”Aku merasa mual. Apa pun budaya di tempat kaum muslim hidup, baik budaya pedesaan mau pun budaya digital, dan apa pun generasinya, apakah disimbolkan oleh sebuah masjid tahun 1970-an untuk para imigran atau oleh sebuah kota yang sadar-informasi di milenium baru, Islam muncul sebagai sebuah agama tribal yang mengkhawatirkan. Kita memang memerlukan reformasi. Sungguh!” [Irshad Manji, dalam bukunya yang berjudul The Trouble with Islam Today]
ERROR!!! Kata-kata yang sangat KURANG AJAR dari seorang wanita usia 44 tahun-an asal Kanada. Irshad Manji. Aktivis Elesbian dan liberalisme ini belakangan santer di dunia maya maupun dunia nyata. Bahkan kerap kali mengisi ruang headline media massa. Gimana ya komentar remaja en remaji tentang kiprah si Lesbi yang lagi getol berdakwah di negeri para Jongos Islam Liberal (JIL)? Lisfatul Fatinah Munir, mahasiswi di Universitas Negeri Jakarta yang juga penulis aktif Forum Lingkar Pena Ciputat ngasih komentar.
“Memang pantas digituin (digertak!). Jelas penyimpangan. Dari segi sosial, psikis, emosi, apalagi agama. Setahuku, di Injil pun diceritakan tentang suatu kaum homo/lesbian yang mendapat murka Tuhan. Aku rasa, media kurang jujur dalam mempublikasikan pemberontakan dan pembubaran bedah bukunya Manji. Sebab setahuku, ormas-ormas Islam selalu punya tahap untuk menjalankan aksinya. Misalnya, dengan teguran dulu beberapa kali, peringatan, peringatan keras, baru deh pakai tindakan.”
Selanjutnya ada juga pendapat dari Rofi’ah Hayaazva, seorang mahasiswi berusia 22 tahun yang sibuk mempersiapkan sebuah Konferensi Intelektual Muslimah (20/05) untuk Bangsa, katanya; “Mmh… Irshad Manji? She is controversial icon for sure. Kedatangan dia kan sebenarnya dalam upaya menjebolkan RUU KKG ya tah. Kalau analisis saya biasalah negara Indonesia, untuk memblow up kebijakan-kebijakan pasti mengaitkan beribu-ribu isu (yang dijadiin tool-nya termasuk salah satunya itu tadi. Padahal secara diliat dari apa yang dibawa Irshad Manji itu sudah “THE WORST OF WORST” jadi tak sepantasnya menjadi kontroversi lagi). Kecuali untuk kacung-kacungnya AS.” Nah, itu betul buanget!
Apalagi ditambah umat lagi resah dan terancam juga karena konser Lady Gaga belum fix batal. Polda Metro sudah enggan dan tidak setuju dengan kedatangan Lady Gaga, tetapi Mabes Polrinya yang masih plin plan. Akhirnya, masalah Gaga yang belum tuntas, Irshad Manji dimunculkan lagi karena kepentingan RUU KKG (Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender). Manji datang dengan gaya petantang petenteng dan disambut gembira oleh pemujanya dari kaum JIL! Tobat!!!
Ismail Yusanto, JuBir Partai Politik Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dalam rangkuman situs syabab.com, sangat tegas menyatakan bahwa seluruh perangkat yang dibawa Irshad Manji adalah KEMUNGKARAN. “Kedatangan Manji itu memang harus ditolak. Ucapannya, perbuatannya adalah kemungkaran. Dengan bangganya dia menyatakan bahwa dirinya itu lesbian.
Dengan congkaknya juga dia mengatakan bahwa Al-Qur’an itu telah diedit oleh Nabi Muhammad SAW atau Muhammad yang bikin Al-Qur’an. Jadi ucapannya itu adalah ucapan kemungkaran. Dan terhadap kemungkaran, kita WAJIB untuk menghilangkannya. Jadi sudah betul itu mereka yang membubarkannya. Jadi sebenarnya itu bukan membubarkan diskusi tetapi membubarkan kemungkaran.” Tegas sang JuBir saat diwawancarai Joko, yang juga salah satu team Media Umat (jurnalis), dan saya mengutipnya. Karena PENTING! Dan Subhanallahu, respon umat yang saya temui dalam menanggapi kasus Irshad Manji ini pun ternyata satu suara: TOLAK IRSHAD MANJI! Karena sudah jelas bahwa Irshad Manji adalah musuh Islam.
So, melihat semua ini, mari kenali musuh Islam dengan baik, karena musuh-musuh Islam pun begitu mengenal kita (umat Muslim) dengan sangat baik. Mereka tak puas jika hanya menyerang dari satu sisi. Sebelum Islam benar-benar hancur, mereka tak akan berhenti berusaha untuk menghancurkan Islam. Melihat hal tersebut, seharusnya kita tidak boleh kalah. Semakin gencar berdakwah, menggaungkan opini kebenaran akan Syari’ah dan Khilafah, karena orang-orang yang yakin dengan pemikiran sesatnya saja mau capek-capek memperjuangkannya.
Lalu kenapa kita tidak? Padahal jaminannya adalah pahala, kebaikan dan surga. Yang kita bela adalah sesuatu yang haq. Jadi, kita harusnya bisa lebih fight! So, saatnya Irshad Manji Dideportasi. Nggak cuman ke luar negeri, tapi dari muka bumi ini! Ganbarou! [Hikari]