggak produktif. Cuman jadi
beban kaum laki-laki aja.
Prof Will Durrant
bilang “..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma.
Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan,
sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”. Waduh! Sementara dalam peradaban Yunani, tempat
wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat.
Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang
tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus
ngomong kasar pada Tuhannya. “Wahai
Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami
dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?” Deeu..segitunya?
Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap
suami.
Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti
dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra.
Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut
Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum
perempuan dalam posisi yang rendah”. Kasian banget ya nasib kaum hawa. Zaman
dulu selalu jadi objek penderita. Gimana nasibnya di era modern ya?
Pelecehan Perempuan di Sekitar Kita
Memasuki peradaban modern, ternyata nasib kaum wanita masih gelap bin kelabu. Segelap jaman jahiliyah dulu. Prostitusi
dan pornografi plus pornoaksi yang jelas-jelas merendahkan martabat wanita malah
dilegalisasi. Para aktivisnya pun berlindung dibalik profesi pekerja seni atau Pekerja
Seks Komersil. Belon lagi fenomena aborsi akibat gaya hidup seks bebas yang mengancam
kehidupan wanita dan janin yang
dikandungnya. Nggak ketinggalan kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual di tempat
kerja yang sering menimpa wanita jadi langganan berita. Yang lebih parah, ketika kaum hawa kehilangan
harga dirinya. Upayanya untuk menepis anggapan sebagai makhluk lemah, malah
menjerumuskannya dalam gaya hidup yang menginjak-injak martabatnya. Berikut beberapa
gaya hidup kaum hawa yang terekspos oleh media. Yuk simak!
1. Cewek cabe-cabean. Fenomena kehadiran cewek
cabecabean banyak diberitakan media. Tingkah
polahnya yang nakal dan liar tentu bikin gak nyaman penduduk sekitar. Usia mereka yang masih belia dihabiskan untuk bersenangsenang menggoda
lawan jenisnya. Kesan genit dan seksi seolah
jadi bagian dari setiap penampilannya.
Atasan tank top dan bawahan hot pants jadi busana kebangsaannya.
Satu sama lain berlombalomba mengumbar aurat dan berperilaku alay. Biar cowok-cowok pada melongo dan ngiler
ngelamun jorok. Demi laki-laki, sampe rela ‘menjual diri’. Ngenes!
2. Cewek selfish. Cewek selfish doyannya foto-foto sendiri
pake smartphone. Sesuai dengan sifatnya yang cinta banget ama diri sendiri, gak
kenal tempat dan waktu asyik aja dengan dunianya sendiri. Berfoto dengan
berbagai pose dan penampilan.
Gak papa sih kalo mau narsis untuk konsumsi pribadi.
Masalahnya, cewek selfish suka banget mengupload foto selfishnya yang sok imut
di sosial media. Dari yang wajar sampe yang terkesan exhibisionist. Berpose
dengan menonjolkan daya tarik seksualnya demi menuai pujian dari cowok gatelan.
Merendahkan harga diri, demi sebuah sensasi. Waduh!
3. Tukang asongan cantik. Tukang asongan yang biasa
nawarin rokok di perempatan lampu merah sepertinya bakal dapat saingan.
Lantaran belakangan banyak ditemui tukang asongan rokok cantik yang turun ke jalan.
Ya, SPG rokok yang biasanya cuman nawarin produknya di
pameran atau stand pusat perbelanjaan, kini banyak bekeliaran di perkantoran dan
pusat keramaian. Dengan seragam seksi, cewek-cewek bening ini aktif menawarkan sebungkus
rokok kelas kakap ke karyawan, 06 tukang
jualan, atau siapa saja yang ditemuinya. Rayuannya yang menggoda kaum pria jadi
senjata andalannya demi mengejar target penjualan.
4. Caleg perempuan minim pengalaman. Kursi di gedung senayan
banyak diperebukan menjelang pemilu legislatif mendatang. Dari masyarakat bawah
hingga kalangan selebritis yang biasa
hidup wah juga pengen ngerasain empuknya kursi legislatif.
Jatah 30% anggota legislatif perempuan banyak dimanfaatkan
artis idola dan cewek belia untuk ambil bagian. Meski karir politiknya
pas-pasan, yang penting bisa jadi anggota dewan. Kesan asal comot caleg perempuan
yang dilakukan parpol untuk memenuhi kuota terlihat dari kapasitas calegnya
yang buta politik. Kebanyakan bermodal popularitas atau kecantikan, giliran ditanya
visi dan misi jika terpilih pada gelagapan.
