Akhwat Digoda Cowok

Majalahdrise.com – Suatu kali Alga ngeliat sinetron semi islami yang nampilin akhwat berkerudung yang diuber-uber ama cowo semi jahiliyah. Si cowo ini mendekati sang akhwat dengan segala cara. Mulai dari ikut pengajian (biar bisa sering ketemuan), sampai merubah penampilan jadi lebih islami (misal: pake peci plus baju koko). Dari sudut luarnya, keliatan si cowo jadi bernuansa aktivis islam atawa anak pengajian, tapi kelakuannya teteeuuuppp mata jelalatan mencari-cari akhwat bening lainnya.

Selain mata jelalatan, kelakuan aneh lainnya ialah seringnya si cowo tersebut menebar pesona di tempat-tempat strategis (misal: musholla, forum-forum hingga nangkring di dunia maya). Kalau ngegodain cewek seksi, cowo ini biasa ‘suit-suit’ di pinggir jalan atau bahkan ngajak kencan. Tapi khusus untuk ngedeketin akhwat islami, trik dan siasat sedikit diubah. Mulailah si cowo penggoda tersebut menebar salam: ”assalamualaikum, ukhti….”, berbicara yang kurang penting sampai menebar curahan hati yang memang tak pada tempatnya.

Assalamualaikum ya ukhtifillah. Ukhti, ane pusing nih dengan hidup ane. Gimana ya ukhti agar ane tidak futur dan kembali dekat kepada Allah?” SMS sang cowo penggoda masuk.

Nahh…. Berhubung yang namanya hati perempuan itu lembut dan ‘ngga tegaan’, akhirnya SMS itu pun dibalas dari lubuk hati yang paling dalam, dengan simpati melihat keluhan orang.

waalaikumsalam…. Sebaiknya antum banyak-banyak membaca al-Qur’an dan meminta bantuan orang-orang shalih” jawab akhwat di SMS.

Untuk menebar kedekatan, si cowo penggoda tau betul, dia harus lebih agresif dan memberi sanjung puji kepada perempuan yang lemah lembut tersebut. Maka dibalaslah SMS tersebut: ”Subhanallah, nasihat ukhti sangat bijaksana. Ane ingin menjadi sahabat dekat ukhti. Pasti diri ini lebih bersemangat dengan adanya ukhti. Ukh, besok kalau ketemu di kampus, tegur ane yaaa

Gubrakss!!!! Ujung-ujungnya pengen ketemu bin jalin kedekatan. Nahh, begini nih. Di kasi hati malah minta jantung, hehe. Si cowo penggoda mencari titik lemah akhwat dan mengelabui banyak orang dengan tingkah polahnya. Jika tidak lebih tegas dan diperjelas, setapak demi setapak pastilah akhwat tersebut masuk dalam perangkap gombal si cowo.

Apa sih sebenarnya motif cowo penggoda ngegombalin akhwat? Hemm, banyak motif. Bisa jadi si cowo tersebut tipe orang kesepian yang tidak menyibukkan diri dalam aktivitas kebaikan. Kalaupun dia orang yang aktif, boleh jadi itu hanya alibi pelengkap strategi supaya tersamarkan. Cowo penggoda kadang-kadang orang yang gampang bosan dan suka mengumbar nafsu. Berhubung cewe seksi sudah biasa ‘digarap’, akhirnya garapan sang cowo beralih kepada komunitas akhwat-akhwat yang sedang berproses menjaga diri dari fitnah dan kemaksiatan. Mungkin si cowo penggoda merasa bangga jika ada iman seorang akhwat yang berhasil dia cabik-cabik. “Jangankan Jenifer Lopez, si Fatimah yang jilbaber aja berhasil gue taklukkin”, begitulah kira-kira.

Mudah-mudahan rubrik singkat ini bisa menggelitik Driser sekalian supaya lebih mawas dan membuka cakrawala di tengah dunia yang semakin menggila. Untuk driser akhwat, tetep jaga izzah (kemuliaan). Biarkan cowok penggoda menggonggong, kita tetep berlalu!. Wallahu’alam. [Alga Biru]

BOX

Serba Serbi Digoda Cowo: Warning untuk Akhwat!

Sedikit tambahan buat Driser yang mungkin pernah menyaksikan atau bahkan ngerasain sendiri fenomena akhwat digoda cowo. Semoga Bermanfaat!

