Nggak Klop dengan April Mop!

MajalahDrise.com – Jarum jam yang nangkring di atas dinding kamar kost sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tapi Vee masih berpelukan mesra dengan bantal guling kesayangannya. Mentang-mentang pagi ini nggak ada kuliah, Vee pikirit’s okay untuk bangun tidur sesiang-siangnya. Sholat subuh mah lewaaatt! Tapi kedamaian Vee terganggu dengan dering hape yang memekakkan telinganya. Rupanya panggilan itu dari Edo, adiknya yang masih duduk di kelas 2 SMA.

“Edo ada apaan siiiii???!!!!” Teriak Vee lantang layaknya seorang komandan upacara bendera. Tadinya Vee berniat menyemprot adiknya itu habis-habisan karena telah membuyarkan rencananya untuk melewatkan pagi hari dengan tenang. Tapi ketika Edo bilang bahwa mama mereka meninggal, Vee langsung nangis histeris. “Mamiiiiiiiii!!!! Hueee….!!!”

“Huahahahahah” Tiba-tiba tawa Edo meledak “Yee ketipu!!”

“Edo, kamu apa-apan sih?! Nggak lucu tauk!!”

“Yee ini kan April Mop Mbak….” Belum sempat Edo minta maaf, sambungan segera diputus Vee yang mencak-mencak gak karuan. “Edooooooo…..!!!!!!!”

Walaupun tradisi April Mop atau April Fool’s Day di Indonesia nggak seheboh V-day, ternyata ada juga remaja iseng yang ikut-ikutan merayakannya. April Mop dianggap sebagai hari dimana orang boleh berbohong, yang jatuh setiap tanggal 1 April. Mulai dari bohong tingkat ringan, sampai bohong yang keterlaluan seperti si Edo tadi.

Sedihnya, banyak sekali remaja muslim yang ikut-ikutan iseng di tanggal 1 April ini tanpa tahu asal-usul dan sejarahnya. Padahal konon, April Mop ini dirayakan berdasarkan peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol pada abad pertengahan. Dalam versi ini, umat Islam dianggap sebagai the fools(orang bodoh) karena tertipu oleh tentara Spanyol dan akhirnya dibantai.

Versi lain yang menyatakan bahwa April Fool’s Day berasal dari tradisi pagan di Eropa. Jadi ceritanya dulu tahun baru dirayakan tanggal 25 Maret, di Perancis bahkan dirayakan sampai 1 April. Kemudian muncullah kalender Gregorian yang menetapkan bahwa tahun baru dimulai tanggal 1 Januari. Akan tetapi banyak rakyat Eropa yang nggak gaul karena tak mengetahui adanya ketetapan tersebut, bahkan ada juga yang menolaknya. Mereka ini kemudian sering dijahili dan dibohongi dengan undangan atau hadiah palsu karena masih merayakan tahun baru pada 25 Maret – 1 April.

Yang jelas bagi kita remaja Muslim, April Mop atau April Fools Day adalah perayaan orang kafir. Jadi versi manapun sejarah yang diambil, intinya mah sama saja. Sehingga nggak layak remaja Islam ikut-ikutan April Mop. So, be cool, not fool! []

di muat di majalah remaja islam drise edisi 12

Ganja Itu Halal?

Majalahdrise.com – Ada-ada saja tingkah para pemuja kebebasan di negeri kita ini. Setelah sebelumnya menuntut pemerintah untuk melegalkan perjudian, sekarang muncul LSM yang menuntut untuk melegalkan ganja. Bahkan mereka yang tergabung dalam LSM Lingkar Ganja Nusantara (LGN) ini sempat mengadakan aksi pada tanggal 7 Mei 2011 yang lalu di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Kru D’Rise pun sampai terkekeh-kekeh mendengarnya, sungguh menggelikan! n_na

 