5. Cewek dan lingkaran korupsi. Kasus korupsi yang
terjadi di negeri ini seringkali melibatkan kaum hawa. Mulai dari anggota Dewan
yang terlibat langsung hingga cewek-cewek
cantik dan selebriti yang kena seret lantaran ikut ‘menikmati’ uang hasil
korupsi. Seperti kasus Tb.
Chaeri Wardana alias Wawan yang mengalirkan uang hasil korupsinya
ke beberapa selebriti di balik bisnis production house sebagai kedoknya. Begitu
juga dengan berbagai kasus skandal anggota dewan dengan cewek panggilan sebagai
gratifikasi seks biar kejahatan korupsinya berjalan mulus. Parah!
Driser, beberapa fakta di atas yang terkait dengan kondisi kaum
hawa pantas bikin kepala cenat-cenut mikirinnya. Gimana nggak, wanita yang
sejatinya punya kedudukan mulia malah banyak yang terhanyut dalam gaya hidup
sekuler dengan ‘menjual’ harga dirinya demi materi. Semuanya berlombalomba untuk
eksis semampunya. Dari kelas bawah model
cabe-cabean hingga kelas atas yang ikut audisi
anggota dewan. Duuh.. bener-bener bikin cenat-cenut mikirinnya. Gimana nasibnya bangsa ini kalo wanita yang jadi tulang punggung peradaban malah terhanyut
dalam gaya hidup hedonis. Miris!
Janji Manis Kaum Feminis
Siapa sih yang betah hidup tertindas? Dipandang sebelah
mata? Dinjak-injak martabatnya? Pastinya nggak ada dong. Kucing aja bakal
berteriak kalo buntutnya nggak sengaja kita injak. Gitu juga dengan kaum
perempuan. Meski wanita dikenal akan kelembutannya, bukan berarti mereka nggak punya
kekuatan untuk berontak.
Yap, itulah yang pengen ditunjukkin oleh aktivis feminisme.
Bergerak melawan dominasi lakilaki. Tapi nggak pake acara tomboytomboyan lho. Feminisme menurut kamus wikipedia online
berati suatu gerakan perempuan yang menuntut kesamaan dan keadilan hak dengan
pria. Aktivisnya disebut feminis. Feminisme pertama kali lahir di Eropa yang dipelopori
oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet.
Mereka bikin Perkumpulan perempuan pertama di Middelburg,
sebuah kota di selatan Belanda pada
tahun 1785 yang memperjuangkan kesamaan hak perempuan. Soalnya waktu itu, kaum
perempuan (feminin) dirugikan oleh kaum laki-laki (maskulin) di semua bidang.
Mulai dari pekerjaan, pendidikan, politik, sampe agama. Gimana nggak bete coba.
Dalam perjalanannya, gerakan feminisme banyak melahirkan aliran-aliran baru.
Ada feminisme liberal, radikal, post modern, marxis, sosialis, hingga
postkolonial.
Masing-masing aliran ini punya ciri khas dalam kegiatannya.
Ada yang menuntut kebebasan total bagi perempuan (liberal); memperjuangkan hak
pribadi perempuan termasuk lesbianisme (radikal); penyetaraan gender (post
modern); menghancurkan dominasi laki dalam kursi pemerintahan (anarkis); anti
kapitalisme (marxis); menghapusken ‘kepemilikan’ pria atas perempuan
(sosialis); menggugat penjajahan fisik yang bikin kaum perempuan di dunia ketiga
hidup nelangsa (post kolonial).
Nikmati aja kalo kamu mengernyitkan dahi ngunyah bahasan
feminisme ini. Yang penting kamu tahu. Soalnya, hari gini feminisme nongol ke
permukaan dengan penampilan yang menawan. Dalam kesehariannya, para feminis
getol menyuarakan ide-ide emansipasi agar perbedaan jenis kelamin nggak
dijadikan alasan untuk melecehkan perempuan. Kalo laki bisa jadi presiden,
perempuan juga dong. Kalo cowok bisa berlagak di panggung politik, cewek juga
harus punya kesempatan yang sama. Kalo pria boleh poligami, mestinya perempuan
juga boleh poliandri. Nah lho? Emangnya kucing!
Be Carefull Sis!
