Pertamax, Kok Maksain Banget Sih?!

Oleh: Nurbowo, wartawan dan social worker

drise-online.com – Sebentar lagi, biar butut kayak apa, motor ente tidak boleh minum bensin premium, Bro. Sebagai gantinya, silakan nenggak pertamax yang harganya lebih mahal Rp 2000 per liternya. Kalau ente gak mau? Ya, berlakulah hukum kelangkaan barang pada premium, alias harganya dinaikin.

Demikianlah, menurut pengamat politik-ekonomi Ichsanuddin Noorsy. ‘’Ini memperlihatkan pemerintah sudah didikte asing agar subsidi BBM dihapus,’’ tandas Bang Ichsan yang Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik itu.

 

Didikte asing bagaimana kamsud-nya?

You know Bro, dasar penetapan harga BBM pemerintah adalah UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2, yang bunyinya: “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar.” Nah, persaingan itu merujuk pada New York Mercantile Exchange (NYMEX).

 

Lho, kok New York?

Iya dong, kan there’s no such free-lunch. Tidak ada makan siang gratisan. Amerika sudah ngasih ribuan dolar buat penyusunan UU Migas No 22/2001. Imbalannya, ya AS ikutan menyusun dan mengarahkan isi UU itu. Seperti ditulis dalam situs www.usaid.gov

Tahun 2001 USAID mengucurkan 850.000 USD ke LSM-LSM dan Universitas-Universitas untuk kampanye energi seperti “Penghapusan Subsidi Energi”. Hasilnya antara lain, iklan segambreng di Kompas yang disponsori dan  difasilitasi LPEM-FEUI dan Freedom Institute, yang menampilkan 36 pemikir agama dan ekonomi liberal seperti: Ulil Abshar Abdalla, Luthfi Assyaukanie,  Hamid Basyaib, Sofyan Wanandi, Hadi Soesastro, Lin Che Wei, M. Chatib Basri, dan Rizal Mallarangeng, bahwa subsidi BBM hanya dinikmati orang kaya.

Pada 2003, Mahkamah Konstitusi membatalkan ketentuan dalam UU no 22/2001 itu karena dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Tapi Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2004, pasal 27 ayat (1), tetap saja mempertahankan klausul yang menghamba pada kepentingan asing tersebut.

Buat justifikasi, iklan Depkominfo di TV pun menampilkan taushiyah Abdullah Gymnastiar yang meminta rakyat sabar dan berkorban menghadapi kenaikan harga BBM 2005. Tarpaksa atau tidak, Aa Gym telah mencatatkan diri sebagai salah satu pendukung kenaikan harga BBM. Padahal, Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi sudah memperingatkan: “Akan datang penguasa fasik dan zalim, maka siapa yang percaya pada kebohongannya dan membantu kezhalimannya, dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tak akan masuk surga”.

Seharusnya bagaimana dong?

BBM, adalah salah satu hajat hidup ummat. Karenanya, sistem pengelolaan BBM, gas, batu bara dan energi lainnya harus dipegang negara untuk kepentingan rakyat. Nyatanya, seperti dikemukakan Ketua Serikat Pekerja Pertamina, Abdullah Sodik, sebagian besar minyak dan gas Indonesia dikuasai asing. Tercatat dari 60 kontraktor, 5 di antaranya dalam kategori super major, yakni ExxonMobil, ShellPenzoil, TotalFinaEIf, BPAmocoArco, dan ChevronTexaco, yang menguasai cadangan minyak 70 persen dan gas 80 persen. Selebihnya masuk kategori Major, seperti Conoco, Repsol, Unocal, Santa Fe, Gulf, Premier, Lasmo, Inpex, Japex, yang menguasai cadangan minyak 18 persen dan gas 15 persen. Sedangkan perusahaan independen menguasi cadangan minyak 12 persen, dan gas 5 persen.

Karena itu, seperti diusulkan Ekonom Tim Indonesia Bangkit, Dr Hendri Saparini, pemerintah harus melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak asing. Lha wong Inggris saja berani melakukan nasionalisasi perbankan, kok. Apalagi Presiden Hugo Chavez dan Evo Morales di negaranya masing-masing.

Langkah selanjutnya adalah menghentikan pembayaran utang najis dan bunganya, yang selama ini menggerogoti APBN. Sedang winfall profit dari hasil kenaikan minyak dunia saat ini, digunakan untuk menutupi apa yang selama ini disebut sebagai subsidi BBM.

