LAKSAMANA CHENG HO ADMIRAL PALING TERKENAL

Selain Ibnu Battutah yang pernah dibahas D’Rise pada edisi #46 dan Piri Reis yang pernah dibahas pada edisi  #51, ternyata umat Islam masih punya satu lagi tokoh penjelajah sekaligus pelaut ulung yang ternama di dunia. Beliau adalah Admiral Zheng He atau yang di Indonesia dikenal juga dengan Laksamana Cheng Ho.

Yup, betul banget, beliau adalah muslim dari etnis Tionghoa dan merupakan ikon pelaut dari negeri tirai bambu. Selama 28 tahun (antara tahun 1405 hingga 1433), Laksamana Cheng Ho menjelajah lebih dari 50.000 km dan mengunjungi kurang lebih 37 negeri. Dan penjelajahan Cheng Ho ini dilakukan 87 tahun sebelum Columbus!

Nama asli Cheng Ho yang sebenarnya adalah Ma He. Beliau lahir di tengah keluarga Muslim etnis Hui di daerah Yunnan China pada tahun 1371. Marga Ma merupakan nama khas muslim karena merupakan turunan dari kata Muhammad. Selain itu, ayah dan kakek Cheng Ho juga memiliki gelar Haji. Bahkan sebagian sejarawan menduga bahwa Cheng Ho merupakan keturunan dari  Sayyid Ajjal Syamsuddin Omar dari Bokhara (sekarang  Uzbekistan), yang nasabnya menyambung kepada Nabi Muhammad Saw. Pada tahun 1381 pasukan dinasti Ming melakukan ekspedisi militer ke Yunnan untuk memerangi pasukan Mongol (dinasti Yuan).

Ma He yang saat itu berusia 10 tahun, ditangkap oleh pasukan Ming untuk diinterogasi terkait keberadaan pasukan Mongol. Sang calon laksamana ini pun berusaha kabur dengan nyemplung ke danau, namun tertangkap kembali. Akhirnya ia pun dikebiri dan dijadikan pelayan istana (kasim) Pangeran Yan.

Mungkin salah satu alasannya karena postur tubuh Ma He yang kuat dan bongsor, konon tinggi badan sang Laksamana ketika dewasa mencapai 7 kaki atau lebih dari 2 meter! MasyaAllah, jangkung banget ya. Selama pengabdiannya pada Pangeran Yan, Ma He terbukti loyal dan cerdas. Bakat kemiliterannya pun terasah dengan keikutsertaannya dalam berbagai ekspedisi militer, sehingga ia pun menjadi orang kepercayaan Pangeran Yan, yang di kemudian hari menjadi Kaisar Yongle.

Atas kesetiaan dan jasa-jasa Ma He, Kaisar menganugerahinya nama Zheng (Cheng), serta memberinya jabatan tinggi di  kekaisaran, yaitu sebagai Kepala Pelayan Istana (taijian) dan kemudian sebagai Kepala Utusan (zhengshi). Dalam batu prasasti yang ditemukan di Provinsi Fujian, Laksamana Cheng Ho mengatakan bahwa dirinya diperintahkan kaisar Dinasti Ming untuk berlayar mengarungi samudera menuju negaranegara di luar horizon.

Tujuan utamanya selain misi perdagangan yaitu untuk menunjukkan kebesaran Kekaisaran  Tiongkok waktu itu, sekaligus untuk membasmi bajak laut. Namun sebagai seorang muslim, kesempatan ini juga ia gunakan untuk melakukan dakwah di negeri-negeri yang dikunjunginya. Pada ekspedisi pertama, ia mengerahkan armada 62 kapal besar dan belasan kapal kecil yang digerakkan 27.800 ribu awak.