Driser, kita turut prihatin dengan nasib perempuan yang
hidupnya sering jadi bulanbulanan. Seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga yang
gencar menghiasi layar kaca. Siapa sih
yang nggak terusik dengan berita-berita menyedihkan
itu. Cuman masalahnya, apa bener gerakan feminisme layak kita jadikan kendaraan buat memperbaiki hidup kaum hawa? Atau kamu yang cewek ngerasa ‘kurang beruntung’ dilahirkan sebagai wanita? Hmm… kayanya kita mesti jeli nih. Coba tengok, dari
sejarahnya udah keliatan kalo gerakan feminisme lahir dan berkembang di Eropa
yang hidup dengan prinsip sekuler.
Nggak ngasih ruang bagi aturan agama dalam kesehariannya. Otomatis,
standar yang mereka pake dalam perjuangannya
adalah untung rugi dalam kacamata manusia. Jauh dari pertimbangan akherat.
Hasilnya, mereka bakal ngotot untuk melabrak setiap aturan yang dianggap bisa merendahkan
wanita. Termasuk aturan Islam. Nah lho? Feminisme menganggap banyak aturan Islam
yang berat sebelah terhadap perempuan.
Soalnya, Islam cuman ngasih 08 kesempatan ama laki-laki untuk duduk di kursi
kepemimpinan negara. Kewajiban wanita untuk taat pada suami dan menjalani perannya
sebagai Ibu sekaligus pengurus rumah tangga dinilai memasung produktifitas kaum
hawa. Pada akhirnya, feminisme getol mengajak muslimah untuk keluar dari kerangkeng
aturan Islam, hidup bebas sesuai keinginannya, dan melepaskan ketergantungannya
pada pria.
Waduh bahaya tuh! Padahal, banyaknya penindasan terhadap
kaum hawa justru akibat sistem kapitalis sekuler yang ngatur hidup kita. Bukan
lantaran aturan Islam yang sangat memuliakan wanita. Kalo aturan Islam diterapkan
dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat.
Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—Eastern
Mail. ia menyebutkan “Kita
harus iri kepada bangsabangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu
jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya
bekerja bersama laki-laki di kilangkilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehormatannya.”
Satu lagi yang mesti kita inget baikbaik. Kalo perlu,
dicatat dalam reminder smartphone. Biar
nggak lupa. Allah swt nggak akan menjebloskan
kita ke neraka cuman karena kita wanita.
Asli, nggak bo’ong. Karena jenis kelamin itu kodrat, udah dari sononya sesuai kehendak
Allah. Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama cowok. Justru mesti
bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya.
Allah swt berfirman:
“Dan janganlah
kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas
sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka
usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan,
mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa`: 32)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Seorang wanita
datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Ya
Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan,
dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki.
Apakah dalam perkara
amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah
dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa
Ta’ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah
berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini
adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)
So, buat driser cewek yang cantik bin imut hati-hati ya
dengan ide feminis. Jangan mau dikibulin harus eksis, narsis bin selfish biar setara dengan anak cowok. Itu cuman akal-akalan
musuh Islam biar remaji muslim terjerumus dalam gaya hidup hedonis yang bikin
masa depan dunia akhirat kita suram. Secara gitu lho, cewek dan cowok udah dari
sononya lahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Nggak usah minder dengan perbedaan jenis kelamin atau paras
yang pas-pasan. Yakin deh, Allah nggak menilai kita dari penampilan fisik. Tapi
ketakwaan. Rasul saw bersabda: “Sesungguhnya
Allah tidak memandang rupa/fisik dan harta kalian, tetapi Allah memandang hati
dan amal kalian.” [HR. Muslim] Allah swt juga berfirman: “Sesungguhnya
orang yang paling mulia di sisi
Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).
Cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti
diubah. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga emang kudu dilawan.
Sikap diskriminasi yang dialami wanita
di luar rumah juga wajib dihilangkan.
Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Biar cewek cenatcenut pada cabut. Mulia bersama Islam. Yuk![341]
Masbuloh alias masalah buat lho! Lgi ngetrend dlm obrolan remaja.
Klo remaja diingetin trus doi gak suka,
keluar deh kalimat ini dengan nada sinis.
Trus, masbuloh…. Masalah buat loh! Ya iyalah masalah. Bukan buat yang ngingetin,
tpi bener buat loh yg diingetin. Masbuloh melengkapi kosakata egp alias emang
gue pikirin atau urus aja diri lu, gak usah mikirin orang laen. Koleksi
kosakata yang nunjukin sikap egois remaja. Gak terima kalo diingetin
kelakuannya yg salah.
