MAJALAH REMAJA ISLAM DRISE EDISI 47 – Pelajar Hebat Dunia Akhirat

Majalahdrise.com – Puluhan pelajar pasca ujian nasional di Kabupaten Kendal hari Kamis (16/04/2015) terjaring razia satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal saat hendak melakukan pesta seks.Mereka digerebek Satpol PP di kawasan objek wisata Pantai Muara Kencan, di Desa Pidodowetan, Kecamatan Patebon Kendal.(news.detik.com, 13/04/2015)

Sementara di kota-kota lain, aksi corat-coret seragam mewarnai hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional. Nggak seru rasanya kalo luapan kegembiraan cuman ‘ngotorin’ seragam aja. Makanya banyak pelajar melanjutkan aksinya turun ke jalan raya. Bermodalkan konvoi kendaraan, mereka memadati ruas jalan perkotaan tanpa helm dan bunyi klakson yang saling bersahutan. Udah pasti mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.

Ekspresi bebas para pelajar pasca UN kerap menyita perhatian masyarakat. Terutama tingkah semaunya yang berlindung dibalik jiwa muda. Mulai dari aksi corat-coret, konvoi kendaraan, tawuran, hingga pesta prom night yang lengket dengan budaya seks bebas. Potret buram pelajar yang sering menghiasi media massa, udah lama jadi PR ibu pertiwi. Saking lamanya, Ibu Pertiwi mungkin lupa kalo punya PR untuk benahin perilaku para pelajar. Walhasil, dari tahun ke tahun kelakuan anak didik makin nggak asyik. Nyesek!

 

Cermin Pelajar Idaman

Indonesia bukan negara tanpa pelajar berprestasi di kancah dunia. Segudang penghargaan internasional, telah diraih oleh para pelajar dalam negeri. Dari lomba olimpiade sains tingkat dunia hingga kompetisi penemuan alat yang bermanfaat bagi masyarakat. Berikut beberapa prestasi pelajar pribumi yang telah mengharumkan nama Ibu Pertiwi.

  • Sabut Kelapa Diubah Menjadi Rompi Anti Peluru

Sabut kelapa yang biasanya hanya dijadikan kayu bakar atau bahkan malah hanya jadi sampah, disulap menjadi rompi anti peluru oleh dua orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Semarang, Jawa Tengah. Aristio Kevin Ardyaneira Pratama dan M Iqbal Fauzi mengolah sabut kelapa dan fiber, menjadi rompi anti peluru yang tahan dari tembakan serta senjata tajam. Saat ini rompi anti peluru mereka masih terus disempurnakan agar tahan terhadap tembakan senjata laras panjang juga. Temuan mereka telah memenangi ajang International Science Project Olympiad dan memperoleh medali perak. Mereka berharap temuan mereka dapat diproduksi masal agar bisa dimanfaatkan oleh TNI dan Polri.

  • Biofungisida dari Kulit Randu

Aprillyani Sofa, siswi SMA PGRI 2 Kayen, juga turut mengharumkan nama Indonesia. Ia berhasil membuat biofungisida dari bahan alami yakni kulit randu. Biofungsi adalah pembunuh jamur pada tanaman. Di pasaran, biasanya dibuat dari bahan kimia yang tentu saja berbahaya jika menumpuk di dalam tubuh. Aprilliyani membuat biofungisida dari kulit randu yang telah diolah terlebih dahulu. Penemuannya membuatnya menjadi juara I dunia dalam bidang Biologi Molekuler di Brasil dan mengalahkan peserta-peserta dari negara lain.

  • Detektor Telur Busuk

Pelajar SMA Taruna Nusantara Magelang berhasil mencuri perhatian dunia intenasional dengan temuannya. Wisnu, nama pelajar tersebut, menciptakan detektor telur busuk yang dilengkapi sensor dan kalibrator. Detektor dibuat dari bahan sederhana yakni senter. Telur yang diuji akan disinari dengan cahaya dari senter tersebut. Bila cahaya tembus, lampu akan berwarna hijau dan berarti telur tersebut aman dikonsumsi. Sedangkan bila gelap, lampu merah yang menyala dan mengeluarkan bunyi pertanda telur tersebut busuk. Temuan Wisnu banyak diincar penggiat industri yang ingin membeli hak cipta temuannya. Ke depannya, Wisnu berencana membuat alat detektor telur busuk tersebut dengan karet roda.