1. Bersikap Tegas tapi Soft (Lembut): Jika kita sebagai akhwat sudah mencium gelagat adanya usaha-usaha cowo atau lelaki non mahrom menggoda hati, maka kita perlu mengambil langkah tegas namun dengan bahasa kelembutan. Misalnya untuk menolak ajakan cowo untuk ketemuan berdua di suatu tempat dengan alasan tertentu (misal: menanyakan pelajaran atau meminta bantuan yang belum jelas kepentingannya). Bisa ditolak dengan berkata: “Maaf, saya ada keperluan lain. Mudah-mudahan ada rekan ikhwan yang lain yang bisa membantu kamu”.

2. Tidak Mengandung ‘Umpan’. Ada kalanya kesalahan berawal dari diri akhwat sendiri. Ya, sebenarnya secara tidak langsung, akhwat-akhwat telah mengundang hati cowo yang lemah imannya untuk menggodanya. Misal: Akhwat yang gemar memakai wewangian, menggunakan busana hingga jatuh pada tabarruj maupun mengeluarkan suara-suara ngegemesin yang bikin penasaran. So, mulai sekarang, kita harus lebih sering mengoreksi diri, supaya kehinaan tidak datang menimpa kita.

3. Menjadi ‘BuNga Dakwah’. Weitss, apaan tuh??? BuNga Dakwah ialah “Buku, Ngaji dan Dakwah”. Artinya, kita menyibukkan diri pada ketiga aktivitas ini. Kalau kita secara ikhlas telah tersibukkan dengan ketiganya, maka kita bisa sering berkumpul dengan orang-orang intelektual, peduli bahkan berdakwah. Dengan berkumpulnya kita pada jamaah BuNga Dakwah, maka akan banyak rekan seperjuangan yang memotivasi dan mengingatkan kita dikala tersalah. Boro-boro digodain cowo, untuk ngelayanin dia aja kita pasti ngga punya waktu. Cuittt siuwww!!! ^_^

di muat di Majalah Drise Edisi 17

Cowok #AyoKeMesjid

Majalahdrise.com – Sebagai remaja muslim, idealnya mesjid jadi tempat yang paling sering dikunjungi. Boleh dibilang tempat favorit lah. Gimana nggak, kalo konsisten minimal 5 x sehari kita mampir ke mesjid. Pastinya bukan untuk nongkrong atau patroli sendal bagus ya. Tapi untuk ‘berjumpa’ dengan Allah dalam kekhusyuan ibadah shalat.

Masalahnya, remaja dan mesjid bukan perpaduan yang sering kita jumpai saat ini. Malah mesjid bisa jadi tempat yang jarang dikunjungi. Mesjid cuman dianggap tempat shalat aja. Nggak lebih. Malah pas jumatan juga milih shaf paling belakang atau halaman mesjid. Biar abis shalat bisa langsung ngacir. Mesjid yang jaraknya cuman seratus meter, berat banget kaki melangkah. Kaya mau menempuh perjalanan puluhan kilometer. Padahal kalo nonton konser, beda kota pun dijabanin. Ngenes ya!

Kenapa Ogah Ke Mesjid?

Cowok yang nggak shalat di mesjid saat adzan berkumandang itu pastinya punya alasan. Baik yang sengaja dibuat-buat atau tidak sengaja dibikin-bikin. Ada baiknya, kita coba ulik dulu alasan yang sering dipake biar nggak shalat di mesjid. Pertama, shalat di rumah sama aja kan. Emang sama. Kalo cuman dilihat dari gerakan dan rukun shalatnya aja. Tapi coba lihat keutamaannya. Ternyata, tak ada alasan bagi cowok untuk nggak shalat di mesjid. Nah lho! Diriwayatkan dari Abu Huroiroh, seorang lelaki buta datang kepada Rosululloh dan berkata,

“Wahai Rosululloh, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.”

Maka ia meminta keringanan kepada Rosululloh untuk tidak sholat berjama’ah dan agar diperbolehkan sholat di rumahnya. Kemudian Rosululloh memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu telah beranjak, Rosululloh memanggilnya lagi dan bertanya,

“Apakah kamu mendengar adzan?”, Ia menjawab, “Ya”, Rosululloh bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim).

