Cowok Nangis Tabu?

cowok pada umumnya terkesan maskulin bin gentle gitu, jadi  kalo cowok nangis itu kesannya feminis binti cemen gitu.  CApalagi, di kehidupan umum, nangis itu dianggap hanya jadi  hak paten kaum hawa, yang terkenal sensitive.

Wajar kalo cowok  jadi tengsin kalo ketahuan nangis.  Boys, nangis itu bahasa universal bin manusiawi sebagai  salah satu bentuk pengungkapan perasaan. Berhubung cowok juga  manusia, pastinya gak bisa dicegah tuh airmata jatuh kalo udah  mendung di pelupuk mata. Apalagi saat ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya.

Wajar banget kalo cowok menangis sebagai  bentuk ungkapan perasaannya. Pemicu orang menangis bisa macem-macem. Bisa karena terinjak  roda kereta api yang melintas di depan mata, kelilipan sepatu,  tertipu bisnis online, atau ditinggal orang-orang tercinta. Tapi dari  semua keadaan yang membuat kita menangis, menangis karena  Allah itu yang paling joss! Nah, apa yang terkategori menangis  karena Allah itu?

  1. Menangis karena ingat dosa Putus dari pacar atau berniat memutuskan untuk tidak pacaran lagi, dan kemudian tobat, itu menangis yang manis. Dalam islam,  dosa bagaimanapun bentuknya besar atau kecil banyak ataupun  sedikit selagi yang mengerjakan dosa memiliki kemauan untuk  bertaubat Insya Allah akan diampuni.  
  2. . Menangis karena ingat akhirat Pada saat sendirian di malam hari pas saat sholat tahajud, kemudian ingat akhirat, trus ditambah belum banyak amal sholih  yang kita lakukan, saat itulah menangis yang dianjurkan. Dari Abu  Hurairah, di berkata, Rasulullah bersabda, “Tujuh macam orang  yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan kecuali  naungannya … dan seorang yang mengingat Allah dalam  kesendiriannya, lalu kedua matanya berlinangan air mata.” (HR.  Bukhari dan Muslim)
  3. Menangis karena amanah yang khawatir tidak tertunaikan Ketika kita dapat amanah apalagi yang terkait dengan jabatan, maka kebanyakan dari kita bersuka ria, tapi tidak dengan yang  sadar kalo amanah itu pertanggujawaban, pasti akan menangis  karenanya. Seperti yang terjadi ketika Umar bin Abdul Aziz  diangkat menjadi khalifah.
  4. Menangis karena dibacakan ayat-ayat Allah Seringlah banyak membaca Alquran, apalagi jika mau memahami arti dan maknanya, karena itu yang bisa bikin kita nangis. Seperti  layaknya para sahabat Rasulullah Saw. “Wahai Rasulullah Saw,  sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh  hatinya. Apabila ia membaca al-Qur’an, maka ia tidak akan bisa  menahan air matanya.” (Mutafaq ‘alaih).
  5. Menangis karena khawatir ‘terjebak’ dunia Abdurrahman bin Auf menangis karena kekayaannya, ia iri dengan Mushab begitu miskinnya hingga kain kafan Mush’ab tak cukup  menutupi seluruh tubuhnya. Salman al Farisi menangis jelang  wafatnya, ia takut tak bisa penuhi nasehat Nabi untuk zuhud  padahal harta Salman saat itu hanya ember untuk mencuci dan  mandi.  
  6. Menangis karena bersedih atas nasib kaum muslimin Dan yang cukup membuat kita harusnya juga menangis adalah ketika melihat nasib kaum muslimin yang terpuruk bin terzhalimi  saat ini. Umat muslim di Palestina, Rohingnya, Syiria dan  sebagainya saat ini mengalami pembantaian yang tiada henti.  

