Percakapan dua muslimah di kantin sekolah*
Intan : Fin, bakal lanjut kemana entar abis UN ?
Fina : Rencananya sih kalau ngga ke UGM ya… ke UI
deh ! kamu?
(Dalam hati Intan, “wah keren amat”)
Intan : Oh… belum tau nih. Kayanya sih ngga
kemana-mana, bantu-bantu ibu aja di
rumah. Adik-adikku masih banyak yang
harus dibiayai.
*****
Percakapan seperti di atas mungkin pernah kita denger atau bahkan dialami oleh kita. Apalagi buat anak-anak SMA yang sedang H2C menunggu hasil UN terus mikirin masa depannya. Jenjang terakhirnya di kampus putih abu-abu sebagai “siswa” akan segera berakhir. Akankah ini benar-benar jadi yang terakhir juga dalam menimba ilmu? Belum tentu. Kan ada bangku kuliah yang sudah menunggu. Macem-macem sih alasan orang lanjut ke jenjang berikutnya alias masuk kampus (trus dapet gelar “mahasiswa”).
Pertama, cari ilmu. Selanjutnya, setelah dapat ilmu, terus lulus, yang ujung-ujungnya dapet titel. Bakal diapain tuh titel? Tentu ijazah kelulusan dan titel tersebut berhubungan dengan kemudahan dalam mencari pekerjaan dan menambah penghasilan. Apalagi di era kapitalisme kaya gini. Jangankan kerja kantoran, jadi tukang sapu aja butuh ijazah.
So, walaupun kita orangnya pintar, jujur dan cekatan, tapi kalo nggak lengkap dengan ijazah, siap-siap aja tereliminasi. Tuntutan pekerjaan yang biasanya bikin orang ‘maksa’ pengen kuliah. Walau biaya kuliah itu… selangiiiit! Ada juga sih yang milih lanjut kuliah juga dalam rangka menaikkan derajat sosial. Yup, orang yang di belakang namanya ada embel-embel “sarjana”, dianggap lebih bergengsi dan status sosialnya lebih tinggi. Kuliahnya belon kelar, eh terkadang gengsinya udah berkoar-koar.
“Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS.Al Mujadalah:11)
Ya, Allah Swt memang memuji orang yang berilmu. Tapi yang dimaksud bukan orang bertitel apalagi yang cuma gengsi-gengsian lho. Siapa saja yang getol belajar untuk meningkatkan kapasitas diri, layak disebut orang berilmu. Makanya, kalo mau lanjutin kuliah jangan jadi mahasiswa bermasalah. Jadilah generasi intelek penebar berkah. Biar titelnya cocok dengan predikatnya sebagai orang yang berilmu. Akur? DRISEr, biar kita bisa jadi bagian dari generasi intelek penebar berkah, berikut tips untuk mewujudkannya.
Ambil langkah 4P : PILIHAN, PERENCAAN, PERMODALAN, PEMATANGAN!
- PILIHAN Seleksi pilihan kita. Lanjut kuliah artinya kita harus siap dengan biaya, waktu yang lumayan lama di kampus, minat (jangan Cuma ngikut ya) dan restu dari ortu. Salah satu saja tidak terpenuhi, jalan kita bisa tersendat di tengah jalan. · PERENCAAAN Rencanakan agenda kita sesuai apa yang kita pilih. Misalnya: pilih kampus yang sesuai dengan ‘derajat kesiapan’, supaya gampang lulusnya. Jangan muluk-muluk, tapi juga ngga boleh pesimis.
- PERMODALAN Sebelum melangkah, pikirkan sumber modal. Kalau masih kurang, pikirkan darimana kira-kira bisa kita dapatkan? Dari usaha sampingan, atau beasiswa, yakinlah masih banyak pintu rezeki. Yang penting, dipersiapkan ya segala kemungkinannya.
- PEMATANGAN Minta dukungan orang-orang terdekat, minimal minta do’a gitu loh. Jika kita mengalami banyak tantangan, matangkan mental kita dengan amal soleh. Sedekah, Sholat malam, menjauhi kemaksiatan dan laksanakan kewajiban. Semua itu untuk membangun sinyal kita kepada Allah Swt, Sang Pengatur Segala Urusan. Selamat merangkai masa depan! [Alga Biru]