Pada pelayaran ketiga, Cheng Ho menurunkan kapal besar sebanyak 48 buah dengan 27 ribu awak. Sedangkan pada pelayaran ketujuh, tak kurang dari 61 kapal besar dikerahkan dengan awaknya mencapai 27.550 orang. Dalam setiap ekspedisi itu, Laksamana Cheng Ho menumpangi kapal terbesar pada abad ke15 M yang disebut ‘kapal pusaka’. Panjangnya saja mencapai 138 m, lebarnya sekitar 56 m, dan berat  mencapai 2.500 ton. Sebagai perbandingan, ekspedisi yang dilakukan Columbus saat mencari benua India (tapi malah nyasar dan terdampar di benua Amerika) hanya mengerahkan  tiga kapal dengan 88 awak kapal.

Ukuran kapal La Nina yang ditumpangi Colombus pun panjangnya hanya 15 meter dan  hanya mampu menampung 24 awak. Dalam penjelajahannya, Cheng Ho tercatat mengunjungi Nusantara sebanyak tujuh kali. Selain berdagang, Cheng Ho juga mengajarkan tatacara pertanian, peternakan, pertukangan, dan perikanan kepada warga pribumi. Salah satu kawasan yang dikunjungi Cheng Ho ialah kota Semarang, Jawa Tengah. Dalam salah satu muhibahnya, Cheng Ho pernah  mendarat di Bukit Simongan, Semarang.

Di situ Cheng Ho kemudian mendirikan masjid, tapi sayangnya sekarang masjid itu berubah menjadi klenteng.  Hanya sedikit catatan Dinasti Ming mengenai peran Cheng Ho dalam penyebaran Islam, bisa jadi penyebabnya karena penyebaran Islam memang bukan misi yang didelegasikan pada Cheng Ho oleh Dinasti Ming, dan Islam juga bukan agama mayoritas di Tiongkok. Sehingga, dakwah yang dilakukan Cheng Ho lebih bersifat misi pribadi.

Tetapi dampak dari dakwah Cheng Ho di Nusantara bisa dilihat diantaranya dengan muncul dan berkembangnya komunitas-komunitas Muslim China (khususnya yang bermazhab Hanafi), serta pembangunan masjid-masjid di Semarang, Sembung, Sarincil, Talang, Ancol, Lasem, Tuban, Gresik, dan Jiaotung. Laksamana Cheng Ho meninggal dalam kepulangannya dari India di ekspedisinya yang ke tujuh pada tahun 1433. Ada pula yang menyatakan dia meninggal setelah sampai di Cina pada 1435. Di atas pusaranya di Nanjing, terpahat ukiran kaligrafi “Allahu Akbar”.[]

Eugenics : Teori paling ngeri

siapa yang tak tau Adolf Hitler. Diktator  berkumis 1/3 ini bersama para pendukungnya meneror benua Eropa  di Perang Dunia II, dan tak segan membasmi jutaan orang demi mencapai tujuannya, dominasi “master race” di atas segala bangsa.

Eits, master race ini bukan berarti ahli balapan lho! Google translate kadangkadang suka ngaco deh. Master race yang dimaksud Hitler berarti ras paling unggul, yang menurut Hitler adalah ras Arya atau Nordik, yang memiliki ciri utama rambut  pirang, mata biru dan kulit putih.  

Bukan cuma beranggapan bahwa ras Arya adalah ras terbaik yang layak menguasai dunia, Hitler dan pendukungnya juga berpandangan bahwa ras lain adalah ras rendahan, ras yang gagal dalam bervolusi, sehingga harus dimusnahkan karena keberadaannya hanya akan menghambat evolusi menjadi manusia sempurna. Dengan dilandasi pemikiran itu rezim Nazi Hitler membantai jutaan orang  dari berbagai etnis, termasuk juga para penyandang cacat dan penderita keterbelakangan mental.

Sadis ya… Tapi, fakta yang tak banyak diketahui adalah konsep master race bukanlah asli pemikiran Hitler. Justru Hitler terinspirasi dari pemikiran eugenics yang berkembang lebih dahulu di Amerika, puluhan tahun sebelum Hitler berkuasa!  Nah lho!

