Suatu hari seorang cewe lagi duduk di sebuah café. Pake kaca mata hitam, dengan kaos yang menampakkan lengannya. SEh… ada tatto di lengan kanannya. Ups! Ada juga tatto kecil di bawah telinga kirinya.
Alga cumin bias geleng-geleng kepala. Miris! Jaman sekarang, tatto udah jadi lintas gender dan identitas. Dulu, tatto identik dengan preman yang keluar masuk penjara. Jaman gini, tatto malah digandrungi juga sama cewe-cewe yang wajahnya ‘sweet’ dan berpendidikan, jauh dari kesan angker. Tato dibuat dengan alat yang dipasangi jarum tunggal atau beberapa jarum di ujungnya dan dapat bergerak naik turun dengan kecepatan 50-3.000 kali per menit.
Jarum dicelup ke tinta berwarna kemudian digerakkan sesuai pola yang diinginkan pada kulit, masuk dengan kedalaman 0.5-2 mm, menempatkan pigmen warna pada lapisan dermis. Sakiiittt ! Konon, tiap tatto pun memiliki arti. Mungkin daya eksistensi ini yang jadi ‘pesona’ tatto, makanya seleb cewek yang tubuhnya bertatto, sebut aja Julia Perez, Fahrani, atau Tamara Geraldine rela ditusuk jarum suntik dan menahan sakitnya ditatto demi eksistensi dan aktuliasasi diri. Seolah-olah, pengen bilang “ini loh gue”!
Hukum Tato Dari Alqomah dari Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan, “Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, demikian pula wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan. Merekalah wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah” (HR Bukhari no 4604 dan Muslim no 5695).
Dalam Al-Qur’an juga disebutkan, yaitu : “Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”(An-Nisa`: 119).
Makna mengubah ciptaan Allah, menurut seorang tabi’in Al-Hasan Al-Bashri adalah dengan mentato. (Lihat Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari, 4/285, Tafsir Ibnu Katsir, 1/569) Betul DRISEr, syaithan akan merayu kita dengan berkata :”ayooo pakai tato saja, kamu akan bertambah keren, anak gaul itu perlu pakai tato”.
Sehingga kita ngerasa enteng aja pasang tato, entah kecil maupun besar, sedikit atau banyak, demi ngikutin tren atau artis idola. Kita udah nggak peduli dengan segala macam efek buruknya bagi tubuh, apalagi teringat dosanya Ketimbang kena dosa, mending sadari sekarang, terimalah tubuh kita ini apa adanya. Udah mulus kok digambar yang aneh-aneh?
Ketahuilah, tato sifatnya merusak jaringan kulit manusia. Tubuh kita hanyalah titipan dari Allah Swt selama kita di dunia. Kok barang titipan diotak-atik sih? Entar Yang Punya marah loh. Berani ? [Alga Biru]