Agar Semangat Berdakwah

Assalamualaikum.

Sya mau bertanya. bagaiman sih cara kita untuk lebih berani mengingatkan teman2 kita atw org lain agar tidk lari atw melanggar dri syariat islam. soalnya kalo kita ngingatin teman biasanya dibilngin sok jdi ustad. trus klo ngingatin tman yg lbih tua sperti kk kelas pasti dibilangin sok menggurui.mohon solusinya. (Risaldy, kendari)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb Dik Risaldy, Subhanallah, saya bangga atas kepedulian Adik mengingatkan teman yang melakukan kesalahan. Mengajak pada kebaikan menjadi bukti bahwa Kita benar-benar mencintai teman-teman Kita. Yang hakekatnya mereka adalah saudara Kita sesama muslim. Saat mengajak pada kebenaran berbagai respon akan Kita dapatkan. Diterima atau ditolak, bahkan bisa jadi diejek dan diledek.

Interaksi menyampaikan kebaikan lebih baik daripada keterdiaman Kita saat melihat kemaksiatan di depan mata. Pengemban dakwah yang berinteraksi dengan umat dan dakwah yang diam dan tidak melakukan interaksi (Al Hadist).

Dik Risaldy, Keberanian berdakwah mengajak kepada kebenaran Islam harus senantiasa dijaga. Memperjuangkan kebenaran akan berhadapan dengan hambatan, dan tantangan. Niat baik dibalas sikap sinis. Hal pertama yang harus selalu ada pada Kita sejak awal adalah meniatkan semata karena Allah ketika mengingatkan teman-teman, dan berlandaskan rasa sayang Kita yang tidak rela jika temanteman Kita bermaksiat. Kedua, cari waktu yang tepat untuk mengingatkan, serta sampaikan dengan cara yang baik. Pakailah kata-kata yang halus tanpa terkesan menggurui.

Ajak mereka berpikir untuk memahami apa yang Kita sampaikan. Sentuh perasaannya, tunjukkan bahwa Kita mengingatkan karena mencintainya. Ketiga, menyerahkan semuanya pada Allah atas hasilnya. Apakah teman Kita menerima dengan baik, atau sebaliknya. Selalulah berpikir positif, jadikan respon negatif teman sebagai ladang pahala bagi Kita. Karena tiada ucapan yang lebih baik daripada ucapan seseorang yang mendakwahkan Islam (QS Fushshilat : 33).

Sering-seringlah mengingat balasan Allah bagi siapa saja yang berdakwah. Siapa saja yang menyeru (manusia) pada petunjuk baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang dia tunjukki itu (HR Muslim). Tidak lupa, iringi dengan do’a, semoga Allah melembutkan hati seseorang yang Kita ajak pada kebaikan.

Dik Risaldy, itu beberapa tips yang bisa dicoba. Tetap semangat dakwah. Semoga Allah SWT memudahkan. Allahumma amiin…

TEMAN NAKAL

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb

Mbk, saya punya teman yang nakal. Sering mengolok-olok, menyerobot giliran, menyembunyikan barang orang lain, bahkan memukul jika marah. Padahal ia rajin shalat dan puasa. Gimana ya cara agar ia tidak seperti itu lagi karena saya dan teman-teman sekelas merasa terganggu jika ada dia. (Marlen, Mlng)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Marlen yang baik, sungguh  menyenangkan jika kita memiliki teman-teman  yang selalu bersikap baik pada Kita. Sebaliknya  Kita akan merasa sedih, marah dan merasa  terganggu dengan perilaku teman yang nakal.  Sebagai teman yang baik, saudara sesama  muslim tentu Kita tidak akan membiarkan teman  Kita memiliki sikap nakal dan dibenci Allah SWT.    

Dik Marlen, Islam mengajarkan saat  melihat teman Kita nakal dan melakukan dosa,  maka sikap Kita adalah menasehatinya agar ia  berubah. Cobalah mendekati dan  menasehatinya. Ajaklah ia memahami apa akibat  dari perbuatannya selama ini. Apakah  perbuatannya yang mengganggu orang lain,  menyakitinya, ingin menang sendiri menjadikan  banyak orang menyukai atau membencinya. Ajak  ia memahami, bukankah ia juga tidak mau jika  diganggu orang lain. Tunjukkan padanya bahwa  sikap yang baik akan menjadikan Allah SWT suka  dan banyak orang juga menyukainya. Selain itu  Allah SWT akan memberi pahala atas sikap baik,  dan memasukkan orang baik ke dalam surga.  Sebaliknya sikap buruk dibenci Allah SWT, serta  menjadikan seseorang masuk ke neraka.  