Eugenics pertama kali dicetuskan oleh Francis Galton, sepupu Charles Darwin,  pada tahun 1883. Menurut Galton, bila seorang yang berbakat menikah dengan orang yang berbakat pula, maka keturunan mereka akan jauh lebih baik.

Jadi menurut teori eugenics, kualitas sifat genetis manusia bisa ditingkatkan dengan meningkatkan reproduksi antara manusia yang memiliki sifat genetis yang baik (eugenics positif), atau dengan mengurangi reproduksi orangorang yang memiliki sifat genetis yang tidak diinginkan (eugenics negatif), bahkan bila perlu dengan pemandulan orang-orang  tersebut agar mereka tak bisa menghasilkan keturunan sama sekali.

Namun ternyata batasan  eugenics positif dan negatif itu sangat bias dan  subjektif. Sifat genetik yang baik menurut pengusung eugenics bukan sekedar badan yang sehat dan kuat, tapi juga kulit putih, rambut pirang dan mata biru.

Peranakan lain yang tidak memenuhi kriteria ini dianggap ras KW. Sementara itu, kelainan mental, cacat, bahkan termasuk tingkah laku dan kemiskinan, dianggap sebagai sifat genetis, yang hanya bisa diberantas dengan mencegah mereka yang dianggap memiliki sifat negatif itu melahirkan keturunan.  Pemikiran rasis ini berkembang di kalangan borjuis Inggris dan kemudian menyebar hingga ke Amerika.

Di Amerika yang memang sudah rasis duluan, ide ini pun berkembang bahkan didanai oleh para konglomerat seperti Carnegie Institution dan Rockefeller Foundation. Meskipun rasis, dengan dukungan dana dari para kapitalis, Eugenics menjadi sebuah disiplin akademis di banyak perguruan tinggi dan universitas ternama seperti Stamford, Yale, Harvard, dan Princeton.

Pemikiran Eugenics bahkan semakin menguat ketika mendapat pembenaran dari otoritas gereja. Tak butuh waktu lama, pemikiran eugenics mempengaruhi kebijakan negara di Amerika. Satu demi satu negara-negara bagian Amerika Serikat menerapkan pembatasan pernikawinan, sterilisasi (pemandulan) paksa, pemisahan rasial dalam koloni-koloni, dan bahkan euthanasia. Iya, pembunuhan masal.

Solusi ini diusulkan oleh Carnegie Institute pada tahun 1911. Cara yang banyak direkomendasikan adalah dengan kamar gas. Namun ternyata para pengusung Eugenics beranggapan bahwa Amerika belum siap memasuki tahap itu, sehingga mereka menerapkan program euthanasia  itu dengan cara yang lebih “halus”. Contohnya, rumah sakit jiwa di Lincoln, Illinois, memberi susu yang mengandung tubercolosis kepada calon pasiennya, dengan anggapan bahwa orang yang memiliki sifat genetis yang unggul pasti bisa bertahan hidup. Gila.

Setelah mapan di Amerika, eugenics disebarkan ke Jerman, terutama oleh pengusung eugenics dari California. Berbagai jurnal dan  literatur dari California ini kemudian mengispirasi Nazi Jerman untuk menerapkan hal yang sama. Bahkan beberapa program Eugenics di Jerman didanai oleh Rockefeller, termasuk penerima dana itu adalah Josef Mengele, dokter gila yang terkenal dengan berbagai eksperimennya yang kejam.