Belum permasalahan negeri kita sendiri yang notabene negeri  muslim terbesar, tapi kemaksiatan macam pornografi, seks bebas,  prostitusi masih marak di negeri ini.  Jadi boys, menangislah sebelum menangis itu dilarang.  Menangis koq dilarang? Iya, nanti ketika sudah mati, maka  menangis tentu tidak bisa dan tidak ada gunanya. Perawakan boleh  gagah layaknya gatotkaca, tapi hati kalo bisa seperti arjuna .  Menangislah selagi bisa dan menangis hanya untuk Allah. Jangan  nangis bombay cuman karena ditinggal pacar yang aduhai. Yuk  berlindung kepada Allah dari hati yang mengeras, agar kita  dibisakan menangis karena Allah. Yuuk! [LBR]

Menangis itu manusiawi sekali. Malah banyak manfaatnya.  Mau tahu? Silahkan nangis! Hehehe….Cekidot:

  1. Membantu Penglihatan Setelah menangis biasanya penglihatan kita justru akan lebih jernih. Hal ini dikarenakan air mata yang keluar saat menangis mencegah dehidrasi pada membran mata yang dapat  menyebabkan pengelihatan mata menjadi kabur (bukan diculik  yaa hehehe..).  
  2. Pereda Stress Menangis juga efektik mengurangi stress. Air mata yang keluar ternyata mengandung hormon stress yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine- enkaphalin dan prolactin. Dengan  begitu, datangnya beberapa penyakit yang disebabkan karena  stress seperti darah tinggi pun bisa diminimalisir.
  3. Pemicu Mood Saat kita sedang sedih, mungkin sedang tidak mood, biasanya menangis menjadi luapan emosi kita. Dan setelahnya, apa yang kita rasakan? Sedikit lega? Yupz, pantas memang, hal ini  dikarenakan menangis dapat memicu mood seseorang. Sebab air  mata yang keluar karena emosi mengandung 24% protein  albumin yang berfungsi untuk meregulasi sistem metabolisme  tubuh dibandingkan dengan air mata yang dihasilkan karena  iristasi mata.
  4. Penghilang Bakteri Menangis juga bisa membunuh bakteri? Bener bangt, karena air mata memiliki antibakteri alami. Adalah lisozom, antibakteri alami yang berguna membunuh bakteri 90-95% hanya dalam  kurun waktu 5 menit saja.[]

MUSLIMAH KOK BERTATO ?

Suatu hari seorang cewe lagi duduk di sebuah café. Pake kaca  mata hitam, dengan kaos yang menampakkan lengannya.   SEh… ada tatto di lengan kanannya. Ups! Ada juga tatto kecil  di bawah telinga kirinya.

Alga cumin bias geleng-geleng kepala.  Miris! Jaman sekarang, tatto udah jadi lintas gender dan identitas.  Dulu, tatto identik dengan preman yang keluar masuk penjara.  Jaman gini, tatto malah digandrungi juga sama cewe-cewe yang  wajahnya ‘sweet’ dan berpendidikan, jauh dari kesan angker. Tato dibuat dengan alat yang dipasangi jarum tunggal  atau beberapa jarum di ujungnya dan dapat bergerak naik turun  dengan kecepatan 50-3.000 kali per menit.

Jarum dicelup ke tinta  berwarna kemudian digerakkan sesuai pola yang diinginkan pada  kulit, masuk dengan kedalaman 0.5-2 mm, menempatkan pigmen  warna pada lapisan dermis. Sakiiittt ! Konon, tiap tatto pun memiliki arti. Mungkin daya  eksistensi ini yang jadi ‘pesona’ tatto, makanya seleb cewek yang  tubuhnya bertatto, sebut aja Julia Perez, Fahrani, atau Tamara  Geraldine rela ditusuk jarum suntik dan menahan sakitnya ditatto  demi eksistensi dan aktuliasasi diri. Seolah-olah, pengen bilang  “ini loh gue”!

Hukum Tato Dari Alqomah dari Abdullah bin Mas’ud, beliau  mengatakan, “Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato  dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis  dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, demikian pula  wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan. Merekalah  wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah” (HR Bukhari no  4604 dan Muslim no 5695).

Dalam Al-Qur’an juga disebutkan, yaitu : “Dan aku  benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan  membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan  menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak),  lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh  mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka  mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi  pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita  kerugian yang nyata.”(An-Nisa`: 119).