Dik Marlen yang baik, ingatkan ia  bahwa orang yang suka nakal adalah seseorang  yang bangkrut. Orang bangkrut adalah  seseorang yang tidak memiliki akhlak baik. Ia  melakukan ketidakadilan, merampas hak orang  lain, dan banyak menyakiti hati orang lain.   Rasulullah saw menyampaikan “Sesungguhnya  orang yang bangkrut dari umatku adalah  orang yang datang pada hari kiamat  dengan membawa pahala shalat, puasa,  dan zakat. Namun ia juga datang  membawa dosa kedzaliman. Ia pernah  mencerca si ini, menuduh tanpa bukti  terhadap si itu, memakan harta si anu,  menumpahkan darah orang ini dan  memukul orang itu.

Maka sebagai tebusan  atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah  diantara kebaikannya kepada si ini, si anu  dan si itu. Hingga apabila kebaikannya  telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum  semua perbuatan kedzalimannya tertebus,  diambillah kejelekan/kesalahan yang  dimiliki oleh orang lain yang didzaliminya  lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia  dicampakkan ke dalam neraka” ( HR.  Muslim).  

Dik Marlen, jika ternyata nasehat  Kita tidak bisa merubah sikapnya, maka  laporkan kepada guru. Selama di sekolah  Bapak dan Ibu guru yang bertanggung  jawab menjadikan para siswa berperilaku  baik. Dengan Kita melaporkan akan ada  upaya Bapak/Ibu guru untuk merubah sikap  teman Kita tersebut. Tidak lupa selipkan  do’a untuk teman Kita agar ia berubah  menjadi anak baik, dan berakhlak mulia.  InsyaAllah dengan niat tulus Allah SWT akan  mengabulkan do’a Kita. “Do’anya seorang  muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya pasti dikabulkan “(Al  Hadist). Demikian dik, semoga Allah  SWT menjadikan dik Marlen dan teman-teman sekelas sebagai remaja Islam  yang berakhlak mulia, selalu  mendapatkan keridhaan dan kecintaan  Allah SWT. Allahumma amiin….[]

MENGAKUI KESALAHAN

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb Mbak, bagaimana ya agar Kita menjadi  orang yang berani mengakui kesalahan dan  meminta maaf kepada orang lain (Ina, Mlng)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik Ina yang baik,

Meminta maaf merupakan salah satu hal  yang paling sulit dilakukan orang. Walaupun  seseorang menyadari kesalahannya kepada  orang lain, meminta maaf bukanlah perkara  mudah. Ada rasa gengsi, sombong yang  menghalangi seseorang untuk bisa berkata,  “Aku minta maaf.” Hal ini karena diri merasa  besar, sehingga malu dan tidak bersedia  meminta maaf.  

Dik Ina yang baik, Manusia tempat salah dan khilaf.  Sebaik-baik manusia bukanlah yang tidak  pernah berbuat kesalahan. Manusia  terbaik adalah seseorang yang segera  menyadari kesalahannya, memohon maaf  dan berusaha tidak mengulanginya lagi.  Seseorang yang memiliki kelembutan hati,  ia akan mudah menyadari kesalahannya.  

Agama mengajarkan kita untuk segera  meminta maaf ketika menyadari  kesalahan. Kita beristighfar, mohon  ampun kepada Allah segera setelah  menyadari adanya perbuatan dosa,  kekeliruan, niat yang buruk yang sempat  muncul dan kita lakukan. Kita juga  bersegera mendatangi orang yang  terlanjur tersakiti akibat perbuatan kita  dan meminta maaf darinya. Dengan  meminta maaf, kita sebenarnya sedang  menyelamatkan diri kita dan berusaha  menghapus kesalahan yang telah terjadi. Dik Ina yang baik,  

Mengakui kesalahan adalah awal dari  sebuah perbuatan besar.  Mempertanggungjawabkan kesalahan  yang kita perbuat adalah langkah menuju  kebahagiaan. Kesalahan akan menjadikan  kita gelisah, dipenuhi rasa takut.  Mengakui kesalahan akan menjadikan kita  merasa tenang, tidak dihantui rasa  bersalah. Mengakui kesalahan tidak akan  menjadikan seseorang menjadi rendah,  sebaliknya ia telah berani bersikap besar.  

