Peka LGBT : Perduli sahabat sebelum terlambat

beberapa waktu belakangan ini,  marak gelombang opini seputar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual,  Transgender). Yang mengusung dan memperjuangkan pelegalannya pun tak kalah radikalnya, mulai dari melayangkan somasi pada media nasional hingga tokoh elit politik. Kita yang masih rindu kembali kepada fitrah, pastinya nggak mau dong bergelimang kemaksiatan dan dikena azab seperti kaum Sodom. Rubrik reportase kali ini coba mengulik sekitar, seperti apa fakta di lapangan tentang isu hangat ini. Berikut petikan percakapan Redaktur dengan Allan salah satu pembaca DRise.

DRISE : Pernah nggak sih ngalamin ada teman sendiri yg gay atau punya kecenderungan homoseksual? Kira2 enaknya digimanain?

ALLAN : alhamdulillah kalau untuk teman sendiri belum pernah ngalamin yang namanya punya teman gay. tapi, pernah suatu ketika main kerumah teman dan di sana ada dua gay karena kakaknya teman tersebut butuh perawatan rambut. maklumlah dua gay ini pegawai salon (wkwk). Kalau saya pribadi (karena geli berhadapan dengan kaum gay) apabila ketemu gay enaknya itu ya dihindari. tapi kalau emang gak bisa, ya udah jaga diri aja. jaga jarak. karena sepengetahuan saya gay itu suka megang-megang. dan kalau perlu kita dakwahi dia bahwa gay itu termasuk menyalahi fitrah. 🙂

Redaktur DRISE menelusuri jejak SSA (same sex attraction/penyuka sesame jenis) di dunia maya. Dan mulai tertarik mendalami sebuah closed group yang berisi sugesti positif yang menampung para kliennya yang ingin sembuh dari potensi LGBT ini. Dari postingan para klien, beberapa diantaranya tentu ada yang berbagi kisah dan masalah untuk mencari solusinya. Coba, kita renungkan baik-baik ya salah satu case berikut ini.

Dear guys: Sampai saat ini aku blom mngakui  bhw aku gay, biseks ato smacamnya krn khawatir itu smkin mnsugesti diriku sndiri.. Wlopun pd knyataannya ada yg tdk beres dgn orientasi seksku.. Aku lahir dlm klrga brokenhome.. ayahku pergi saat aku masih dlm kandungan. Krn orientasi seksku skrg,  Aku sering bingung, sedih dan marah dgn yg aku sndiri ga tau dgn siapa..

 Aku merasakan keganjilan ini dr awal masuk SMP smpai skrg. Ya Alloh, aku hmpir tidak mengenali diriku sndiri krn hal ini.. Sebulan lg aku mnikah dn smpai skrg aku msih sgt mrasakan keganjilan dlm diriku..

Guys ada yg bisa kasi saran.. Sy bingung. Hemm, komplit ya masalahnya. Kalau kita dicurhatin teman yang begini, kira-kira apa ya yang bakal kita kasih solusinya. Pastinya nggak gampang menyelami dan mengalahkan ego dalam diri. Bayangin, perangnya melawan diri sendiri, saling silang bertabrakan, antara keinginan dengan keegoisan. Alhamdulillah, salah satu pilar masyrakat yaitu kontrol sosial hadir dalam bentuk komunitas PEDULI SAHABAT.

Yaitu Konsultasi dan pendampingan seputar dunia orientasi seksual dan identitas sosial non-heteroseksual. Memiliki visi “Konsultasi dan pendampingan seputar dunia orientasi seksual dan identitas sosial non-heteroseksual (orang sering menyebut dengan istilah LGBT)”. Buat yang rada-rada punya masalah kayak gini, buruan deh dipecahkan di tempat dan pada orang yang tepat. Jangan sampai malah terjebak dalam arus homoseksual yang kelak akan disesali dunia dan akhirat. Berikut petikan wawancara DRISE dengan Kak Sinyo selaku Founder Peduli Sahabat.  

DRISE : Sejauh mana pengawalan PS terhadap klien ?

Kak Sinyo : lewat online atau digital, klien yang mengawasi dirinya sendiri. Kalau berbohong ya tidak ada yang rugi kecuali dirinya.

DRISE : Apakah sampai sembuh atau  sekedar mengatasi keluhan dini saja

Kak Sinyo : Kita tidak menggunakan kata sembuh, kembali ke fitrah, stay di jalan Allah walau ssa. Membekali hidup beridentitas hetero, soal ssa berubah atau tidak urusan belakangan.

DRISE : Apa harapan PS untuk masyarakat Indonesia terutama menyikapi isu LGBT yang berkembang saat ini?

Kak Sinyo : Bukan mencaci tapi memberi solusi Perilaku menyimpang LGBT yang menyerupai kaum Sodom ini sebenarnya sudah diprediksikan dan dikhawatirkan oleh Rasulullah Saw. So, udah nggak jamannya lagi kita cuek dan sok membela LGBT atas nama HAM juga demokrasi. Udah jelas-jelas perilaku kaumnya nabi Luth ini menyimpang dari fitrah.

Yuk terapkan islam kaffah! Supaya penyimpangan ini dan sejenisnya nggak makin menjadi-jadi. Ajak saudara kita pada hal-hal positif, mantepin ngaji, and say no to LGBT! [Alga Biru]

Leave a Reply

Your email address will not be published.