Makna mengubah ciptaan Allah, menurut seorang  tabi’in Al-Hasan Al-Bashri adalah dengan mentato. (Lihat Tafsir  Ibnu Jarir Ath-Thabari, 4/285, Tafsir Ibnu Katsir, 1/569) Betul DRISEr, syaithan akan merayu kita dengan  berkata :”ayooo pakai tato saja, kamu akan bertambah keren,  anak gaul itu perlu pakai tato”.

Sehingga kita ngerasa enteng  aja pasang tato, entah kecil maupun besar, sedikit atau  banyak, demi ngikutin tren atau artis idola. Kita udah nggak  peduli dengan segala macam efek buruknya bagi tubuh,  apalagi teringat dosanya Ketimbang kena dosa, mending sadari sekarang,  terimalah tubuh kita ini apa adanya. Udah mulus kok  digambar yang aneh-aneh?

Ketahuilah, tato sifatnya merusak  jaringan kulit manusia. Tubuh kita hanyalah titipan dari Allah  Swt selama kita di dunia. Kok barang titipan diotak-atik sih?  Entar Yang Punya marah loh. Berani ? [Alga Biru]

Big Sale Big Problem

Tahun Baru tibaaa…. Beuhhh,  ngaruh? Ya ngaruh lah.  Mungkin kita udah paham  T untuk ngga latah ngucapin ‘selamat  tahun baru dan natal’, tapi bukan  berarti kita bebas dari perangkap  tahunan. Namanya juga tahun baru  ala jahiliyah. Ada aja hal-hal yang  aneh untuk menggerogoti aqidah  kita. Mulai dari paranormal untuk  membaca hoki di tahun depan,  sampai tren mode yang akan  datang. Hasilnya?

 Bikin kita gerah  kalau ngeliatnya tapi penasaran kalau ngga diliatin. Hehe.  Bimbang kan? ^_^ Big Sale & Miss Sophaholic Salah satu kebiasaan menyambut awal tahun : Diskon  gede-gedean, yang artinya ngajak kita ngeluarin duit besar-besaran. Kadang-kadang justru barang itu belum terlalu penting.  Sebenarnya pengen nahan diri untuk ngga ngebeli, tapi karena  iklannya jor-joran, ujung-ujungnya…. Bablas juga.

DRISEr,…. Yuk kita bedakan antara butuh (need) dengan  keinginan (want). Sesuatu yang kita inginkan belum tentu itu jadi  kebutuhan. Contoh : Kita seorang mahasiswa dengan tingkat  mobilitas yang ngga terlalu sibuk, rasanya belum  terlalu butuh punya iPad, iPhone, BlackBerry  secara bersamaan. Miliki aja salah satu, cukup  kan?  Lain cerita kalau benda tersebut  termasuk ‘need’ alias kebutuhan. Misal : beli  buku pelajaran atau buku-buku agama.

Nah, ini  sifatnya wajib ‘ain alias memang harus punya.  Artinya, kalau kita ngga punya, resikonya kita  bisa ketinggalan pelajaran bahkan jadi orang  o’on. Malu ah! Miss sophaholic alias ratu belanja,  kebanyakan belanja itu mengandung banyak  bahaya langsung maupun tidak langsung.  Catet nih! Bahaya langsung : Duit habis,  kaki pegal, dan ingeet…. perilaku boros itu  ganjarannya dosa! Berfirman Allah ta’ala  dalam surat Al-Isra ayat 26-27:

 “Dan  berikanlah haknya kepada kerabat  dekat, juga kepada orang miskin dan  orang yang dalam perjalanan; dan  janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.  Sesungguhnya orang-orang yang  pemboros itu adalah saudara setan  dan setan itu sangat ingkar kepada  Tuhannya.”