Kamar gas yang diusulkan di Amerika, Nazi Jermanlah yang pertama kali menerapkannya.  Pada puncak poularitasnya, ide ini didukung oleh tokoh-tokoh dunia seperti Winston Churchill, H. G. Wells,  Theodore Roosevelt, Herbert Hoover, George Bernard Shaw, John Maynard Keynes, dan lain-lain. Setelah Perang Dunia 2 dan terkuaknya kekejaman Nazi, peminat ide ini pun merosot. Dengan semakin berkembangnya ilmu biologi dan kedokteran, terbukti bahwa eugenics ternyata hanyalah pseudoscience, alias ilmu semu yang diklaim ilmiah, padahal jauh dari scientific, malah bikin ngeri dan jijik! []

Marching band militer yang tertua di dunia

Marching band militer yang tertua di dunia dRiser sekalian pasti udah pada ngeh dong dengan yang namanya Marching Band alias Orkes Barisan. Biasanya tuh banyak remaja en remaji yang ikut ekskul marching band di sekolahnya. Latihan berbaris bukan pasukan pengibar bendera. Lantaran masing-masing bawa alat musik.

Merekalah yang disebut orkes barisan, karena memang terdiri dari barisan orangorang yang memainkan lagu dengan  menggunakan sejumlah kombinasi alat musik secara bersama-sama. Selain alat musiknya  yang bermacem-macem, seragam dengan  kombinasi warna-warni tabrak lari yang  digunakan marching band selalu memancing perhatian.

Kenapa nggak satu warna aja? Kok  warna warni ngejreng dan agak mirip seragam militer? Jawabannya karena awalnya  marching band memang dibentuk untuk mengiringi dan meningkatkan semangat pasukan yang berperang. Tau gak si loh!

Marching band militer yang tertua di dunia

Marching band militer yang tertua di dunia adalah marching band dinasti Utsmaniyah, yang di barat dikenal dengan mehter. Mehter berasal dari bahasa persia, mahtar, yang sebenarnya merujuk pada satu orang musisi, sedangkan untuk menyebut band digunakan kata mehteran atau mehterhane. Mehteran juga sering disebut sebagai janissary-band, karena merupakan bagian dari korps elit janissary. Instrumen-instrumen standar yang dimainkan oleh mehteran adalah kos (timpani besar), davul (drum bass), zil (simbal), zurna (sejenis oboe) , boru (sejenis terompet) dan cevgan (tongkat dengan lonceng-lonceng kecil).

Kostum yang dikenakan mehteran walaupun bervariasi tapi hampir selalu colorful dan ngejreng. Konon, mehterhane pertama dikirimkan oleh sultan Seljuk Alaeddin Keykubad III kepada Osman I, Sultan pertama dinasti Utsmaniyah pada tahun 1289 M sebagai hadiah dan tahniah atas berdirinya dinasti baru tersebut. Sejak saat itu mehterhane kemudian menjadi simbol kesultanan Utsmaniyah. Band mehter paling dikenal karena penampilannya di medan perang mengiringi pasukan elit janissary.

Tujuannya untuk memainkan musik yang keras hingga menciutkan nyali lawan dan sebaliknya meningkatkan semangat kawan. Maka tak heran jika musik mehter diasosiasikan dengan musik peperangan.Ketika Christian Schubart, seorang penyair Jerman mendengar musik band mehter, ia menuliskan bahwa musik yang ia dengar “sangat bernuansa perang, bahkan bisa membuat jiwa-jiwa yang pengecut mendadak jadi pemberani”.

Keberadaan mehter di medan perang ternyata memang memberi pengaruh yang hebat pada pasukan Eropa, yang belum pernah mendengar bunyi simbal dan drum yang begitu memekakkan telinga. Apalagi ditambah dengan bunyi ledakan senapan blunderbuss dan dentuman meriam, pasukan musuh pun kocar-kacir tak karuan.

Makanya tak heran, negara-negara Eropa mencontek penggunaan marching band di medan perang. Augustus II dari Polandia (bertahta tahun 1697-1704) adalah penguasa pertama di Eropa yang menggunakan marching band yang terinspirasi dari mehterhane.

Trend ini pun menyebar ke negara-negara Eropa. Walaupun identik dengan militer, musik mehter tidak hanya dimainkan dalam peperangan lho. Mehteran juga tampil dalam berbagai upacara dan perayaan kenegaraan. Selain band resmi negara, ada juga band-band mehter non-official yang lebih kecil yang tergabung dalam guild-guild. Mereka biasa tampil dalam resepsi pernikahan, juga pada  saat melepas jemaah haji.