Memang, langkah revolusioner ini hanya mungkin dilakukan setelah Indonesia direvolusi menjadi negara yang berdaulat dan merdeka ‘’atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa’’.

Konkretnya seperti apa?

Hasil survei Gerakan Mahasiswa Nasionalis di kampus-kampus utama di Indonesia tahun 2006 mengatakan, 80% mahasiswa menginginkan syariah Islam diterapkan.

Survey Roy Morgan Research pada Juni 2008 menunjukkan: 52% rakyat Indonesia menuntut penerapan syariah Islam. Bahkan hasil penyigian SEM Institute tahun 2008 menyebutkan dukungan umat terhadap penerapan syariah Islam mencapai 83%.

Itu sejalan dengan hasil Survei WorldPublicOpinion.org bekerjasama dengan University of Maryland Amerika di empat negara Islam (Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Maroko) pada Desember 2006 hingga Februari 2007. Khusus di Indonesia, survei menunjukkan 53% responden menyetujui pelaksanaan syariah Islam.

Penyigian Setara Institute pada 2010 terang benderang menyebutkan, 35% responden menginginkan Khilafah Islamiyyah.

Driser, kerasa banget kalo sistem kapitalisme liberal yang dipake pemerintah buat ngatur negara ini bikin rakyat sengsara tiada akhir. Udah tahu BBM jadi urat nadi ekonomi rakyat, bukannya dimurahin malah dijual ke pihak asing. Kalo kapitalisme nggak peduli dengan kepentingan rakyat, buat apa dipertahankan. Seperti data survey di atas, saatnya syariah Islam mengatur negeri ini dalam bingkai negara khilafah.[]

The Most Legendary Muslim Hacker

drise-online.com – Pada rentang tahun 2003 sampai 2005, dunia cyber sempat digegerkan oleh seseorang dengan nickname “irhabi007” yang aktif di dunia maya dengan menyebarkan material-material dan propaganda-propaganda jihad atau seringkali disebut cyber-jihad. Nama “irhabi” sendiri adalah bahasa Arab untuk teroris, sedangkan “007” adalah codename untuk agen rahasia inggris (cuma fiktif) James Bond. Nama ini untuk mengejek para pemburunya karena irhabi007 dijuluki “world’s most wanted cyber-jihadist”.

Keberadaan irhabi007 di jagad cyber sudah terdeteksi sejak 2001. Tapi sepak terjangnya mulai meningkat tahun 2003, bersamaan dengan invasi Amerika ke Iraq. Irhabi007 mulai aktif mengupload gambar-gambar perang Iraq di internet. Dia juga mulai mempublikasikan materi-materinya termasuk panduan menghack komputer yang sudah dia tulis ke dalam sebuah buku. Malah irhabi007 juga aktif menyebarkan buku pedoman persenjataan, video yang memuat aksi mujahidin, dan materi lain yang bersifat propaganda.

Untuk menyebarkan propagandanya, tak jarang dia membobol banyak situs. Hebatnya, situs-situs yang dihack itu tidak sadar bahwa situsnya disusupi materi-materi jihad. Irhabi juga aktif mencari dan mengumpulkan video-video yang dibuat oleh tentara Amerika di Iraq yang menggambarkan keadaan di dalam basis militer tentara Amerika, sehingga para mujahidin bisa menyerang daerah yang menjadi titik lemah di markas tersebut.

Di dunia maya, Irhabi 007 mengajarkan keahliannya kepada para mujahidin yang berkumpul dalam komunitas dunia maya, sehingga para mujahidin mempunyai keahlian dalam menghack, membuat program, membuat serangan on line  serta menguasai desain digital dan media. Walhasil, irhabi007 mulai diperhitungkan oleh musuh-musuh Islam yang gerah dengan aksinya. Untungnya, irhabi007 piawai menyembunyikan identitasnya di dunia maya sehingga bikin kewalahan pihak intelijen. Padahal para pemburu itu dah menggandeng para cyber-tracker dengan berbagai metode pelacakan. Hasilnya tetep nihil!

