Musik adalah bahasa universal yang bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa memandang umur, negara ataupun suku bangsa. Semuanya ngerasa asyik kalo udah tune in dengan musik. Termasuk di negeri Koes Ploes ini. Musik tidak lagi sekedar hiburan. Tapi sudah bermetamorfosis menjadi ‘life style’ alias gaya hidup. Itu berarti, musik sudah jadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Kalo nggak ngikutin gaya hidup musisi idolanya, kaya belon afdhol jadi penggila musik. Kalo nggak dengerin musik, hari-hari kaya kosong aja. Garing tanpa kuah. Seret dah
Serangan Musik Mengusik Remaja
Kalo dilihat dari tayangan televisi, musik dinobatkan sebagai salah satu program terfavorit pilihan pemirsa. Untuk saat ini (tahun 2012), tayangan musik di teve ada Inbox-nya SCTV, trus ada Dahsyat-nya RCTI, kemudian ada Tarung Dangdut MNCTV, Musiklopedia Trans7, Histeria Indosiar, Klik ANTV, 100% Ampuh GlobalTV, Radio Show tvOne, dan Musik+ MetroTV. Hampir setiap stasiun televisi punya acara atau program yang bertema musik. Baik TV nasional, lokal, berjaringan, satelit hingga berlangganan.
Acara musik teve yang cukup popular adalah inBox (SCTV), yang pertama mengudara pada Desember 2007, dengan host Andhara Early. Konsepnya meniru acara MTV TRL (Total Request Live) yang meraih kesuksesan di Amerika Serikat selama 10 tahun; 14 September 1998-16 November 2008. Kemudian diekori RCTI yang membuat DahSyat, tayang perdana Maret 2008. Host awalnya Darius Sinathrya. Konsepnya amat mirip, awalnya juga memakai panggung outdoor seperti inBox. Namun ratingnya tak bisa mengalahkan inBox.
Sampai hostnya digantikan Raffi Ahmad-Olga Syahputra-Luna Maya di tahun yang sama, konsepnya pun berubah indoor di studio RCTI. Data Nielsen periode 18-24 Februari 2008, acara musik inBox meraih rata-rata rating TVR 2,9 dan share 27,1. Sementara itu, rating Dahsyat periode 6-12 Oktober 2008, TVR rata-rata DahSyat mencapai 3,1. Acara tahunan Dahsyatnya Awards 2012 tayang dengan total durasi 5,5 jam. Hebatnya, meski tayang mulai 19.38 hingga lewat pukul 01.00 WIB dinihari, ratingnya tetap nomor 1. Menurut data AGB Nielsen (ALL) Rabu (25/1),
Dahsyatnya Awards 2012 meraup TVR 5,9 dan TVR 29. Selain artis dan musisi lokal, serangan musik juga datang dari artis interlokal alias lintas negara. Ada musisi korea papan atas seperti Super Junior, SNSD, Big Bang, Wonder Girls, dan 2NE1. Atau musisi eropa mulai dari Lady Gaga, Justin Bieber, Maroon 5, Bruno Mars, Katy Perry, atau Britney Spears. Musisi luar negeri emang jarang nongol di layar kaca, tapi kalo udah ngegelar konsernya, dijamin super heboh dan menghipnotis para penggemarnya. Driser, serangan musik makin gencar dari hari ke hari.
Remaja sebagai target pasar para produsen dan musisi, makin terhanyut. Secara tak sadar, duit mereka diporotin untuk nonton konser musik atau ngikutin gaya hidup musisi idolanya. Yang lebih parah, bukan cuman gaya hidup sekuler yang menjajah remaja muslim lewat musik. Tapi juga ajakan menempuh jalan hidup musisi nyeleneh yang menyimpang dan cenderung ekstrim. Nah lho! Hati-hati ah! angnam Style, joget bergaya pemacu kuda, yang dipopulerkan Psy, rapper asal Korea Selatan, melejit dan ngehits di seluruh dunia.
Tarian bergaya penunggang kuda ini berhasil menjadi jawara di chart musik iTunes dan masuk dalam Guinness World Records dengan predikat video musik YouTube yang paling “disukai” dalam sejarah. Bayangin aja, hanya dalam waktu dua minggu sejak nongol di youtube pada tanggal 15 Juli 2012, video gangnam style udah dilihat lebih dari 43 juta orang. Dan kini sudah merangkak ke 300 juta orang. Sebuah prestasi yang fantastik untuk sebuah video pendatang baru. Trend tarian gangnam style yang lagi banyak digandrungi para fandom melengkapi popularitas K-pop di negeri ibu pertiwi. Ini adalah bagian dari fenomena K-wave (korean wave) yang tak terbendung.
