Perang Besar Pertama Rasulullah

 Lagi puasa, disuruh jalan puluhan kilometer ditengah sengatan terik sang mentari terus berperang. Waduh, yang bener aja! bisa-bisa perang belon mulai udah gempor duluan. Kenyataannya, hal itu pernah dilakukan para Shahabat saat perang besar pertama kaum muslimin yang terjadi di bulan Ramadhan! Wow… dahsyat!

Perang Besar Pertama Rasulullah

Perang Badar namanya. Perang terbuka terbesar yang tak terhindarkan lantaran berbagai macam gangguan, ancaman dan penindasan dari musuh-musuh Islam. Penindasan itu telah berlangsung sejak sebelum hijrahnya Nabi SAW dan kaum Muslimin ke Yatsrib (Madinah). Bahkan, rumah-rumah para muhajir tersebut diduduki kaum musyrikin dan harta benda merekapun dirampas.

Maka, untuk melindungi dakwah serta kaum muslimin dari ancaman tiada henti, Rasulullah SAW pun mengirimkan beberapa kali ekspedisi dan pengintaian. Rasulullah SAW membangun aliansi dengan kabilah-kabilah di jalur perjalanan antara Makkah dan Madinah. Begitu Rasulullah SAW mendengar bahwa kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb dan ‘Amr bin Al-‘Ash bergerak dari Syam bersama 40 orang dengan membawa harta orang-orang Quraisy yang keseluruhannya mencapai seribu ekor unta, maka beliau pun segera mengajak kaum muslimin untuk bergerak mendatanginya. Jumlah pasukan kaum muslimin pada saat itu hanya 313 orang, dengan membawa 2 ekor kuda dan 70 unta, yang dinaiki secara bergantian.

Tapi, pergerakan kaum muslimin ini rupanya  berhasil dibaca oleh Abu Sufyan, ia pun segera membelokkan jalur perjalanan dan meminta bantuan kepada penduduk Quraisy di Makkah. Mendengar hal ini kaum Quraisy pun bergegas untuk melindungi harta benda mereka, dengan membawa hampir 1000 orang pasukan dengan 100 kuda dan 170 unta. Ketika Abu Sufyan yakin bahwa kafilah dagang mereka aman, ia pun meminta pasukan Quraisy untuk pulang ke Makkah. Tapi, dengan congkak Abu Jahal menolak dan bertekad untuk meneruskan perjalanan dan menumpas pasukan Muslimin. Akhirnya kedua pasukan itu pun bertemu di sumur Badar.

Perang Badar Kubra merupakan peristiwa yang sangat penting.

Dalam Al-Qur’an surat Al Anfal, perang Badar disebut sebagai Yaumul Furqan atau Hari Pembeda (antara kebenaran dan kebatilan). Dikisahkan Rasulullah SAW berdoa “Ya Allah, orang-orang Quraisy telah datang dengan kesombongannya. Mereka ingin mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, aku bermunajat memohon janji-Mu. Ya Allah, tunaikanlah apa yang telah menjadi ketetapanMu. Ya Allah, berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika kelompok yang kecil dari umat ini binasa sekarang, maka Engkau tidak akan disembah di muka bumi ini.” Saking khusyu’nya doa beliau hingga sorban di pundak beliau jatuh ke lantai, sehingga Abu Bakar pun sampai trenyuh melihatnya dan berkata “Wahai Rasulullah, cukuplah apa yang telah kau minta kepada Tuhanmu karena sesungguhnya Ia akan memberikan apa yang telah dijanjikannya kepadamu”, sambil meletakkan kembali sorban itu di pundak Rasulullah SAW.

Perang Badar menunjukkan, bahwa kaum muslimin bukanlah kaum yang cuma pintar berdoa dan “sabar” menunggu mukjizat. Selain berdoa, kaum muslimin juga bersiap sedemikian rupa demi menjemput kemenangan yang dijanjikan. Selain mengirimkan misi intelijen, Rasulullah SAW yang tiba lebih dahulu di medan perang memilih tempat yang paling strategis, yaitu di sumur Badar, dan menimbun sumur  yang akan ditempati musuh, sehingga kaum Muslimin menguasai sumber air.