Awal tahun 2004, Irhabi 007  bergabung dengan forum Muntada atau Forum al-Ansar al-Islami, kemudian Forum al-Ekhlas, dua dari forum yang terlindungi password dengan ribuan anggota yang digunakan oleh Al-Qaeda untuk instruksi militer, propaganda, dan perekrutan. Pada bulan Juli 2004, Irhabi 007 melakukan tindakan yang luar biasa berani menyita perhatian FBI ketika dia membajak server FTP (File Transfer Protocol) yang dioperasikan oleh Departemen Jalan Raya dan Transportasi Arkansas menjelmakannya menjadi papan pesan Al Qaeda. Bahkan dia juga memposting video Usamah bin Ladin di official website negara bagian Arkansas tersebut. Mancabs!

Irhabi007 benar-benar menjadi ancaman bagi musuh-musuh Islam. Evan Kohlmann, konsultan dalam bidang cyber-terrorism bahkan menjuluki Irhabi007 sebagai “king of internet terrorism”. Sebuah lembaga kontra terorisme bernama Institut SITE bahkan secara khusus membuat sebuah studi kasus tentang sepak terjang Irhabi007. Sebuah stasiun televisi juga telah membuat laporan tentang Irhabi 007, berbahasa Inggris, lengkap dengan analisa dan perspektif dari para pakar IT, pihak kepolisian, hingga kalangan awam.

Walaupun kini Irhabi007 yang asli telah tertangkap dan dipenjara, tapi nama irhabi007 sudah terlanjur melegenda di dunia maya. Dalam forum-forum jihad Islam, bermunculan copycat yang menggunakan nick name serupa atau mirip seperti Teroris 007, Mujahid 007, atau Terrorist, juga situs-situs dengan nama Irhaby. Hal ini menunjukkan bahwa di dunia maya banyak yang mengagumi Irhabi007. Siapa jadi the next Irhabi007?[Ishaak]

 

BOX:

Tertangkap karena Kebetulan

 

Selusin pasukan anti huru-hara bersenjata lengkap dan beberapa orang detektif berkumpul di depan sebuah rumah berlantai 4 di Shepherds Bush, London Barat. Mereka meyakini bahwa di rumah ini ditinggali seseorang yang berkaitan dengan rencana pengeboman di Eropa. Nama orang itu adalah Younes Tsouli, seorang pemuda muslim 23 tahun keturunan Maroko, mahasiswa TI di salah satu universitas di London, dan putra seorang diplomat. Polisi menduga keterkaitan Younes Tsouli dengan terorisme berdasarkan penangkapan beberapa orang pemuda di Sarajevo. Rekaman telepon dan email merekalah yang mengarahkan polisi Inggris untuk menangkap Younes Tsouli.

Pasukan itu pun mendobrak sebuah kamar. Penghuni kamar itu, seorang pemuda gondrong bercelana jogging melakukan perlawanan, tapi karena kalah jumlah, pemuda itupun babak-belur diringkus polisi. Dalam kamar yang berantakan itu (tipikal kamar anak muda banget), terdapat laptop yang masih menyala.

Dalam komputer itu, polisi menemukan 2 juta file yang sebagian besar berbahasa Arab dan terenkripsi. Mereka juga menemukan presentasi power point tentang panduan untuk membuat bom mobil. Sampe akhirnya polisi nyadar, bahwa mereka ‘tanpa sengaja’ telah menangkap “king of internet terrorism” alias Irhabi007. Saat ini Younes menjalani hukuman 16 tahun di Belmarsh High Security Prison, London.[]

di muat di Majalah Remaja Islam Drise Edisi #10

Pacaran itu budaya Nashrani…!

drise-online.com – Yang doyan nyari artikel islam di dunia maya boleh jadi nggak asing dengan nama Shiddiq al-Jawi. Dosen tetap STEI Hamfara Yogyakarta ini aktif menulis di berbagai media Islam. Apalagi kalo kita mampir ke webnya, http://khilafah1924.org, isinya mayoritas tulisan beliau yang mencerahkan. Dan Alhamdulillaah…kang Hafidz341 dapat kesempatan untuk ngobrol dengan beliau via email. Berikut petikannya. Monggo!

Tiap tahun remaja muslim banyak yang ngerayain Valentine Days. Padahal jelas-jelas bukan budaya Islam. Gimana menurut ustadz?

