Kiat islam usir penyakit

sakit. Kondisi ini paling dihindari banyak orang. Bukan tanpa sebab sih, karena sakit sedikit banyak  menghambat aktivitas kita. Kalau sakit, berasa enggan melakukan apa-apa. Bawaannya pengen istirahat mulu. Tidur seharian. Lidah terasa pahit ketika mencicipi makanan yang disajikan. Atau malah baru ngeliat makanannya aja udah mual duluan. Apalagi kalau udah divonis mengidap penyakit setelah diperiksa dokter. Wih makin nggak nyaman aja.  

Pola munculnya Penyakit

Secara teori, ada fakta hal yang  menyebabkan munculnya penyakit.

Pertama, adanya faktor risiko, misalnya nih faktor risiko AIDS adalah seks bebas, maka yang ngelakuin seks bebas adalah kelompok yang jelas2 berisiko terkena HIV/AIDS. Yang

kedua, adanya keterpaparan. Terpapar oleh penyebab  penyakit, bisa disebabkan oleh virus,bakteri dll dari  penderita penyakit tertentu.  Ada dua hal yang kudu dilakukan untuk  menghindari munculnya penyakit.  

Pertama: jauhi faktor risiko. Kalau udah tau  bahwa penyebab HIV/AIDS adalah  seks bebas, maka jauhi seks bebas sebagai  faktor risiko.

Kedua, hindari keterpaparan. Hindarkan diri dari terpapar penyebab penyakit, atau berhati-hati dalam melakukan interaksi dengan orang yang udah terkena penyakit. Misalnya nih, ada penderita TB, maka cara menghindarinya adalah menjaga interaksi dengan penderita menggunakan berbagai sarana agar terhindar dari kuman TB. Dua hal inilah yang disebut tindakan preventif. Ok?  

Jurus Islam,cegah penyakit

Driser, kalau mau ngelirik cara  mengatasi masalah kesehatan saat ini, umumnya fokus pada upaya pengobatan, bukan pencegahan. Padahal kita sering bilang, mencegah lebih baik daripada mengobati. Nah, inilah yang dilakukan syariah Islam dalam menyelesaikan penyakit. Yakni aspek preventif (pencegahan), dan aspek kuratif (pengobatan).

Preventif (Pencegahan) Semua tata cara hidup sehat ala Rasulullah merupakan tindakan preventif yang beliau ajarkan kepada umatnya. Diantaranya:

  1. Ibadah, ini meliputi ·

_ Shalat tahajud “Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal  itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR atTirmidzi). Jika melakukan shalat tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusuk niscaya (dengan seijin Allah SWT) akan  terbebas dari penyakit.  Shalat tahajud dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita sehingga tidak mudah terkena penyakit serta menenangkan hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup yang dialami.. ·

_ Puasa sunnah Puasa menjaga kesehatan pencernaan,  perbaikan tubuh dan otak, menyehatkan jantung, menurunkan berat badan, memelihara kesehatan jiwa, meredakan rasa sakit,serta terhindar dari ” jet lag” yaitu suatu sindrom berupa rasa tidak nyaman pada pencernaan, pikiran, kelelahan disertai gangguan tidur, akibat bepergian melintasi zona waktu yang berbeda.

b.   Menjaga kebersihan dan kesucian ·

_ Kebersihan tubuh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu  meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Fitrah ada lima atau lima perkara dari fitrah; berkhitan, menghabiskan bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menipiskan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim). ·

_ Kebersihan Lingkungan Menutup tempat makanan dan minuman  yang terisi juga merupakan tindakan perventif (pencegahan) “Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tutuplah tempat-tempat makanan, tempat-tempat minuman karena sesungguhnya di dalam setahun ada sebuah malam yang turun di dalamnya wabah penyakit tidak dia melewati sebuah tempat makanan atau minuman yang tidak tertutup, atau tidak ada penghalang di atasnya melainkan turun di  dalamnya dari wabah penyakit tersebut.” (HR. Muslim).

c.   Pola dan Tata Cara Makan Pastikan makanan yang didapatkan adalah halal dan baik (thayyib) serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram. Makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang, Mencuci kedua tangan sebelum makan, serta Makan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan dengan tempo sedang.