Peperangan pun dimulai pada Jum’at pagi, tanggal 17 Ramadhan, yang diawali dengan duel 3 orang jawara (mubarizun) dari masing-masing kubu. Dari kubu muslimin adalah Ubaidah bin Harits, Hamzah bin  Abdul  Muththalib,  dan  Ali  bin  Abi  Thalib, sementara kubu musyrikin mengutus ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah dan Walid bin ‘Utbah. Ketiganya tewas di tangan jawara kaum Muslimin. Setelah duel berakhir, perang total pun dimulai.

Di tengah sengitnya pertempuran, Rasulullah SAW berseru, “Wahai Abu  Bakar,  sampaikan  kabar  gembira  ini,  bahwa  pertolongan  Allah telah tiba. Ini Jibril sedang memegang tali kekang kuda yang ditungganginya berada di antara debu-debu.”. Doa Rasulullah SAW dikabulkan langsung oleh Allah SWT mengirim pasukan malaikat yang ikut berperang menumpas pasukan musyrikin. Allahuakbar!

Akhirnya, berkat persiapan, strategi, dan juga tentunya pertolongan Allah SWT, pasukan kaum muslimin yang lebih sedikit itu berhasil mengalahkan pasukan musyrikin. Tak kurang dari 70 orang pasukan musuh yang tewas dan 70 orang lainnya ditawan. Pasukan muslim juga berhasil memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Kemenangan pada perang Badar ini memiliki arti penting, karena semakin mengokohkan upaya dakwah Islam sehingga Islam kemudian bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Driser, peristiwa perang badar bisa jadi cermintan buat kita. Betapa kuatnya sikap dan mental kaum muslimin sampe rela berperang di bulan mulia. Itulah hasil dari pembinaan akidah yang dilakukan Rasulullah. Mungpung di bulan berkah, saatnya kita perkuat akidah juga untuk meneladani para shahabat. Ikut pengajian dan aktif berdakwah. Yuk![Ishaak]

di muat Di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #38

Sekolah Termahal

drise-online.com – Mendapatkan pendidikan yang terbaik dan belajar di sekolah terfavorit dengan fasilitas Sekolah Termahal - DRISE-ONLINE.COMterlengkap, pastinya jadi idaman setiap insan dong. Apalagi buat para remaja yang ingin menggali potensi diri sedalam-dalamnya, tentu pendidikan menjadi super penting. Sayangnya, di zaman kapitalis seperti sekarang ini, pendidikan yang berkualitas nggak bisa dinikmati oleh semua orang, karena harganya yang muahaall! Dalam dunia kapitalis dikenal slogan “There’s no such thing as a free lunch” artinya, nggak ada itu yang namanya makan siang gratis, apalagi sekolah gratis bro… ngimpii..!

Pendidikan dalam ideologi kapitalisme dianggap sebagai komoditas ekonomi, sehingga negara tidak boleh ikut campur terhadap operasional pelaksanaan pendidikan. Bahkan negara berlepas tangan dan membiarkan lembaga-lembaga pendidikan untuk membiayai segala kegiatan operasionalnya. Walhasil, biaya-biaya pendidikan pun dibebankan kepada rakyat. Makanya, semakin bermutu suatu sekolah dan semakin lengkap fasilitasnya, maka biayanya pun semakin mahal!