Menurut saya itu karena kita hidup dalam masyarakat sekuler. Yaitu masyarakat yang tak menggunakan hukum agama dalam mengatur urusan kehidupan. Masyarakat semacam ini sebenarnya hanya membebek masyarakat kafir penjajah, seperti AS dan Eropa. Agama hanya diamalkan secara sempit dan picik dalam urusan ibadah saja. Sedang soal budaya, pergaulan, apalagi politik, dianggap tak perlu diatur dengan agama. Maka, perayaan Valentine tak pernah surut, walaupun sudah banyak fatwa ulama yang mengharamkannya.

Sebagian remaja muslim ngerayain VD hanya sebatas makan malam, nonton bareng, nongkrong di cafe, berbagi hadiah, coklat, atau ngasih ucapan selamat. Kalo gitu gimana tadz?

Itu tetap tak boleh. Mengapa? Begini. Kita sudah tahu perayaan Valentine itu budaya Nashrani, bukan budaya Islami. Padahal umat Islam haram hukumnya mengikuti budaya kaum kafir. Sabda Nabi SAW,”Barangsiapa menyerupai suatu kaum (kafir) maka ia termasuk golongan mereka.” (HR Abu Dawud). Hadits ini berlaku umum, meliputi segala bentuk perayaan Valentine. Maka segala bentuk dan cara perayaan Valentine, hukumnya tetap haram, walaupun hanya sebatas ngasih ucapan selamat Valentine.

Dalam urusan cinta, remaja ngerasa penting untuk mengekspresikannya dengan pacaran. Menurut ustadz?

Pacaran itu budaya Nashrani, bukan budaya Islami. Karena dalam agama Nashrani, suami isteri itu tak boleh bercerai. Menurut ajaran Nashrani, “apa yang disatukan Tuhan tak boleh dipisahkan oleh manusia.” Maka wajar dalam masyarakat Nashrani muncul budaya pacaran. Tujuannya supaya calon suami isteri bisa saling mengenal sedalam-dalamnya dan seintim-intimnya, sehingga tak bercerai. Islam tak demikian. Islam menghalalkan cerai, sehingga apa yang disebut “pacaran” tak ada dan tak diperlukan dalam Islam. Cukup calon pasangan suami isteri saling mengenal secukupnya, dalam batas-batas yang dibolehkan syara’, misal kalau ngobrol berdua wajib disertai pihak ketiga yaitu mahram si wanita. Tak perlu jalan-jalan berdua, mojok, apalagi berciuman dan seterusnya. Jadi wajar di jaman Rasul tak ada budaya pacaran. Ekspresi cinta diungkapkan dengan khitbah (melamar), bukan pacaran.

Saya pernah buka web yang menjelaskan kalo pacaran diperbolehkan dalam islam. Emang bener tadz ada ‘pacaran islami’?

Saya sudah membuka situs itu. Saya peringatkan, situs itu ngaco dan menjerumuskan. Karena hanya mendefiniskan pacaran secara sempit dalam arti “saling mengenal sebagai persiapan nikah”. Padahal faktanya, pacaran bukan hanya sebatas itu. Pacaran juga meliputi duduk berduaan (mojok), berciuman, berangkulan, petting, dan (nauzhu billah) termasuk berhubungan seks. Apakah semua ini dibolehkan? Tidak bukan? Jadi, meski mungkin situs itu niatnya baik, tapi ia telah mendefinisikan “pacaran” secara naif dan parsial, sehingga pembacanya dapat saja mengalami misleading (sesat dalam memahami).

Remaja sering jadi kambing hitam kalo udah ngomongin masalah remaja. Gimana dengan keluarga? Sekolah? Negara?

Remaja memang salah. Harus diakui, tak boleh diingkari. Namun bukan hanya mereka yang salah. Keluarga juga turut andil jika lemah pengawasannya. Sekolah juga salah, karena sekolah kita kan bagian sistem pendidikan sekuler yang anti agama tatkala agama hendak diterapkan dalam kehidupan bernegara dan bermasyakat. Apalagi negara, jelas sekali salahnya. Karena negara kita ini sekuler. Mencontek kafir penjajah. Anti agama. Agama dipenjara hanya dalam sektor sempit, yaitu ibadah.

Bagaimana Islam menyelesaikan masalah remaja?