Ogah bin risih kalo diajak ke jalan yang bener. Pengennya
orang gak usah peduli urusannya. Maunya orang cuek dengan apa yang
dikerjainnya. Doi ngerasa badan badan sendiri, tangan tangan sendiri, kaki kaki
sendiri.
Ngapain juga orang lain yang repot. Hey..! Jangan ngerasa geer ya. Klo aja Allah
gak perintahkan kita untuk saling mengingatkan
dan menasihati, males juga kita negor ente yang egois dan sok jagoan. Inget
bro, kemaksiatan yang ente kerjain akibatnya gak cuman ente yang nanggung. Tapi
bakal ngerembet ke orang lain.
Malah bisa juga menimpa orangorang dekat yang ente sayangi. Tega bener ente ngorbanin ortu, adek, kakak, atau sohib demi menuhin syahwat bertingkah seenak udel. Nyadar bro, gak ada untungnya punya sikap
egois.
Seorang muslim gak pernah diajarin sikap egois. Lantaran egois
bakal nutup hati kita dari petunjuk Allah. Hidup kita makin suram dan dijejali banyak
masalah. So, hapus deh kosakata masbuloh dan kawan-kawannya dari kamus hidup
kita.
Biar kita bisa saling mengingatkan dan menguatkan. Jadi, kalo
ada yg bilang masbuloh saat diingetin, jawab aja ‘Ya…Masalah buat loh..!!!’
[341]
d’Riser, satu lagi karya anak muda muslim yang full
inspirasi tertuang dalam buku yang diberi judul “Bidadari Revolusi”.
Hayoo tebak, kira-kira ini buku kaya apa ya?! Fiksi atau non
fiksi?! Eng ing eng,…. Yup, buku non fiksi ini akan membahas tentang keindahan
dan kemuliaan wanita. Walau bukan buku yang pertama dan satu-satunya, buku ini
tentu memberikan nafas baru bagi para remaji muslim, para aktivis dakwah, dan
muslimah pada umumnya tentang bagaimana memantaskan dirinya menjadi penghuni
‘Bidadari Surga’.
Sejatinya setiap wanita adalah bidadari, namun tidak
semuanya meraih predikat sebagai bidadari dunia, bidadari revolusi atau
bidadari surga. Buku ini mengupas tuntas siapa hakikatnya ‘wanita’ itu.
Lantaran banyak wanita yang lari dari fitrahnya, malah mengalami krisis keteladanan
dalam diri mereka. Buku ini memberikan sosok-sosok muslimah yang menjadi
teladan agung sepanjang masa. Bulir bening di mata indah sang maha karya Allah (wanita)
akan mengalir deras meresapi makna yang coba disampaikan buku ini. Nikmatilah!
(Menjadi) bidadari revolusi yang dicemburui bidadari surga adalah dambaan setiap wanita. Hanya
saja banyak orang yang bingung mengawalinya. Padahal, Rasulullah telah
menggambarkan seperti apa wanita yang dirinya kelak bisa menjadi
bidadaribidadari penghuni surga. Disinilah
urgensinya buku dibaca setiap wanita. Karena setiap
muslimah punya kesempatan yang sama meraih predikat bidadari revolusi.
Kata siapa wanita muslimah itu hanya duduk manis? Wilayah
wanita bukan Cuma 3-UR (Dapur, Sumur dan Kasur). Wanita justru harusnya
senantiasa aktif bergerak, menerjang arus dan mencetak segudang prestasi
mengembalikan kemuliaan kaumnya. Baik di dalam rumah, maupun di medan dakwah.
Semuanya tertulis mengalir dalam buku ini termasuk ketika Rasulullah SAW menuturkan
nasehat yang menyejukkan hati pada putrinya Fatimah Az Zahra.
Inspiratif dan bikin pertahanan kelenjar air mata jebol. Buku Bidadari Revolusi adalah buku single perdana Al-Khanza Demolisher. Setelah sebelumnya menelurkan karya antologi bersama Luky B Rouf dkk di buku #NikahAtauPutusinDia, dan buku “Ideal.Is.Me” bersama Insany Al-Fatah MRV dkk. Nah, buku rekomendit banget! Jangan sampe ketinggalan ya! [Alga Biru & Al-Khanza Demolisher]