Zubair bin Awwam, Sang Pembela Setia Rasulullah

drise-online.com – Namanya lengkapnya Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uza bin Qushai bin Kilab. Nasabnya bertemu dengan Nabi. Ibunya Shafiyyah binti Abdul Muththalib adalah bibi Nabi. Beliau termasuk tujuh orang pertama yang masuk Islam sekaligus.

Ketika paman Zubair mengetahui keislaman Zubair, sang paman pun memasukkan tubuh Zubair ke dalam lipatan tikar yang terbuat dari dedaunan, lalu menyalakan api di bawah gulungan tikar tersebut hingga asap tebal pun naik ke atas. Hal ini menyebabkan Zubair hampir meninggal dunia karena merasa sesak nafas. Akan tetapi, dia tidak akan pernah kembali kepada “api” kekufuran setelah dia dibina di dalam “surga” iman. Maka, api yang telah dinyalakan oleh sang paman itu pun terasa olehnya seperti sebuah naungan yang menaunginya. Sungguh, cahaya iman telah menerangi hatinya, sehingga dia pun tidak lagi peduli dengan berbagai penderitaan dan siksaan yang dihadapinya saat berjuang di jalan Allah. Maka suara keras pun terdengar dari mulut Zubair guna membalas ajakan pamannya itu. Dia berkata, “ Demi Allah , aku tidak akan kembali lagi kepada kekufuran untuk selama-lamanya.”

Zubair bin Awwam adalah orang yang pertama kali menghunuskan pedang kepada orang kafir, karena dia mendengar kabar bahwa Rasulullah telah meninggal di tangan orang kafir Quraisy. Ketika dia menghunus pedang dan keluar dari rumahnya dia bertemu dengan Rasulullah. Seketika Rasulullah terkejut dengan Zubair yang kelihatan Murka, “Apa yang terjadi denganmu wahai Zubair?” tukas Rasulullah menyelidik.

Zubair menjawab,” Wahai Rasulullah aku mendengar kabar bahwa kau telah dibunuh”.

“Lantas apa yang akan kau lakukan?” tanya Rasulullah. “Demi Allah, aku akan bunuh orang Mekah semua,” jawab Zubair.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun merasa gembira mendengar hal itu, lalu beliau berdoa agar Zubair mendapatkan kebaikan dan pedangnya mendapatkan kemenangan.

Zubair bin Awwam adalah sahabat yang pemberani dan selau ada di samping rasul dalam berbagai peperangan. Pada peristiwa perang Badar, Zubair bin Awwam turut serta mendampingi Rasulullah dengan mengenakan ikat kepala yang berwarna kuning. Dalam perang itu, dia sangat bersemangat hingga loncat ke kanan dan ke kiri untuk membunuh musuh-musuhnya. Zubair bin Awwam bertemu dengan pamannya, Naufal bin Awwam yang masih musyrik. Hal ini bukan berarti hubungan keluarga menghalangi Zubair untuk membunuhnya. Zubair juga pada perang Badr berhasil membunuh Ubaidah bin Said bin Ash. Bukan hanya itu, dalam perang Badr Allah menurunkan malaikat dalam rupa Zubair dengan mengenakan ikat kepala berwarna kuning. Terkait hal ini Rasulullah pernah bersabda, “Para Malaikat itu benar-benar turun ke bumi dengan rupa Zubair”.

Adapun pada perang Khandaq, kondisi kaum muslimin sangat buruk. Bahkan setiap orang diantara mereka tidak bisa masuk ke toilet karena pengepungan yang dilakukan terhadap mereka sangat ketat, sehingga mereka takut terbunuh. Kondisi semakin memburuk ketika kaum Yahudi Bani Quraidhah mengingkari perjanjian mereka dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka membuka peluang lebar bagi kaum musyrikin untuk masuk ke Madinah. Karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berseru kepada kaum muslimin, “Siapa yang akan pergi ke Bani Quraidhah untuk memerangi mereka?”

Saat itu Zubair berdiri, lalu berkata, “Akulah yang akan keluar, wahai Rasulullah !” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , “Demi ayah dan ibuku, sesungguhnya setiap Nabi mempunyai Hawari (pengikut setia) dan Hawariku adalah Zubair.” Sejak hari itu Zubair pun menjadi hawari (pengikut setia) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada suatu hari Rasulullah berbisik kepada Ali, “Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di Surga.” Saat Zubair bin Awwam keluar dalam perang Al-Jamal, seseorang dari kaum Tamim bernama Amru bin Jarmuz mengikuti beliau dan membunuhnya dari belakang di suatu tempat  yang bernama lembah Siba. Lalu pergi ke Imam Ali bin Abu Thalib dengan menduga bahwa dia telah membawa kabar gembira, setelah mengetahui hal tersebut Imam Ali bin Abu Thalib berteriak dan berkata kepada pembantunya,“Berikan kabar kepada pembunuh putra Sofiyyah dengan neraka, sungguh Rasulullah saw pernah bersabda kepada saya bahwa pembunuh Zubair adalah penghuni neraka.” (Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan At-Thobroni). Zubair bin Awwam wafat pada hari Kamis bulan Jumadil Awwal tahun 36 Hijriyyah, sedangkan umurnya saat itu 66/67 tahun.

Zubair bin Awwam adalah sosok teladan yang tak ada matinya. Berani menghadapi musuh di medan jihad. Setia menjaga Rasululloh dalam setiap kondisi. Seorang pebisnis sukses. Harta kekayaannya melimpah ruah. Semuanya ia dermakan untuk kepentingan Islam hingga saat mati mempunyai utang. Dan Allah yang menjadi penolong sehingga anaknya tak pernah kesulitan melunasi hutangnya. Subhanallah… Yuk kenali Islam lebih dalam agar hidup mulia dan mati masuk surga seperti Zubair bin Awwam. []

Leave a Reply

Your email address will not be published.