 Bahaya tidak langsung : Kita  terseret dalam arus gaya hidup yang tidak  islami. Woi.. orang islam adalah orang yang  menyadari bahwa setiap sikap  mengandung nilai. Makin bijaksana  menggunakan uang (misalnya), makin  tinggi nilainya di hadapan Allah Swt. Sikap  ‘semau gue’ adalah budaya orang kafir yang  tidak berpikir panjang. Mereka baru jera jika  sudah tertimpa musibahnya. Dari pada uang kita  hambur-hamburin di lantai belanja, mending  disedekahin. Mantep! [Alga Biru]

the power of sedekah  

Berikut ini kekuatan sedekah yang berhasil Alga  rangkum, simak ya!

  1. Allah Swt telah memerintahkan kita menyisihkan harta. Kenapa Allah memerintahkan? Banyak faktor, yang pasti seluruhnya demi kemaslahatan manusia  di duia dan akhirat.”Allah memusnahkan  riba dan menyuburkan sedekah. Dan  Allah tidak menyukai setiap orang yang  tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat  dosa.”(TQS. Al-Baqarah: 276)
  2. Terkait pemberian sedekah, Allah berfirman : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu)[172], maka itu adalah baik  sekali. Dan jika kamu  menyembunyikannya[173] dan kamu berikan  kepada orang-orang fakir, maka  menyembunyikan itu lebih baik bagimu.  Dan Allah akan menghapuskan dari  kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui  apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al-Baqarah: 172-173).Yang pertama,  tujuannya supaya menjadi teladan  bagi yang lain. Jika sedekah ingin  disembunyikan jika boleh, jika kuatir  menjadi riya. Dua-duanya, mantep!  Yang ngga mantep itu, yang kaga  sedekah, cuma komentar doang. Ups!  Ayooo galakkan sedekah!
  3. Sedikit motivasi tambahan nih : “Sedekah merupakan salah satu kunci untuk mengundang  datangnya rezeki. Logika  matematika 1 – 1 = 0, tapi tidak  demikian dengan logika sedekah.  Tidak akan berkurang harta yang  disedekahkan, bahkan justru akan  bertambah dan bertambah.” (Ust. Yusuf  Mansur)

*Semoga tulisan Alga kali ini, jadi umpan buat kita  semua dalam berbuat kebaikan! Aamiin* [Alga  Biru]

PINKY SWEAR KELINGKING KITA, JANJI KITA

“Bila mata sudah lelah dan logika sudah menyerah, keyakinan  yang mengambil alih. Keyakinan tidak MEMILIH jalan, dia  MEMBUAT jalan.” [Ustadz Felix Siauw] 

pernah liat orang berjanji menggunakan jari kelingking?  Lucu, saling menautkan jari kelingking kemudian berjanji.   PSampai-sampai kalau di Jepang ada lagunya tuh, ‘Yubikiri  genman, uso tsuitara hari senbon nomasu’ (Pinky Swear, kalau  kamu berbohong aku akan membuatmu menelan 1000 jarum!).  Widih.. Sadis ye? Terus jika dijawab, ‘Yubi kitta!’ Itu artinya  kesungguhan pun terjadi. Sehingga orang-orang di Jepang yang  membuat janji dengan koneksi Yubikiri itu benar-benar akan  menagih janji yang sudah terucapkan. Bagi orang-orang Jepang,  Yubikiri adalah janji terbaik yang mereka begitu mempercayainya.  

Dijamin! Tapi ternyata, Yubikiri adalah rekayasa hasil plesetan  cerita khayali yang berasal dari umat Nashrani pembenci Kaum  Muslimin. Seorang pasukan perang Salib yang menautkan jari  kelingking dengan sang Putri untuk bersama hidup atau pun mati  selamanya. Bertahun-tahun Putri itu menunggu kepulangan  Pangeran tapi ternyata Pangerannya sudah tewas dalam  peperangan. Akhirnya sang Putri pun minum racun untuk  menyusul sang Pangeran karena mereka memang sudah berjanji  untuk hidup semati selamanya. Janji sehidup semati dimaknai jika  salah satu ada yang mati lebih dulu, maka yang lain pun harus ikut  mati juga.

