Asslmkum..Mbk Rina, saya mempunyai kekurangan yaitu banyak mempunyai bekas luka/kudis yang banyak di bagian tangan dan kaki saya. Terutama bagian tangan. Setiap bertemu dengan teman-teman (cewek) pasti saya selalu berpakaian panjang walaupun di kamar karena malu. Bagaimana menurut mbak. Apakah tindakan saya betul/termasuk orang yang tak bersyukur. Thanks mbak. (Tasya di Padang)
Wa’alaikumussalam Wr. Wb Dik Tasya di Padang Semoga Adik selalu dalam kebaikan. Segala puji bagi Allah yang menciptakan setiap makhluk-Nya istimewa, serta senantiasa menentukan yang terbaik bagi hamba-Nya. Sehat dan sakit dipergulirkan sebagai ujian atas keimanan. Tiada sia-sia tiap kejadian yang telah Dia tetapkan.
Allah menganugerahi rasa malu yang merasuk dalam relung kalbu sebagai tanda kemuliaan. Sebuah perasaan sebagai penjaga ketaatan jika ditempatkan secara benar, yaitu malu mengerjakan perbuatan yang dilarang Allah.
Dik Tasya yang baik Sebagai risalah sempurna, Islam telah menetapkan pakaian yang seharusnya dikenakan seorang muslimah. Pakaian yang berbeda antara saat di dalam dan di luar rumah. Kerudung dan jilbab sebagai pakaian muslimah saat ke luar rumah (QS. Al Ahzab 59).
Adapun saat di dalam rumah atau kamar kos, kita boleh memakai pakaian sehari-hari misal kaos pendek, dan rok selutut. Pakaian tersebut akan memudahkan aktifitas kita, seperti menyapu, memasak, mencuci, dll.
Dik Tasya yang baik Setiap orang pasti punya kelebihan di balik kekurangannya. Tentu kurang tepat jika kita hanya memperhatikan kekurangan diri, dan melupakan kelebihan kita. Penerimaan diri (Self Acceptance ) secara penuh akan mewujudkan ketenangan hati, tanpa merasa terbebani rasa malu. Prasangka baik kepada Allah akan menjadikan kita termotivasi menggali dan melejitkan potensi kita, sehingga kepercayaan diri makin meningkat termasuk dalam hubungan pertemanan.
Dik Tasya yang baik
Sesungguhnya sosok paling mulia adalah pribadi yang paling bertakwa (QS. Hujuraat :13) . Seseorang mulia bukan dipandang dari kecantikan dan kemolekan tubuhnya, akan tetapi ketakwaannya. Kesyukuran akan terwujud ketika kita merenung dan menyadari banyaknya nikmat yang telah Allah anugerahkan. Meski air laut dijadikan tinta, dan pohon di hutan sebagai pena tidak akan cukup untuk menuliskan nikmat Allah. Cerminan rasa syukur seorang hamba dibuktikan dengan semakin taat kepada-Nya. Barangsiapa bersyukur kepada Allah, maka Allah akan menambah nikmat padanya. Jika kita mengingkari, maka azab Allah sangat berat. Semoga kesyukuran senantiasa ada pada kita. Amiin []