Majalahdrise.com – Pada abad ke-16 pernah ada sebuah gambar satire yang amat menyeramkan. Ada sesosok Iblis dengan tampang mengerikan, bertaring, bertanduk, dan bercakar, hanya saja, anehnya, sosok Iblis ini memakai jubah dan mahkota Kepausan. Padahal atribut-atribut ini hanya boleh dikenakan oleh seorang Paus. Apakah Iblis telah naik jabatan menjadi Paus?
Ada juga satire lain dari abad yang sama, yang menggambarkan seorang Paus dan keluarganya sedang menadah keping-keping emas yang keluar dari luka Yesus Kristus yang tubuhnya disalib. Satire-satire yang amat menyakitkan ini seolah ingin berkata bahwa ada seorang Paus yang menjadikan Yesus Kristus sebagai sapi perahan yang menggemukkan pundi-pundi emasnya.
Paus Alexander VI
Satire-satire tersebut sangat mewakili kenyataan yang terjadi saat itu, ketika seorang Paus dengan tingkah laku layaknya Iblis menduduki singgasana Santo Petrus. Dialah Paus Alexander VI, yang nama aslinya Rodrigo Borgia. Masa-masa ketika dia dan keluarganya memegang banyak jabatan penting pada jajaran Kepausan adalah masa-masa gelap. Dia telah mencorengkan arang kepada institusi paling disucikan di dunia Kristen itu.
Sejarawan Francesco Giucciardini, seperti dikuti dari Dark History of The Popes karya Brenda Ralph Lewis, menggambarkan tentang Rodrigo Borgia: “Ada sesuatu di dalam dirinya dan dalam ukuran yang penuh, semua kejahatan baik daging dan jiwa… Tidak ada dalam dirinya agama, tidak perlu baginya untuk memegang kata-katanya. Ia menjanjikan apa pun secara bebas, tetapi tidak mengikat dirinya dengan apa pun yang tidak berguna baginya. Ia tidak peduli akan keadilan karena, pada zamannya, Roma adalah sarang pencuri dan pembunuh. Selain itu. Segala dosanya tidak mendapat hukuman di dunia ini dan ia berada di dunia ini dalam keadaan makmur hingga akhir hayatnya. Dengan satu kata, ia itu lebih iblis dan memiliki keberuntungan yang jauh lebih banyak daripada Paus lain dari abad-abad sebelumnya.”
Dengan karakter-karakter seperti ini, jelas sekali bahwa Rodrigo Borgia memiliki ambisi-ambisi yang sangat rusak demi keuntungan dan kemakmurannya sendiri. Dia memang Iblis yang mengenakan mahkota dan jubah Kepausan. Apa yang akan kita ketahui tentang sepak terjangnya akan membuat kita geleng-geleng kepala dan mengurut dada.
Visconti dan Sforza
Pada zaman ketika agama Kristen memerintah hampir seluruh aspek kehidupan dan mewujud dalam institusi Kepausan, kekuasaan yang amat besar berada di tangannya. Seorang Paus memiliki kekuasaan yang amat besar, karena itulah banyak keluarga kaya dan berpengaruh saling bersaing agar anggota keluarganya mendapatkan jabatan yang amat menggiurkan ini. Ada keluarga Visconti dan Sforza dari Milan; keluarge Medici dari Florence; keluarga d’Este dari Ferrerra; keluarga Boccanegera dari Genoa; juga keluarga Orsini, Barberini, della Rovere, dan tentu saja, keluarga Borgia. Pengaruh dan kekuasaan mereka dilindungi oleh kekerasan, pembunuhan, dan penyuapan. Seperti yang pernah disebut oleh Francesco Giucciardini, Roma menjadi sarang pencuri dan pembunuh.
Rodrigo Borgia atau Rodrigo Lanzol y de Borja pertama kali menghirup udara dunia pada 1 Januari 1431. Dia dilahirkan di kota Xativa, dekat Valencia, Spanyol. Kota kelahirannya termasuk wilayah kekuasaan Kerajaan Aragon. Sebelum Rodrigo menjabat sebagai Paus, ada orang lain dari keluarga Borgia yang lebih dulu diangkat menjadi Paus, Alonso Borgia atau Paus Kallistus III, paman dari Rodrigo Borgia, yang terpilih pada 1455.