Perhatikanlah, jika untuk orang buta saja yang tidak memiliki penunjuk jalan itu tidak ada rukhsoh (keringanan) baginya, maka untuk orang yang normal lebih tidak ada rukhsoh lagi baginya.” (Al Mughni karya Ibnu Qudamah). Kedua, tak ada waktu. Lagi sibuk. Memang nggak pernah ada waktu untuk shalat di mesjid kalo kita tak luangkan waktu. Panggilan adzan dari speaker mesjid atau aplikasi smartphone itu sebagai pengingat dari yang punya waktu. Bergegas memenuhi panggilannya, sama dengan tanda syukur kita.

Kalo kita melalaikanya, pake lama plus tapi, hati-hati bisa kufur nikmat lho. Seperti kisahnya Tsa’labah. Salah satu sahabat rasul yang saat miskin rajin shalat ke mesjid. Giliran jadi orang kaya, lupa ibadah saking sibuk ngurusin kekayaannya. Allah dan rasulnya pun marah. Kehidupannya jauh dari keberkahan. Mau kaya Tsa’labah?

Cowok Mesjid, Kerennya Bingid!

Allah dan Rasul-nya, cinta banget sama cowok yang shalatnya di mesjid. Mau bukti? Pelototin nih beberapa keutamaan shalat di mesjid! Pertama, yang rajin ke mesjid tanda imannya pol! “Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Surah At- Taubah ayat 18:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah-lah orangorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Kedua, yang rajin shalat di mesjid dapat ampunan dari Allah.

“Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berjalan untuk menunaikan shalat wajib yaitu dia melaksanakan shalat bersama manusia atau bersama jama’ah atau melaksanakan shalat di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”(HR. Muslim)

Ketiga, ditinggikan derajatnya dan dapat doa spesial dari malaikat.

“Shalat seseorang dalam jama’ah memiliki nilai lebih 20 sekian derajat daripada shalat seseorang di rumahnya, juga melebihi shalatnya di pasar”.

Oleh karena itu, jika salah seorang di antara mereka berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendatangi masjid, tidaklah mendorong melakukan hal ini selain untuk melaksanakan shalat; maka salah satu langkahnya akan meninggikan derajatnya, sedangkan langkah lainnya akan menghapuskan kesalahannya. Ganjaran ini semua diperoleh sampai dia memasuki masjid. Jika dia memasuki masjid, dia berarti dalam keadaan shalat selama dia menunggu shalat. Malaikat pun akan mendo’akan salah seorang di antara mereka selama dia berada di tempat dia shalat. Malaikat tersebut nantinya akan mengatakan:

Ya Allah, rahmatilah dia. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, terimalah taubatnya. Hal ini akan berlangsung selama dia tidak menyakiti orang lain (dengan perkataan atau perbuatannya) dan selama dia dalam keadaan tidak berhadats. ” (HR. Bukhari Muslim)

Driser, kalo hati seorang cowok udah klik banget dengan masjid ada aja alasan untuk pergi ke mesjid. Bukan untuk numpang istirahat sambil tiduran lho. Tapi memakmurkan mesjid dengan kegiatan dakwah, bantu bersih-bersih, tunaikan shalat sunnah, tilawah quran, atau diskusi seputar dakwah dan urusan umat. Asli keren banget. Mulia di hadapan manusia, juga sang pencipta. Kamu cowok, #AyoKeMesjid! [@hafidz341]

di muat di majalah drise edisi 53

Cowok “Tuman”

Majalahdrise.com – Ngomongin soal hoby kaum adam  emang gak ada abisnya. Apalagi  kalo udah asyik dengan hobynya,  dijamin dunia serasa milik sendiri. Lupa  waktu. Lupa diri. Untung gak lupa bernapas.  Nah, salah satu kegiatan yang  biasanya dilakonin anak cowok itu mancing.  Eits, jangan salah ya. Biar cowok identik  dengan jawara, bukan mancing keributan  yang kita  aksud. Tapi mancing beneran alias  mancing ikan. Mereka itulah yang dijuluki  cowok ‘tuman’ alias cowok tukang mancing.  Hehehe…!

