Salah satu organ vital yang menjadi alat untuk kita berpikir adalah otak. Otak manusia adalah struktur Spusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.
Otak terbungkus di dalam tengkorak kepala dan terapung di dalam genangan cairan Serenbospina yang berfungsi memberi perlindungan ekstra dengan menyerap getaran. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa bagian otak sebelah kanan memiliki fungsi yang berbeda dengan bagian yang sebelah kiri. Bagian otak kanan menghasilkan pikiran-pikiran kreatif, imajinatif, dan intuitif. Sedang bagian kiri otak mengendalikan logika, kemampuan berbahasa dan matematika.
Seorang yang sangat logis, analitik dan verbal, mempunyai belahan otak kiri yang sangat efisien. Sedangkan mereka yang menonjol sifat holistik, musikal dan intuitifnya, belahan otak kanannya sangat dominan. Belahan otak sebelah kiri mngendalikan fungsi motorik sisi kanan tubuh manusia, demikian juga sebaliknya, yang sebelah kanan mengendalikan fungsi motorik sebelah kiri tubuh. Selain bertangung jawab atas kinerja tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh, otak juga menjadi alat kita untuk menikmati penciuman.
Dengan aroma yang berbeda-beda kita dapat menikmati harum bunga, wangi makanan atau bau busuk. Bayangkan jika semuanya sama, tentu tidak ada kenikmatan. Itu juga yang terjadi dalam indra pengecap. Dengan berbagai rasa yang berbeda kita bisa menikmati makanan. Bayangkan jika semua rasa sama tentu tidak akan beda antara donat dengan keripik singkong. Semua data tentang bau dan rasa simpan dalam otak hingga kita bisa membedakan satu sama lain. Inilah salah satu karunia dari Allah. Fakta menarik tentang otak adalah dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Al Qadhi yang lama dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat.
Tentu kita membaca Alquran bukan hanya untuk manfaatnya tapi juga untuk mendekatkan diri pada Allah. Driser, inilah ciptaan Allah yang terdapat dalam diri kita yang begitu besar manfaatnya. Makanya kita mesti pake buat mikir tentang hakikat ciptaan Allah dan keterbatasan kita sebagai makhluk. Biar otak kita nggak original (nggak pernah dipake) dan tunduk dengan
Mitos 10%
ada mitos dalam pisikologi bahwa kita mengunakan hanya 10 % saja dari kemampuan otak kita. D’riser percaya? Karena pernyataan ini sering kita baca, A dengar dan di keluarkan oleh ilmua. Sehingga ini seakan sebuah fakta padahal hanya sebuah mitos ( belum di kaji secara ilmiyah). Keraguan tentang angka 10% juga diperkuat oleh bukti dari bidang neurologi klinis dan neuropsikologi, dua disiplin ilmu yang bertujuan memahami dan mengurangi efek kerusakan otak. Kehilangan kemampuan otak lebih dari 90% karena kecelakaan atau penyakit, hampir selalu menimbulkan dampak yang berbahaya.
Misalnya, kontroversi yang ditimbulkan perihal keadaan tidak sadarkan diri dan kematian Terri Schiavo, wanita muda dari Florida yang terbaring koma selama 15 tahun (Quill, 2005). Kekurangan oksigen karena berhentinya jantung pada 1990 telah menghancurkan sekitar 50% otak besarnya, yaitu daerah otak sebelah atas yang bertanggung jawab atas kesadaran. Ilmu otak modern berpendapat bahwa “pikiran” sama dengan fungsi otak. Oleh karena itu, pasien seperti Nona Schiavo secara permanen telah kehilangan kemampuan berfikir, memahami, mengingat, dan emosi yang merupakan esensi manusia (Beyerstein, 1987). Jika 90% otak memang tidak diperlukan, hal ini seharusnya tidak terjadi. Betul? []
2.5