Dik Ina yang baik,  Seseorang akan ringan melakukan  sesuatu jika sudah terbiasa. Biasakan  segera meminta maaf atas apapun yang  kita rasa tidak tepat. Misalkan kita  terlambat 5 menit untuk menghadiri  suatu janji dengan teman, mintalah maaf  atas keterlambatan tersebut meskipun  teman kita bisa saja menganggap tidak  ada masalah. Ketika kita berbicara sesuatu  yang bisa menyinggung orang lain,  segeralah minta maaf jika kita  menyadarinya, meskipun orang yang kita  khawatirkan tersinggung bisa jadi tidak  merasa apa-apa. Dengan cara ini kita  berusaha mengikis ego pribadi,  meruntuhkan rasa ingin dihormati, dan  berhati-hati dalam bertindak.  

Dik Ina yang baik, semoga Allah SWT  memasukkan cahaya keimanan kepada  kita, sehingga hati kita sangat takut  berbuat dosa dan maksiat kepada Allah  SWT, mudah menyadari kesalahan, serta  mudah meminta maaf.[

MENGHADAPI GODAAN DUNIA

Assalamu’alaikum Warohmatullah… Saya mau tanya bila pikiran dan hati  telah dipenuhi oleh kehidupan dunia,  sehingga waktupun tersita untuk itu,  dan untuk ibadah terasa susah, merasa  tidak khusyuk, jadi seakan marah pada  diri senndiri. Bagaimanakah cara Kita  untuk menanggulangi akan hal ini?  (Ikhwan AMZ, Majalengka)

Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Dik AMZ yang dirahmati Allah SWT,   

Ketika pikiran dan hati seseorang  dipenuhi keinginan duniawi, ia akan  mengejar dunia dan menjadikannya  segala-galanya. Kesibukan dunia akan  melenakannya hingga ia melupakan  ibadah, terasa susah dan berat untuk  beribadah, bahkan bisa jadi tidak  khusyuk. Padahal dunia tempat  persinggahan sementara dalam  menempuh perjalanan menuju  kehidupan sebenarnya (akhirat). Allah  SWT telah mengingatkan manusia  bahwa sesungguhnya kehidupan dunia  ini hanyalah permainan dan suatu yang  melalaikan. Kehidupan dunia ini tidak  lain hanyalah kesenangan yang menipu.  Dik AMZ yang dirahmati Allah SWT,  Kita sebagai seorang muslim  seharusnya mampu memposisikan  dunia sebagai ladang akhirat.  

Memanfaatkan waktu hidup di dunia untuk  mempersiapkan bekal menuju akhirat. Bukan  sebaliknya, kita dikendalikan oleh dunia hingga  melupakan akhirat. Akan tetapi seorang  muslim yang baik bukanlah seseorang yang  tidak pernah melakukan kesalahan. Seorang  muslim yang baik adalah seseorang yang  ketika melakukan kelalaian atau kesalahan ia  segera ingat kepada Allah SWT, beristighfar  dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.  Dik AMZ yang dirahmati Allah SWT,

Ada beberapa langkah yang bisa kita  lakukan agar pikiran dan hati kita tidak  dikuasai oleh keinginan dunia. Pertama,  renungilah  kembali makna hakiki kehidupan  kita. Allah SWT menciptakan kita untuk  beribadah kepada Allah SWT “Tidaklah Ku  ciptakan jin dan manusia kecuali untuk  beribadah kepadaKu “ (QS 51: 56). Kedua,  banyak beristighfar kepada Allah SWT.

Kita  memohon ampunan atas kelalaian selama ini,  yang menjadikan berat untuk beribadah dan  tidak bisa khusyuk. “Berbahagialah bagi orang  yang di dalam catatan amal mereka  menemukan istighfar yang banyak” (Al  Hadist). Ketiga, berusahalah lebih baik dari  sebelumnya dengan bersegera dalam  melakukan kebaikan. Seseorang yang  beruntung adalah seseorang yang tiap detik  harinya lebih baik dari sebelumnya. Dik AMZ beberapa hal tersebut bisa  coba dilakukan, semoga Allah SWT  memudahkan. Allahumma amiin… []