Menurut saya harus ada penanganan pada 4 level. Pertama, pada level inidividu, remaja secara individu wajib dibina kepribadiannya agar menjadi invividu yang saleh. Caranya dengan ngaji. Kedua, level keluarga, yaitu keluarga wajib menanamkan nilai-nilai Islam dan mengawasi remaja secara ketat. Ketiga, level masyarakat, yaitu hendaknya di masyarakat tumbuh tradisi amar ma’ruf nahi mungkar. Kalau ada remaja yang pacaran, tak boleh didiamkan. Keempat, pada level negara, yakni negara wajib menerapkan syariah baik secara preventif atau kuratif untuk mengatasi masalah remaja. Misalnya larangan khalwat (berduaan), atau sanksi cambuk 100 kali bagi pezina yang belum nikah.

Apa masih mungkin lahir remaja berprestasi seperti Thariq bin Ziyad atau Muhammad al-Fatih, di masa sekarang ini?

Masih mungkin. Hanya saja, mengingat kita terpenjara dalam masyarakat sekuler, tentu hambatan dan kesulitannya cukup tinggi. Ibarat kita mau menebar benih padi, kita sekarang tak menebarnya di sawah yang cukup airnya, tapi di sawah yang sedang kekeringan. Masih tumbuh sih, tapi kendalanya memang tak ringan. Caranya, ngajilah dengan benar, sehingga Islam kita pahami sebagai ideologi. Setelah itu lakukan tafaqquh fiddien (pendalaman agama), dengan berguru kepada ulama-ulama yang terpercaya, atau mengkaji karya-karya mereka yang gemilang.

Terakhir, apa pesan ustadz untuk para pembaca D’Rise?

Jadilah kalian generasi pembebas, generasi yang berjuang untuk menegakkan syariah dan Khilafah. Hanya dengan syariah dan Khilafah sajalah, manusia akan terbebas dari penjara sekulerisme yang amat destruktif ini.[341]

 

Biodata

Nama                    : Muhammad Shiddiq Al-Jawi

T/TL                       : Grobogan (Jateng), 31 Mei 1969

Alamat : Jl Mangkuyudan 30 Yogyakarta

Status                   : Menikah, 1 isteri dengan 4 anak

Pekerjaan           : Dosen Tetap STEI Hamfara & Pimpinan Pondok Pesantren Hamfara Yogyakarta

Prestasi                : Juara III Siswa Teladan Tingkat SMA se Propinsi Jawa Tengah tahun 1988.

Jabatan di HTI    : Dewan Pimpinan Pusat HTI

Karya tulis           : 6 buku, di antaranya berjudul Malapetaka Akibat Hancurnya Khilafah,

dan Aborsi Dalam Pandangan Hukum Islam,

di Muat Majalah Remaja Islam Drise Edisi #10

Ukhti, Don’t give up !

Jika hati sudah meleleh/Pikiran buntu tak temukan jalan/

Maka tubuh pun seolah remuk tak berbentuk

******

drise-online.com – Driser, pernah ngga ngerasain pikiran mumet banget? Berasa di pundak ini memikul berkilo-kilo beban penderitaan. Penyebabnya macem-macem. Nilai jeblok, kehilangan sahabat sampai putus ama kekasih hati. Di akhir tahun ajaran atau semester, korban ‘frustasi’ biasanya banyak menimpa kita-kita loh. Terutana saat nilai ujian akhir diumumkan dan ternyata tak sesuai harapan, ya ampyuuunnn…. Cilaka dua belas! Dunia serasa mau runtuh. Ada yang nangis-nangis, teriak-teriak sampai kejang-kejang. Kegagalan itu menyakitkan, kawan!

Hemmm…. Iyah, kegagalan memang menyakitkan. Sesak dan nusuk banget. Ngomong-ngomong soal kegagalan, Alga jadi inget sama Rasulullah SAW, sebagai teladan yang agung juga sosok yang sabar dalam segala dera. Dalam dakwahnya, berkali-kali rasul ditolak oleh para pemuka kabilah. Semua mencemooh dan termakan dengan hasutan para penghasut. Bahkan ketika rasul datang ke bani thaif untuk meminta nusroh (pertolongan), pemuka bani thaif malah menyuruh orang-orang bodoh dan anak-anak untuk melempari rasul layaknya orang gila yang masuk ke kampung orang. Masya Allah! tega bener tuh orang-orang. Meski sudah diperlakukan dengan sadis, ngga pernah rasul berputus asa. Orang-orang jahil tersebut malah didoakan supaya cepat sadar dan rasul bangkit dengan strategi berikutnya, walau hati rasul sempat sedih mendapat penolakan yang sedemikian rupa. Begitulah orang-orang besar. Mereka hidup dengan jiwa yang besar, tidak keok ditimpa ‘kegagalan’.