Sebuah fenomena yang menggambarkan Gaya Hidup ‘Gangnam Style’ penyebaran budaya pop modern Korea di berbagai negara. K-wave masuk melalui musik (K-pop), drama televisi (K-drama) dan film (K-movies). Istilah k-wave pertama kali dicetuskan oleh media-media RRC (China) untuk menyebut fenomena yang sama melanda masyarakat RRC pada awal tahun 1990-an. Gencarnya budaya pop korea yang menyapa kawula muda, perlahan banyak mempengaruhi gaya hidup mereka. Dari mulai cara berpakaian, dandanan, hingga bahasa dan pergaulan. Trend busana remaji mengumbar aurat ngikutin gaya sailor moon dengan rok pendek dan atasan full press body.
Sementara yang cowok berlagak modis khas pelanggan salon kecantikan dari ujung rambut sampe ujung kaki. Untuk penampilan, gak ketinggalan gadget dan aksesories terbaru dan mewah. Bahasanya mulai dicampur dengan bahasa korea. Dan pergaulannya makin glamour dengan ala kehidupan distrik Gangnam di Korea. Booming Korea benar-benar telah merubah gaya hidup dan jadwal kegiatan anak dan remaja sehari-hari. Pagi bangun tidur dari kamar mereka sudah terdengar lagu K-POP terbaru macam You and I, IU atau Trouble Maker, Hyun A & Jang Hyun Seung.
Me-request dan men-down load seakan merupakan keasyikan tersendiri. Yang kadang menyebalkan para orang tua adalah kegilaan pada Korea ini sampai mengorbankan waktu beristirahatnya demi bela-belain nonton show Korea atau sinema/drama Korea di internet maupun televisi. Seakan takut berdosa ketinggalan si Korea ini sampai makan pun di depan lap top atau televisi. Pagi menjelang sekolah, siang di sela-sela jeda untuk ke sekolah sore dan di sela-sela jelang ke surau selalu disempatkan up date. Hebat benar kekuatan magnet K-Pop ini.
Lebih gila lagi beberapa dari mereka mengganti nama di fb dengan nama Korea lengkap dengan ejaan Koreanya. Tidak di kelas, atau di kantin yang dibicaran berkisar cowok ganteng mulus, kiclong artis Korea. Pokoknya laki-laki macho model Piere Gurno mundur deh, alias nggak laku lagi. Makanya jangan heran dunia hiburan kita banyak dipenuhi para bencong. Karena mungkin takut ditinggalkan penggemarnya kalau tidak meniru gaya bintang pujaan remaja ini. Terbayang bagaimana ramainya salon kecantikan dipenuhi para lelaki kemayu untuk merawat diri.
Nah lho! Secara kasat mata, budaya K-Pop yang dijajakan media mengiring remaja untuk meniru gaya hidup “Gangnam Style”. Sebutan yang digunakan oleh warga Korea Selatan untuk menggambarkan gaya hidup mewah bin glamour yang berhubungan dengan Distrik Gangnam. Sebuah kawasan makmur dan trendi di Seoul yang terkenal sebagai area elit tempat tinggal banyak artis papan atas, publik figur, dan orang terkenal lainnya.
Tak heran jika gangnam style jadi memancing air liur para pria di Korea untuk terjun ke dalamnya karena gaya lelaki Gangnam identik dengan kaya raya yang disukai banyak wanita. Seperti digambarkan dalam klip ‘Gangnam Style’. Selain kehidupan glamour, Gangnam juga disesaki oleh lebih dari 300-an klinik operasi plastik. Ternyata, artis dan warga Korea terbiasa melakukan operasi plastik. Sebuah lembaga pekerja berbasis online di Seoul mengadakan survey mengenai ‘seberapa penting penampilan untuk orang Korea’.
Hasilnya 90% responden pria dan wanita di sana menginginkan operasi plastik untuk mendukung penampilan mereka. Operasi plastik alias permak wajah di negeri ginseng sudah membudaya. Rata-rata orang Korea berusia 18-35 tahun lebih, menginginkan hadiah yang tak biasa. Mereka menginginkan agar mata, dagu, pipi, dan hidung mereka dirombak dengan operasi plastik. Bagi mereka operasi plastik jauh lebih penting ketimbang memiliki gadget atau kendaraan pribadi. Apalagi di kalangan artisnya, mereka cantik dan ganteng karena hasil permak di sana-sini.