LSM yang juga mempunyai sebuah page di facebook ini menuntut untuk mengeluarkan ganja dari kategori narkoba, dengan kata lain dilegalkan. Mereka beralasan bahwa walaupun ganja mempunyai efek negatif, tapi manfaatnya jauh lebih banyak, diantaranya untuk pengobatan dan industri kertas dan tekstil. Mereka juga mengklaim bahwa pada saat giting (plesetan dari kata ‘tinggi’, istilah untuk mabuk ganja), otak dipacu untuk menjadi lebih kreatif dan sensitive bak prosesor hyper threding, bahkan bisa menenangkan emosi. Karena itulah, menurut mereka, ganja itu halal! Waduh-waduh…

 

Berabe juga kalo kita pake standar asas manfaat untuk menghukumi sesuatu. Mentang-mentang ada manfaatnya, lantas dengan gegabah mereka teriak: ini halal! Kan keblinger banget. Bisa-bisa entar juga bisnis esek-esek dihalalkan lantaran jadi lahan nafkah bagi sebagian orang. Perjudian dihalalkan lantaran menyumbang pemasukan bagi pemerintah dari sektor pajak. Padahal segala sesuatu yang haram dan perbuatan maksiat, di satu sisi boleh jadi ada manfaatnya dalam sudut pandang manusia. Makanya itulah yang jadi ujian bagi manusia, standar mana yang mau dipake untuk mengukur perbuatan, asas manfaat atau syariat?

Karena itu, dalam Islam patokan halal dan haram adalah keterangan dari Allah dan Rasul-Nya. Cuma itu. Nggak peduli punya manfaat segede gaban sekalipun, kalau Allah dan Rasulnya udah menetapkan itu haram, tetap saja haram. Makanya biar nggak keblinger, nggak asal njeplak menghalalkan sesuatu, ayo belajar Islam![ishaak]

 

di muat di majalah remaja islam drise edisi 14

MERDEKA!

majalahdrise.com – Udah bawaan orok kayanya kalo orang-orang kafir dan para pembenci Islam selalu ngasih label Islam sebagai agama kolot yang setiap ajarannya mengekang dan memenjara para pemeluknya. Mengekang dari apakah gerangan? Kebebasan tentunya. Kebebasan untuk melakukan apapun yang diinginkan, memakai apapun yang disukai, memiliki segala hal yang dimaui, dan sebagainya.

Dari pengertian kebebasan di atas kecium banget ada udang di balik rempeyek. Kebebasan yang mereka dambakan nggak jauh dari keinginan untuk menuruti hawa nafsunya tanpa batas. Karena hawa nafsu adalah Tuhan mereka. Dan upaya untuk memenuhi hawa nafsu dengan cepat dan mudah adalah tujuan hidupnya. Sehingga wajar kalo dalam kesehariannya mereka getol meraih kesenangan duniawi sebagai bentuk kebahagiaan tertinggi.

Pertanyaannya sekarang, benarkah mereka sudah bebas bin merdeka? Ooo…tidak bisa! Justru mereka sebenarnya diperbudak dan dijajah oleh hawa nafsu mereka sendiri yang berujung pada kerusakan-kerusakan di muka bumi. Allah swt mengingatkan dalam firman-Nya: “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu manusia, maka pasti binasalah langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya” (QS al-Mu’minuun:71).

Driser, merdeka bukanlah hidup bebas tanpa aturan. Itu mah bukan bebas tapi bablas, ujungnya nyungsep. Justru bebas berarti kita terlepas dari belenggu hawa nafsu itu sendiri. Dan hanya aturan Islamlah yang terbukti tokcer mampu membebaskan dan mengangkat manusia dari keterpurukan. Dari gelap menuju cahaya. Buktinya, bangsa Arab yang tadinya katrok, kuper, terkucil dari peradaban dunia dan tenggelam dalam kejahiliyahan, mampu bangkit menjadi kekuatan yang diperhitungkan di mata dunia, bahkan mengalahkan 2 negara adidaya yang ada yaitu Bizantium dan Persia setelah mengenal Islam.