Sebenarnya kegagalan itu tidak perlu ditakuti. Angkatlah ia menjadi teman, sebab tidak ada orang yang bisa mengelak sepenuhnya dari kegagalan. Lalu, seperti apakah mengangkat kegagalan sebagai teman? (Baca teroossss ya…)

****

FAILURE QUOTIENT FOR UKHTI FILLAH

Failure Quotient, Apaan tuh? Failure Quotient alias kecerdasan kegagalan adalah kemampuan seseorang dalam mengelola rasa takut, ketidaknyamanan, depresi akibat kegagalan yang menimpanya sehingga berubah menjadi energi positif yang membangkitkan. Kegagalan yang biasanya menjadi momok bagi banyak orang, secara ‘simsalabim’ bisa diubah menjadi semangat dengan menghadirkan failure quotient dalam diri kita. Tangis berubah menjadi senyum. Energi negatif diubah menjadi energi positif (Duehh… berasa lagi belajar fisika nih, hehe). Woi, walaupun kita ini cewe-cewe yang identik dengan sisi melankolis…. tapi bukan berarti boleh cengeng. Apalagi berujung pada putus asa. Wehh… alamat sesat, sist!

 

Mereka menjawab,’Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa’. Ibrahim berkata,’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmad Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat’ (TQS. Al-Hijr: 55-56)

Hii… syerem euy. Kalo udah kena virus ‘putus asa’, dunia berasa gelap. Harapan-harapan bisa pupus. Wuss.. Lihat aja kasus bunuh diri yang menimpa kalangan remaja. Biasanya karena hilangnya harapan dan berharap pada mimpi kosong. Syaithan menggembosi kita untuk kalut dan ragu menghadapi hari esok. Maka mulailah kita berburuk sangka pada segala sesuatu. Nah, yang paling parah, kita berburuk sangka pada Allah ta’ala. Jangan sampe deh sist!

Ukhti yang Alga sayangi, Masa sih kita buruk sangka pada Allah yang sudah demikian baik? Semua udah DIA beri. Kehidupan, usia, rizqi dan buanyaaakk lagi. Nafas gratis, paru-paru gratis, ginjal gratis, coba kalo bayar?? Hehehe. So,…. Never Give Up! Kita pasti bisa hadapi setiap kegagalan. Karena Allah bersama kita, yup! [Alga Biru]

 

BOX

TANGGA KESUKESAN

Tangga kesuksesan itu ngga panjang kok. Ini urutannya: gagal – introspeksi -bangkit lagi. Setiap anak tangga ini kita yang memilih. Saat gagal, pilih meratapi atau introspeksi. Setelah introspeksi pilih bangkit lagi atau berdiam diri. Setelah bangkit, mau belajar dari kegagalan atau mengulanginya. Berikut ini kiat-kiat bangkit dari kegagalan demi meraih kesuksesan:

Pertama, Cintai dirimu.

Terimalah diri kita, baik kelebihan maupun kekurangan. Siapa lagi yang bisa menghargai kita selain diri kita sendiri? Nah, darisanalah harapan akan terbit. Optimisme akan melahrikan kekuatan tiada banding.

Kedua, Aktualisasi kegagalan.

Gagal bukanlah aib. Orang yang gagal dalam banyak usaha untuk sukses lebih baik ketimbang orang yang ngga pernah gagal karena takut mencoba. So, jangan minder karena pernah gagal. Pilihan ada di tangan kita: berjuang dan menang atau menyerah dan kalah.

Ketiga, Ambil Hikmahnya.

Kegagalan adalah ajang pembelajaran. Kita baru tahu manisnya perjuangan ketika ada ‘action’, bukan cuma konsep. Dari ‘action’ tadilah kita mendapat pelajaran mental, psikis dan spiritual. Dari aksi nyata, kita akan bercermin dan langkah berikutnya akan lebih mawas dan tampil memukau. [Alga Biru]

di Muat Di majalah Remaja ISlam Drise edisi #10