Duta-duta besar dan pejabat-pejabat provinsial juga memiliki band mehter sendiri, bahkan kaum sufi pun memainkan musik mehter.  Mehteran Utsmani  tampil di kota Vienna selama beberapa hari setelah ditandatanginya perjanjian Karlowitz pada tahun 1699. Selanjutnya duta-duta besar yang dikirim ke negara-negara Eropa barat membawa serta band mehter masing-masing. Abad 18 M, Eropa mulai gandrung dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Turki Utsmani. Fenomena ini dikenal dengan Turquerie, atau Turkomania.

Orang-orang Eropa meminum kopi Turki dengan memakai jubah Turki. Kaum aristokrat dilukis dengan mengenakan busana khas Turki, menghiasi rumah mereka dengan motif-motif Turki, bahkan mereka membaca terjemahan “Seribu Satu Malam”, padahal bukan berasal dari Turki. Termasuk dalam bidang musik klasik, mehter pun menancapkan pengaruhnya di Eropa.

Komposer-komposer top sekelas Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan  Ludwig van Beethoven sekalipun, menelorkan karya yang terinspirasi dari, atau didesain untuk meniru musik mehter. Salah satu contohnya adalah Rondo Alla Turca, yang dikarang oleh Mozart dan Marcia Alla Turca, karangan Beethoven. Mantabs!  

Memang kenyataannya sebuah negera yang kuat, pasti peradaban dan kebudayaannya akan dicontek oleh negaranegara yang lebih lemah. Makanya, sekarang  ini banyak yang membebek budaya barat, itu karena negara-negara barat sedang kuat,  sehingga budaya barat itu dianggap maju dan modern.

Fenomena itu pula yang terjadi  dahulu ketika negara Islam sedang jayajayanya, kebudayaannya pun menjadi trendsetter, ditiru oleh negara-negara Eropa.  Semoga info ini makin menambah kecintaan  kita pada kemuliaan Islam. [Ishak]

Kebun Binatang Paling Kejam Di dunia Ternyata di Indonesia

Sebuah berita yang bikin miris tentang Indonesia kembali menjadi perbincangan dunia.  Sebuah portal berita yang berbasis di Inggris, Daily Mail,menyebutkan bahwa Kebon Binatang Surabaya (KBS) merupakan bonbin paling kejam di dunia!

Kebun Binatang Paling Kejam Di dunia Ternyata di Indonesia

Tudingan ini berdasarkan penelusuran yang dilakukan seorang pria asal Sydney, Australia, Richard Shears, ke bonbin tersebut. Dalam penelusurannya, Richard mendapati gajah-gajah muda dirantai di tiga kakinya sehingga mereka tidak bisa bergerak ke depan dan belakang. Setiap hari, para gajah itu dirantai. Rantai baru dibuka jika kebun binatang itu ditutup.

Fenomena lain yang menyedihkan adalah 150 burung pelikan dijejalkan dalam satu kandang dan berbagi air dalam kolam yang kecil secara berdesak-desakan. Primata hanya diberi makanan sayur cincang. Beberapa hewan yang besar terlihat tulang rusuknya. Bahkan, seekor unta tampak kurus kering karena kelaparan. Seekor monyet tampak seperti memelas ingin dibebaskan. Banyak lagi hewan lain yang diperlakukan secara menyedihkan.

Kasihan ya. 12 Tahun 2012 lalu, seekor jerapah bernama Kliwon ditemukan tewas, dan di dalam perutnya terdapat kantong plastik sebanyak 20 kg. Awal tahun 2014 yang lalu, seekor singa Afrika juga ditemukan mati ‘gantung diri’. Bahkan baru-baru ini seekor komodo naga yang merupakan hewan langka juga mati.