  • Pengharum Ruangan dari Kotoran Sapi

Siapa bilang kotoran sapi tak bisa dimanfaatkan? Dwi Nailul Izzah dan Rintya Aprianti Miki, pelajar dari Lamongan berhasil memanfaat kotoran sapi menjadi pengharum ruangan yang ramah lingkungan. Kotoran sapi difermentasi selama tiga hari kemudian diekstraksi dan dicampur dengan air kelapa, lalu disuling untuk menghilangkan kotorannya. Produk akhirnya berupa pengharum ruangan dengan aroma alami tumbuh-tumbuhan. Pengharum ruangan ini dikatakan ramah lingkungan karena bebas dari aerosol.

Masih banyak karya anak bangsa yang cukup menyita perhatian dunia. Pastinya nggak cukup kalo dipaparkan dalam tulisan ini. Satu yang pasti, masih ada para pelajar idaman yang bercokol di bumi pertiwi. Sayang, jumlahnya bisa dihitung oleh jari. Kebanyakan pelajar, malah terhanyut dalam gaya hidup hedonis yang dijajakan media. Boro-boro kepikiran untuk berkontribusi, ngurus dirinya sendiri aja masih keteteran. Kacian!

di muat di Majalah remaja islam Drise 47

Wanita Terjaga & Mulia Bersama Islam

Majalahdrise.com – Terlalu cetek kalo ada yang menyimpulkan kekerasan terhadap wanita karena gender. Jenis kelamin itu kodrat. Cuman orang-orang jahiliyah yang memandang sebelah mata terhadap wanita. Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma, kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.  Mereka menganggap perempuan yang lemah nggak produktif. Cuman jadi beban kaum laki-laki aja. Prof Will Durrant bilang “..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan, sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”.  Waduh!

Sementara dalam peradaban Yunani, tempat wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat.  Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus ngomong kasar pada Tuhannya. “Wahai Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?” Deeu..segitunya?

Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap suami. Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra. Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum perempuan dalam posisi yang rendah”.

Idih, ngeri banget ya cara pandang orang-orang jahiliyah di atas terhadap wanita. Sialnya, kini cara pandang yang sama dalam kemasan emansipasi dan kesetaraan gender gencar dikampanyekan kaum feminis. Makanya kita harus hati-hati sis!

Cuman syariah Islam yang menjaga dan menghargai wanita tanpa cacat cela. Bukan yang lain. Dari awal kedatangannya, islam telah menempatkan wanita pada kedudukan yang mulia.  Fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, tak menjadikan kaum hawa terhina. Justru posisi ini adalah kehormatan yang tiada duanya.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [Al-Ahzaab : 33]

Tak hanya di dalam rumah, syariah Islam membolehkan wanita untuk berkiprah di luar rumah dalam perkara yang mubah. Dengan catatan, tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri, ibu, dan pengatur rumah tangga serta bukan dalam perkara yang diharamkan. Jadi, boleh aja muslimah berbisnis jual beli, menjalani profesi sebagai sebagai guru, dokter, perawat, peneliti, tukang jahit, atau jurnalis. Bahkan, wanita juga boleh terjun dalam dunia politik semisal memilih penguasa, memilih dan dipilih menjadi anggota majlis umat dalam pemerintahan Islam. Namun tetap, syarat dan ketentuannya berlaku ya. Ingat kewajiban utamanya sebagai ummu wa robbatul bait.

Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama cowok. Justru mesti bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa`: 32)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki. Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)

Kalo aturan Islam diterapkan dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat. Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—Eastern Mail.  ia menyebutkan “Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak—yang tidak saja menyalahi kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehor­matannya.”

Mulianya kedudukan wanita dalam Islam, karena Rasulullah SAW telah mewasiatkan untuk menjaga perempuan dan memperlakukannya dengan baik.  Sabda Rasulullah SAW: Perlakukanlah perempuan dengan baik (HR Muslim).  Islam pun menetapkan bahwa memelihara kehormatan perempuan hukumnya wajib.  Orang-orang yang terbunuh karena mempertahankan kehormatannya adalah syahid akhirat, artinya memperoleh pahala syahid mujahid di jalan Allah. Sabda Rasululah SAW: “Barang siapa yang terbunuh (dibunuh) demi keluarga, maka dia syahid “(HR.Nasai)

Tuh kan, saking dihormatinya wanita, pembelaan terhadapnya disamakan dengan pahala syahid di akhirat. Jadi, untuk driser muslimah jangan silau dengan kampanye emansipasi dan kesetaraan gender. Kesannya baik dan mengangkat derajat wanita. Padahal, dibaliknya segudang ancaman siap menghancurkan kehidupan perempuan dan keluarga.