Sejarah Memancing Kegiatan memancing boleh dibilang  salah satu teknik menangkap ikan. Konon  kabarnya, teknik menangkap ikan ini sudah  di kenal sejak 10.000 tahun yang lalu.  Buktinya, banyak di temukan tulang-tulang  ikan dan alat untuk menangkap ikan yaitu  mata kail dan tombak ikan di dalam gua  jaman batu. Bahan untuk membuat mata  tombak ikan adalah batu yang diruncingkan  menggunakan batu. sedangkan bahan  untuk membuat mata kail adalah tulang  yang dibentuk menjadi mata kail  menggunakan batu. Menurut analisa para arkeolog  walaupun tidak ditemukan tali untuk  mengikat mata kail namun di pastikan  benang atau tali yang diigunakan untuk  mengikat mata kail terbuat dari bahan serat  kayu yang kuat dan ulet serta tahan untuk  menarik ikan.

Perkembangan dari zaman batu ke  zaman batu baru atau disebut juga zaman  Neolitik sekitar 4.000 – 8.000 tahun yang  lalu telah merubah bahan yang digunakan  untuk membuat mata kail yaitu disamping  dari tulang juga telah dibuat mata kail dari  bahan kayu yang keras sehingga tidak  mudah patah, pada zaman ini sudah  berkembangan tehnik memancing tidak  hanya menggunakan tombak ikan tetapi  juga alat pancing menggunakan benang  atau tali dari bahan serat pohon yang kuat  dan panjang serta telah menggunakan  semacam pelampung dari bahan pohon  kayu. hal ini dibuktikan dengan penemuan  makanan (Ikan) yang diawetkan  menggunakan garam atau pengasapan. Saat ini mata kail tidak lagi  menggunakan tulang atau pun kayu tetapi  sudah menggunakan besi atau sudah  menggunakan baja dengan campuran  bahan lain seperti carbon.

Joran yang digunakanpun sudah jauh lebih baik.  Alat7j-alat pancing saat ini jauh sekali  lebih modern. seperti timah untuk  pemberat, reel untuk menggulung  benang, umpan pancing selain  menggunakan umpan alami juga  sudah menggunakan umpan buatan  (minnows, popper dll) Asyiknya Memancing Banyak alasan yang bikin  kaum adam betah dengan jorannya  sambil nunggu umpan dimakan ikan.  Berikut diantaranya:

1 . Nggak pandang status sosial.  Hobi memancing ini sangat  universal. Meski lebih banyak anak  cowok yang mancing, bukan berarti  kaum hawa gak boleh ikut. Minimal,  anak cewek bisa siapkan menu dan  bumbu buat masak ikan kalo nggak  betah megang joran dan nunggu  tanpa kepastian. Kesannya di-php in  sama ikan. Hehehe..

2 . Nggak perlu biaya mahal. Kita tidak  harus menyewa kapal / perahu dan  menggunakan peralatan pancing yang  mahal. Cukup dengan memanfaatkan  geografis lingkungan di sekitar kita, hobi ini  bisa kita lakukan di kolam, sungai, waduk,  empang, laut, dll.

3 . Ajang relaksasi. Begitulah alasan yang  paling banyak  diutarakan para  mancing mania.  Terkadang,  memancing bukan  bagian dari profesi  atau untuk cari temen  nasi. Dengan  memancing kita  memperoleh  ketenangan jiwa,  terlepas dari semua  tetek bengek urusan  dunia, melatih  kesabaran dan  mempertajam insting  kita akan keadaan di  sekitar kita. Dodie Magis, CHT. mengatakan  bahwa, memancing merupakan salah  satu bentuk relaksasi. Pandangan mata  yang tertuju pada satu titik secara terus  menerus dengan gerakan-gerakan air  yang monoton akan tertangkap oleh  alam pikiran kita dan masuk ke bawah  sadar dimana si pemancing akan  merasakan ketenangan yang luar biasa.  Saat-saat demikian yang membawa  pemancing ‘lupa’ akan segalanya, kesulitan  hidupnya, masalah-masalah yang dihadapi  bahkan bisa dibilang lupa anak-istri, ayah,  ibu, bahkan kekasih, saking asiknya… . Ajang rekreasi. Kegiatan mancing

4.biasanya nggak berdiri sendiri. Biar  lebih seru, sering dipadukan dengan  kegiatan lain yang masih nyambung. Apalagi  kalo mancingnya di alam bebas, sekalian  piknik dan jalan-jalan. Plus masak hasil  tangkapannya. Maknyoss!