Menurut mantan pengurus KBS, Tonny Sumampouw, menyebutkan bahwa selama 3 bulan terakhir, sebanyak 50 hewan mati di kebun binatang ini. Para penjaga lebih mementingkan berjualan makanan dan minuman kepada pengunjung daripada merawat hewan-hewan. Karena seringnya KBS ini memakan korban, bonbin ini pun dijuluki “the Zoo of Death” atau Bonbin Kematian. Hiiy, horoorr..

Femke den Haas, pendiri of Jakarta Animal Aid Network, menyebutkan bahwa kasus KBS ini telah berlangsung selama lebih dari 5 tahun. Semua orang tahu, tapi tidak ada yang berubah. Menurut Susilawati, sekretaris Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI), masalah KBS bukan hanya sekedar masalah infrastruktur atau sumber daya manusia, tapi juga masalah politik.

majalahdrise.com kebun binaang paling kejam di dunia
majalahdrise.com kebun binaang paling kejam di dunia

D’Riser, sebagai rahmat bagi seluruh alam, ajaran Islam juga memiliki aturan terkait interaksi terhadap hewan. Kita dilarang untuk menyiksa hewan atau mengurungnya hingga kelaparan. Dari Ibnu ‘Umar RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,

“Ada seorang wanita masuk neraka disebabkan seekor kucing yang dia mengikatnya dan tidak memberinya makan, dan tidak pula melepaskannya sehingga  kucing tersebut bisa makan seranggaserangga bumi”. [HR. Bukhari]

Selain itu, beliau juga melarang untuk melukai atau membunuh hewan untuk main-main. Dari Sa’id bin Jubair, ia berkata : Ibnu ‘Umar pernah melewati sekelompok orang yang memasang ayam sebagai sasaran, lalu mereka memanahnya. Setelah mereka melihat Ibnu ‘Umar, lalu mereka berhamburan pergi meninggalkannya. Maka Ibnu ‘Umar berkata,

“Siapa yang melakukan demikian ini? Sesungguhnya Rasulullah SAW mela’nat orang yang melakukan demikian ini”. [HR. Muslim]

Rasulullah SAW juga melarang untuk mengadu hewan, bahkan terhadap hewan sembelihan sekalipun kita diperintahkan untuk ‘menjaga  perasaan’ hewan tersebut dengan tidak mengasah pisau di depan matanya. Subhanallah! Terhadap hewan, kita disyariatkan untuk memperlakukan mereka dengan baik.

Suatu hari Nabi SAW mendapati seekor unta yang menangis, maka beliau pun bersabda kepada pemilik unta itu

“Mengapa kamu tidak takut kepada Allah dalam memperlakukan binatang ini yang Allah telah memilikkannya kepadamu? Sesungguhnya dia mengadu kepadaku bahwa kamu membiarkannya lapar dan kamu membebaninya dengan pekerjaan yang berat”. [HR. Abu Dawud]

Menyayangi binatang, jika dilandasi dengan ketaatan kepada Allah, so pasti membuahkan pahala, bahkan terhadap hewan yang najis sekalipun.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Allah SWT  mengampuni dosa seorang laki-laki  karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Para Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dalam menolong binatang ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Menolong pada setiap yang bernyawa itu berpahala”. [HR. Muslim].

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang penyayang itu disayangi oleh Allah yang Maha Penyayang. Maka sayangilah yang di bumi, niscaya yang berada di langit menyayangi kalian”. [HR. Tirmidzi].

Dari Abu Hurairah, Abul Qasim SAW bersabda, “Tidaklah dicabut rasa kasih sayang kecuali dari orang yang celaka”. [HR. Abu Dawud]

D’Riser, bisa dibayangkan, betapa agungnya syari’at Islam, sampai-sampai hewan pun dilindungi hak-haknya. Apalagi hak-hak sesama manusia ya?? Soo, harre genne masih alergi Syari’at Islam? Gak gaol banget deh![]