Kita sepakat kalo cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diperbaiki. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga atau di tempat kerja emang kudu dilawan. Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Pasti![hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 46

Melabrak Kodrat Kaum Hawa

Majalahdrise.com – Driser, kita turut prihatin dengan nasib perempuan yang hidupnya sering jadi bulan-bulanan. Seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga yang gencar menghiasi layar kaca. Siapa sih yang nggak terusik dengan berita-berita menyedihkan itu. Cuman masalahnya, apa bener gerakan feminisme layak kita jadikan kendaraan buat memperbaiki hidup kaum hawa? Kayanya kita mesti lebih jeli deh.

Kalo kita baca sejarahnya, udah keliatan kalo gerakan feminisme lahir dan berkembang di Eropa yang hidup dengan prinsip sekuler. Nggak ngasih ruang bagi aturan agama dalam kesehariannya. Otomatis, standar yang mereka pake  dalam perjuangannya adalah untung rugi dalam kacamata manusia. Jauh dari pertimbangan akherat. Hasilnya, mereka bakal ngotot untuk melabrak setiap aturan yang dianggap bisa merendahkan wanita. Termasuk aturan Islam. Nah lho?

Lemahnya posisi perempuan dalam keluarga, dianggap sebagai penyebab menjamurnya kekerasan dalam rumah tangga. Walhasil, kaum feminis gencar mengajak perempuan untuk eksis di dunia kerja. Baik sebagai buruh pabrik atau pekerja kantoran. Agar secara ekonomi tidak bergantung pada pria dalam keluarga. Label wanita karir jadi simbol kesetaraan.

Emang sih dengan bekerja, kaum hawa jadi bisa menghidupi dirinya sendiri. Namun, mandiri secara ekonomi tak berarti memperkuat posisinya di dunia kerja. Tetap saja secara fisik, wanita punya kelemahan. Kondisi ini yang sering dimanfaatkan oleh pria untuk melakukan pelecehan di tempat kerja. Buruh wanita dilecehkan oleh atasan dengan ancaman kontrak kerja tak akan diperpanjang. Atau ketika pulang kerja lembur atau shift malam, kaum hawa sering jadi sasaran korban pelecehan. Ngeri!

Di Jakarta, terdapat sekitar 80.000 orang buruh. Sebanyak 90 persen dari angka tersebut merupakan buruh wanita dan 75 persen buruh wanita yang ada di Jakarta telah mengalami kekerasan seksual. Dari catatan tahunan yang dikeluarkan oleh Komnas Perempuan tahun 2012, terdapat 216.156 kasus kekerasan seksual. Di antaranya diterima oleh buruh wanita sebanyak 2.521. Angka itu berdasar kepada buruh wanita yang melaporkan kejadian yang dialaminya. (Megapolitan.Kompas.Com, 19/04/13).

Secara psikis, wanita bekerja merasa punya posisi yang setara bahkan lebih tinggi dalam keluarga. Karena sukses di dunia kerja atau penghasilannya melebihi suami. Sampai-sampai jadi ‘kepala’rumah tangga dalam urusan nafkah. Walhasil, sang istri nggak ngerasa penting untuk selalu tunduk pada keinginan suami. Malah kalo udah ngerasa nggak nyaman dengan pasangan, dengan mudahnya mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Ngerasa nggak akan ada masalah dalam urusan keuangan. Toh, dirinya sudah berpenghasilan. Waduh!

Kesetaraan gender juga berimbas pada pola pergaulan. Laki perempuan udah nggak ada batasnya lagi. Yang udah berkeluarga atau lajang, kalo di tempat umum bebas bercengkerama. Haha hihi bin ketawa ketiwi. Bukan cuman mereka yang senang, setan juga jingkrak-jingkrak ngomporin. Biar tuh pasangan makin dalam terjerumus ke jurang kemaksiatan. Tak ayal, terjadi perselingkuhan. Ujung-ujungnya, perceraian!

Driser, kita bukan bermaksud lebay bin paranoid ya ide emansipasi binti kesetaraan gender yang menjerat kaum hawa. Faktanya, bukan kemuliaan yang akan diperoleh wanita. Justru ternodanya martabat mereka. Karena segudang masalah yang menimpa wanita, bukan karena mereka kaum hawa. Tapi akibat cara pandang kaum adam yang dipengaruhi gaya hidup sekuler terhadap perempuan. Seperti diungkap oleh Nicole Kidman di atas. Jadi, salah sasaran kalo tuduhan penyebab penindasan terhadap perempuan ditujukan pada syariah Islam yang sangat memuliakan wanita. <<–CATET!