Di Indonesia, sekolah yang dikenal mematok biaya paling mahal adalah SMA Pelita Harapan Lippo Cikarang. Biaya sekolah yang didirikan tahun 1995 dibanderol sekitar US$ 9.000 per tahun, atau sekitar 100 juta rupiah! Peringkat kedua disusul oleh SMA Dwiwarna (Boarding School) di Bogor, dengan uang pangkal Rp 44.000.000 dan uang SPP-nya Rp 5.000.000 per bulan. Sekolah termahal ketiga adalah SMA Ciputra Surabaya, yang membanderol biaya sekolah sebesar Rp 40.000.000 dan SPP Rp 4.000.000 per bulan. Sementara itu kampus termahal di Indonesia diantaranya President University (Cikarang, Jawa Barat) dan Swiss German University (Tangerang, Banten), dengan rata-rata biaya per semester 25 juta rupiah, serta Universitas Pelita Harapan (Tangerang, Banten) dengan rata-rata biaya 9 – 15 juta rupiah tiap semester. Itu data tahun lalu, sekarang mungkin lebih mahal. Walah walah..

Di luar negeri, biaya pendidikan malah lebih gila lagi sob. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh National Association of Independent Schools di Amerika Serikat (AS), biaya rata-rata pendidikan anak di sekolah swasta mahal di AS adalah sekitar US$ 45.000 (Rp 500 juta)! Sementara itu Huffington Post melaporkan biaya tahunan untuk day school — sekolah reguler tanpa asrama — adalah sekitar US$ 20.000 (Rp. 220 juta). Lebih fantastis lagi biaya sekolah per tahun di Institut Le Rosey di Swiss yang mencapai US$ 99.566 (Rp 1 milyar).

Sedangkan menurut penelitian HSBC Group (lembaga jasa keuangan dan perbankan asal Hong Kong) tahun 2013, negara dengan biaya sekolah paling mahal bagi siswa internasional adalah Australia. Di negeri kanguru tersebut biaya sekolah rata-rata per tahun plus biaya hidup mencapai US$ 38,516 (Rp. 424 juta). Amerika serikat menempati urutan kedua termahal dengan biaya tahunan mencapai US$ 35,705 (Rp. 393 juta), disusul oleh Inggris, Uni Emirat Arab, Kanada, Singapura dan Hongkong, dengan biaya tahunan lebih dari 250 juta rupiah. Mahalnya….

Driser, sekolah termahal cuman ada di negara yang diatur oleh sistem pemerintahan kapitalis sekuler. Kalo di dalam negara Islam, kekhilafahan bakal menggratiskan biaya pendidikan yang ditunjang dengan sarana dan prasaran lengkap bin komplit. Nggak heran kalo sistem pendidikan Islam mampu melahirkan banyak ilmuwan jempolan yang mengguncang dunia. Mantabs! [Ishaak]

 

(BOX) Biaya Pendidikan ditanggung Negara!

Ketika terjadi perang Badar, kaum Muslimin berhasil mengalahkan pasukan Quraisy, bahkan menawan sekitar 70 orang dari pasukan musuh. Rasulullah SAW kemudian memutuskan untuk membebaskan para tawanan tersebut dengan tebusan 1000 – 4000 dirham. Menariknya, beberapa tawanan yang tidak mampu membayar tebusan, tapi bisa baca-tulis, diperintahkan untuk mengajari 10 orang anak Madinah sebagai tebusan dirinya. Diantara yang diajari baca tulis oleh tawanan perang adalah Zaid bin Tsabit RA. Padahal, barang tebusan adalah hak Baitul Mal (Kas Negara), dengan kata lain, Rasulullah SAW menggunakan aset Baitul Mal untuk pendidikan anak-anak Madinah. Apa yang Rasul lakukan selaku kepala negara dalam soal pendidikan menunjukkan bahwa biaya pendidikan ditanggung oleh negara. Bukan dibebankan ama rakyat. Catat!