B.   Kuratif (Pengobatan) Selain mencegah, pengobatan  juga kudu dilakukan kalau udah menderita. Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah)

Macam Pengobatan ala Nabi SAW:

1._ Spiritual Illahiyah (do’a dan dzikir  dikenal dengan istilah Ruqyah Syar’iyah)

2._ Materi Natural (obat alamiah seperti  madu, zam-zam, zaitun, habbatussauda’, talbinah, kurma, dll)

3._ Bersifat Terapi (Hijamah atau bekam)“Sebaik-baik sesuatu yang kalian gunakan untuk berobat adalah hijamah (bekam)”. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin (racun) atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari.

Toksin atau racun adalah endapan racun/ zat kimia  yang tidak bisa diurai oleh tubuh dan berpotensi  nyumbat peredaran darah, bakal dikeluarkan melalui bekam ini.  

Driser, sudah jelas kan kalo Islam punya  konsep menyelesaikan masalah penyakit, baik preventif maupun kuratif. Tinggal kamu aja nih yang mesti praktekin kalo mau tetep sehat. Siap? Yuk![ Juanmartin]

Mahkota Kemulyaan ( kemulyaan wanita dalam islam )

Dalam sebuah hikayat dikisahkan bahwa salah seorang raja Arab yang dijuluki dengan Abu Hamzah menikah dengan seorang perempuan. Sang raja sangat ingin memiliki seorang anak lelaki, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Sang istri melahirkan anak perempuan. Abu Hamzah sangat marah, sehingga ia meninggalkan istrinya dan tinggal di tempat lain. Sekitar setahun kemudian, Abu Hamzah berjalan-jalan dan tanpa sengaja melewati rumah sang istri. Ketika itu, istrinya sedang menimang anak perempuannya, sambil mengucapkan beberapa syair.

Mengapa Abu Hamzah tidak datang  kepada kami, Dia hilang dari rumah yang kami  tempati. Marah karena kami tidak melahirkan  seorang anak laki-laki, Padahal kami tidak punya kehendak  dalam urusan kami.

Akan tetapi, kami hanya mengambil  apa yang diberikan kepada kami, kami bagaikan tanah, bergantung  yang menanami, kami tumbuhkan apa yang telah  mereka tanam pada diri kami.

 Abu Hamzah tertegun. Ia bergegas  masuk ke dalam rumahnya, lalu mencium kepala istri dan anaknya. Akhirnya, timbullah rasa kasih sayang di dalam hatinya, hingga perasaan benci itu berubah menjadi cinta.

10 Kisah di atas adalah salah satu kisah yang menggambarkan betapa pentingnya anak laki-laki bagi bangsa Arab di zaman jahiliyah dulu. Mereka menganggap anak laki-laki lebih penting karena mereka adalah kaum yang fanatik dan gemar berperang. Kelahiran anak laki-laki adalah anugerah, sementara anak perempuan adalah musibah.

Anak perempuan dianggap tidak berguna, tidak berharga, dan diperlakukan dengan semena-mena. Anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup, ditenggelamkan, disembelih, ataupun dijual. Sadiz!  

Alhamdulillah, Islam kemudian datang dengan cahayanya yang menyinari seluruh dunia. Perbuatan yang menistakan perempuan pun dihilangkan. Abdurrazzaq meriwayatkan dari Umar bin Khattab ra. Dia berkata bahwa Qais bin ‘Ashim datang menemui Rasulullah Saw. dan berkata,

“Wahai Rasulullah, pada zaman jahiliyah, aku  pernah mengubur hidup-hidup anak-anak perempuanku.”

 “Merdekakanlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu budak” kata Rasulullah Saw.  “Ya Rasulullah, aku punya banyak unta,” lanjut Qais.  

“Sembelihlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu unta,” jawab Rasulullah Saw.

Begitu Islam datang, perempuan dikembalikan ke kedudukannya yang mulia. Kehadiran Islam telah menghancurkan kekufuran, kebodohan, dan kekejaman yang dilakukan terhadap perempuan. Hak-hak perempuan yang hilang dikembalikan pada tempatnya, dan mereka memperoleh kemuliaan yang tidak bisa didapatkan di tempat lainnya.  

Mari kita perhatikan perbuatan Ummul Mukminun Aisyah ra. berikut ini.  “Datang kepadaku seorang wanita miskin dengan kedua anak perempuannya. Lalu kuberi dia tiga kurma dan dia memberikan kepada kedua anaknya masingmasing satu butir kurma. Ketika dia ingin memakan kurma yang masih tersisa, kedua  anaknya memintanya, sehingga perempuan  itu membagi dua kurma tersebut dan memberikannya kepada kedua anaknya.

Aku  sangat kagum dengan sikapnya itu. Lalu kuberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah Saw., maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya  Allah telah mewajibkan wanita tersebut  masuk surga dan membebaskannya dari api neraka.’” Kalo kita lihat di jaman sekarang saat ideologi Kapitalisme-sekular merajalela,  kaum wanita diperlalukan seolah-olah seperti ‘bidadari’.

Mereka didandanin sampe kayak Barbie dan digiring ikut kontes-kontes kecantikan untuk menyematkan mahkota kemuliaan di atas kepala mereka. Padahal sebenernya yang terjadi adalah sebaliknya.

Kaum wanita justru direndahkan serendahrendahnya. Kecantikan dan kemolekan tubuh mereka hanya dijadikan alat untuk menarik pelanggan dan melariskan barang dagangan.  Miris! Islam memperlakukan wanita selayaknya bidadari.

Aturan Islam telah memuliakan wanita sebagaimana fitrahnya sebagai Ibu dan pengatur rumah tangga. Islamlah yang paling mengerti kebaikan bagi wanita. So, berbahagialah menjadi muslimah yang taat syariah. Karena, mahkota kemuliaan bakal tersemat di atas kepalanya. Di dunia hidup berkah, di akhirat jadi penghuni jannah. Mau?[Isa]

Sosok Pelajar Sejati, Imam Syafi’i

Generasi muda islam jaman sekarang emang udah pada kacau. Sosok Pelajar Sejati, Imam Syafi’i Mereka terjebak dengan budaya pop yang membuat mereka bertingkahlaku bebas dan nggak jelas. Mereka juga mengidolakan orang-orang yang nggak jelas arah hidupnya. Kok bisa mengidolakan orang-orang yang cuman modal tampang doang, plus sekadar bisa joged dan nyanyi. Padahal semua itu nggak berkaitan sama kemaslahatan masyarakat. Emangnya kita bakal mati kalo nggak ada boyband? Emangnya masyarakat bakal kacau kalo nggak ada girlband?

Biasa aja kali! Remaja yang justru memiliki sumbangsih nyata bagi masyarakat malah nggak banyak dikenal dan bahkan dipandang sebelah mata. Miris banget. #ambiltissue Buat D’Riser yang masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, sudah selayaknya meneladani sosok pelajar sejati. Dialah Imam Syafi’i. Ulama yang nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Idris as Syafi’i ini dilahirkan pada tahun 150 Hijriyah (762 Masehi). Ada yang menyebutkan bahwa beliau telah hafal seluruh isi Alquran pada usia 7 tahun, ada  juga yang menyebut di usia 9 tahun. Yang pasti, beliau telah hafal Quran di usia yang amat muda.

Seusia anak SD! Beliau amat mencintai ilmu dan rela mengorbankan apa pun untuk mendapatkan ilmu. Dalam suatu perjalanan dari Makkah ke Madinah, beliau sempat mengkhatamkan Alquran sebanyak 16 kali. Kitab Almuwatha’ karya Imam Malik yang isinya 1720 hadis pun beliau hafal di luar kepala. Beliau memang memiliki daya ingat yang amat kuat bin zuper. Saat berusia dua tahun, keluarga beliau mengadakan perjalanan ke Palestina. Ketika tiba di Gaza, ayah beliau jatuh sakit dan meninggal dunia. Jadilah beliau seorang yatim.

Ibu beliaulah yang mendidik dan membesarkan beliau dalam kondisi yang amat memprihatinkan dengan kehidupan yang serba kekurangan. Namun semua itu tidak pernah menyurutkan langkah dan semangat beliau untuk menuntut ilmu. Seusai menghadari majelis-majelis ilmu para ulama, beliau mencari tulang untuk mencatat berbagai pelajaran yang beliau dapatkan, karena beliau tidak punya uang untuk membeli kertas.

Sosok Pelajar Sejati, Imam Syafi’i

Beliau juga sering berkeliling di kantor-kantor pemerintahan untuk mengumpulkan kertas-kertas bekas yang nantinya akan beliau gunakan untuk mencatat pelajaran. Nggak kayak anak jaman sekarang yang bisanya cuman ngerengek doang sama ortu buat minta duit. Giliran  nggak dikasih duit pada ngambek terus mogok sekolah. Payah banget!? Imam Syafi’i membagi tiga waktu malamnya. Sepertiga untuk istirahat, sepertiga untuk menulis, dan sepertiga untuk ibadah. Dengan cara seperti itulah beliau berhasil menciptakan berbagai macam karya yang amat bermanfaat bagi umat Islam sejak dulu hingga sekarang. Karya-karya beliau diakui amat otentik dan beliaulah yang telah meletakkan dasar-dasar ushul fiqh yang berguna banget untuk menggali hukum-hukum Allah.

Beliau telah banyak menghasilkan karya yang amat penting, di antaranya adalah kitab Arrisalah dan Al-Umm. Beliau berpesan kepada kita semua tentang beberapa hal yang amat dibutuhkan dalam perjalanan menuntut ilmu. “Ilmu tidak akan diperolah tanpa kehadiran enam hal berikut,

(1) kecerdasan, (2) semangat, (3) kesungguhan, (4) kecukupan, (5) persahabatan dengan guru, (6) waktu yang lama.  Nah, sekarang kebayang dong gimana caranya meneladani seorang sosok pelajar sejati, Imam Syafi’i. Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, selalu buka tuh pikiran biar dapat menangkap hikmah positif. Lantaran selain di sekolah formal, kita juga tengah belajar di sekolah kehidupan. Selamat berburu ilmu![]

Shalahudin Yang Welas Asih (salahudin al ayyubi adalah)

salahudin al ayyubi adalah Cerita kita berawal di prancis pada abad pertengahan tepatnya pada tahun 1095. Pada bulan November 1095, Paus Urbanus II menyampaikan khotbahnya di Konsili Clermont, di harapan para kesatria, petani, dan pendeta. Paus berkata bahwa nggak sepantasnya tanah suci Jerusalem itu dikuasai oleh orang Islam.

Yesus hidup dan disalib di sana, terdapat banyak situs bersejarah dan suci bagi orang Kristen di kota itu, tetapi kenapa Jerusalem berada di bawah kontrol orang Islam? Karena itulah Paus menyerukan agar semua raja, kesatria, dan pangeran di seluruh Eropa menghentikan seluruh perselisihan di antara mereka dan menyatukan kekuatan untuk merebut kembali tanah suci Jerusalem dari tangan orang Islam.

seluruh orang Kristen harus mengabdikan diri dalam sebuah perang suci untuk merebut kembali tanahsucinya. Setahun kemudian dimulailah perjalanan pasukan perang salib menuju ke timur, Jerusalem. Mereka mendapat sebutan tentara salib karena mereka menjahitkan lambang salib besar ke pakaian mereka.

Setelah perjalanan yang penuh bahaya dan penderitaan, pada tahun 1099 pasukan salib berhasil mengepung Jerusalem yang telah dikuasai kaum muslim sejak zaman Umar bin Khathab. Pasukan salib berhasil membobol benteng Jerusalem dan pada akhirnya merebut kota itu. Yang terjadi kemudian adalah horor pembantaian. Ribuan kaum Muslim dan Yahudi yang tinggal di kota itu dibunuh oleh pasukan salib.

Darah berceceran di mana-mana, bahkan sampai setinggi pelana kuda.  Potongan-potongan kepala dan anggota tubuh yang lain pun berserakan. Setelah pembantaian itu, kaum Kristen membangun Kerajaan Kristen Jerusalem, dan mengangkat Godfrey de Bouillon sebagai rajanya yang pertama. Pembantaian itu membawa luka yang amat mendalam bagi umat manusia.

Bertahun-tahun berlalu, berbagai upaya dilakukan umat Islam untuk mengambil kembali Jerusalem yang telah ternoda itu, sayangnya belum ada yang berhasil. Hingga kemudian datanglah seseorang yang bercitacita untuk mengembalikannya ke tangan  kaum muslim, dialah Shalahuddin al Ayubi. Shalahuddin memulai karir militernya dari Mesir, bersama pasukannya yang besar kemudian ia bergerak dan mengambil alih wilayah-wilayah yang ada di sekitar Jerusalem. Hal ini ia lakukan untuk mengurung tentara salib di Jerusalem.

Ia  mengambil alih Damaskus, Aleppo, Homs, Acre, Nablus, Jaffa, Toron, Sidon, Beirut, dan Askalon. Ia juga memimpin tentaranya memerangi pasukan salib di Perang Hattin, yang berhasil dimenangkannya. Tanggal 20 September 1187, Shalahuddin dan pasukannya telah tiba di luar benteng kota Jerusalem dan mengepungnya. Pada awalnya Shalahuddin meminta untuk mengambil alih Jerusalem dengan damai, namun para tentara salib di dalam benteng tidak bersedia. Akhirnya tak ada pilihan lain, Shalahuddin memulai serangan.

Ia dan pasukannya menggedor tembok-tembok tebal Jerusalem itu dengan pelontar batu. Selama enam hari, serangan Shalahuddin dan pasukannya masih tidak dapat menembus pertahanan dan terjadi kerugian yang cukup besar. Pada tanggal 26 September 1187, Shalahuddin memindahkan pusat serangan ke bagian lain benteng,  tepatnya ke bagian Bukit Zaitun, di mana pertahanan tentara salib di sana cuman sedikit, sehingga tentara salib nggak bisa melakukan perlawanan. Pada tanggal 29 September 1187 tembok itu pun runtuh. Sayangnya, walau pun telah runtuh, tetap saja tentara muslim kesulitan memasuki kota.

Seisi kota ketakutan setengah mati, karena mereka ingat bahwa ketika  orang-orang Kristen merebut kota itu dahulu, mereka membantai umat Islam habishabisan. Sekarang mereka cemas bahwa  Shalahuddin akan membalas dendam. Pada  akhir September, Balian de Ibelin keluar  untuk menemui Shalahuddin, dia ingin membuat perjanjian yang awalnya dia tolak.  Dia bilang bahwa dia akan menghancurkan  seluruh kota jika Shalahuddin tidak mau berunding dengannya.

Balian berkata bahwa  dia akan menyerahkan kota dengan damai, asalkan tidak ada orang Kristen yang  dibunuh. Hal itu dia pinta karena dia tahu  betul apa yang telah dilakukan oleh tentara  salib pada umat Islam dahulu. Nah di sinilah terlihat betapa mulia dan welas asihnya pejuang Islam ini. Shalahuddin membebaskan ribuan orang Kristen. Ia tidak melakukan pembalasan dendam seperti yang dikhawatirkan akan terjadi. Begitulah kemuliaan dan keadilan Islam. [Isa]