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 46

MAJALAH DRISE EDISI 46 : Woman Happy With Islam

Majalahdrise.com – Ngeri juga ngeliat data kekerasan terhadap kaum hawa yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini tercermin dari fakta-fakta terbaru yang disampaikan Komnas Perempuan Indonesia pada tanggal 24 November 2014 mengenai jumlah kekerasan terhadap kaum perempuan di Indonesia.

Sepanjang 2013, tercatat 279.760 kasus kekerasan terhadap perempuan. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 4.336 kasus dari tahun 2012. Bila dihitung, dalam 3 jam setidaknya ada 2 perempuan mengalami kekerasan seksual..!

Kekerasan terhadap perempuan itu banyak sekali macamnya. Mulai dari pelecehan secara verbal dengan perkataan mesum, pelecehan secara fisik dengan meraba daerah terlarang, perkosaan, hingga human traficking alias jual beli perempuan. Bah, gawat sangat ini.

Kebayang dong, gimana nggak paranoidnya perempuan hidup di era kapitalis saat ini. Kadung dicap makhluk yang lemah, kaum hawa sering jadi korban pelecehan baik secara verbal atau pun fisik. Secara gitu lho, kaum adam udah kaya kucing kebelet kawin aja kalo ngeliat lawan jenisnya lewat di depan mata. Apalagi kalo tuh makhluk cantik pake busana minim yang bikin jakunnya pria naik turun. Bisa berabe urusannya.

Gara-gara Islam Nih!

Tingginya angka kekerasan yang menimpa perempuan emang nggak bisa dibantah. Tapi lucunya, ada pihak yang menunjukkan jarinya pada Islam sebagai penyebab menderitanya kaum hawa. Lho kok bisa? Piye iki?!

Segudang aturan Islam yang menjaga kemuliaan martabat wanita dituduh aktivis gender yang gencar memperjuangkan emansipasi sebagai biang penderitaan kaum hawa. Dalam Islam, tugas utama wanita itu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Bahasa kerennya, sebagai ummu wa robbatul bait. Otomatis, ruang geraknya lebih banyak di dalam rumah dan sekitarnya. Mulai dari ngurus anak sampai beresin rumah.

Cara berfikir dangkal kaum gender menganggap, kalo perempuan banyak di rumah pastinya bete dan ketinggalan informasi alias nggak gaul. Sehari-hari cuman berkutat di dapur, sumur, dan kasur. Nggak ada kegiatan yang produktif untuk mendatangkan materi dan gengsi. Jabatanya perumtel alias penunggu rumah teladan.

Kalo istri mau keluar rumah, Islam mengajarkan untuk meminta izin pada suami. Nggak bisa berkeliaran di sektor publik semaunya. Udah kaya tahanan rumah aja. Terus Islam juga melarang wanita jadi kepala negara, gubernur, atau walikota. Seolah memasung hak politik kaum hawa. Kecantikan perempuan seperti tak dihargai oleh Islam karena harus menutup aurat sempurna ketika keluar rumah. Nggak bisa tuh lenggak lenggok bak peragawati mengumbar uratnya memancing adrenalin lelaki. Dan satu lagi yang sering bikin sewot kaum gender, suami boleh poligami sementara istri dilarang poliandri (emangnya kucing :D). Di sini kadang aktivis gender merasa sedih.

Tuduhan ngawur aktivis feminis dan kaum gender di atas sengaja diumbar biar umat Islam terutama perempuan alergi dengan syariah Islam. Padahal justru kebobrokan ide feminis dan kesetaraan gender yang diimpor dari Barat bikin kehidupan perempuan nelangsa sepanjang hayat. Bilangnya memperjuangkan hak perempuan. Kenyataannya, merendahkan derajat perempuan.

Nicole Kidman menyatakan Hollywodd mungkin telah turut memberikan andil pada kekerasan terhadap wanita , dengan menggambarkan wanita sebagai pihak yang lemah dan menjadi objek seksual. Nicole Kidman memberikan keterangan tentang kekerasan terhadap wanita dihadapan House Foreign Affairs subcommittee (Christine Simmons, Associated Press Writer – Wed Oct 21) Catet!

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 46