Hal ini juga ditegaskan dengan ijma’ shahabat, yaitu persetujuan atas kebijakan Khalifah Umar R
A dan Utsman RA yang memberikan gaji kepada para guru, muazin, dan imam shalat jamaah. Khalifah Umar memberikan gaji tersebut dari Baitul Mal yang berasal dari jizyah, kharaj (pajak tanah), dan usyur (pungutan atas harta non-Muslim yang melintasi tapal batas negara).[]

di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #37

Marching band militer yang tertua

drise-online.com – D’Riser sekalian pasti udah pada ngeh dong dengan yang namanya Marching Band alias Orkes Barisan. Biasanya tuh banyak remaja en remaji yang ikut ekskul marching band di sekolahnya. Latihan berbaris bukan pasukan pengibar bendera. Lantaran masing-masing bawa alat musik. Merekalah yang disebut orkes barisan, karena memang terdiri dari barisan orang-orang yang memainkan lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik secara bersama-sama. Selain alat musiknya yang bermacem-macem, seragam dengan kombinasi warna-warni tabrak lari yang digunakan marching band selalu memancing perhatian. Kenapa nggak satu warna aja? Kok warna warni ngejreng dan agak mirip seragam militer? Jawabannya karena awalnya marching band memang dibentuk untuk mengiringi dan meningkatkan semangat pasukan yang berperang.

Marching band militer yang tertua

Tau gak si loh! Marching band militer yang tertua di dunia adalah marching band dinasti Utsmaniyah, yang di barat dikenal dengan mehter. Mehter berasal dari bahasa persia, mahtar, yang sebenarnya merujuk pada satu orang musisi, sedangkan untuk menyebut band digunakan kata mehteran atau mehterhane. Mehteran juga sering disebut sebagai janissary-band, karena merupakan bagian dari korps elit janissary.

Instrumen-instrumen standar yang dimainkan oleh mehteran adalah kos (timpani besar), davul (drum bass), zil (simbal), zurna (sejenis oboe) , boru (sejenis terompet) dan cevgan (tongkat dengan lonceng-lonceng kecil). Kostum yang dikenakan mehteran walaupun bervariasi tapi hampir selalu colorful dan ngejreng.

Konon, mehterhane pertama dikirimkan oleh sultan Seljuk Alaeddin Keykubad III kepada Osman I, Sultan pertama dinasti Utsmaniyah pada tahun 1289 M sebagai hadiah dan tahniah atas berdirinya dinasti baru tersebut. Sejak saat itu mehterhane kemudian menjadi simbol kesultanan Utsmaniyah. Band mehter paling dikenal karena penampilannya di medan perang mengiringi pasukan elit janissary. Tujuannya untuk memainkan musik yang keras hingga menciutkan nyali lawan dan sebaliknya meningkatkan semangat kawan. Maka tak heran jika musik mehter diasosiasikan dengan musik peperangan.Ketika Christian Schubart, seorang penyair Jerman mendengar musik band mehter, ia menuliskan bahwa musik yang ia dengar “sangat bernuansa perang, bahkan bisa membuat jiwa-jiwa yang pengecut mendadak jadi pemberani”.

negara-negara mencontek penggunaan marching band

driser Keberadaan mehter di medan perang ternyata memang memberi pengaruh yang hebat pada pasukan Eropa, yang belum pernah mendengar bunyi simbal dan drum yang begitu memekakkan telinga. Apalagi ditambah dengan bunyi ledakan senapan blunderbuss dan dentuman meriam, pasukan musuh pun kocar-kacir tak karuan. Makanya tak heran, negara-negara Eropa mencontek penggunaan marching band di medan perang. Augustus II dari Polandia (bertahta tahun 1697-1704) adalah penguasa pertama di Eropa yang menggunakan marching band yang terinspirasi dari mehterhane. driser Trend ini pun menyebar ke negara-negara Eropa.

Walaupun identik dengan militer, musik mehter tidak hanya dimainkan dalam peperangan lho. Mehteran juga tampil dalam berbagai upacara dan perayaan kenegaraan. Selain band resmi negara, ada juga band-band mehter non-official yang lebih kecil yang tergabung dalam guildguild. Mereka biasa tampil dalam resepsi pernikahan, juga pada saat melepas jemaah haji. Duta-duta besar dan pejabat-pejabat provinsial juga memiliki band mehter sendiri, bahkan kaum sufi pun memainkan musik mehter.