Driser, buat kamu yang hobi  memancing kita sekedar mau ngingetin soal  waktu aja. Dari cerita yang beredar, konon  para pemancing suka lupa waktu kalo udah  asyik ngulik umpan dan pegang joran.  Jangan sampai kewajiban terlalaikan seperti  ibadah shalat dan dakwah. Bagus juga kalo  mancing sambil bawa laptop atau buku,  apapun yang bisa bikin tetep produktif dan  optimalkan waktu. Mancing mania,  mantabs! [@Hafidz341]

di muat di Majalah Remaja Islam drise edisi 52

The Trend of The rings ( cowok pake cincin? )

Majalahdrise.com – Anak cowok kalo gak ada tampang  macho emang kurang afdhol. Apalagi  kalo sampai jari jemarinya yang  lentik bergerak gemulai bak penari Bali.  Aduuh…. Rusak pasaran kaum Adam. Biar  kata tampang setelan Boyband Korea,  minimal penampilannya keselip gagahnya  mujahid Palestina. Allahu Akbar..!    Salah satu cara jitu untuk naikkin level  kemachoan anak cowok, biasanya dipakein  aksesoris simbol kejantanan. Seperti kalung,  gelang, atau cincin.

Modelnya tentu yang  gothic gitu biar keliatan seram dan  gagahnya. Misal model tengkorak…ikan  asin! ^_^

Cincin Cowok

Cincin yang melingkar di jari, bukan  hanya aksesoris lelaki. Kaum hawa juga ada  yang pakai. Tapi tentu dengan ciri khas  sendiri yang cewek banget ya. Kalo buat  kaum Adam, berikut beberapa model cincin  yang sering dipake Cincin Polos Namanya juga cincin polos, berati flat atau  hanya bulat biasa tanpa batu hiasan atau  bentuk-bentuk yang unik bin abstrak. Tapi  bukan berarti cincin ini tampilannya garing  gitu ya. Ada lho cincin yang cukup keren  meski polos sederhana saja. Bahannya jugabermacam-macam mulai dari kayu, tanduk,  emas sampai titanium. Simple tapi  incredible! Cincin Bermata Cincin bermata adalah cincin dengan  permata atau gemstone termasuk batu akik  dan mutiara. Sangat jarang cincin cowok  menggunakan mutiara. Kesannya sosialita  gitu. Sekarang cincin yang lagi tren, cincin  bermata batu akik. Warna beragam. Pola  warna bawaannya juga terlihat indah.  Apalagi dipadukan dengan kepercayaan  yang menyertainya. Pamornya langsung  melesat.

Cincin Tengkorak (Skull Ring)

Selain cincin bermata batu akik, bacan, giok  dan sejenisnya, ada juga yang mata  cincinnya berasal dari baja atau titanium  seperti skull atau clown ring. Keduanya  merupakan perhiasan pria yang sedang  booming saat ini dan sedang mencapai titik  puncaknya.  Cincin Tengkorak   Cincin rider atau rider ring ini  biasanya cincin dengan model bentuk-bentuk khas seperti hewan buas, tengkorak  (bukan tengkorak ikan ya) dan sebagainya.  Cincin ini lebih dikenal sebagai cincin  tengkorak atau skull ring karena bentuk  yang umum di dapat adalah tengkorak.  Skull ring biasanya berwarna silver.

Bahan yang sering digunakan adalah titanium.  Sejenis logam yang biasa digunakan untuk  beberapa alat militer. Hal ini dikarenakan  titanium merupakan logam yang kualitas  atau ketahanannya hampir sama dengan  baja. Luar biasa, bukan? Itulah mengapa  memiliki skull ring berarti memiliki cincin  yang bahannya tidak mudah patah atau  pecah.   Akan tetapi, bukan berarti  kualitasnya yang disepadankan  dengan baja lalu beratnya juga  sama. Ternyata, titanium memiliki  berat hanya 60% dari baja saja. Jadi,   nggak akan merasa berat untuk  memakai skull ring. Makanya banyak  yang pakai cincin tengkorak itu  ngerasa lebih keren. Selain  bentuknya yang ghotic, bahan  titaniumnya juga perkasa. Cowok  banget!

Banyak yang menganggap skull ring ini  hanya dipakai oleh anak muda yang  terkesan nakal dan brutal. Imej itu memang  ada tapi tidak benar. Seperti halnya akik.  Dulu orang bilang penggemar akik hanya  orang tua saja sementara banyak sekali  pecinta akik dari kalangan kawula muda.  Yang jelas, ini masalah tren. Gitu aja.  [@Hafidz341]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 51