Kesetaraan Gender yang Keblinger!

Sesungguhnya, kaum wanita adalah saudara kandung (setara) dengan kaum laki-laki.” (HR. Abu Dawud & an-Nasa’i)

drise-online.com – Resah bin gelisah. Itulah yang dirasain kalangan yang mengaku sebagai ‘pejuang’ en ‘pembela’ hak-hak perempuan. Mereka pikir perempuan itu kaum yang paling sengsara di dunia akibat nggak mendapatkan perlakuan yang layak. Seolah-olah kaum wanita hanya menyandang status sosial kelas dua di tengah masyarakat.

Berkedok di balik HAM (Hak Asasi Manusia) dan isu emansipasi wanita, para feminis tega menjungkir-balikkan hukum-hukum ALLAH Swt. yang suci.  Mereka anggap Syariat ISLAM ituh seperti PENJARA karena membatasi ruang gerak Wanita yang sudah baligh untuk memakai jilbab-khimar ketika di luar rumah. Atau karena kewajiban seorang wanita untuk mengurus suami en anak-anak di rumah. Pikirnya, wanita tak memiliki kesempatan untuk berkarya, mengembangkan diri, berkarir, atau turut berperan aktif membangun peradaban. Wow, benarkah semua ituh?! Fitnah banget kan?! Yes, indeed! Plus slenge’an juga buat orang-orang yang punya mindset model begituh di otaknya! Hueks!

Kemarin (14/12), D’RISE sempat menonton sebuah tayangan acara TV swasta yang kebetulan full ngebahas tentang peran en status perempuan bagi perekonomian dunia. En, sungguh menggelitik! Kala D’RISE mendengar pernyataan dari Prof. Dr. A.Umar. M.A (selaku pengamat kesetaraan gender), disitu singkatnya doi menyampaikan; “Kedudukan perempuan di dunia kini sudah sangat progressive. Jadi, seharusnya nggak patut wanita ituh dibatasi atau dikurung geraknya. Baik alasannya ituh karena persoalan adat, budaya, apalagi agama.”

Walakh! Satu lagi lelucon yang bersumber dari para pengemban dakwah liberalisme! Manusia bodoh! Baka na hito! Mana bisa manusia ituh hidup tanpa aturan agama? Dengan menghembuskan isu tentang kesetaraan gender yang begitu, tatanan masyarakat tuh bisa RUSAK kalee! Coz, D’RISEr pun pastinya sanggup membayangkan; “Apa jadinya jika seluruh wanita di dunia bener-bener tergiring oleh ILUSI KEMANDIRIAN en ILUSI KESEJAHTERAAN yang dibentuk sama feminis tadi?” Karena dua ilusi ini, banyak wanita yang terdorong untuk berlomba-lomba meraih kesejahteraan hidup dengan cara bekerja di luar rumah, berkarir setinggi-tingginya, dengan menggadaikan kehormatannya sebagai muslimah.

Gencarnya opini yang menggiring wanita agar mampu menyaingi lelaki, membuat sikap pembangkangan istri terhadap suami menjadi sebuah keniscayaan! Keharmonisan rumah tangga pun jadi taruhan. Demi mengejar karir, tak sedikit wanita yang Berani ninggalin urusan rumah, suami en anak-anaknya, padahal suaminya tidak ridho!. Tak sedikit juga yang merasa dirinya lebih mampu mencari nafkah di banding suaminya sehingga merasa punya otoritas untuk menentukan jalan hidupnya.  Istri jadi nggak lagi menghargai suami sebagai imam (pemimpin). Endingnya, istri gampang aja menggugat suami kalo udah merasa dirinya dibatasi. Perceraian tak terhindarkan dan anak-anak pun jadi korban.

Makanya, jangan sampe kita ikut-ikutan nyungsep ke ilusi kebahagiaan yang dikampanyekan sama para feminis yang gila kebebasan itu. Ketahuilah, sesungguhnya ilusi kemandirian dan kesejahteraan dalam isu kesetaraan gender hanya akan menggerus kemuliaan seorang muslimah dan menghinakan dirinya dihadapan Allah swt dan rasul-Nya. Kapitalisme emang biang malapetaka! Kowarete imasu! Enyahkan kapitalisme, tegakkan syariah dan khilafah. (Hikari Inqilabi)

Box: Girls; be an Exploitation!

Heu, yoyoi! Wakarimashta! Berikut skenario para aktivis feminis dalam menjerumuskan muslimah ke lubang kehinaan.

