Majalahdrise.com – Piri Reis adalah seorang admiral, sekaligus geografer dan kartografer (pembuat peta) yang hidup di abad 16 Masehi, pada masa pemerintahan Sultan Salim I dan Sulaiman al-Qanuni dari Khilafah Utsmaniyah. Piri Reis dikenal berkat buku panduan navigasi (Kitab-i Bahriye) dan peta dunia buatannya, yang tergolong detail dan dianggap paling akurat pada zamannya.
Saking akurat dan miripnya dengan peta modern, ada peneliti yang berspekulasi bahwa pembuatan peta tersebut dibantu oleh alien! Weleh weleh, ada-ada aja deh. Nama lengkapnya adalah Hadji Ahmad Muhiddin Piri bin Hadji Mehmed Piri, sedangkan embel-embel Reis merupakan gelar atau jabatannya di angkatan laut yang setara dengan admiral (laksamana).
Piri Reis lahir di Gallipoli pada kisaran tahun 1465-1470, dan meninggal pada tahun 1555 M. Karirnya di dunia maritim diawali dengan mengabdi di bawah komando Kemal Reis, pamannya sendiri yang juga seorang pelaut ulung. Piri Reis ikut serta dalam berbagai pertempuran laut beserta sang paman, diantaranya yaitu perang Zonchio (1499) dan perang Modon (1500).
Setelah pamannya meninggal, Piri Reis kemudian mengabdi pada admiral Khaireddin Barbarossa Pasha. Berkat kegigihan dan kesuksesannya di medan pertempuran, tahun 1547 ia naik pangkat menjadi admiral yang membawahi armada kapal tempur di perairan Mesir. Di sela-sela kesibukannya berjihad, Piri Reis merancang peta dunia yang dirampungkan pada bulan Muharram 919 H (1513 M). Yang mengejutkan, dalam peta ini terdapat juga benua Amerika, sehingga menjadi peta Turki pertama yang memuat peta “Dunia Baru”.
Peta Amerika yang digambar Piri Reis juga merupakan salah satu peta benua Amerika tertua di dunia. Selain didasarkan pada catatan pelayaran, Piri Reis juga mengambil rujukan dari peta-peta dan catatan-catatan lain yang lebih tua. Salah satunya adalah peta yang dirancang sendiri oleh Columbus yang didapatkannya ketika merebut 7 kapal Spanyol di tahun 1501. Pada zaman itu kehadiran peta memang sangat penting di dunia pelayaran. Bila suatu negara mengetahui lokasi pulau dan rute-rute pelayaran yang tak diketahui oleh negara lain, maka negara itu akan mendominasi perdagangan di laut. Karena alasan inilah, masing-masing negara menjaga peta-petanya dengan ketat. Peta-peta ini tak boleh digandakan sembarangan dan hanya akan diserahkan kepada kapten kapal yang dipercaya negara. Jadi, peta pada masa itu adalah aset negara yang berharga.
Maka tak heran juga kalau setiap negara berlomba- loma membuat peta yang paling akurat. Pada abad 16 M Inggris dan Perancis menawarkan imbalan sebanyak 40 batang emas bagi siapa saja yang bisa membuat peta yang akurat dari benua Amerika bagian manapun. Nah, aspek yang teristimewa dari peta rancangan Admiral Piri adalah tata letak benua dan kepulauan serta akurasinya yang tak tertandingi pada masa itu, terutama pada benua Afrika dan Amerika. Bahkan peta-peta lain yang digambar puluhan tahun setelahnya pun, tak seakurat dan seproporsional peta rancangan Piri Reis. Padahal, seumur hidupnya sang Admiral belum pernah berlayar ke Amerika.
Walaupun sebagian petanya dibuat dengan menyalin dan menggabungkan dari peta-peta yang sudah ada sebelumnya, tapi sebenarnya ini bukan pekerjaan mudah. Peta-peta yang didapatkannya lebih berupa fargmen-fragmen kecil, begitu pula dengan peta Amerika, pada saat itu belum ada peta yang menunjukkan seluruh garis pantai benua Amerika dengan lengkap.
Namun berkat pengalaman dan kecerdasannya Piri Reis bisa menggabungkan fragmen-fragmen kecil itu menjadi sebuah peta besar yang lengkap dan akurat. Mungkin dari sinilah muncul spekulasi alien dari para pecinta science fiction. Selain benua Amerika, peta Piri Reis juga memuat sebagian benua Eropa, pesisir barat Afrika, dan kepulauan Atlantik. Pada tahun 1517 Piri Reis menghadiahkan peta dunia ini kepada Sultan Salim I. Selama menjalankan berbagai misinya di laut Piri Reis terus menyempurnakan peta dunia tersebut yang berhasil diselesaikan pada tahun 1528.
Peta dunia yang sudah diupdate itu kemudian diserahkan kepada Sultan Sulaiman sebagai penerus dari Sultan Salim I. Antara tahun 1521-1525, Piri Reis kemudian menyusun Kitab-i Bahriye, yang berisi informasi detail tentang navigasi dan petunjuk pelayaran, yang disertai peta-peta yang akurat yang menjelaskan berbagai kota dan pelabuhan penting di wilayah Mediteran. Selain itu kitab ini juga memuat informasi tentang berbagai teluk, tanjung, selat, pulau, tempat pendaratan yang aman, bahkan informasi tentang penduduk lokal dan budayanya di masing-masing kota dan pelabuhan. Semua ini dimaksudkan untuk memandu para pelaut agar selamat hingga tujuannya.
Versi final dari kitab ini setebal 434 halaman dan memuat 290 peta besar, yang kemudian dihadiahkan kepada Sultan Sulaiman. Dari berbagai karya kelautan yang ada pada masa itu, Kitab-i Bahriye dianggap sebagai himpunan paling lengkap yang digunakan sebagai standar petunjuk pelayaran di sekitar Laut Tengah. Inilah salah satu sosok teladan kita. Luar biasa![]
di muat di majalah remaja islam drise edisi 51