Di Indonesia, kelingking lebih populer untuk  merukunkan anak-anak yang bertengkar. Nggak ngerti juga kenapa  maknanya bisa bergeser. Sementara di Barat, Yubikiri pun  menjelma menjadi ucapan ‘cross your/my heart!’ sebagai  ungkapan aku janji, aku serius, aku tak akan ingkar, silang  hatiku/mu! Hal itu D’Rise lihat di film animasi yang berjudul Up!  Dan lagu Bon Jovi yang berjudul Thank You For Loving Me. Disitu  liriknya bilang, “Cross my heart. I wear no disguise. If I tried, you’d  make believe. That you believed my lies.” Hmm.. Terus gimana nih menyikapinya? Itu kan hal  sepele kan ya? Nggak apa-apa kali? Itu bagian dari ekspresi  manusia, jadi sah-sah saja dong?! Eits! Siapa bilang?! Sebagai  Umat Islam, harusnya kita yakin bahwa Islam adalah satu-satunya  agama yang nggak bakal ngebiarin umatnya bebas berekspresi.  

Islam adalah satu-satunya agama yang benar, yang menasakh  ajaran agama lain yang pernah ada sebelumnya. Untuk perkara  janji, itu masuk dalam perkara akhlaq. Dan D’Riser harus tau jelas.  Bahwa yang namanya berakhlaq, itu harus dibangun di atas dasar  ‘aqidah. Karena akhlaq tidak terpisahkan dari syari’at, merupakan  bagian dari perintah dan larangan Rabb.

Jadi, sebagai seorang  Muslim, saat kita berakhlaq, jika salah satu contohnya itu adalah  menepati janji, ya itu karena memang semata-mata karena ALLAH  saja. Bukan karena Yubikiri, cross my/your heart, dlsb. Apalagi  kalau ternyata ekspresi kita keliru telah jatuh pada tasyabuh bil  kuffar (meniru kaum kafir), kan serem ya? So, yuk hiasi diri dengan  akhlaq yang menawan. Akhlaq yang dilakukan karena  pemahaman-pemahaman kita terhadap hukum syara’. Itulah  sebenar-benarnya karakter (akhlaq). [Hikari]

JANJI ADALAH HARGA DIRI

Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk bisa  menjadi orang yang selalu terpercaya:

  1. Sadari bahwa kita adalah hamba ALLAH. Segala hal akan dimintai pertanggungjawabannya oleh ALLAH, cek Surah Al-Isra’ ayat 36.
  2. Mengukur Diri. Jadi jika sekiranya tidak sanggup untuk memenuhi, jangan berjanji. Lebih baik pahamkan lawan bicara kita agar mendapatkan pemahaman dan tidak salah  paham.
  3. Komunikatif-Aktif. Artinya jika sudah terlanjur berjanji kemudian di tengah perjalanan kita tidak dapat memenuhi janji tersebut, harus aktif untuk up-date kabar. Jaga  kepercayaan karena itu mahal. Demi ALLAH!
  4. Membuktikan. Sungguh-sungguh mencapai bukan karena apa-apa, siapa-siapa, tetapi karena pilihan sendiri bahwa kita ingin baik dan mendapat keridhoan ALLAH.
  5. Mengikatnya Dengan Hukum Syara’. Tidak ada ikatan paling sempurna melainkan ikatan ‘aqidah. Karena ikatan ‘aqidah tidak bersifat temporal, emosional, rendah dan fasad seperti  halnya Nasionalisme, Sukuisme, dlsb. Ketika sudah terikat  atas nama ALLAH, Insyaa ALLAH itu yang paling kuat janjinya.  

Makanya jangan sembarangan bilang, Wallaahi! Kita nggak butuh Yubikiri atau Cross My/Your Heart. Kita  nggak perlu takut apa pun hingga harus melakukan itu untuk  mendamaikan hati kita. Kita cukup pegang prinsip, janji adalah  harga diri dan kepercayaan itu dihadirkan, bukan diminta. Semoga  kita semua dimudahkan ALLAH untuk bisa senantiasa berakhlaq  baik, aamiin. Agar surga layak untuk kita diami selama-lamanya.  Ya. [Hikari]