Mehteran Utsmani tampil di kota Vienna selama beberapa hari setelah ditandatanginya perjanjian Karlowitz pada tahun 1699. Selanjutnya duta-duta besar yang dikirim ke negara-negara Eropa barat membawa serta band mehter masing-masing. Abad 18 M, Eropa mulai gandrung dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Turki Utsmani. Fenomena ini dikenal dengan Turquerie, atau Turkomania. Orang-orang Eropa meminum kopi Turki dengan memakai jubah Turki. Kaum aristokrat dilukis dengan mengenakan busana khas Turki, menghiasi rumah mereka dengan motif-motif Turki, bahkan mereka membaca terjemahan “Seribu Satu Malam”, padahal bukan berasal dari Turki.

Termasuk dalam bidang musik klasik, mehter pun menancapkan pengaruhnya di Eropa. Komposer-komposer top sekelas Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven sekalipun, menelorkan karya yang terinspirasi dari, atau didesain untuk meniru musik mehter. Salah satu contohnya adalah Rondo Alla Turca, yang dikarang oleh Mozart dan Marcia Alla Turca, karangan Beethoven. Mantabs!

Memang kenyataannya sebuah negera yang kuat, pasti peradaban dan kebudayaannya akan dicontek oleh negara-negara yang lebih lemah. Makanya, sekarang ini banyak yang membebek budaya barat, itu karena negara-negara barat sedang kuat, sehingga budaya barat itu dianggap maju dan modern. Fenomena itu pula yang terjadi dahulu ketika negara Islam sedang jaya-jayanya, kebudayaannya pun menjadi trendsetter, ditiru oleh negara-negara Eropa. Semoga info ini makin menambah kecintaan kita pada kemuliaan Islam. [Ishak]

di muat Di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #36

 

The Most Decisive Battle

Drise-online.com – Ngomong-ngomong soal perang dahsyat, mungkin yang terpikir adalah perang-perang yang terkenal seperti Battle of Thermopylae, antara Leonidas dari Sparta melawan Xerxes penguasa Persia, yang dikemas secara hiperbolis dalam film 300. Mungkin juga perang saudara antara pasukan Amerika Serikat melawan Konfederasi Amerika alias American Civil War. Atau yang paling terkenal Perang Dunia II.

Wajar kalau perang-perang tersebut lebih dikenal, saking seringnya difilmkan dan diangkat oleh berbagai media. Akan tetapi yang mengabadikan peperangan kaum muslimin jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Bahkan kalau dicari di google dengan keyword “the greatest battle”, atau “top ten war in history”, dll, sedikit sekali yang objektif dengan memasukkan peperangan kaum muslimin dalam daftar mereka. Padahal, banyak diantara peperangan yang dilakukan umat Islam itu dinilai sebagai salah satu pertempuran yang sangat berpengaruh dalam menentukan masa depan dunia.

Salah satu perang yang dianggap sangat menentukan alur sejarah peradaban dunia adalah perang Yarmuk (Battle of Hieromyax). Perang diakui oleh sejarawan Barat sebagai perang yang paling gemilang dalam sejarah. Bayangin aja, pasukan yang jauh lebih kecil jumlahnya mampu membabat habis pasukan lawan yang jumlahnya jauh lebih besar melalui taktik dan strategi perang yang brilian. Mancabs!

Kemenangan Islam dalam perang Yarmuk juga semakin mengukuhkan prestasi sang Jendral, Khalid bin Walid, sebagai salah satu komandan kavaleri dan panglima perang terbaik sepanjang sejarah. Tak heran jika Erwin Rommel, komandan kavaleri Jerman dalam Perang Dunia II yang terkenal dengan Blitzkrieg (perang kilat) di Eropa, rupanya terinspirasi dari elite mobile guard-nya Khalid bin Walid. Dalam perang Yarmuk pun, pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid memegang kunci kemenangan.