Islam memberikan kemerdekaan hakiki, yaitu kebebasan dari semua belenggu penghambaan diri kepada makhluk yang tidak punya kemampuan untuk memberikan manfaat maupun bahaya kepada dirinya, untuk menuju kepada penghambaan diri kepada Allah Ta’ala, yang di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dialah satu-satunya pencipta, pemberi rezki dan pengatur alam semesta ini.

Inilah makna ucapan sahabat yang mulia Rib’iy bin ‘Amir ketika ditanya oleh salah seorang pembesar kafir, “(Seruan dakwah) apakah yang kalian bawa?”. Maka beliau menjawab: “Allah yang mengutus kami untuk mengeluarkan (membebaskan) siapa yang dikehendaki-Nya dari penghambaan diri kepada makhluk kepada penghambaan diri kepada-Nya (semata), dan dari kesempitan (belenggu) dunia kepada kelapangannya, serta dari kezhaliman (aturan) agama-agama (lain) kepada keadilan Islam”. So, kalo bener pengen merdeka, jangan cuman sloga. Buktikan dengan menjadikan Islam sebagai aturan hidup. Itu baru mak nyos. Merdeka![Ishaak]]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 15

Jalur Tengkorak Km 93 – 100!

MAJALAHDRISE.COM – Driser, musibah yang dialami keluarga Syaiful Jamil yang memakan korban istri tercintanya, Virginia, melengkapi deretan jumlah kecelakaan lalu lintas yang naik sekitar 40 persen selama tahun 2011 dibanding tahun sebelumnya. Hingga tanggal 6 September 2011 aja Korps Lalu Lintas Polri mencatat jumlah kecelakaan mencapai 4.071 kasus dengan korban jiwa 682 orang.

Yang bikin miris, ternyata hari gini masih saja ada umat Islam yang menghubung-hubungkan rentetan kecelakaan lalu lintas di tempat yang sama dengan hal-hal yang berbau mistis. Seperti di kilometer 93-100 tol cipularang yang dianggap sebagai daerah angker dan ada penunggunya. Sehingga dijuluki jalur tengkorak. Idih, emangnya warung pake ditungguin segala!

Allah SWT mengingatkan kita: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah.”…. [An Nisaa’:78]

Driser, musibah kecelakaan yang terjadi bisa saja sebagai peringatan dari Allah, sehingga selayaknya menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak. Mulai dari pengguna jalan terutama supir yang mesti jaga kondisi biar tetep waspada saat melewati tikungan tajam, jalan berlobang atau bergelombang. Nggak ketinggalan, pemerintah mesti tanggung jawab dengan kondisi jalan yang sering terjadi kecelakaan. Sehingga program Zero Accident yang sempat dicanangkan bukan cuman omong kosong belaka.

Pemerintah sejatinya meneladani Khalifah Umar bin Khattab sebagai kepala negara. Dalam salah satu pidatonya berkata: Seandainya ada seekor binatang (keledai) yg tersesat di ujung negeri Iraq,maka ‘Umar akan ditanya (bertanggung jawab di hadapan Allah), mengapa tdk dibuatkan jalan (yang rata) buat keledai itu?”.

Pidato ini diucapkan di Madinah, jauh dari Iraq. Pidato ini menegaskan tanggung jawab seorang kepala negara terhadap hak-hak rakyat. Karena Khalifah Umar sangat menyadari sabda Rasul saw yang mengingatkan para penguasa: “Hati-hatilah kamu terhadap do’a org yang dizhalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang di antaranya (do’a) dan di antara Allah. (HR. Bukhari & Muslim) Nah, bagaimana dengan tanggung jawab pemimpin negeri ini? Sungguh terlalu..(Rhoma Irama Mode: ON)! [Ishaak]

di muat di majalah drise edisi 16