Mama, I Love You Full

Majalahdrise.com – Ngeri !! Kemarin pas baca koran pagi-pagi, ada yang berita heboh datangnya dari kota hujan. Seorang remaja siswi SMA tega membakar bayinya hasil hubungan gelap dengan ayah kandungnya. Bergidik seram tujuh turunan membayangkan proses dan dampaknya. Yang denger aja seram, apalagi sang pelaku. Padahal masih remaja loh…. yang tak kalah geger, seorang remaja lelaki tega menggauli ibu kandungnya sendiri di Medan, Sumatera Utara. Hii, makin gila, makin macem-macem.

Hubungan anak ortu ngga seharusnya begini. Apalagi bentar lagi hari ibu, mengingatkan kita betapa besar jasa ibu yang melahirkan dan membesarkan. Ada cerita unik dari seorang tante di Tulung Agung bersama dua puterinya. Anak-anaknya mengirimkan kado kejutan, padahal ngga lagi ulang tahun atau hari spesial lainnya. Ditambah sepucuk surat yang isinya bikin terharu,

“Ibu, ini kado dari kami. Maafin kami ya selama ini nyusahin ibu dan ayah. Kami sayang deh, salam cium”

Mama is My Hero

Islam menjadikan berbakti kepada kedua orang tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia,

“Shalat tepat pada waktunya … berbuat baik kepada kedua orang tua … jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Suatu ketika Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada seseorang, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.”(HR. Bukhari)

Rasul ditanya, siapa manusia yang perlu dihormati setelah Rasulullah. Maka nabi menjawab, “ibumu”. Penasaran, ditanya lagi, setelah itu siapa? Ternyata jawabannya sama, “ibumu”, hingga tiga kali rasul menekan pernyataan itu. Ini membuktikan, posisi ibu tempatnya nomor wahid, bukan saja di hati tapi dalam kacamata agama.

Jika dilihat-lihat, apa aja sih yang udah kita korbanin buat mama? Kayaknya belum apa-apa. Mungkin karena dia terlalu baik, kita jadi lalai untuk berbuat baik. Mama, seberapa pun ia memiliki kelemahan sebagai manusia biasa, jasanya jauh lebih besar dari apapun.

Di dalam Al-Qur’an dikatakan, janganlah kamu berkata “Ahh” kepada orang tua. Hemm, sudah belum ya kita menghormati ortu lahir dan batin? Bermuka masam, membantah, dan lainnya mungkin sering kita lakukan. Jangan-jangan, lebih nurut ke pacar daripada ke Mama. Lebih percaya teman, daripada curhat dan terbuka ke mama. Mama dan kita memang beda zaman. Tapi mama kan pernah jadi remaja, dan kita belum pernah jadi orang tua. Catet!

Mama, pahlawan sebelum kita lahir

Mama, rela menahan sakit ketika kita akan dilahirkan

Buat yang punya salah ke Mama, buru-buru minta maaf.

Buat yang punya janji ke Mama, buru-buru ditepati.

Kita ngga pernah tahu kapan kesempatan yang terbaik, maka bersegeralah.

Salah satu wujud bakti ke ortu, bukan sekedar beliin kado dan SMS mesra. Tapi menjadi kebanggaannya dunia dan akhirat. Tutuplah aurat, rajin mengaji, agar kita menjadi anak shalihah yang menyelamatkan orang tua di hari akhir. Mama belum nutup aurat? Buruan ajak pada syariat. Bukan berlagak, tapi itulah wujud sayang yang nyata. Tak lupa pula, kerjasama bareng papa untuk nyenengin mama. Yakin deh, ortu bangga miliki kamu! Trust me, it work. [Alga Biru]

 

 

BOX

Kisah Seorang Wanita yang Berbakti kepada Ibunya

Yahya bin Katsir menceritakan, “Suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ari dan Abu Amir radhiyallahu ‘anhuma datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berbaiat kepada beliau dan masuk Islam. Ketika itu, beliau bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan terhadap istrimu yang kamu tuduh ini dan itu?’ Keduanya menjawab, ‘Kami tinggalkan dia bersama keluarganya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya mereka telah diampuni.’

‘Mengapa wahai Rasulullah?’ tanya mereka. Beliau menjawab, ‘Karena dia telah berbuat baik kepada ibunya.’ Kemudian beliau melanjutkan, ‘Dia memiliki ibu yang sangat tua. Suatu ketika ada orang yang berseru, ‘Hai, ada musuh yang hendak memporak-porandakan kalian!’ Lalu ia menggendong ibunya yang telah tua itu. Bila kelelahan, ia turunkan ibunya kemudian ia gendong ibunya di depan. Ia taruh telapak kaki ibunya di atas telapak kakinya agar ibunya tidak terkena panas. Begitu seterusnya hingga akhirnya mereka selamat dari sergapan musuh.’”

Luar biasa pengorbanannya. Sekarang giliran kita, wahai remaja muslim. Islam sebegini paripurna, tunggu apa lagi. Lets go! []

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #42

Leave a Reply

Your email address will not be published.