Dalam Perang Yarmuk, Daulah Islam yang dipimpin Khalifah Umar bin Khattab melawan Kekaisaran Bizantium yang dipimpin oleh Heraklius. Perang ini terjadi selama 6 hari penuh, tepatnya pada 15-20 Agustus 636 M, empat tahun setelah Rasulullah SAW mangkat. Medan pertempuran terletak di dataran Yarmuk, sebelah timur laut Galilee, 65 km dari dataran tinggi Golan. Perang ini dianggap sebagai perang yang sangat penting karena menandakan gelombang besar pertama penaklukan dan penyebaran Islam ke wilayah-wilayah di luar Jazirah Arab.

Ahli sejarah kemiliteran abad pertengahan asal Inggris, David Nicolle, dalam buku Yarmuk 636 A.D.: The Muslim Conquest of Syria, menjelaskan bahwa perang Yarmuk adalah turning point (titik balik) sejarah. Seandainya Bizantium yang menang, maka dominasi dan pengaruh peradaban Yunani-Romawi akan terus berlanjut di wilayah Timur Tengah, dan antara kontak bangsa Eropa dengan bangsa Asia Timur –yang dibuka oleh peradaban Islam- akan tertunda.

 

Seandainya pasukan Muslim kalah di Yarmuk, penaklukan kaum Muslimin ke Mesir dan Palestina akan tertahan, bahkan mungkin tidak akan terjadi untuk jangka waktu yang lama. Kekalahan di perang Yarmuk juga akan mempengaruhi kekuatan kaum Muslimin dalam perang Qadisiyah, yang terjadi tiga bulan setelah perang Yarmuk. Atau malah perang Qadisiyah tidak terjadi sama sekali. Seandainya dalam perang Qadisiyah pasukan Islam dikalahkan juga, maka Islam tidak akan menyebar ke wilayah Mesopotamia dengan mulus. Akibatnya agama Islam akan tertahan di wilayah Arab untuk sementara.

Padahal, setiap penyebaran Islam melalui penaklukan yang dilakukan kaum Muslimin selalu diikuti dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Catatan sejarah menunjukkan setiap daerah yang ditaklukkan Daulah Islam berkembang dengan sangat cepat, bahkan beberapa diantaranya menjadi mercusuar peradaban dunia, seperti Cordova dan Baghdad. Kalo saja penyebaran Islam tertahan di wilayah Arab, bisa-bisa wilayah di luar jazirah Arab masih zamannya Flinstone sampe sekarang. Makanya, jangan parno dulu dengan kata jihad karena sesungguhnya penaklukkan yang dilakukan oleh Khilafah kelak semata-mata untuk kebaikan masyarakat dunia. Catet tu![Ishaak]

BOX: Lima Banding Satu

Perang Yarmuk menunjukkan bahwa jumlah pasukan tidak menjamin kemenangan dalam sebuah pertempuran. Jumlah pasukan Islam saat itu sekitar 24.000 – 40.000 orang, sementara pasukan Bizantium berjumlah sekitar 100.000 – 400.000 orang, yang terdiri dari gabungan tentara Bizantium, dan orang-orang Armenia, Slavia, Franks, Georgia, dan Kristen Arab Ghassan. Akan tetapi berkat strategi perang yang brilian, perjuangan yang gigih, serta pertolongan dari Allah SWT, pasukan Islam yang berjumlah jauh lebih sedikit itu mampu memporakporandakan pasukan Bizantium.

Perkiraan modern menyebutkan bahwa pasukan Bizantium yang binasa mencapai 45%, sementara pasukan Islam hanya kehilangan 4000 mujahidin saja. Dengan kemenangan dalam perang ini wilayah Palestina, Suriah dan Mesopotamia akhirnya dikuasai oleh Kekhalifahan Islam, yang mengawali penyebaran Islam ke seluruh dunia.[]

Di Muat Di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #11