Be something useful pastinya bikin kita bahagia dong. Berusaha menjadi penemu, bukan Bbenalu. Penemu adalah something dan benalu adalah nothing. Penemu pasti akan jauh lebih dihargai dan diperhitungkan oleh dunia.
Sehingga, sampai di titik ini, kira-kira apakah kita rela untuk terus malas dan bermain-main saja sehingga kesempatan untuk meraih predikat penemu menjadi sesuatu yang utopis (mustahil)? Padahal semua manusia, jika usaha yang dikerahkannya sudah optimal, apa pun bisa dicapai. Insyaa ALLAH. Maka pastikanlah, bahwa diri kita bisa siap untuk menjadi something.
Bukan status yang lain. The Scientist in Muslimah Apakah D’Riser kenal dengan Fatima al-Firhi beseta adiknya Mariam Al-Firhi yang mendirikan sebuah University by women untuk pertama kalinya dan Masjid terindah di dunia? Gak kenal dan gak tahu? Hellllo… Selama ene kamo kemana ajiaah??? Hehehe…! Al-Firhi bersaudara dari awal memiliki tekad untuk menghabiskan seluruh warisan untuk kepentingan dakwah dan jama’ah mereka, hingga Alhamdulillah apa yang dicita-citakan semua bisa terwujud.
Di samping dengan mengorbankan seluruh hartanya, mereka ‘membeli’ cita-cita besar mereka dengan ketekunan dan kerja keras. Lihat betapa piawainya mereka dalam menyusun strategi dan membagi tugas. Fatima fokus pada pembangunan Universitas, sedangkan Mariam pada pembangunan Masjidnya (karena sesuai dengan keahliannya masing-masing).
Sehingga berdirilah Masjid Agung Al-Andalus dan Universitas Al-Qarawiyyin (Al-Karaouine) yang dipastikan masih terus berjalan hingga 1.200 tahun kemudian. Yang tentu saja hal ini menginspirasi kemunculan universitas-universitas terkemuka di dunia saat ini dan juga membantu teknik pembangunan Masjid menawan lainnya. Ada lagi wanita cerdas lain yang tercatat dalam sejarah, Maryam Ijliya Al-Asturlabi atau biasa dikenal dalam dunia Eropa sebagai Al-Astrolabe.
Ia berhasil menemukan sebuah alat penting dalam navigasi astronomis bernama Astrolabe dan dipastikan akibat penemuannya, banyak ‘ilmuwan dan kalangan intelektual kekinian yang mampu mengembangkan ‘ilmu astronomi dengan lebih canggih. Dan kita tidak boleh lupa, bahwa sesuatu yang besar itu pasti diawali oleh sebuah langkah awal dan berani.
Dan ternyata, langkah awal dan berani itu, dilakukan oleh seorang perempuan Muslim. Subhanallahu. Antei shita. Sugoi. Seperti itulah saat Islam diterapkan dalam bingkai negara. Rakyat merasa butuh untuk menjadi something karena tidak rela jika ada yang lain yang lebih unggul dalam beramal dan berkontribusi di jalan ALLAH. Kondisi fastabiqul khayrat (berlomba-lomba dalam kebaikan) akan sangat dikondisikan oleh Khalifah. Beda dengan saat ini.
Tata aturan negara yang landasannya ideologi Kapitalisme-Sekulerisme-Demokrasi mengkondisikan rakyatnya menjadi nothing. Giliran menghendaki untuk menjadi something, latar belakangnya tentu akan berbeda. Pandai, berprestasi, memiliki karya, karena sekedar hobi atau asas manfaat. Sementara Islam, jelas. Tujuan dari seluruh kontribusi yang dilakukan, semata-mata karena ALLAH. Plus, karena mengharapkan adanya kebaikan dan manfaat yang bisa dirasakan umat.
Ya. So, semoga kita semua tetap bisa menjadikan identitas Muslim sebagai jati diri kita. Semoga kita semua tidak mudah terpengaruh untuk tidak melakukan apa-apa atau pun melangkah ke jalan yang salah. Melainkan teguh dalam ber-Islam secara Kaaffah. Aamiin. Ganbatte! [Hikari]
Welcome to the jungle!
Memilih menjadi seorang perempuan prestatif adalah pilihan yang mengandung resiko. Sehingga, kita mesti Mbenar-benar siap dalam menghadapi segala sesuatu yang ada di hadapan, yang penuh dengan tantangan. Berikut tips-tipsnya:
- Kenali Potensi Diri. Baik itu kekuatan dan kelemahan. Karena tidak akan bisa sebaik saat kita mengenali seluk beluk diri untuk bisa menjadi something.
- Fokus Dalam Pengerjaan. Setiap tujuan pasti membutuhkan perjalanan. Dan penentu kualitas dari sebuah perjalanan adalah waktu dan kecepatan. Fokus, bisa mempersingkat waktu juga penambah kecepatan. Maka kendalikanlah keduanya dengan baik untuk bisa menjadi something. Karena fokus adalah penolong cita-citamu. Mari belajar dan berlomba-lomba!
- Kuat dan Steril dalam Ber’azzam. Menjadi something tidak lantas menjadikan kita besar kepala dan over kebanggaannya. Bangga boleh. Tapi tahu kadar! Selalu kedepankan dan perbesar rasa ingin bisa bermanfaat bagi banyak orang demi meraih ridhallah. Oke?!
4.Something is Everything in Islam. Saat Islam sudah mendarah daging di dalam diri kita, Insyaa ALLAH kita bisa menjadi something. Saat semua aktivitas yang dilakukan standarnya adalah Hukum Islam, keselamatan-lah atas kita. Dunia dan akhirat. Ya. Smart With Islam! Junbi dekite iru no? Must be! [Hikari]