  • Feminis menggiring wanita untuk dapat lebih mandiri dari laki-laki (jangan mau hidup di bawah ‘ketiak’ laki-laki) karena menurut mereka, jika sudah seperti ituh peluang pelecehan en penganiayaan yang dilakukan oleh laki-laki terhadap wanita akan semakin besar. Padahal, sesungguhnya, jika wanita bekerja wanita akan menjadi makhluk yang paling dirugikan coz mesti menanggung beban ganda.
  • Diperkuat oleh dalih HAM, bahwa wanita ituh memiliki kebebasan tanpa batas untuk memberdayakan dirinya. Sehingga, nggak sedikit wanita ituh merasa perlu untuk bekerja mencari uang en melupakan fitrah utamanya. Padahal, semestinya ingat tujuan hidup! Di akhirat mau ke surga or neraka? Kalo mau bebas tanpa aturan ALLAH Swt. cari area bebas TUHAN!
  • Kapitalisme yang juga mengkondisikan wanita ituh untuk bekerja. Dalam ISLAM, wanita ituh nggak diwajibkan untuk bekerja. Coz, ada pihak-pihak yang jelas, yang udah diaturNya, siapa2 ajah yang diwajibkan untuk membiayai hidup wanita. Kayak ayahnya, kakak laki-lakinya, saudara laki-lakinya, en suaminya.

So, mestinya kita tuh sadar, bahwa memang letak permasalahan pangkalnya ada pada sistem. Kapitalisme sengaja menyetting wanita agar bisa menyuplai perekonomian dunia. En artinya apah? Ya artinya, perempuan ituh jadi kayak sapi perahan! Perempuan diumbar aset-aset kemuliaan en kehormatannya, coz anggapan mereka, semua ituh adalah mesin uang yang hidup en mampu memuaskan. Jahat en kejinya kapitalisme adalah mengeksploitasi wanita en menganggap wanita ituh barang dagang murahan! (Hikari Inqilabi)

Di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#9

Kutu Buku on the Track

Bukuku adalah teman duduk terbaikku yang tiada pernah bosan
Pemandu kebenaran yang tak pernah jemu
Pemberi berita masa lalu yang telah berjalan berabad-abad lamanya
Seakan-akan aku melihat masa-masa itu masih ada

 

drise-online.com – Tuh! Bener banget! Orang yang sudah menjadikan buku sebagai teman akrab, dijamin tak kan kenal kata bosan. Sebab di dalam setiap buku akan kita dapatkan informasi baru yang bisa menginspirasi pembacanya. Dari sekedar baca, bisa menjadi obsesi. Alga sendiri mengalami hal itu. Awalnya sih cuma seneng baca, lama-kelamaan kepikiran: ‘wahh,,, bakal seru ya kalau suatu hari saya bisa menulis buku, pahala mengalir terus, menginspirasi banyak orang, dan bawa kebaikan yang tak putus-putus’. Coba deh liat gimana para pegiat buku begitu demen dan setia ama penulis kesayangannya. Aktivitas membaca dan kecintaan terhadap buku, membuat otak kita senantiasa bekerja dan berorientasi melahirkan cetusan ide. Orang yang banyak baca, biasanya banyak pengetahuannya. Orang yang banyak pengetahuannya, bijak akalnya. Orang yang bijak akalnya, lebih produktif untk menebar kebaikan bagi orang lain. Mau?!

Apa Sih yang Kamu Baca ?

Harry Potter….? Manga….? Novel cinta monyet….? Novel kupluk….? Buku kiri….? Atau Buku ‘jadi-jadian’….? Inilah beberapa jenis buku yang lumayan banyak peminatnya, terutama buat anak remaja kaya kita-kita. Tapi kok gak ada bacaan Islamnya ya? Hehehe…

Driser, bukannya kita mau batasin jenis bacaan kamu, tapi kalo bisa sih jenis buku di atas nggak jadi bacaan andalan. Cukup jadi selingan, kalau sempat, dan kalau ada yang minjemin (Mode ‘hidup irit’: ON!)). Kenapa begitu? Karena masih ada buku andalan lain yang lebih penting dan berfaedah untuk kita kunyah isinya. Apalagi yang kamu baca, bakal jadi modal untuk pembentukan karaktermu. Kalau sehari-harinya baca buku ‘cintaaaaaaa’ melulu. Jadi deh kamu si ratu cinta. Bawaannya kasmaran, padahal ngga ada yang doyan (ups!). Nah, apa jadinya kalau suatu hari ada yang ngajakin ngobrol tentang sejarah atau teknologi?? Kita jadi bengong kaya sapi ompong. Woahh, ketahuan deh gapteknya. Abisnya,,, bacaannya cerita cinta atau gosip seleb mulu. Bacalah bacaan yang padat ilmu, kaya makna dan dapat membentuk karakter unggul sebagai remaja muslim pada diri kita. Baca DRISE bisa jadi pilihan pertama dan utama (ciiiee… hehe). Cukup?? Ya kagak laahhh…

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia mendapatkan satu kebaikan, sedangkan kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

Ya! Jangan sampe lupa, bacalah Al-Qur’an yang agung. Di dalam al-Qur’an, segala jurus kehidupan telah terangkum. Barangsiapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, niscaya akan selamat dunia akhirat.

