Majalahdrise.com – Beberapa bulan lalu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) dilegalkan di beberapa Negara bagian di Sang Negeri Adidaya USA (United State of America). Makin kacau, pelegalan ini disambut gagap gempita bagi para pendukungnya. Tak hanya di negeri Amerika sendiri, namun menjalar ke negeri sekitar tak terkecuali Indonesia tercinta. Walah di Indonesia pemerintah masih adem dengan nuansa ketimuran dan tidak begitu ambil pusing dengan isu tersebut, nyatanya komunitas LGBT makin menggurita disini Dulu, kalau teman kita punya kecenderungan maho alias banci atau gay, selalu jadi ajang pelecehan dan dikucilkan. Sekarang udah ngga gitu jamannya. Malah para maho ini ingin dihormati dan jangan sembarangan menghina kalau ngga mau kena pasal pelecehan nama baik. Jadi bukannya para banci ini yang disadarkan melainkan kita yang diadili di hadapan hukum. Serem bingiiiitsss!
SOBATKU LESBI
Pernah punya sobat sesama cewek tapi bawaannya paranoid alias dia enggan kita dekat dengan cewek lain, kita perlu ditanya modusnya itu apa. Beneran sayang banget sampe segitunya, atau dia punya kecenderungan yang nyeleneh?! Kecenderungan suka sesama perempuan alias lesbian, karena merasa kalau cewek itu lebih lembut dan melindungi. Ngga seperti bergaul dengan cowok yang kadang suka kasar dan Cuma mementingkan hasrat seksual. Akhirnya, bisa-bisa perasaan yang tadinya normal-normal aja menjadi cikal-bakal lesbian itu sendiri.
Jadi, pacarannya bukan ke lawan jenis, tapi sesama jenis. Satu sisi, kita memang diperintahkan untuk berkumpul dan berteman pada sesama jenis. Sebab Rasul SAW membatasi hubungan lawan jenis hanya dalam perkara pernikahan, jual beli, pendidikan atau kesehatana.
Sehingga wajar kita punya sobat cewek, bukan cowok. Tapi jadi lain ceritanya kalau sobat cewek itu punya gejala-gejala liwath (suka sesama jenis). Hal itu bisa terlihat dari gaya berpakaian, atau bahkan dari pengakuannya langsung bahwa dia memang tertariknya pada sesama perempuan. Plis, ini perlu treatment khusus ya. Teman yang punya kecenderungan liwath ini bukan untuk dibenci, dijauhi apalagi dicaci. Mau tidak mau, dia masih saudara kita juga. Dia pun masih manusia yang dihargai eksistensinya. Sehingga penanganan teman yang lesbi ini butuh terapi para ahli. Bisa dari ustadz, psikolog maupun tim rukyah yang terpercaya.
Tak lupa, butuh support banget dari keluarga dan teman-temannya. Jangan biarkan dia berjuang sendiri, bisa-bisa dia akan mencari sesama lesbi sebagai wujud pelampiasan ketidakadilan ini. Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -Rahimahullah- dalam Kitabnya “Al-Kabair” telah memasukan homoseks sebagai dosa yang besar dan beliau berkata: “Sungguh Allah telah menyebutkan kepada kita kisah kaum Luth dalam beberapa tempat dalam Al-Qur’an Al-Aziz, Allah telah membinasakan mereka akibat perbuatan keji mereka.
Kaum muslimin dan selain mereka dari kalangan pemeluk agama yang ada, bersepakat bahwa homoseks termasuk dosa besar”. Dengan melihat akan besarnya dosa homoseks, sampai Allah -Ta’ala- menghukum kaum Luth yang melakukan liwath dengan hukuman yang sangat besar dan dahsyat, membalikan tanah tempat tinggal mereka, dan diakhiri hujanan batu yang membumihanguskan mereka, sehingga kota mereka menjadi kenangan bagi kita, Allah -Ta’ala- berkata dalam surat Al-Hijr ayat 74: “Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras”. Ayat ini cukuplah jadi renungan siapa saja, terutama yang udah ada gejala homosek supaya segera mencari terapi handal agar kita semua terhindar dari murka Allah Swt yang amat pedih. Wallahu’alam. [Alga Biru]
di muat di majalah Remaja islam drise edisi 49