Satu catatan lagi yang gak boleh kita lupain. Korea adalah Negara dengan angka bunuh diri nomor 1 di dunia! Menurut Menteri Kesehatan Korea Selatan, ada sekitar 35 orang Korea yang tewas bunuh diri SETIAP HARI, baik dari kalangan artis maupun orang biasa. Artis Park Jin Hee mengungkapkan dalam tesisnya bahwa lebih dari 40% artis Korea mengalami depresi dan ingin mengakhiri hidupnya. Tragis. Seperti inikah gaya hidup selebriti yang diidolakan banyak remaja kita Selain gaya hidup (life style), musik juga menjadi media tokcer buat nunjukkin jalan hidup (way of life) musisi yang menyimpang. Seperti yang disajikan oleh genre Black Metal.
Salah satu jenis musik yang sangat berhubungan erat dengan pemujaan setan. Berbagai lirik, gaya, dan performa yang mereka tampakkan memang menunjukkan hal itu. Black metal adalah subgenre ekstrim dari musik heavy metal. Ciri khas dari black metal adalah tempo yang cepat, vocal yang teriak-teriak, gaya gitar yang terdistorsi, ketukan drum yang cepat, dan struktur lagu yang tidak biasa. Awalnya musik black metal dilekatkan dengan satanic metal karena keyakinan satanisme yang dianut para artisnya, juga paham antikristus.
Lebih dari itu, beberapa pelopor dari genre ini telah melakukan berbagai aksi pembunuhan, bunuh diri, dan pembakaran gereja. Beberapa artisnya pun dikaitkan dengan neo-nazi, walaupun sebagian besar penggemar black metal dan band black metal yang menonjol menolak neo-nazi. Para praktisi black metal biasanya menolak untuk muncul ke mainstream, mereka lebih memilih untuk tetap underground. Pemujaan setan nggak hanya dimonopoli oleh black metal. Ternyata pemujaan setan ini bisa juga kita temukan di berbagai jenis musik yang lain dan juga pada musisi-musisi lain. Misalnya pada Januari 2012,
Dailymail pernah melansir pengakuan salah satu pekerja Hotel Intercontinental London yang meninggalkan cairan mirip darah dalam jumlah besar di bak Jalan Hidup Black Metal mandi hotel. Sumber lainnya juga mengungkapkan bahwa semua staf hotel sangat yakin si Gaga telah mandi di sana atau setidaknya menggunakan cairan merah itu untuk mendandani kostumnya yang selalu saja super aneh. Jelas banget bahwa musik sama sekali nggak bebas nilai. Di dalam musik pasti akan selalu ada muatan keyakinan tertentu yang harus selalu kita waspadai. Kalo kita terlalu ngoyo ikut-ikutan tren musik bisa-bisa kita dikendalikan oleh musik itu sendiri. Sehingga kita melupakan tugas dan kewajiban kita sebagai kaum muslim untuk membangkitkan umat.
So, be careful of music! Driser, bicara tentang musik ternyata nggak cuman enak didengar nadanya, gampang dihapal liriknya, mudah ditiru tariannya, atau sedap dipandang penyanyinya. Tapi juga bicara tentang budaya (hadloroh) dibalik geliat musik. Musik menjadi media efektif untuk menularkan virus budaya sekuler dan hedonis. Dari sekedar ‘life style’ diserangkan kepada umat muslim yang akhirnya nanti jadi ‘way of life’. Inilah salah satu bentuk penjajahan yang menyerang remaja muslim saat ini. Hasilnya? Kita ngerasa kuper bin cupu kalo nggak hafal lagunya Noah Band. Belum sreg bergaul kalo penampilannya nggak korean style. Ada yang merasa tersisih dari pergaulan, kalo nggak ngikutin tangga lagu musik, dan sebagainya.
Nah, pemikiran-pemikiran semacam itulah, yang disebut hasil dari ghazwul fikri (perang pemikiran). Budaya suka nonton konser, histeris ketika ngelihat band pujannya, sampe harus merasa wajib menempelkan poster band di kamarnya, itulah yang disebut hasil dari perang budaya (ghazwul tsaqofi). Makanya, kita mesti hati-hati dengan trend musik. Jangan asal ngikut. Tapi cari tahu dulu asal-usulnya. Allah swt berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan mengenainya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.”(Qs Al Israa’: 36)
Jangan cuman tangga lagunya aja yang dipelototin. Tapi juga budaya dibalik trend musik juga patut kita monitoring. Tingkah polah musisinya yang sekuler tak lupa kita catet. Biar kita bisa kasih tahu temen-temen yang belum ngeh dengan penjajahan budaya lewat musik. Yup, itu baru remaja muslim jempolan. Yuk ah![LBR