Selain Al-Quran yang agung, kita juga perlu giat mendalami buku-buku pengetahuan lainnya, seperti buku sejarah, fiqih, muamalah (kesehatan, ekonomi, budaya), dan lain-lain. Karena Islam pernah mengalami sebuah kemajuan dalam bidang pengetahuan dan teknologi pada masa Khalifah Abbasiyah yang didirikan oleh Abdullah al Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn Abbas. Yang pada masa pemerintahannya telah berkembang pesat dalam dunia pendidikan, dan pada masa ini pula awal terciptanya sebuah kertas dan sudah adanya mesin cetak yang bangsa Eropa dan Romawi belum memilikinya. Mereka adalah gambaran orang-orang yang giat menggali karakter dan sistem kehidupan berdasarkan Al-Qur’an dan Assunnah. Yuk, kita ikuti jejak mereka! Open your book, open your mind, and  Get your dreams!

BOX: MELIPATGANDAKAN DAYA INGAT

Kita sering lupa dengan apa yang dibaca. Apalagi pas mau ujian. Makanya,,, yuk coba teknik berikut ini:

  1. Visualisasi

Bermanfaat untuk mengingat sejumlah informasi sederhana dengan cara membuat CERITA IMAGINASI antar informasi tersebut, syaratnya :

  • Buat cerita imaginasi yang lucu & tidak masuk akal (benda pertama melakukan benda kedua dst
  • Boleh menambahkan bunyi, warna, bau maupun dengan memperbesar atau memperkecil obyek
  • Bayangkan cerita imaginasi tsb

 

  1. Membuat pola

Yaitu mengingat rumus tertentu karena ada ‘KETERATURAN’, cukup diingat satu yang lain mengikuti saja . Hal ini bisa menghemat memory sekaligus memudahkan mengingatnya. Misalnya nih sewaktu kita menghafal  rumus matematika seperti sudut-sudut istimewa Sin-Cos-Tan.

 

  1. Memetakan pikiran

Nah, teknik in sangat berguna untuk mengingat pelajaran yang jumlahnya banyak dan sulit dipahami. Caranya: buat tema / judul lalu letakkan di tengah2, dikelilingi oleh cabang atau keterangan. Untuk merangsang ingatan, coba kombinasikan dengan bentuk dan warna-warna menyolok pada cabang-cabangnya. Selamat belajar!

Di Muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi#9

Penulis Wanita dan Pena

penulis wanita

Minder jadi penulis wanita karena tidak berpendidikan tinggi? Bukan lagi zamannya. Lingkungan hari ini memang begitu berpihak pada gelar, status pendidikan. Tetapi pahamilah, asal kita memiliki keinginan kuat dan usaha yang keras yang tak pernah mati dayanya, sesungguhnya kita sudah tentu jauh lebih hebat dari siapa pun. Inilah diantara hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup seorang penulis wanita nasrani.

Continue reading Penulis Wanita dan Pena

Muslimah Anti Pelecehan

pelecehan seksual[DRise-#030] Pada suatu siang yang cerah, tersebutlah seorang muslimah berkerudung mini, berbaju ketat dan celana panjang nge-press body. Berjalanlah ia melewati kerumunan cowo di simpang jalan. Cowo usil bersiul-siul ketika sang muslimah ‘sexy’ itu lewat sembari berlenggok badan. Merasa ‘ditaksir’ muslimah pun membalas siulan tersebut dengan tersenyum. Maka tampaklah bibir merah mengembang di wajahnya. Cowo-cowo jadi makin gemes karena aksinya disambut. Ya, mungkin karena gemas, salah satu dari cowo iseng itu merambah aksinya. Ia pun mencolek pinggul sang cewe, toel toel !!! Kontan malunya bukan kepayang. Lalu cewe itu mempercepat lajunya menahan malu. Pelecehan! 

Continue reading Muslimah Anti Pelecehan