Proposal Hidup

Majalahdrise.com – Menjelang perayaan hari Besar Islam, biasanya remaja mesjid atau rohis sekolah rajin tuh bikin proposal kegiatan. Temen-temen yang berlabel mahasiswa juga nggak kalah getolnya bikin proposal kegiatan kampus. Tujuannya, yang pasti tuh proposal dibikin untuk dikasih ke para donatur alias penyandang dana. Biar para donatur respect bin percaya dengan kegiatan yang bakal digelar.

Makanya, proposal yang dibuat nggak ngasal. Mulai dari isi sampe kemasan. Isinya ngejelasin kegiatan apa yang mau digelar, tujuan apa yang pengen diraih, kapan pelaksanaannya, sampe benefit apa yang bakal didapet oleh pihak sponsor. Kemasannya juga dibikin semenarik. Nggak cuman di’hekter’ terus diselotip pake lakban item. Kalo perlu pake soft cover laminating atau kover spiral kawat. Iya dong. Soalnya kan proposal itu bakal kita kasih ke pihak-pihak yang diharapkan mendukung tujuan yang ingin kita raih. Kalo proposalnya okeh, ngucur deh dana atau atribut sponsor yang ikut mensukseskan kegiatan. Kalo nggak okeh, alamat berakhir di recycle bin. Capek dueh!

Btw, tau gak, ternyata proposal kegiatan sama pentingnya lho dengan proposal hidup kita. eits.. apaan tuh proposal hidup? Sorry…emang sih kita boro-boro kepikiran bikin proposal tuk hidup kita. Padahal proposal hidup lumayan penting dibuat sebagai kompas hidup kita. Proposal hidup memperjelas prestasi apa yang ingin kita raih dalam hidup. Proposal hidup membantu kita mengarahkan langkah kaki untuk meraih prestasi. Proposal hidup mendorong kita untuk menjadi expert di satu bidang. Proposal hidup membimbing kita memasuki komunitas orang-orang yang bisa membantu meraih tujuan hidup.

Dan satu lagi, proposal hidup akan mendongkrak kepercayan diri kita ke arah positif. Yup, dengan proposal hidup kita coba tunjukkan pada lingkungan kalo kita makhluk yang unik bin spesial. Nggak ada satu pun manusia di dunia ini yang sama banget. Kalo mirip wajah sih bisa aja, tapi talenta pasti ada bedanya. Karena itulah kebesaran Allah swt sekaligus anugerah.

So, mumpung di awal tahun, kita bisa mulai bikin proposal hidup. Nggak pake ribet. Mulai dengan deskripsikan diri kita, prestasi-prestasi yang mau diraih, waktu penyerahan piagam atas prestasi yang kita raih, serta skill alias keterampilan yang mau kita asah lebih tajam. Akhirnya, berikan proposal hidup itu pada orang tua, keluarga, atau teman dekat. Kalo ada yang ngetawain, sebenernya mereka ngiri tuh gak bisa bikin proposal hidup. Maju aja. Dan jangan lupa ceritakan proposal hidup pada Allah swt di sela-sela doa shalat malam kita. Berharap Allah swt memudahkan urusan kita.

Makanya, yuk mulai menyusun proposal hidup kita. Biar hidup menjadi lebih terarah, lebih bersemangat, dan tak lagi ada kata jenuh melihat hari silih berganti dengan rutinitas yang sama. Karena kita termotivasi untuk meraih prestasi-prestasi yang kita tuliskan dalam proposal. Jadilah orang yang dibanggakan… otreh?![341]

di muat di majalh remaja islam drise edisi 09

Leave a Reply

Your email address will not be published.